Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayi gedenya Jessica
Malam harinya Jessica menatap pemandangan di atas langit dengan mata berbinar. Kembang api bermekaran indah di sana.
Jessica tak menyangka jika hubungannya bersama Reyhan disambut baik oleh mereka semua.
Padahal gadis itu tak tahu saja kalau semua ini berkat Reyhan Dhaval Anderson. Pria dengan yang sekarang sudah tingkat kebucinan overdosis itu tak segan membungkam mulut orang-orang yang menghina istri kesayangannya. Sehingga tak ada yang berani bersuara sampai saat ini.
Sebenarnya masih ada yang membicarakan keduanya di belakang. Namun, mereka tak berani menunjukkannya secara terang-terangan. Jika Reyhan tahu, bisa habis mereka, jadi lebih baik cari aman saja.
Mereka belum menceritakan kalau sebenarnya mereka menikah, karena itu permintaan Jessica yang belum siap jika semua warga kampus tau kalau mereka sudah menikah. Dan Reyhan hanya mengatakan kepada mereka, kalau dirinya dan Jessica sudah berpacaran, dan itu juga permintaan Jessica.
"Suka?" Reyhan tersenyum tipis, ia merasa bahagia melihat istrinya berdekatan lagi. Saat ini keduanya berdiri di balkon kamar mereka.
Jessica mengangguk antusias."Suka banget!"
"Cantik ya?" Tanya Jessica meminta persetujuan Reyhan, netra nya masih fokus memperhatikan langit yang dihiasi kembang api.
"Iya, cantik," ucap Reyhan menyetujui. Namun, matanya menatap kearah Jessica dengan senyuman yang tak pernah luntur.
Jessica yang merasa diperhatikan akhirnya menoleh. Sepersekian detik Reyhan dan Jessica saling menatap.
Reyhan mendekat mengikis jarak diantara keduanya, Jessica yang peka pun langsung memejamkan mata dan....
Cup!
Terpaan semilir angin malam seakan meminta dua insan tersebut saling memberi kehangatan satu sama lain. Reyhan memegang tengkuk Jessica untuk memperdalam ciumannya. Tangannya bergerak merengkuh pinggang istrinya hingga tubuh keduanya menempel sempurna.
Dibalik keromantisan pasangan di atas balkon, ada Vero di bawah sana yang menyalakan kembang api atas suruhan Reyhan. Pria itu menatap melas kearah Jessica dan Reyhan yang tengah sibuk memadu kemesraan tanpa memperdulikan nasibnya.
"Sabar, orang sabar gajinya makin gede sama si bos."
***
Pagi ini Jessica sudah berada di kampus, dan hari ini Reyhan tidak ada jadwal mengajar, jadinya sekarang pria itu sedang di kantor miliknya.
Reyhan sedari tadi senyum-senyum sendiri melihat Poto istrinya, tanpa memperdulikan kedua pria yang ada di sana. Rasanya ia ingin cepat-cepat bertemu istri kecilnya itu, mengurungnya di kamar mansion agar hanya dia saja yang bisa melihat gadis mungilnya itu.
"Lo kenapa? Setres ya Lo." Tanya Zaki heran menatap Reyhan yang senyum-senyum sendiri.
"Gila mungkin," celetuk Delon dengan santai.
Zaki dan Delon adalah teman Reyhan sewaktu SMA, dan pas kuliah pun mereka masih sama-sama barengan terus. Mereka akhirnya sama-sama meneruskan bisnis hasil kerja keras mereka sendiri, mereka bertiga juga bekerja sama agar saling menguntungkan. Dan saat ini mereka sedang ada diruang Reyhan untuk sekedar berkumpul.
Zaki adalah sosok pria bijaksana, tegas dan masih jomblo. Ia bukan sosok pria pemain wanita. Sedangkan Delon, ia pria bebas yang suka bermain dengan wanita berbeda-beda setiap malam bukan masalah lagi baginya. Bahkan Delon juga yang suka menawarkan beberapa perempuan jalang untuk Reyhan, tetapi Reyhan selalu menolaknya.
Reyhan menatap sinis ke arah Delon."Gua udah nikah," ucapnya yang membuat kedua pria itu terkejut bukan main.
Yap, memang Zaki dan Delon tidak tau soalnya dirinya sudah menikah. Karena waktu itu mereka berdua sedang sibuk dan tidak membuka pesan dari Reyhan. Memang sahabat biadab.
"Lo gak undang gua? Sialan Lo." Itu respon dari Zaki. Sedangkan Delon ia masih menganga tak percaya. Bagaimana bisa seorang pria dingin seperti kutub terikat dalam sebuah pernikahan.
"Bagaimana bisa bro? Apa Lo menghamili wanita itu?" tanya Delon.
"Jaga ucapan Lo Delon. Gua bahkan belum menyentuhnya sama sekali," gerutunya. Ia jadi kesal teringat fakta bahwa ia harus menahan nafsunya jika bersama Jessica, mengingat gadis itu yang masih sekolah.
"Apa?!" Kaget Zaki dan Delon.
"Nanti malam kalian datang ke rumah gua, gua lagi mengadakan pesta buat hiburan doang," ujar Zaki kepada kedua temannya.
"Gua pulang dulu, dan Lo Rey, bawa istri Lo itu. Gua pengen liat wanita mana yang udah merubah sahabat gua ini yang kutub bisa luluh juga dengan wanita."
Reyhan tidak menjawab ia kembali pokus dengan pekerjaannya.
***
Reyhan berdiri di samping mobilnya, menunggu kepulangan Jessica di luar gerbang kampus gadis itu.
"Vero, kenapa lama banget. Apa dosen istri gua sengaja membuat istri gua pulang lama," dengus Reyhan kepada Vero yang ada di sampingnya.
"Sabarlah Tuan, nyonya kan biasanya pulang jam tiga sore."
Reyhan mendelik tajam asistennya itu."Kenapa Lo bisa tau Vero. Apa Lo mengirim pesan ke istri cantik gua?" Tanya Reyhan emosi.
"Tuan, saya tau karena kan memang nyonya Jessica pulangnya selalu jam tiga sore."
Reyhan mendelik sinis kearah Vero."Awas aja sampai Lo berani chat istri gu!"
"Dasar Possesive," batin Vero.
Gak berselang lama Jessica terlihat berjalan kearahnya.
Senyuman Reyhan langsung mengembang."Saya-"
"Diem ih Mas, jangan panggil sayang-sayang di kampus, dirumah aja nanti," potong Jessica.
Bibir Reyhan menjadi monyong ke depan. Lalu langsung masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apapun lagi pada Jessica.
Jessica menghela nafas panjang."Ngambek."
Jessica tau ternyata suaminya itu aslinya sangat manja, setelah mengatakan perasaan mereka masing-masing. Reyhan menjadi sangat manja dan suka ngambekan seperti anak kecil pada Jessica.
Jessica masuk kedalam mobil dan menatap suaminya."Mas," panggilnya.
Tetapi Reyhan tidak menjawab.
"Mas Rey, kamu ngambek ya," ucap Jessica lagi.
"Yaudah deh kalau ngambek, aku bakal diam." Jessica pun tidak lagi mengatakan sepatah katapun saat diperjalanan.
***
Beberapa menit kemudian mobil tersebut sampai di mansion, dan Reyhan langsung keluar dari mobil meninggal istrinya dan asisten pribadinya.
Jessica menghela nafas panjang."Gua harus bujuk bayi gede gua deh," batinnya.
Jessica dan Vero pun keluar dari mobil, berjalan masuk kedalam mansion.
Gadis dengan seragam sekolahnya itu memasuki kamar yang sangat luas, dan saat masuk kedalam kamar. Suaminya itu tidak ada di sana.
Dengan perlahan ia mulai melangkah masuk. Terdengar suara gemercik air di ruangan yang sepertinya suaminya itu sedang mandi pikirnya.
Jessica mendudukkan dirinya di sofa, lalu menyalakan tv sambil menunggu suaminya selesai mandi.
Lima belas menit berlalu, akhirnya pintu kamar mandi terbuka menampilkan Reyhan dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Pria itu berjalan kearah lemari tanpa menghiraukan kehadiran dirinya.
"Mas," panggil Jessica, tetapi Reyhan menghiraukan panggilannya.
"Mas beneran marah sama aku?" Tanya Jessica.
Oke sudah jelas, tak ada jawaban dari pria itu. Jessica berjalan kearah nya. Menurut salah satu website yang ia baca, laki-laki akan reda marahnya jika di peluk tiba-tiba dari belakang. Fine, Jessica akan menyoba itu.
Grep!
Jessica memeluk Reyhan dari belakang membuat pria itu mematung di tempat. Rasanya dingin karna pria itu baru saja mandi.
"Mas, maafin Jessica."
"Jangan diemin aku kaya gini, aku gak mau didiemin sama Mas Rey."
"Mas ih kok diem mulu. Jawab dong, sebutin satu kata selain hmm," ucap Jessica mendongak menatap punggung tegap suaminya.
Sedangkan Reyhan sedang tersenyum senang melirik jari-jari mungil yang melingkar di perutnya. Pipinya sudah bersemu merah saking senangnya. Namun, sebisa mungkin ia menormalkan kembali wajahnya.
"Lepas," kata Reyhan dingin.
"Gak mau Mas." Jessica menggeleng, mengeratkan pelukannya.
"Lepas Jessica." Reyhan mencoba melepaskan lengan gadis itu. Namun Jessica semakin mengeratkan, membuat pria itu kesenangan sendiri.
Ini yang Rey mau.
"Gak bakal Mas," rengek Jessica, gadis itu berpikir jika Reyhan benar-benar marah padanya. Nyatanya, Reyhan sedang menahan tawa.
"Kamu pengen Mas maafin kan?" Ujar Reyhan sok cuek. Jessica langsung mengangguk di punggungnya.
Pria itu membalikkan badannya, otomatis pelukan Jessica terlepas."Pakai in." Katanya sambil menyodorkan kemeja, jas, dan celana tentunya.
"Mas, serius?" Tanya Jessica ragu. Jika hanya memakaikan kemeja dan jas, oke tidak masalah. Tapi pria itu memberikannya celana juga, apa ia juga harus memakaikannya?
"Yaudah kalau gak mau." Reyhan membuang pandangannya ke arah lain, hendak melangkah pergi, namun dengan cepat Jessica menahan tangannya.
"I-iyaudah aku mau." Dengan cepat gadis itu mengambil pakaian di lengan Reyhan. Membuat pria itu tersenyum kemenangan.
Dengan telaten Jessica membuka kancing kemeja itu dan memakaikannya kepada Reyhan. Hingga atasan pria itu sudah rapih di tambah dasi yang juga Jessica pakaikan. Akhirnya Jessica mengangkat celana panjang hitam itu, untung saja Reyhan sudah memakai pakaian dalamnya.
Ia mendongak menatap wajah Reyhan yang tak berekspresi, kemudian menunduk menatap celana itu lagi. Sedangkan Reyhan mati-matian menahan tawanya, lucu melihat wajah istrinya yang gugup.
"Cepat dong," ujar Reyhan so galak.
Jessica meneguk salivannya, kemudian berjongkok di hadapan Reyhan yang masih mengenakan handuk."Masukin kakinya Mas."
"Kamu harus membuka handuknya dulu sayang." Akhirnya Reyhan tak dapat lagi menahan tawanya. Senang rasanya menjahili istri kecilnya ini. Ia terkekeh dengan tatapan menggoda ke arah Jessica yang sudah berdiri.
"Mas ngerjain aku ya. Ih nyebelin." Jessica memukul-mukul dada Reyhan dengan tangan mungilnya yang bahkan pukulannya tak terasa sedikitpun bagi Reyhan.
"Kamu sangat menggemaskan sayang." Reyhan mencekal lengan Jessica, membawa wanitanya itu kedalam pelukannya. Pria itu lantas mengangkat tubuh Jessica lalu memutar-mutarnya.
"Mas udah turunin aku ihh!"
"Di kasur, hmm?" Goda Reyhan.
Bruk
Reyhan melempar tubuhnya di kasur dengan Jessica yang tengkurap di atasnya. Pria itu menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Jessica ke belakang telinga."Bersiap-siap sayang, aku bakal membawa kamu pergi malam ini."
"Kemana?" Tanya Jessica mengerjap polos.
"Hotel," jawab Rey santai.
"Massss."
Reyhan terkekeh, mengusap rambut Jessica lembut."Udah sana mandi, pakai baju yang smudah di siapin di ruang ganti."
"Iya om."
"Sayang!"