NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Aroma antiseptik menyeruak tajam, memenuhi koridor rumah sakit. Bagi Raisa, aroma ini jauh lebih menenangkan setelah kejadian kemarin---kemarin Raisa di kurung oleh suaminya di kamar seharian. Untungnya selama seminggu ini, dirinya sedang datang bulan---jadi Dion tak akan berani menyentuhnya.

Kemarin Raisa sama sekali di larang keluar kamar, dan jika makan hanya di dalam kamar saja. Di dalam kamar pun, Raisa hanya di raba-raba saja setiap anggota tubuhnya oleh Dion. Tapi beruntungnya Dion hari ini ada sebuah kasus yang harus di urus, jadi Raisa bisa nekat pergi ke rumah sakit setelah suaminya itu berangkat.

Masa bodo, yang jelas Raisa tak akan membiarkan ibu mertuanya sendirian di saat-saat kritis begini. Selama Raisa tak ada Dion menyuruh salah seorang ART menjaga ibunya di rumah sakit, kesempatan emas bagi Dion untuk berbuat sesuka hati ke Raisa. Meskipun dirinya tahu harus menanggung akibat lebih besar, jika Dion mengetahui----jika dirinya bicara dengan Dokter Hassan.

Raisa mengenakan kaos lengan pendek warna biru tua dengan motif abstrak warna hitam, memadukannya dengan celana kulot berwarna sage panjang. Rambutnya hitam panjang dengan ikal di bawahnya, sengaja di biarkan tergerai untuk menutupi wajahnya. Sebuah usaha untuk menyembunyikan luka merah di pipinya yang berdenyut perih.

Langkahnya sampai di sebuah kamar rawat inap VVIP, disana sudah ada Dokter Hassan yang sedang memeriksa grafik monitor tepat di samping ranjang ibu mertuanya. Raisa terdiam sejenak menatap Dokter Hassan, ada kekaguman sedikit di hatinya.

"Ya allah Dokter Hassan ganteng juga," gumam lirihnya dalam hati.

Terlihat Dokter Hassan dengan serius masih memeriksa mertuanya, Dokter Hassan mengenakan kemeja hijau yang dibalut jas putih. Namun, begitu menyadari---jika melihat Raisa sudah ada di dalam ruangan. Dokter Hassan segera menghentikan aktivitasnya dan memberikan senyum tipis dengan sopan.

"Selamat pagi, Bu Raisa. Anda datang lagi untuk menemani Ibu," sapa Dokter Hassan dengan suara rendah yang menenangkan.

Raisa menghela napas, dan tersenyum lalu membalas sapaan Dokter Hassan.

"Selamat pagi, Dok. Bagaimana kondisi Mama hari ini? Apakah ada perkembangan?" tanya Raisa.

Dokter Hassan berjalan mendekat, dan matanya segera menyadari jika ada yang aneh dengan gerak-gerik Raisa. Mata Raisa menatap mertuanya tengah terbaring di atas brankar, yang masih terlelap dalam pengaruh obat dosis tinggi. Dokter Hassan menjelaskan perkembangan medis Nyonya Raharja secara mendalam. Sang Dokter menjelaskan jika tekanan darah masih fluktuatif, dan respon saraf masih sangat minim akibat stroke stadium akhir.

"Astagfirullah...," ujar Raisa sambil mengelus dada.

Tanpa di sadari gerakan tangannya menyentuh pipi kiri secara refleks, seolah mencoba meredam rasa sakit yang menjalar ke lehernya.

Di lehernya ada bekas kissmark hasil karya Dion, gerakan kecil itu tak luput dari perhatian Dokter Hassan. Tentu saja sebagai seorang praktisi medis, Dokter Hassan matanya sangat terlatih untuk melihat detail tak biasa. Raisa tanpa sadar mendongak hanya demi menanyakan dosis obat, seketika rambutnya sedikit tersingkap.

Dokter Hassan terdiam sejenak, dan memotong penjelasannya. Matanya menatap lekat ke arah pipi Raisa, tatapan antara terkejut dan prihatin.

"Bu Raisa... mohon maaf jika saya lancang," ucapnya dengan nada khawatir yang tulus.

"Iya kenapa Dok?" tanya Raisa.

"Kenapa pipi Anda merah? seperti bekas pukulan? apa terjadi sesuatu?" tanya Dokter Hassan.

Mendengar itu, seketika Raisa menjadi tersentak hebat. Langsung tangannya menarik rambutnya ke depan, untuk menutupi luka lebam di wajahnya.

"Oh, ini...nggak apa-apa, Dok." Raisa menjawab dengan cepat.

Raisa berusaha menghindar dari tatapan tajam dan selidik Dokter Hassan, dengan senyum di paksakan.

"Tadi di jalan saya kurang hati-hati, ke paduk mobil," jawabnya.

Dokter Hassan tidak langsung percaya, dirinya bisa melihat pasti terjadi sesuatu pada Raisa. Seperti ketakutan pada korban kekerasan, padahal Raisa mencoba menutupi aib yang menimpa rumah tangganya. Hassan sendiri tahu batasan, agar tak mencampuri rumah tangga orang lain hanya menghela napas.

"Ayo ikut saya," ajaknya.

"Terima kasih banyak, Dok. Tidak perlu repot-repot, nanti juga hilang sendiri," tolak Raisa halus sambil menundukkan kepala.

Namun, Dokter itu malah keluar dan meninggalkan Raisa dalam ke sendirian. Tak lama Dokter Hassan kembali sambil membawa kotak obat, lalu dengan telaten mengompres luka di wajah Raisa dan mengobatinya. Ada perasaan canggung di antara mereka, Dokter Hassan melihat jika Raisa sangat kesepian.

Bahkan seperti orang yang terkena masalah KDRT oleh suaminya, dirinya akan mencoba membantu Raisa sebisa mungkin. Keduanya duduk di sofa kamar itu, dan saling menatap satu sama lain.

"Bu Raisa...ini akan sembuh dan kempes," jawab sang Dokter.

Raisa menatap kelembutan pada mata Dokter Hassan, dan bisa merasakan jika ada rasa tulus. Namun, apalah daya dirinya sudah memiliki seorang suami. Lagi pula Dokter Hassan juga sudah memiliki tunangan di negaranya.

"Bu Raisa, jika anda tak bahagia dengan pernikahan anda kenapa tak milih bercerai?" tanya Dokter Hassan.

Pertanyaan itu membuat kedua bola mata Raisa membulat, dirinya bingung harus menjawab apa.

"Maaf jika saya lancang, jujur saja...anda seperti saudari perempuan saya. Dan saya tak tega jika melihat seorang wanita di sakiti," jelasnya.

Raisa hanya menghela napas panjang.

"Saya dan suami saya menikah dengan dijodohkan bukan karena cinta," jawabnya singkat.

Jawaban Raisa membuat Hassan mengerutkan keningnya heran, di negaranya bahkan banyak tradisi perjodohan. Malah keduanya saling mencintai.

"Yah saya tahu di negara anda memang perjodohan lumrah, namun saya dan suami ada masalah yang tak perlu orang lain tahu," jawab Raisa lagi dengan singkat.

Dokter Hassan menatap mata Raisa dengan seksama, seperti melihat kerapuhan di mata wanita ini. Wajah mereka hanya satu jengkal jaraknya, dan keduanya saling menatap satu sama lain.

"Izinkan saya memegang wajahmu...untuk saya periksa," izinnya.

Raisa hanya menganggukan kepalanya patuh, tangan Dokter Hassan menyentuh dagu Raisa. Dokter Hassan Razzak, melihat di wajah Raisa selain lebam---bagian lehernya ada bekas kissmark yang sengaja di tutupi dengan BB Cream.

"Sungguh malang wanita ini, jika saja mama tak menjodohkanku...aku pasti akan menikahinya," ucap Dokter Hassan dalam hati.

Raisa memejamkan matanya, dirinya bisa merasakan---kelembutan seorang pria selain mendiang ayahnya. Kali ini seorang Dokter melakukannya dengan lembut. Namun, aktivitas mereka terhenti saat seorang perawat masuk kamar rawat inap ini---hanya untuk menganti infus Nyonya Raharja.

*

*

*

*

1
sunaryati jarum
Lanjut
sunaryati jarum
Karma telah berjalan itulah jika mengkaji amanah orang tua,baru jadi istri beberapa hari langsung menguasai kamu, bukankah kamu setiap hari juga berbuat maksiat, bahkan ketika masih jadi suami Raisa,cuma tempatnya di klub, hotel,dan apart Raisa
Dokkan Battle
cuih
Dokkan Battle
maksiat palak kau
Ma Em
Puuaas , itu pilihanmu Dion wanita yg kamu cinta tapi emang dasar pelacur walaupun sdh diangkat dari lumpur yg hina tetap saja TDK berubah .
Putri Sabina: Emang modenya begitu kak🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Namanya psk ya begitu, diminta seperti Raisa ya tidak bisa instan.Mungkin tidak bisa.Itu pilihan kamu ,tujuan kamu membuat Raisa menderita dan hancur,namun malah sebaliknya Raisa jadi bersinar sedangkan hidupmu seperti sampah karena rumah kamu dijadikan pesta barang haram istrimu
Putri Sabina: Bukan PSK kak tapi LC.
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!