“Kamu tega menghisap darah para petani miskin seperti kami! Dasar lintah!”
Tristan dilempari anggur busuk, oleh warga desanya sendiri. Truk pendingin miliknya sudah sampai di gerbang desa. Kerugian yang begitu besar akan didapatkan olehnya.
“Tapi kita sudah tanda tangan kontrak. Aku yang mengajari kalian untuk bertani anggur. Aku yang mengajari kalian bagaimana merubah lahan tandus menjadi gudang harta.”
“Persetan dengan kontrak!” Para warga desa merobek kontrak, merusak dan menjarah rumah Tristan.
Hanya karena provokasi dari tunangannya yang merupakan Putri kepala desa. Hanya karena provokasi dari bos anggur yang mengaku dari kota. Mereka tega mengkhianatinya.
Warga desa yang polos sudah tidak ada lagi. Mereka sudah serakah akan uang…
Wajahnya tersenyum, air matanya mengalir.”Gunung tandus milik warga desa sebelah. Akan aku rubah menjadi gunung harta. Saat itu jangan berlutut menyesal di hadapanku."
Warning! Nama tokoh, perusahaan maupun latar hanya fiktif, imajinasi penulis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cepat Kaya
"Tristan, apa dia benar-benar Bos dari perusahaan wine Heart?" Vivian sedikit berbisik kepada Tristan. Mungkin wanita itu takut salah melukai relasi calon suaminya.
"Baru bertanya setelah kejadian?" pemuda yang mengangkat sebelah alisnya, tersenyum ke arah Vivian.
Tristan kemudian melangkah mendekati Hendra yang lehernya masih ditodongi celurit."Aku tidak mengenal orang ini. Tapi aku sudah menandatangani kontrak dengan pabrik Wine Heart. Entah kamu itu siapa, mau CEO, pemegang saham atau Dewa sekalipun. Kontrak sudah ditandatangani, akan ada konsekuensi hukum jika wine heart melanggar. Denda dua kali lipat dari harga jual anggur. Jadi orang yang katanya pemilik pabrik dan perusahaan wine heart, Apa kamu ingin membayar denda dua kali lipat? jika ingin membayar kami tidak jadi jual, dan kamu harus membayar kami dua kali lipat."
Hendra mengepalkan tangannya. Tengkulak desa yang miskin ini benar-benar tidak dapat dianggap enteng. Menandatangani kontrak dengan Ryan, sudah pasti dirinya tidak bisa menentang sama sekali.
"Aku tidak bermaksud melanggar kontrak! Aku hanya ingin perlakuan yang lebih hormat dari desa lumbung emas. Aku yang sudah mendatangkan rezeki yang besar untuk kalian! Tapi kalian tidak tahu terima kasih!" suara teriakan dari Hendra menggema.
"Tristan sayang tenang dulu... biar aku yang mengatasinya." Vivian berjalan mendekat. Dari gerak gerik Tristan, Vivian dapat menebak bahwa pria ini adalah penipu."Kamu memberikan rezeki yang besar pada kami? Aku dengar-dengar bos Hendra berpihak kepada desa makmur. Tapi kenapa anggur di desa makmur belum dipetik sama sekali. Malah desa lumbung emas terlebih dahulu. Itu sudah pasti bukan karena kebaikan hatimu... tapi karena kamu hanya penipu."
Sebuah tuduhan yang tepat sasaran. Ternyata wanita ini tidak payah sama sekali. Cukup pintar dan seksi...
"Pergi tinggalkan tempat ini! Kalau tidak aku akan menelpon polisi!" Gandhi memberikan peringatan.
"A... aku benar-benar dari pabrik wine Heart!" Hendra masih membentak, ingin mengukuhkan kebohongannya.
Vivian tersenyum."Siluman babi gemuk, Jujur saja, mana ada bos besar yang menggunakan barang-barang murah sepertimu. Sepatu kulit KW, setelan jasmu bahkan harganya begitu murah. Orang yang tertipu olehmu hanyalah orang bodoh tidak berpendidikan."
"Vivian sudah mengatakannya! Berarti orang ini benar-benar penipu!" teriak Indra, pria berbadan besar dengan otot-otak yang kuat.
"Benar! selama ini Vivian yang mengabdi pada desa kita. Dia satu-satunya warga desa yang bisa menjadi dokter spesialis! Orang ini pasti penipu! Vivian tidak mungkin berbohong!" suara teriakan dari Sumi.
"Bunuh dia!" Helen ikut-ikutan memprovokasi.
"A...ampuni aku... aku memang penipu... aku memang penipu!" Hendra melarikan diri begitu cepat. Merasakan situasi mulai tidak kondusif.
Sedangkan Gandhi berteriak memberi arahan kepada warga desa."Jangan ada yang main hakim sendiri! Jangan juga ada yang mendengarkan provokasi orang tidak dikenal. Mulai sekarang, kita hanya berpihak pada yang pasti-pasti saja. Vivian dan Tristan, adalah dua orang yang tulus membangun desa kita. Vivian bahkan rela meninggalkan karirnya di kota, penghasilan dokter spesialis di kota itu besar. Dia tulus dan rela berkorban untuk desa. Jadi Vivian tidak mungkin menipu kita."
"Kalian terlalu memuji, aku tinggal di desa, karena kedua orang tuaku dimakamkan di sini. Kalian juga sudah banyak membantuku, saat aku kekurangan dana pendidikan. Karena itu, Aku bukannya orang yang tidak tahu diri. Aku akan tinggal dan menetap di desa ini hingga tua!" janji yang diucapkan oleh Vivian.
Sedangkan Tristan hanya dapat menghela nafas. Ternyata pendidikan wanita ini dulunya juga dibantu oleh warga desa lumbung emas. Hingga berhasil mendatangkan dokter spesialis bedah seperti Vivian.
Mungkin desa lumbung emas tidak akan seperti desa makmur. Ada kesempatan untuk kaya bersama... Ada kesempatan...
"Nah... di desa kita sudah ada bu dokter. Sekarang tinggal pak CEO desa saja, mau tidak menikah dengan bu dokter." bisik Vivian genit, kembali menempel manja pada Tristan.
"Aku harus kembali bekerja." ucap Tristan datar kembali mencatat hasil-hasil pertanian.
Deretan tanaman anggur lokal yang ada di tempat ini. Kualitasnya memang menyamai desa makmur. Tapi tetap saja, cara budidaya yang salah dan penggunaan pupuk yang salah, dirinya harus... memperbaiki semuanya ...
Dalam waktu 5 tahun, desa miskin ini akan menjadi gunung harta...
***
Hendra menyetir mobilnya, sialnya dirinya tidak bertemu dengan bos besar hari ini.
"Bagaimana ini? Bagaimana ini?" gumamnya ketakutan setengah mati, sudah mencicipi kue apem legit desa makmur. Tentu saja akan diamuk massa jika tidak memberikan keuntungan. Anak kepala desa sudah dihamilinya, pujian dan jamuan telah didapatkannya.
Menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Untuk anggur-anggur kualitas premium, semuanya memang dapat dijual oleh Hendra ke supermarket. Tapi masalahnya adalah anggur lokal. Jika pabrik tidak bersedia menerimanya, maka ratusan ton anggur dari desa makmur akan membanjiri pasaran.
Saat itu tidak mungkin dapat mempertahankan harga rp9.000 per kg. Tapi mungkin...
Hendra menyipitkan matanya memiliki akal bulus.
***
Hingga ketika malam menjelang. Tibalah saatnya dirinya kembali ke desa makmur. Tempat Junita kekasih barunya tinggal. Hanya kekasih, karena di kota Hendra sudah memiliki istri. Istrinya sendiri bersedia tinggal terpisah dengannya karena anak mereka yang masih bersekolah dan sulit beradaptasi. Selain itu istrinya memiliki toko material yang tidak bisa ditinggal.
Hendra memarkirkan mobil di depan rumah kepala desa. Beberapa orang warga sudah berada di depan rumah tersebut.
Pemuda yang mengepalkan tangannya. Menghela nafas berkali-kali, berusaha untuk terlihat tenang.
Dirinya perlahan turun dari mobil kemudian menutup pintunya. Beberapa warga desa mengalihkan pandangan padanya.
"Wah bapak-bapak dan ibu-ibu, Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba berjaga di depan rumah pacar saya?" tanyanya.
"Nak Hendra, tadi siang keponakan saya yang tinggal di desa lumbung emas mengatakan kalau anggur mereka dibeli dengan harga rp9.000 per kg oleh Tristan. Dijemput langsung oleh truk pendingin dari perusahaan wine heart. Nak Hendra kan pemilik perusahaan, kenapa malah membiarkan pabrik mengambil bahan dari desa lumbung emas. Seharusnya panen desa makmur yang diutamakan." Nining yang merupakan salah satu warga desa makmur meminta penjelasan.
Siswanto kemudian mendekati calon menantunya. Menepuk bahunya kemudian berucap."Benar! anggur-anggur lokal di desa ini sudah mulai matang. Jika tidak segera dipanen, bisa jatuh membusuk di tanah."
Hendra menelan ludahnya berusaha keras untuk tersenyum. Ini adalah satu-satunya jurus pamungkas, untuk membuat warga desa percaya padanya.
Dirinya menunjukkan setumpuk kertas kontrak.
"Sebenarnya, pabrik wine milikku selama ini mengambil anggur di desa makmur. Hanya bisa memproduksi wine kualitas rendah. Karena itu, Aku ingin membuat revitalisasi untuk seluruh desa. Mulai sekarang kita tidak akan menanam varietas anggur lokal untuk dijadikan minuman lagi. Varietas anggur kualitas Premium untuk supermarket akan tetap ditanam. Tapi pohon-pohon anggur lokal akan ditebang. Digantikan oleh varietas anggur dari Prancis, anggur anggur yang biasa digunakan untuk membuat wine mahal. Untuk apa memungut uang receh 9.000 per kg? Kita tingkatkan kualitas, agar panen selanjutnya kita akan bertambah kaya."
pedagangpun menolak
dah busuuuuuk 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
setelah diliat ternyata 😒😒
hadeeeeh
eh..salah Deng sekarang mah udh google berjalan yaa🫣🤣🤣
😁😁😁
semamgat berkarya, sukses selalu🤲
Sudah lebih baik kehidupan di Desa Makmur setelah Tristan datang, brati warga desa punya hp dong, ada jaringan internet masuk Desa Makmur kan? Kenapa warga Desa Makmur tetep dalam kebodohan? Tanpa mencari berita online soal penanaman anggur red globe dll😜