NovelToon NovelToon
Racun Yang Tertinggal

Racun Yang Tertinggal

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.

Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01. mendadak muntah darah

Malam ini terasa begitu berbeda karena sama sekali tidak ada hewan malam yang bersuara, biasanya masih ada suara jangkrik atau bahkan suara burung hantu yang hinggap di atas pohon Kapuk di ujung desa itu, namun entah kenapa malam ini terasa begitu sunyi dan seolah ada sesuatu yang akan datang sehingga hewan malam pun enggan untuk bersuara.

Namun semua warga masih Tetap tenang karena selama ini desa mereka sudah aman dan tidak ada gangguan dari apa-apa, bahkan ada juga para pria yang sedang duduk santai mengobrol di pos ronda karena mereka memang berjaga secara bergantian setiap malam di Desa ini.

Desa ini juga bukan termasuk desa yang sangat aman karena beberapa waktu yang lalu sudah ada tragedi yang cukup mengerikan, beberapa kejadian kerap terjadi di desa tersebut Namun mereka saat ini anteng-antang saja karena semua sudah berlalu dan telah ditangani oleh wanita yang bernama Purnama sehingga saat ini semua warga merasa tenang.

Hanya saja malam ini yang terasa berbeda dan sekitar beberapa puluh meter dari pos ronda ada juga sebuah rumah milik Pak Bayan, Seorang Pria tua yang memiliki cucu di rumah itu dan dia sudah tidak memiliki anak lagi sehingga hanya tinggal bersama dengan keempat dia di dalam rumah.

''Eh malam ini kok terasa sangat sunyi sekali ya.'' Tohir berkata kepada sang adik.

''Memang cukup sunyi tapi kemungkinan belum terlalu malam sehingga tidak ada suara hewan.'' Naldi menjawab ucapan Tohir.

''Agak aneh saja kalau malam tidak ada suara hewan seperti ini.'' Tohir membuka pintu rumah karena memang sangat panas sekali cuaca malam ini.

''Kalian Sudah pada makan belum?'' Pak Bayan bertanya kepada mereka berdua.

''Sudah, Kek.'' Tohir yang menjawab karena tadi dia memang sudah makan duluan.

''Aku ada masak ikan kakap tadi pas beli di orang lewat.'' Amel membuka tudung nasi untuk melayani Pak Bayan.

''Wah enak ini sepertinya.'' Pak Bayan terlihat sangat senang melihat masakan Amel.

Amel hanya tersenyum karena selama ini biar dia masak tidak enak namun tetap saja Pak Bayan akan memakan tanpa ada protes sama sekali, kali ini mereka memang tidak ikut makan karena sudah makan duluan dan hanya Pak Bayan yang memakan masakan sang cucu.

Orang tua ini memakan dengan sangat lahap dan dia tidak peduli dengan obrolan para cucu mereka yang sedang sibuk membahas malam sunyi itu, dia terlalu sibuk mengunyah dan hingga akhirnya piring itu bersih sama sekali tidak ada sisa karena Pak Bayan juga sudah lelah seharian bekerja di kebun kelapa milik mereka sendiri.

''Bau amis apa ini?'' Danu keluar dari kamar karena dia mencium aroma yang tidak sedap.

''Paling bau badan kau itu yang tidak pernah mandi.'' Amel yang menjawab.

''Kalian sejak tadi duduk luar tapi tidak ada mencium aroma ini?'' Danu saja Sampai heran.

''Emang bau Apa yang sedang kau cium itu sih? kami sejak tadi malah duduk di depan pintu ini namun tidak ada mencium aroma busuk.'' Naldi juga ikut bingung.

''Ya tidak tahu aroma apa namun yang jelas ada bau amis yang sangat mencolok.'' Danu mengusap hidung berulang kali karena dia tidak tahu itu aroma dari apa.

Para saudara dia juga sama sekali tidak mencium aroma tersebut sehingga mereka tidak percaya bahwa ada aroma amis yang sedang tercium, hanya Danu yang dapat mencium aroma itu dan dia pun menjadi kebingungan karena tidak menemukan sumber bau yang sedang dia hidup saat ini.

''Kakek Kenapa kok pucat seperti itu?'' Amel segera datang mendekat karena melihat perubahan wajah Pak Bayan.

''Perut dan juga dada kakek terasa sangat sesak.'' Pak Bayan menjawab pelan.

''Udah minum air putih belum tadi?'' tanya Amel karena dia paling cemas kalau sudah begini.

Byuuuuur.

''KAKEK!''

''Apa yang terjadi?!'' Tohir berteriak keras setelah mendengar Amel juga menjerit.

Pak Bayan kejang-kejang di atas lantai dengan memuntahkan darah segar dari mulut dia, mirip seperti ayam yang sedang disembelih sehingga membuat mereka semua menjadi panik dan ketakutan. bahkan saking paniknya saat ini mereka tidak ada yang bergerak dan hanya terdiam mematung menyaksikan pemandangan yang ada di depan mata.

Braaak.

Braaak.

''Kakek!'' Amel yang tersadar segera datang menghampiri karena Pak Bayan terus saja kejang dan menabrak dinding.

''Minta tolong pada tetangga karena kita akan membawa kakek ke rumah sakit!'' Tohir menyuruh Naldi.

''I.. iya.'' Naldi jadi gugup bukan main namun dia berhasil untuk berlari juga.

''Hueeeeek, Hueeeeek!''

''Ya allah apa yang terjadi pada Kakek ini?!'' Amel Sudah menangis ketika melihat Pak Bayan muntah sambil melengkung karena menahan rasa sakit yang luar biasa.

''Kakek makan apa tadi sehingga dia sampai keracunan seperti ini?'' Danu menatap Amel dan juga Tohir.

''Keracunan apa? kakek hanya makan ikan yang sudah aku masak.'' Amel menjawab apa adanya.

''Eeeekk!''

Ketika mereka sedang ribut seperti itu, Pak Bayan kembali jatuh terlentang dengan leher keluar dan dia sempat mengeluarkan suara terakhir. pria tua ini meninggal dunia dengan lidah terjulur keluar serta mata melotot, tubuh dia hanya dalam sekejap saja berubah menjadi biru kehijauan sehingga membuat para cucu yang ada di rumah itu merasa yakin bahwa Pak Bayan memang keracunan.

''Kakek?'' Amel mengguncang tubuh Pak Bayan agar pria tua itu sadar kembali.

''Kek? Kakek jangan tinggalkan kami seperti ini!'' Tohir juga panik dan ketakutan.

''Kemana Bang Aldi tadi kok lama sekali untuk meminta bantuan?!'' Danu berdiri di ambang pintu untuk menunggu kepulangan Naldi.

''Kakeeeeeek!'' jerit melengking keluar dari mulut Amel Setelah dia menyadari bahwa Pak Bayan memang sudah meninggal.

''Kenapa bisa begini? Aku tidak mau bila Kakek meninggal sekarang!'' Tohir memeluk erat mayat yang berwarna biru itu.'

''Tolong Pak, itu kakek saya ada di dalam dan dia butuh berobat.'' Naldi mengajak Pak RT untuk masuk ke dalam rumah.

Namun Naldi jadi terdiam dan tidak tahu harus berkata apa setelah melihat para saudara dia menangis dan memeluk jasad Pak Bayan yang tergeletak di atas lantai, Pak RT juga kebingungan melihat genangan darah itu karena dia tidak tahu apa yang telah terjadi pada keluarga ini.

''Apa yang telah terjadi ini, Tohir?'' Pak RT mendekati Tohir yang sedang menangis.

''Kami juga tidak tahu apa yang telah terjadi kepada kakek, namun dia mendadak saja menjadi kejang-kejang dan muntah darah setelah makan malam.'' Tohir Berkata sambil menangis.

''Pak Bayan makan apa memangnya?'' Pak RT akan segera memeriksa karena dia takut ada racun yang tersembunyi.

Amel bangkit berdiri untuk mengambil makanan yang telah dimakan oleh Pak Bayan tadi, Sebab mereka sendiri juga mengetahui bahwa Pak Bayan hanya memakan ikan bersama dengan nasi saja, setelah itu baru dia jatuh ke atas lantai dengan darah yang keluar dari mulut.

Hallo kita ketemu lagi cintaaaa, semoga kalian suka dengan cerita author yang ini Dan semoga saja cerita ini menghasilkan uang.

1
Sri Devi
sore jga Thor ,siap2 otw pulang nguli
Apriyanti
apa nenek² itu yg sdh membangkitkan Iis ya,, lanjut thor 🙏
Apriyanti
parah jg si sam sm edan nya sm duo besty🤣🤣
Fiyan Ayu
jgnkan member purnama..kuta pembaca jg ketularan edan 🤭🤭..
Silvia Lukitasari Ummu Trivia
emang ya member purnama ini gak ada filter kalau ngomong😄😄
Ass Yfa
ngopi dulu kak nov..biar semsngat💪
edelweis🌻
lanjut mak
Ayuk Witanto
kenapa dari awal intan yang di ganggu...apa ini berkaitan dengan dia
Ayuk Witanto
bagus
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣🤣sabar sam
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Ayuk Witanto
oke mak
Ayuk Witanto
apa ini iblis yang berbeda kok bajunya hitam...apa member purnama
Ayuk Witanto
kerja bagus xiela
MiilaaManurung
next kakak
MiilaaManurung
🤭😂😂
Raffaza Direzky87
gak laki atau bini semua member purnama kan memang gak ada yg beres, kayaknya cuma Sagara,Bagaskara sama Hendra yg dikit pendiam
Eli Rahma
lanjut thor
FiaNasa
baru tau klau member purnama edan semua 🤣🤣selagi Samuel berbaik hati maka jgn kau banyak bertanya lah Lutfi agar jembutmu gak digondol anginnya samiel🤣🤣kan gak lucu klau botak,gak ada sensasi geli²nya nanti si intan 🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
baguslah Nana kau bikinlah dia itu ngompol terus biar otongnya mengkerut kedinginan karna ngompol🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!