NovelToon NovelToon
GALAREA

GALAREA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Melasepti__

Terkadang, bukti kasih sayang tidak hanya sebuah kebahagiaan, bukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melasepti__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GALAREA - Renungan Lagi

Setelah keributan siang tadi di rumah Rea, kini mereka memilih untuk tinggal di apartemen milik Gala. Mereka baru saja membuka mata setelah tidur siang, saat mendengar azan asar.

Gala bergegas bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dulu, tidak dengan Rea yang masih memejamkan mata sambil memeluk guling. Ia sudah bangun, tetapi masih malas membuka matanya.

"Bangun, mandi, solat!"

Dengan tegas, Gala menepuk kaki Rea dan menyeretnya hingga ke ujung kasur.

"Aaaa, malas," rengek Rea seperti biasa.

Gala beralih menarik tangan Rea hingga membuatnya terduduk di tepi ranjang, dengan mata yang masih menyipit.

"Mandi, solat!"

"Malas," melas Rea dengan puppy eyesnya.

Gala menatap gadis itu dengan kening mengerut. "Mau solat atau gue solatin?"

Rea mengerjapkan matanya. "Memang boleh nitip solat?" tanya Rea dengan polosnya, dia belum mengerti benar apa yang Gala katakan.

"Solat sendiri atau gue solatin?" ulang Gala dengan pertanyaan yang sama, sambil mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

"Gue tanya, memang boleh kalau lo solat buat gue sekalian?"

Gala mendengus, lalu menyentil kening gadis itu. "Gue jadi imamnya, lo jadi mayitnya."

Gala berlalu kembali ke kamar mandi untuk mengambil wudu, meninggalkan Rea yang mengusap kening sembari berpikir keras, tentang maksud ucapan Gala sebenarnya.

Cukup lama Rea berpikir, hingga akhirnya ia membulatkan matanya sempurna saat menyadari maksud ucapan Gala tadi.

"Gue mati, dong?"

Bersamaan dengan itu, Gala keluar dari kamar mandi dengan wajah segar sehabis wudu.

Rea bergegas bangkit dan berlari ke kamar mandi. Karena terlalu buru-buru, ia bahkan sampai tak sengaja menabrak tubuh Gala, yang membuat cowok itu melotot.

"Sialan! Gue sudah wudu, Rea!"

Dari dalam kamar mandi, Rea berteriak, "Solat bareng, tungguin!"

Gala mendengus, kurang akhlak memang istrinya. "Cepetan! Kalau lama, gue solatin entar!"

"Ogah! Gue belum mau mati!" balas Rea dengan sedikit merengek di akhir kalimatnya.

Gala menghela nafas, lalu mengambil duduk di tepi ranjang, menunggu istrinya selesai mandi, dan mereka akan salat berjamaah.

"Kak, baju."

Gala menoleh, mendapati Rea yang melongokan kepalanya keluar pintu, sedangkan seluruh badannya masih di dalam kamar mandi.

"Ambil sendiri, lah."

Rea mengerucutkan bibirnya. "Ya sudah, lo nya keluar sana."

"Gak."

Rea mendengus, terpaksa ia keluar kamar mandi hanya dengan handuk putih melilit dada hingga setengah pahanya.

Gala melotot dan menelan ludah melihat itu, lalu bergegas keluar kamar dengan sedikit berlari.

Rea mengerutkan kening, aneh sekali cowok itu. Tadi diminta keluar tidak mau, giliran melihat dirinya keluar seperti melihat setan.

Rea mengedikan bahunya, lalu berjalan ke lemari untuk mengambil baju milik Gala. Banyak pilihan kaos dan kemeja, celana panjang-pendek, lalu ada juga piyama.

Ah piyama, bergambar doraemon seperti milik anak-anak, namun berukuran besar.

"Ini Kak Gala kayak cewek apa kayak bocil? Perasaan dari kemarin gue selalu dapat pakaian motif kartun."

Memang benar, baju Gala kebanyakan seperti ada karakter kartunnya. Meski Rea tidak pernah melihat cowok itu memakainya, namun Rea seringkali melihat itu di lemari.

Boxer, kaos, piyama, bahkan celana dalam, pun Rea pernah melihatnya, berwarna merah dengan karakter spiderman.

Mengingat itu, Rea tersenyum geli. Sekarang ia tahu, sikap Gala yang galak dan bernetra tajam ketika di luar, berbeda jauh dengan di rumah yang sering kali bersikap manja, terutama pada Papa dan Ibunya.

Pantas saja Gala tidak ingin memiliki adik, mungkin ia tidak mau jika kasih sayang kedua orang tuanya akan terbagi, dan ia tidak bisa bermanja lagi nantinya.

"Re, sudah belum?!" teriak Gala dari luar kamar.

Rea bergegas mengambil kaos dan boxer milik Gala, seperti biasa. Mungkin, sepasang pakaian itu akan menjadi favoritnya mulai sekarang.

Badan Gala yang lebih kekar dan tubuh Rea yang kecil, membuat pakaian milik Gala akan tampak over size ketika dipakai oleh Rea.

Untuk dalamannya, Rea sempat membawanya dari rumah tadi.

Setelah memakai pakaiannya, Rea membuka pintu kamar dan mendapat tatapan tajam dari Gala.

Akhirnya, mereka melaksanakan salat asar berjamaah dengan khusuk. Rea mendengar dan menirukan setiap bacaan surah Gala dengan suara pelan.

Suara Gala sangat merdu meski terdengar lirih, bahkan cengkoknya sangat indah, membuat Rea terlena dan hatinya bergetar hebat. Sejuk sekali rasanya mendengar suara merdu cowok itu.

Jika ditanya beruntung atau tidak, tentu saja Rea akan menjawab sangat beruntung.

Ia yang lalai dalam beribadah, bahkan membaca Al-Quran, pun ia masih belum lancar. Dikaruniai seorang suami sebaik Gala adalah anugerah terindah yang sangat ia syukuri saat ini.

Selesai salat, seperti biasa Gala akan berbalik menghadap Rea untuk salam dan mencium kening gadis itu, tanpa diminta seperti awal mereka berjamaah.

"Kak Gala," panggil Rea saat Gala sudah bersandar di sisi ranjang, dengan masih berada di atas sajadah.

"Hm?" dehem Gala seraya menatap gadis itu.

"Kenapa Kak Gala kalau solat harus di awal waktu? Padahal, kan bisa nanti."

"Selama bisa di awal waktu, gue akan usahakan."

"Kenapa?"

Gala menatap lekat wajah Rea. "Malu."

Rea mengerutkan keningnya. "Malu?"

Gala mengangguk. "Gue malu kalau sudah dipanggil sama Allah, tapi gue nya gak merespons. Cuma seonggok tanah yang dikasih nyawa aja belagu."

Rea terdiam dengan pandangan kosong, kenapa ucapan Gala selalu berhasil menamparnya.

"Kita bisa di sini karena Allah, dikasih nyawa, dikasih nafas, rezeki, semuanya. Allah aja gak pernah malas memberikan apa yang kita butuhkan, masa kita malas cuma buat nyapa Allah doang? Kita butuh Allah, tapi Allah gak butuh kita. Allah gak masalah kalau kita gak ada, tapi kalau kita tanpa Allah, mau jadi apa?"

Rea bergerak mendekat, menyandarkan kepala di pundak Gala, lalu memeluk pinggang cowok itu.

"Gue sudah terlalu jauh dari Allah. Selama ini, gue selalu malas-malasan buat ibadah, tapi Allah gak pernah berhenti memberikan apapun yang gue mau. Gue sombong banget ya, Kak?"

Gala hanya diam, dengan tangan yang bergerak memainkan jemari lentik milik Rea.

"Gue pengin tobat, tapi gue malu. Gue takut kalau Allah gak mau mengampuni gue lagi."

Gala menggeleng tegas seraya mengusap kepala gadis itu. "Allah itu Maha Pengampun. Bahkan hanya dengan kalimat istigfar aja, Allah akan mengampuni semua dosa hamba-Nya, walau sebanyak buih di lautan."

Rea mendongak, menatap wajah Gala dengan mata berjaca-kaca. Pikirannya dipenuhi dengan segala dosa yang sudah ia perbuat selama ini.

"Dosa gue terlalu banyak, Kak. Gue malu," cicit Rea dengan air mata mulai menetes.

Gala tersenyum tipis, kemudian bergerak menangkup wajah Rea, mengusap air mata gadis itu dengan lembut.

"Selama lo mau berubah dan yakin sama Allah, Allah akan mengampuni dan bahkan menuntun lo untuk menjadi lebih baik. Seorang pendosa yang bertobat, itu sama seperti bayi baru lahir. Dia bersih, suci, dosanya gugur ketika dia mau bertobat dengan sungguh-sungguh."

Rea menarik ingusnya, lalu menggenggam tangan Gala yang berada di pipinya. "Bantu gue, Kak."

Gala mengangguk dan tersenyum, lalu membawa gadis itu ke dalam dekapannya.

"Hijrah itu mudah, yang susah itu istiqomah nya."

Rea mengangguk, ia mengakui itu. Selama ini, ia seringkali berniat bertobat, ingin rajin beribadah. Namun, lagi-lagi ia lalai karena dunia. Ia selalu menuruti kemalasannya, dan akhirnya berlanjut terus malas-malasan.

"Kalau lagi malas, tetap lakukan walaupun terpaksa. Nanti lama-kelamaan, semua akan berubah. Yang awalnya lo selalu malas ibadah, justru lo akan merasa gak tenang kalau gak melakukan ibadah itu. Biasanya, itu terjadi kalau semua rutinitasnya sudah menjadi sebuah kebiasaan."

"Dulu, gue juga sering menunda waktu solat."

Rea kembali mendongak untuk menatap wajah suaminya. Ketenangan ia dapatkan, saat melihat wajah itu. Terlebih, saat Gala memberikan renungan dan nasihatnya dengan gaya santai, yang membuat Rea merasa jika Gala adalah sosok yang tepat untuknya.

"Tapi setelah Papa ngasih nasihat, wejangan buat gak nunda waktu, gue berusaha untuk solat di awal waktu. Dan sekarang, gue selalu gak tenang kalau sudah azan tapi gue belum solat. Gue selalu berpikir, gue belum solat, kalau entar gue mati, gimana?"

Rea mengangguk mengerti.

"Terakhir solat, kapan?" tanya Gala iseng.

Rea menatap Gala dengan senyum yang lebih seperti ringisan. "Waktu Bunda masih hidup. Dulu Bunda selalu ngajak gue jamaah, tapi sekarang sudah gak ada."

Gala menghela nafas. "Mulai sekarang harus rajin solat, doain Bunda biar dikasih tempat terbaik di sana. Jangan buat Bunda kecewa karena kelakuan lo."

Rea mengangguk pelan dengan wajah sedih.

Gala yang menyadari hal tersebut, segera mengusap punggung istrinya.

"Lo jangan takut sendiri, ada gue, Ibu sama Papa. Kita keluarga. Orang tua gue, orang tua lo juga."

Rea mengangguk, lalu menenggelamkan wajahnya di dada Gala, dekat dengan ketiak cowok itu.

"Kak?"

"Hm?" Gala mengusap kepala gadis itu.

"Ketek lo kok wangi, sih?"

Gala mendengus, lalu mendorong wajah gadis itu agar menjauh darinya. "Gue sudah mandi, memangnya lo!"

Rea menatap sengit ke arah Gala, sambil mengusap keningnya yang didorong oleh Gala tadi.

"Gue juga sudah mandi."

"Masa? Coba sini cium."

Gala mendekatkan wajahnya pada wajah Rea, namun gadis itu lebih dulu mundur dan mendorong kasar kening Gala.

"Gak usah modus!"

.

.

.

To be continue ...

1
falea sezi
jahatnya saka😒
falea sezi
🤣🤣🤣 lucu amat pak su🤭
falea sezi
tolol d ancam gunanya police apa
falea sezi
bapak bangsat🤣
falea sezi
😓😓😓😓 ya ampun gar kenapa di buat meninggal kasian ih
falea sezi
bapak bangsat😒
falea sezi
🤣🤣🤣🤣 gala gala ada aja
falea sezi
pantes songong wong gk di ajarin bapaknya sopan santun🤣
falea sezi
songong makanya gk punya temen😒 kenalan lah galak sok cantik mana ada ten cwek mau temenan🤣🤣🤣
Ossa Mulya
suka banget ceritanya... dan bikin penasaran
Ossa Mulya
lanjuuuutt Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!