"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetangga Misterius
Beberapa hari terakhir dirinya menempati rumah sewa itu, ia sering bertemu dengan tetangganya yang sangat misterius. Dia akan keluar di pagi buta dan kembali tengah malam, saat orang-orang sudah tidur.
"Kerja apa sih dia? Berangkat pagi buta pulangnya tengah malam!"-celetuknya pelan-
"Ahhh...biarin ajalah! Suka-suka dia kerja apa"-mencibir dirinya sendiri-
"Aduhhh!!! Apaan sih?!"-mendongak ke atas-
"Kamu mata-mata?!"-ucap laki-laki itu datar-
"Kenapa jalan di belakangku!! Hemm?!"-lanjutnya dengan tersenyum tipis-
"Dihh...gabut banget aku ngikutin kamu!!"-ucap Serena sambil berkacak pinggang-
"Heh...tiang listrik!! Ini jalanan umum yaa?!!"-mendengus kesal dan berlalu pergi-
"Tiang listrik!! Dasar pendek!!"-ucapnya dengan kesal-
Narendra tak menyadari jika gadis itu adalah Serena, karena pandangannya tertutup oleh topi yang ia pakai Dirinya hanya melihat gadis itu dari belakang saat berlalu pergi.
"Mirip Serena!!"-celetuknya pelan-
"Dasar anak kecil"-gumamnya sambil tertawa kecil-
Sampainya di kantor, dirinya langsung berganti pakaian sebelum semua karyawan datang. Viktor sudah biasa menyiapkan keperluannya saat dirinya tidak pulang ke apartemen.
Semenjak Serena tidak ada di apartemen, Narendra lebih sering pulang ke rumah sewa itu.
"Siapa perempuan kecil itu?!"-menatap langit-langit ruang kerjanya-
"Haish...ngapain juga aku mikiran dia?"-mengusap wajahnya kasar-
Hari itu dirinya ada meeting di salah satu restoran di mall tempat toko butik Serena berada. Namun emang dasar Narendra yang malas bertemu klien bisnisnya, lebih memilih menyuruh Viktor mengurus pertemuan tersebut.
"Kenapa nggak Bos aja sih? Ada sekertaris cantik lho"-celetuk Viktor sambil tertawa kecil-
"Ulangi sekali lagi!!! Ku robek mulutmu!!!"-menatap sinis ke arah Viktor-
"Bercanda aja sih Bos....cepet banget emosinya"-keluh Viktor pelan-
"Udah bosen kerja?!! Nggak butuh uang lagi?!!"-menatap tajam dengan suara datarnya-
Sedangkan siang itu Serena pergi ke toko butik miliknya yang ada di mall. Tak sengaja Viktor melihatnya berjalan santai sambil membawa minuman di tangannya.
"Bukankah itu Serena?!"-mengernyitkan dahinya-
"Ah...hanya mirip saja sepertinya"-berlalu pergi-
"Tapi.....?"-menoleh kembali ke belakang-
"Nonaaaaaa?!! Akhirnya datang juga"-sapa Lala antusias-
"Ehhh....fans aku ihhh"-celetuk Serena manja-
Viktor mengambil foto Serena diam-diam dan mengirimnya ke Narendra, namun tak ada respon dari si Bos. Hanya terlihat jika sudah dibaca oleh Bosnya.
"Tumben ini?! Biasanya langsung menggila"-gumamnya pelan-
Sementara itu, di dalam ruang kerjanya terlihat Narendra sedang tertidur pulas. Jadi dirinya tak begitu memperhatikan foto yang dikirim oleh Viktor.
"Gimana nih?! Ada cerita apa hari ini?"-tanyanya penuh antusias-
"Wahhh...banyak Non yang beli"-jelas Dayu senang-
"Syukurlah kalo begitu...Aku pesenin makanan aja yaa"-berjalan keluar menuju salah satu resto di mall-
"Masih antri banyak Nona?"-terdengar suara berat di belakangnya-
"Eh...nggak juga sih!"-jawab Serena singkat-
"Borong banyak nih? Lagi ulang tahun ya Non?"-tanyanya iseng-
"Nggak juga!!"jawabnya sedikit ketus-
Selesai mengambil makanan pesanannya, Serena langsung berlalu pergi tanpa melihat ke arah laki-laki yang ada di belakangnya. Dia adalah Narendra yang langsung datang ke mall saat melihat foto yang dikirim oleh Viktor.
"Ternyata kita bertemu lagi"-gumamnya sambil tersenyum tipis-
"Masih jutek juga dia"-menatap Serena dari jauh-
"Sekarang tinggal dimana dia?!"-ucapnya sambil tersenyum tipis-
Narendra menunggu Viktor tak jauh dari butik Serena, dia menyamar memakai masker dan topi hitam. Gadis itu tidak terlalu memperhatikan adanya Narendra di sekitar butiknya.
Pria dingin itu mengawasi setiap pergerakan Serena, pandangannya tak lepas dari wajah cantik Serena yang sangat imut dan menggemaskan.
"Ihhh...keren banget nih! Gaya banget sih luu"-celetuk Serena sambil tertawa lepas-
"Apaan sih Non...kan jadi malu"-ucap Dayu pelan-
"Orang pakai baju... ngapain malu sih!!"-jawabnya sambil tertawa lebar-
"Lucu juga anak itu"-gumamnya sendiri-
"Tapi sayangnya jutek banget"-keluhnya pelan-
Menjelang sore hari Serena memutuskan untuk langsung pulang ke rumah sewanya, dia tidak mampir ke apartemen terlebih dahulu. Narendra yang kembali ke apartment menunggu sosok Serena di depan gedung, sekian lama ia tunggu namun tak datang juga.
"Ngapain disini Bos? Nggak masuk ke apartemen langsung?"-sapa Viktor sambil tersenyum tipis-
"Niatnya sih begitu! Jadi males!! Aku balik ke rumah aja"-jelasnya sambil berlalu pergi-
"Hemmm...dasar Bos aneh! Punya apartemen malah tinggal di rumah sewa miliknya sendiri!!"-menepuk jidatnya sendiri-
Serena belum juga sampai di rumah sewanya, ia mampir dulu ke taman yang tak jauh dari rumah sewa tersebut. Dari kejauhan mobil Narendra mulai memasuki kawasan rumah sewa.
Serena yang melihatnya hanya menoleh sekilas dan sibuk kembali dengan ponselnya. Narendra langsung masuk ke rumah miliknya, dia tampak tertutup sekali dengan pakaian yang serba hitam.
"Lampunya belum nyala! Si pendek udah pindah?!"-gumamnya sambil melihat rumah sebelahnya-
Baru saja masuk ke dalam rumah, Serena lewat di depannya begitu saja tanpa menoleh. Masih sibuk dengan ponselnya. Sebelum masuk rumah dia mendapatkan ada bingkisan di meja depan rumah.
"Bingkisan apa ini?!Siapa yang kirim?!"-melihat sekitar rumah-
"Nggak mungkin si tiang listrik kan yaa?"-gumamnya pelan-
"Dasar pendek!! Ceroboh sekali!!"-keluhnya pelan-
Sepanjang malam Narendra merasa penasaran dengan tetangga sebelah rumahnya itu, dari postur badannya mirip sekali dengan Serena. Bahkan ucapan spontan yang ia ucapkan juga hampir mirip Serena.
"Tetap saja...dia bukan Serena yang aku cari"-celetuknya sambil tertawa kecil-
"TOK....TOK...TOK..." (Bunyi suara ketukan pintu)
"Siapa malam-malam begini bertamu?! Haish!!"-berjalan membuka pintu-
"Hehh!!! Ini punya kamu kan?!! Ngapain coba ada di meja depan rumahku!"-jelasnya sambil berkacak pinggang-
"Nggak bisa pelan kalau ngomong?! Berisik sekali suaramu!!"-jawab Narendra ketus-
"Ambil nih!! Dasar orang aneh!!"-mendengus kesal dan berlalu pergi-
Narendra sama sekali tidak melihat wajah gadis itu, dirinya juga memakai topi saat keluar menemui Serena. Namun dia merasa familiar dengan suara gadis itu.
"Siapa dia sebenarnya?! Kenapa suaranya mirip Serena?!"-menatap langit-langit kamarnya-
"Nggak mungkin kan Serena ada disini?!! Lama-lama bisa gila aku dibuatnya!"-gumamnya sendiri-
"Dasar Pak Tua!! Dasar Tiang listrik!!"-ucapnya sendiri sambil tertawa lepas-
Seperti biasa dia keluar pagi buta untuk kembali ke apartment, namun kali ini dia menunggu penghuni sebelah rumahnya keluar lebih dahulu. Narendra ingin memastikan kalau gadis di samping rumahnya bukanlah gadis yang ia cari.
Narendra bersembunyi di balik pohon depan rumahnya, lampu teras yang terlihat redup membuat siapapun yang lewat tidak akan menyadari jika ada seseorang disitu.
"Wahhh....tumben dia belum keluar?! Biasanya udah jalan duluan tuh!"-celetuknya sambil menatap rumah sebelahnya-
"Masih tidur kali dia!! Baguslah nggak ketemu si tiang listrik galak itu!!"-terkekeh pelan-
"Se...re...na?!! Jadi dia betulan Serena?!!"-terdiam menatap Serena di kegelapan-
Narendra menatap punggung Serena yang sudah berjalan jauh dari rumah. Spontan ia mengikuti dari belakang sambil jalan perlahan.
"Jadi penyewa rumah itu kamu?"-gumamnya sambil tersenyum tipis-
"Baiklah...aku akan lebih sering bertemu denganmu disini"-celetuknya pelan-
"Kayak ada yang ngikutin deh!"-menoleh ke belakang-
"Ahhh...hanya perasaanku saja"-kembali berjalan santai-
"Mau kemana kamu Cantik?!"-tersenyum tipis-
Sepulangnya dari jalan-jalan pagi, Serena mendapatkan banyak makanan dan buket bunga di meja kecil depan rumahnya. Bersamaan dengan tetangga sebelah rumahnya kembali juga kerumah.
"Haaa!! Tumben dia balik jam segini?! Biasanya tengah malam"
"Udah mirip vampir aja dia!"-celetuknya pelan-
"Tumben pagi-pagi ada yang kirim bunga!"-ucap tetangga sebelah rumahnya-
"Apa sih!! Ganggu banget!! Mau?! Ambil aja nih!!"-memberikan buket ke tetangga misteriusnya-
"Bisa beli sendiri! Tokonya juga bisa aku beli!"-,jawabnya dengan tengil-
"Dasar tetangga aneh!! Tumben kelihatan jam segini?!"-tanyanya iseng-
"Kenapa?! Bukan urusanmu pendek!"-celetuknya sambil tersenyum tipis-
"Heh!! Dasar Tiang listrik menyebalkan!!"-memukul lengan tetangganya itu-
"Jangan harap bisa lepas dariku Serena!!"-ucapnya tersenyum tipis-
~Ser....cari tahu deh tetanggamu itu! Siapa tahu dia yang kirim buket bunga~🤭