NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Menantu Benalu

Rahasia Di Balik Menantu Benalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Di mata dunia, Theodore hanyalah "menantu benalu" yang bisanya mencuci piring, mengepel lantai, dan menelan setiap hinaan dari keluarga istrinya tanpa perlawanan. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik celemek kusamnya, ia adalah Dewa Perang yang ditakuti, Raja Mafia terkuat, dan miliarder pemilik perusahaan raksasa yang sengaja memalsukan kematiannya. Ia menahan semua caci maki hanya demi Yevone, satu-satunya wanita yang setia membelanya di tengah keluarga yang kejam. Namun, ketika keserakahan keluarga mertuanya dan Keluarga Z melewati batas hingga mengancam keselamatan Yevone, Theodore memutuskan sudah waktunya melepas penyamarannya. Dengan sebuah cincin naga hitam usang di jarinya, Theodore bersiap menunjukkan kepada mereka bahwa kemiskinan yang absolut adalah hukuman yang jauh lebih mengerikan daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RDBMB 10

Asap masih mengepul dari reruntuhan pabrik perakitan milik Keluarga Z di kota seberang, tapi berita kehancurannya sudah sampai ke markas komando utama Aegis Corporation lewat layar pemantauan satelit.

Di ruang kendali bawah tanah yang dingin itu, Exel berdiri melipat tangan di depan dada sambil menatap layar raksasa. Ada senyum tipis di wajah garangnya.

"Rapi banget kerjanya. Nggak ada korban jiwa, tapi kerugian materialnya maksimal. Ini sih udah pasti gaya mainnya Bos," gumam Exel pada dirinya sendiri, merasa sangat puas melihat laporannya.

Sejak sinyal Cincin Naga Hitam terdeteksi dua hari lalu, Exel memang memerintahkan seluruh tim siber Aegis untuk memantau kota kecil tersebut secara non-stop. Semua lalu lintas komunikasi, transaksi bank, sampai kamera jalanan disadap habis-habisan.

Tiba-tiba, suara ketikan keyboard yang super cepat terdengar dari arah konsol Leo. Peretas andalan Aegis itu tampak mencondongkan tubuhnya ke depan layar monitor, matanya menyipit fokus.

"Bang Exel! Lo mending ke sini bentar deh," panggil Leo sambil melambaikan tangan tanpa menoleh. "Gue dapet sesuatu yang lumayan narik perhatian nih."

Exel langsung berjalan cepat menghampiri meja Leo. "Ada apa? Lo udah dapet koordinat pasti posisi Bos?"

"Belum dapet alamat lengkapnya, Bang. Muka Bos kan emang nggak pernah ada di database publik mana pun, jadi *software* pengenal wajah kita dari tadi muter-muter doang nyari di rekaman CCTV jalan raya," Leo menjelaskan sambil menggeser kursinya sedikit agar Exel bisa melihat layar. "Tapi sepuluh menit yang lalu, sistem kita nangkep ada aktivitas aneh di forum *Dark Web* lokal kota itu."

"Aktivitas aneh gimana maksud lo?" Exel menaikkan sebelah alisnya.

"Ada akun anonim yang baru aja nge-*posting* sayembara alias *bounty hunting* buat nyewa preman bayaran lokal. Bayarannya lumayan gede buat ukuran kota kecil, sekitar seratus juta," Leo menunjuk deretan teks berantakan di layar hitam. "Di postingan itu, si klien ngasih perintah buat nyari dan bikin cacat seorang target. Nah, klien ini ngelampirin satu file video pendek buat ngasih tau ciri-ciri targetnya."

"Video dari mana?" Exel mulai tertarik.

"Kelihatannya sih dari *dashcam* alias kamera *dashboard* mobil. Resolusinya lumayan buram, kayaknya di-zoom dari jarak belasan meter," jawab Leo sambil mengklik file video tersebut. "Gue coba putar ya, Bang."

Sebuah kotak video kecil muncul di tengah layar, lalu Leo memperbesarnya. Video berdurasi dua puluh detik itu tidak memiliki suara.

Di layar, terlihat adegan yang direkam dari dalam sebuah mobil mewah. Sudut pandangnya mengarah ke pekarangan depan sebuah rumah besar. Di sana, terlihat siluet tiga orang. Satu perempuan, satu laki-laki dengan kemeja rapi yang membelakangi kamera, dan satu laki-laki berpakaian sangat sederhana yang berdiri sedikit tertutup bayangan.

Exel mencondongkan wajahnya ke layar. Matanya langsung tertuju pada postur tubuh laki-laki berpakaian sederhana itu.

Dalam video itu, si laki-laki berkemeja rapi tampak mengangkat tangannya, seolah hendak menyentuh kasar wajah si perempuan. Namun, secepat kilat, tangan si laki-laki berpakaian sederhana melesat ke depan, mencengkeram pergelangan tangan pria rapi itu, lalu memelintirnya dengan gerakan memutar yang sangat luwes namun mematikan.

"Gila, cepet banget refleksnya. Kuda-kudanya juga solid banget," komentar Leo kagum melihat gerakan *martial arts* di video itu.

"*Pause*!" Exel membentak keras, suaranya sampai membuat Leo sedikit melompat dari kursinya.

Leo buru-buru menekan tombol spasi. Video berhenti tepat di detik ke-14, saat tangan target sedang mencengkeram pergelangan tangan musuhnya.

Napas Exel tiba-tiba memburu. Matanya menatap tajam siluet laki-laki di layar itu. Meski wajahnya buram karena kualitas kamera dan tertutup bayangan pohon, Exel sangat mengenal postur bahu itu. Ia mengenal gaya bertarung efisien tanpa gerakan berlebih itu. Bertahun-tahun ia bertarung di punggung yang sama dengan pria itu di medan perang berdarah.

"Leo, mundur tiga *frame*. Pas tangannya agak terangkat kena cahaya matahari," perintah Exel dengan suara yang mendadak serak.

Leo menekan tombol *rewind* secara manual, memundurkan video perlahan. "Sini, Bang?"

"Iya. Tolong *zoom in* ke tangan kirinya. Sebisa mungkin pertajam pikselnya, gue mau lihat apa yang melingkar di jari manisnya."

Jari-jari Leo langsung menari di atas keyboard, menjalankan program *image enhancer* tingkat tinggi milik Aegis. Layar sedikit berkedip saat algoritma mencoba menjernihkan gambar yang pecah. Kotak fokus perlahan membesar, menampilkan area tangan kiri target.

Di sana, meski masih sedikit kabur, terlihat jelas sebuah benda logam melingkar di jari manisnya. Warnanya hitam kelam, tidak memantulkan cahaya matahari layaknya emas atau perak biasa. Dan jika diperhatikan lebih teliti lewat piksel yang sudah dipertajam, ada pola ukiran sisik kecil di sekeliling cincin tersebut.

Exel menelan ludah. Tubuhnya yang besar dan berotot itu mendadak merinding.

Itu adalah Cincin Naga Hitam. Tidak ada orang lain di dunia ini yang berani memakai replika cincin itu, apalagi memiliki postur dan gaya bertarung yang sama persis seperti sang Dewa Perang.

"Itu dia," Exel berbisik pelan, suaranya bergetar karena campuran rasa lega dan euforia yang meledak-ledak. Tangannya mengepal kuat meninju meja. "Itu beneran dia! Bos kita masih hidup, Leo! Dia ada di video ini!"

Leo ikut melongo menatap layar. "Gila... jadi selama ini Tuan Theodore sembunyi di kota kecil itu dan main kucing-kucingan sama preman lokal? Pantesan sayembara *Dark Web* ini dibikin. Yang punya mobil ini pasti dendam banget tangannya dipelintir sama Bos."

"Siapa pun cecunguk yang berani bikin sayembara buat nyelakain Bos kita, dia bakal nyesel pernah lahir ke dunia," Exel menyeringai buas, aura membunuhnya menguar tebal memenuhi ruang kendali. Ia menepuk keras pundak Leo. "Lacak plat nomor mobil dari kamera jalanan di sekitar lokasi video itu direkam. Cari tahu rumah siapa yang ada di latar belakang video itu. Gue mau alamat lengkapnya, nama pemilik rumahnya, sama identitas bajingan yang bikin sayembara ini dalam lima belas menit!"

"Siap, laksanakan, Bang!" Leo langsung kembali tenggelam di depan monitornya, bekerja dengan semangat seribu kali lipat lebih tinggi dari sebelumnya.

Exel membalikkan badannya, menatap sisa anak buahnya di ruang kendali dengan pandangan berkilat-kilat.

"Tutup semua jalur masuk ke kota itu! Jangan sampai ada satu pun musuh dari luar negeri yang nyium pergerakan ini," teriak Exel, suaranya menggelegar ke seluruh penjuru ruangan. "Hubungi semua Komandan Divisi Bayangan! Suruh mereka kumpulin pasukan elit terbaik yang kita punya. Kita bakal jemput Bos besar kita!"

1
Glastor Roy
update
Fery Oktavian: update tiap hari 5 bab
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!