NovelToon NovelToon
THE TAURUS

THE TAURUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Misteri
Popularitas:267
Nilai: 5
Nama Author: DOLPIN

Arka Khontacron adalah pemilik perkebunan anggur terbesar di Buleleng tepatnya di Bali. Arka memiliki saudara kembar laki-laki yaitu Phat Shrabeus kakak nya. Mereka tinggal di Seririt, Nama desanya, Desa Sagara. Desa mereka dalam beberapa bulan ini selalu banyak kasus orang-orang desa yang hilang, terutama wanita. Banyak masyarakat yang komplen ke polisi, tapi hasilnya juga sama. Tapi kasus itu mulai terbuka kembali pada malam itu akibat Arka menemukan mayat Pak Braun Ghum di dalam perkebunan miliknya. Pak Braun ialah pemilik peternakan domba di sebelah perkebunan anggur milik keluarga Khontacron dan juga Arka sering bermain bersama anaknya Sara Mhiomorin waktu kecil. Arka memanggil polisi untuk menyelediki kejadian tersebut, tapi bukannya mencari bukti. Polisi menyeret Arka sebagai tersangka, apakah bisa arka menemukan pelaku yang sebenarnya?
Ini ialah kisah cinta ringan dari Zodiak Taurus, bisakah dia bersabar menghadapi kejadian tersebut atau malah menjadi keras kepala.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DOLPIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11. JEJAK DI BALIK KEMATIAN

Pagi datang lebih cepat dari yang Arka harapkan.

Cahaya matahari baru saja masuk melalui celah tirai ketika suara ketukan terdengar dari pintu kamarnya.

“Tuan Arka.”

Arka yang sedang mengenakan kemeja menoleh.

“Ada apa?”

“Telepon dari kantor polisi.”

Arka terdiam.

“Apa?”

“Iya, Tuan. Mereka meminta Tuan datang pagi ini.”

Arka menarik napas panjang.

“Baik. Katakan kepada mereka aku akan datang.”

Setelah pelayan itu pergi, Arka duduk sebentar di tepi tempat tidur.

Pikirannya langsung tertuju pada percakapan semalam.

Pak Thom sudah ditangkap.

Sara memberikan informasi kepada polisi.

Semuanya masih berputar di kepalanya.

Arka kemudian berdiri.

Kali ini ia memutuskan sesuatu.

Ia tidak akan memberitahu ayahnya.

Dan juga tidak akan memberitahu Phat.

Jika mereka memang menyembunyikan sesuatu, Arka ingin mendengar semuanya langsung dari polisi tanpa ada seorang pun yang mengarahkannya.

---

Tidak lama kemudian, Arka meninggalkan rumah.

Mobilnya melaju menuju kantor polisi.

Sepanjang perjalanan, pikirannya tidak berhenti bertanya-tanya.

Apa yang sebenarnya ditemukan polisi?

Mengapa Pak Thom ditangkap?

Dan yang paling membuatnya penasaran—

apa yang Sara katakan kepada polisi?

Setibanya di kantor polisi, Arka langsung masuk.

Seorang petugas yang sudah menunggunya segera menghampiri.

“Tuan Arka Khontacron?”

“Iya.”

“Silakan ikut saya.”

Arka mengikuti petugas itu melewati lorong hingga sampai di sebuah ruang pemeriksaan.

Pintu dibuka.

Arka melangkah masuk.

Namun baru beberapa langkah, ia langsung berhenti.

Matanya membesar.

Di dalam ruangan itu sudah ada dua orang.

Pak Thom duduk di salah satu kursi dengan wajah tegang.

Dan di samping meja—

Sara.

Arka menatapnya tidak percaya.

“Sara?”

Sara mengangkat wajah.

“Arka...”

Arka menatap keduanya secara bergantian.

“Apa yang terjadi?”

Petugas menunjuk kursi kosong.

“Silakan duduk, Tuan Arka.”

Arka perlahan duduk.

Namun tatapannya masih tertuju kepada Sara.

“Kau kenapa ada di sini?”

Sara menundukkan pandangan.

“Aku dipanggil untuk memberikan kesaksian.”

Arka terdiam.

“Kemarin kau tidak mengatakan apa pun tentang ini.”

“Aku tidak bisa mengatakannya.”

“Kenapa?”

Sara menatap Arka.

“Karena aku sendiri belum yakin siapa yang bisa kupercaya.”

Kalimat itu membuat Arka terdiam.

Kemudian ia melirik Pak Thom.

“Dan Pak Thom?”

Pak Thom tampak gelisah.

Petugas polisi meletakkan beberapa lembar dokumen di atas meja.

“Pak Thom akan memberikan keterangannya mengenai malam ketika Pak Braun meninggal.”

Arka menatap dokumen tersebut.

“Apakah dia mengakui sesuatu?”

Pak Thom menundukkan kepala.

Ruangan kembali sunyi.

Akhirnya ia berkata pelan,

“A-aku tidak membunuh Pak Braun.”

Arka mengerutkan kening.

“Lalu apa yang sebenarnya terjadi?”

Pak Thom mengangkat wajah.

Tatapannya bertemu dengan Arka.

“Aku diperintah.”

Arka membeku.

“Diperintah oleh siapa?”

Pak Thom tidak menjawab.

Sara memejamkan mata sejenak.

Petugas polisi kemudian berkata,

“Itulah alasan kami memanggil Anda, Arka.”

Arka menatapnya.

“Kenapa saya?”

Petugas tersebut membuka sebuah map.

“Karena nama keluarga Anda muncul dalam kesaksian Pak Thom.”

Jantung Arka seolah berhenti berdetak.

“Keluarga... saya?”

Pak Thom mengepalkan kedua tangannya.

Sara menatap Arka dengan wajah khawatir.

Kemudian petugas polisi mengatakan sesuatu yang membuat suasana ruangan berubah seketika.

“Dan ada satu hal lagi.”

Arka menatapnya.

“Kami menemukan bukti yang menunjukkan bahwa kematian Pak Braun mungkin berkaitan dengan hilangnya beberapa orang dari Desa.”

Arka terdiam.

Lima belas nama yang ada di dalam map ayahnya kembali muncul di pikirannya.

Namun kali ini—

untuk pertama kalinya—

Arka mulai menyadari bahwa daftar itu mungkin bukan sekadar daftar orang hilang.

Mungkin daftar tersebut adalah awal dari sesuatu yang selama ini disembunyikan keluarganya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!