NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sofia Rewel, Leon Luna Jadi Babysitter Cilik

Mansion De Luca, 7 hari setelah Sofia lahir.

Kalau dulu mansion jam 7 pagi tenang, sekarang jam 7 pagi kayak pasar.

Alasannya satu: Sofia De Luca.

Bayi perempuan 7 hari yang cantik, tapi rewelnya minta ampun.

Jam 06.00 pagi, Elena baru mau merem setelah begadang semalaman nyusuin Sofia, tiba-tiba Sofia nangis lagi.

"Oek... oek... oek..."

Tangisnya kenceng, sampai ke kamar Leon dan Luna di lantai 2.

Elena yang masih lemes habis lahiran, bangun lagi. Lorenzo yang tidur di sebelahnya langsung bangun juga, mode siaga.

"Sayang, biar Papa gendong," kata Lorenzo, ambil Sofia dari box bayi.

Lorenzo gendong Sofia, goyang-goyang. Bos mafia yang biasa goyangin pistol, sekarang goyangin bayi.

Tapi Sofia tetap nangis. Makin kenceng.

"Uek... uek... uek..."

Elena ambil alih lagi. "Mungkin popoknya basah Pa."

Benar, popoknya basah.

Lorenzo langsung panggil, "Thomas! Popok! Tisu basah!"

Thomas lari bawa popok dan tisu.

Tapi Elena dan Lorenzo masih kaku ganti popok. Selama 7 hari ini, yang ganti popok selalu suster dari rumah sakit yang standby di mansion.

Pagi ini, susternya lagi izin pulang 1 jam.

Jadi Elena dan Lorenzo harus ganti sendiri.

"Pa, pegang kakinya, angkat pelan," kata Elena.

Lorenzo pegang kaki kecil Sofia, angkat. Wajahnya tegang kayak lagi jinakin bom.

Elena buka popoknya.

Sofia langsung diam, kayak lega.

Tapi belum selesai, pintu kamar dobrak.

Leon dan Luna masuk, masih pakai piyama. Luna bawa boneka, Leon bawa kotak P3K mainan.

"Mama, Sofia kenapa nangis terus?" tanya Luna, wajahnya khawatir.

Leon lihat popok basah di tempat sampah. "Mama, popok Sofia basah ya? Leon bisa bantu ganti?"

Elena dan Lorenzo saling lihat.

Lorenzo angguk. "Sini, Leon, Luna, Papa ajarin jadi babysitter cilik."

Itu ide bagus.

Jam 06.30, di karpet kamar Elena, ada pelatihan ganti popok dadakan.

Pesertanya: Leon (7 tahun), Luna (7 tahun), Lorenzo (35 tahun, bos mafia), dan Elena (28 tahun, ibu 3 anak) jadi instruktur.

Elena jadi guru.

"Oke, pertama, buka popok pelan, jangan ditarik. Kedua, bersihin pakai tisu basah, dari depan ke belakang. Ketiga, kasih krim biar gak ruam. Keempat, pasang popok baru," jelas Elena, kayak Ms. Clara di SD.

Leon angguk serius, catat di buku kecilnya. Luna juga angguk, tapi matanya lihat Sofia terus.

"Leon coba dulu," kata Elena.

Leon cuci tangan, pakai sarung tangan kecil yang dikasih suster. Dia buka popok Sofia yang baru diganti tadi, pura-pura basah lagi buat latihan.

Tangannya kecil, tapi hati-hati banget. Dia bersihin pakai tisu basah pelan.

"Sofia, jangan gerak ya, kakak Leon lagi bersihin," kata Leon, ngomong ke Sofia kayak ngomong ke Luna.

Sofia lihat Leon, diam, kayak ngerti.

Luna gak mau kalah. "Luna juga mau!"

Luna coba pasang popok baru. Tapi kebalik. Depannya jadi belakang.

Elena ketawa. "Sayang, kebalik itu."

Luna benerin, akhirnya bisa, meskipun agak miring.

Lorenzo yang lihat anaknya bisa, dia juga coba. Tapi tangannya besar, popoknya jadi kekecilan.

"Pa, pelan Pa, jangan diremes popoknya," kata Elena, ngakak lihat Lorenzo.

Sofia yang dari tadi diam, lihat Papanya berantakan ganti popok, malah ketawa. Bayi 7 hari ketawa!

"Oek... hehe..."

Satu kamar langsung heboh.

"Sofia ketawa! Sofia ketawa lihat Papa!" teriak Luna.

Lorenzo yang dengar anaknya ketawa, langsung lemes. "Sofia ketawa Papa ya? Papa memang lucu?"

Jam 08.00, pelatihan selesai. Leon dan Luna resmi dilantik jadi babysitter cilik Sofia.

Tugas pertama: jaga Sofia selama Elena mandi 15 menit.

Elena masuk kamar mandi, pesan, "Leon, Luna, jangan tinggalin Sofia ya. Kalau nangis, panggil Mama."

Leon dan Luna duduk di samping box bayi Sofia.

Sofia tidur lagi.

Luna bisik, "Leon, Sofia cantik ya, kayak Luna waktu bayi?"

Leon angguk. "Cantik, tapi lebih kecil. Nanti kalau sudah besar, Leon ajarin main bola."

Luna protes, "Jangan bola, ajarin main boneka!"

Mereka berdua berantem bisik-bisik, takut Sofia bangun.

5 menit kemudian, Sofia bangun, tapi tidak nangis. Dia lihat Leon dan Luna.

Luna langsung ambil boneka beruangnya, kasih lihat Sofia.

"Sofia, ini boneka Luna, namanya Pinky. Nanti kalau Sofia sudah besar, Luna kasih ya," kata Luna.

Sofia tangan kecilnya gerak, mau pegang boneka.

Leon ambil pistol mainan airnya, tapi gak disemprot. Dia cuma kasih lihat.

"Sofia, ini pistol air kakak Leon, buat ngusir Bruno kalau bully kamu nanti," kata Leon.

Sofia ketawa lagi.

Elena keluar dari kamar mandi, lihat pemandangan itu: Leon dan Luna jagain Sofia, ngobrol sama Sofia kayak Sofia sudah ngerti.

Elena foto diam-diam.

Lorenzo yang baru selesai telepon kerjaan, masuk kamar, lihat juga.

"Sayang, lihat anak-anak kita," bisik Lorenzo ke Elena.

Elena angguk, air matanya netes lagi, hormon masih naik.

"Pa, mereka cepet banget besarnya ya. Dulu Leon Luna masih di perut, sekarang sudah bisa ganti popok adeknya," kata Elena.

Lorenzo peluk Elena dari belakang.

Jam 12 siang, Sofia rewel lagi. Kali ini bukan popok, tapi lapar.

Elena nyusuin Sofia di ruang tamu.

Leon dan Luna duduk di samping, lihatin.

"Luna, nanti kalau Sofia sudah besar, Luna mau ajarin Sofia jadi ketua kelas kayak Luna ya," kata Luna.

Leon angguk. "Leon ajarin jadi bodyguard."

Elena yang nyusuin sambil dengerin anaknya ngobrol, senyum. Meskipun capek begadang, lihat Leon dan Luna sayang banget sama Sofia, capeknya hilang.

Sore itu, Thomas lapor ke Lorenzo.

"Tuan, stok popok Sofia tinggal 2 kardus. Stik keju pink Luna tinggal 1 kardus. Mau saya beliin?"

Lorenzo jawab, "Beli 20 kardus popok, 20 kardus stik keju. Dan beli 1 pabrik popok sekalian, biar gak habis-habis."

Thomas bengong. "Pabrik popok, Tuan?"

Lorenzo angguk serius. "Iya, anak saya 3, popok harus banyak."

Dan malam itu, jadwal jaga malam mansion berubah.

Dulu yang jaga malam cuma bodyguard.

Sekarang, yang jaga malam: Elena, Lorenzo, plus Leon dan Luna yang gantian bangun jam 2 pagi kalau Sofia nangis, meskipun besok harus sekolah.

Apakah Leon dan Luna bakal ngantuk di sekolah besok karena jadi babysitter cilik semalaman?

*BERSAMBUNG*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!