NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Barang Sakral

Semakin dekat langkah Kean, semakin mendebarkan hati Jeviza di dalam sana. Sampai pada akhirnya Kean berdiri tepat di depan pintu kamar mandi dan di depan wajahnya yang terhimpit oleh pintu. Jeviza melongo, menyadari ketidak berdayaan dirinya untuk sekedar meminta tolong pada laki-laki di depannya ini.

Menurut Jeviza terlalu memalukan, tetapi diam hanya akan membuat dirinya terjebak sendiri.

Saat Kean mencondongkan tubuhnya, dan wajah keduanya semakin dekat hanya berjarak kurang dari dua jengkal. Tubuh Jeviza merespon dengan berbeda. Selain panas, lututnya yang juga ia sembunyikan dibalik pintu kamar mandi bergetar.

"Kenapa? Umm?"

Jeviza melongo, kalimatnya seakan tersangkut di tenggorokan. Membuatnya mati-matian menggerakan bibir yang sedari tadi memaksa tertutup rapat.

Tidak

Ini tidak bisa berlangsung semakin lama. Selain tubuh Jeviza yang sudah semakin kedinginan di dalam, moment seperti ini juga membahayakan jantungnya.

"Gu-gue boleh minta tolong?" akhirnya suara Jeviza keluar juga. Meski rasanya begitu berat sekedar mengeluarkan kalimat tidak panjang itu.

Kean mengangguk, sorot matanya tidak lepas dari wajah cantik Jeviza yang penuh dengan ketegangan. Dan jangan lupakan rambut Jeviza yang masih terlihat basah.

"Kak Kean, gue lupa nggak bawa baju ganti," cicitnya menggigit bibir setelah berhasil mengatakan itu.

Ia sangat malu, dan rasanya ingin langsung bersembunyi di dalam kamar mandi lagi. Tetapi saat ia berusaha untuk menutup pintu, tangan Kean sudah lebih dulu mencegahnya. Kini wajah Jeviza yang terlihat setengahnya.

"Ke-kenapa?"

Demi?

Jeviza tiba-tiba jadi terkena sindrom gagap, terlalu gugup membuat setiap kata yang keluar dari bibirnya terbata-bata.

Jeviza kesal. Tetapi untuk kembali normal dalam saat seperti sekarang ini sangatlah sulit. Ia butuh ketenangan yang nyata.

"Semua?"

Pertanyaan Kean sebenarnya membingungkan Jeviza.

Semua?

Apa maksud dari "semua" yang Kean pertanyakan?

Tetapi agar tidak semakin lama, ia menganggukan kepalanya. Dan langsung menutup pintu saat Kean melepaskannya.

Jeviza baru bisa bernapas dengan lega di dalam kamar mandi. Ia memeluk dirinya dengan napas terengah. Baru begitu saja sudah terengah-engah, apa lagi jika Kean melakukan kontak fisik yang lebih intim dari sekedar menatap matanya dengan sorot dalam dan penuh keinginan pada Jeviza.

Demi apa? Nggak aman banget jantung gue

Kean membuka lemari di sampingnya. Pakaian milik Jeviza yang sepertinya sudah disiapkan oleh orang suruhan eyangnya. Tidak mungkin Puspa yang melakukannya, mengingat eyangnya begitu menyayangi cucu menantunya itu, dan sekarang bertambah dengan Jeviza yang juga mendapat perlakuan baik eyangnya.

Melihat baju tidur Jeviza yang belum pernah ia lihat dikenakan oleh gadis itu. Kean terpaku. Hampir semua baju tidur Jeviza berbahan satin yang sangat halus. Dengan potongan pendek yang bisa saja semakin memperlihatkan bentuk tubuh gadis itu.

Kean mengambil salah satu dari sekian yang tertumpuk di lemari, lalu teringat jika di rumah itu bukan hanya mereka saja yang tinggal, tetapi juga ada kedua kakak sepupu mereka.

"Ck," decaknya mengembalikan baju tidur yang tadi sudah Kean pilih sendiri. Lalu ia mengambil baju tidur yang terlihat lebih manusiawi dan lucu. Baju tidur lengan pendek dengan celana panjang bermotif panda.

Saat Kean akan berbalik, ia baru sadar jika Jeviza tidak hanya membutuhkan baju tidur saja, tetapi juga dalaman gadis itu. Mengingat tadi Jeviza menjawabnya dengan anggukan kepala saat ia menanyakan "semua"?

Jantung Kean terpacu dengan saat cepat, saat ia membuka lemari yang memang berisi dalaman milik Jeviza. Satu pasangan dalaman yang menyita perhatian Kean. Dalaman berenda yang berwarna hitam dengan tali di bagian samping.

Bangsat

Kean mengumpat saat mengambilnya. Membayangkan sepasang dalaman berenda itu membungkus bagian tubuh Jeviza yang paling intim. Lalu memejamkan matanya, sedikit merematnya dengan napas yang sangat panjang.

Ini gila, dan Kean sadar itu, tetapi ia tidak bisa mengontrol dirinya. Butuh beberapa saat sebelum napasnya kembali normal meski detak di dalam sana sudah bertalu-talu.

Dengan gerakan sedikit gusar dan kasar. Pada akhirnya Kean berhasil menutup pintu lemari, menoleh pada pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat. Sorot matanya menggelap mengingat di dalam sana ada sosok yang sangat ingin ia miliki sepenuhnya.

Jeviza sudah menjadi istrinya, miliknya secara negara dan agama, tetapi energi keduanya belum bersatu karena belum ada penyatuan.

Tok

Tok

Tok

Meski masih dilingkupi kabut gairah yang sangat liar. Pada akhirnya ia kembali mencoba bertahan. Menyingkirkan keinginannya demi untuk membuat Jeviza merasa nyaman, meski akan semakin sulit untuknya dengan status yang sudah sangat jelas sekarang. Status nyata yang membuat keduanya terikat dengan sebuah pernikahan.

Kepala Jeviza kembali muncul, Kean menyerahkan tanpa menoleh pada Jeviza. Akan sangat berbahaya jika ia sampai melihat gadis itu, bisa saja sisi liarnya memaksanya untuk mendobrak pintu dan menerjang Jeviza detik itu juga.

"Makasih kak," suara pelan Jeviza terdengar, sebelum akhirnya ia mengambil alih pakaiannya dan menutup kembali pintunya dengan rapat.

Kean baru berani menoleh saat pintu di depannya sudah tertutup, ia menatap pintu tersebut dan meneguk ludahnya dengan kasar.

Sementara Jeviza sempat tercengang melihat bra dan celana dalamnya di tangannya sekarang. Sepasang dalaman yang terlihat sangat seksi, dan bahkan Jeviza saja selalu malu ketika mengenakannya. Hanya beberapa kali saja karena ia mengenakannya.

"Omg, kak Kean ngambil ini?" Jeviza menenteng sepasang dalaman berenda miliknya.

Wajahnya langsung merah membayangkan Kean tadi sudah menyentuh benda yang sangat privasi untuknya.

"Aaa..malu banget gue."

...****************...

Makan malam berjalan seperti biasa, hanya saja sedikit ada kegugupan dan kecanggungan yang tidak bisa dihindari.

Puspa melirik Arlo, lalu beralih pada sepasang pengantin baru yang baginya tetap terasa seperti adik.

"Kean, Jeviza." Arlo menautkan kedua tangannya di atas meja, menatap keduanya dengan raut wajah yang sangat serius.

"Mas mau bilang, selamat atas pernikahan kalian, mau ini karena kesalah pahaman atau dadakan, mas berharap kalian saling membuka hati dan belajar lebih dewasa lagi, semoga pernikahan kalian dipenuhi kebahagiaan."

Jeviza mengangguk dengan senyum. "Makasih mas, kak Pus."

Puspa dan Arlo mengangguk, saling melempar pandang sebelum Arlo kembali berucap.

"Mas sama Pusa bukan berniat menghalangi. Tetapi ini pesan dari eyang." Arlo menjeda ucapannya. Menatap Puspa yang ragu-ragu mengeluarkan sebuah benda yang sangat sakral bagi Jeviza.

Bahkan gadis itu sampai merinding melihat benda yang tiba-tiba Puspa sodorkan di depannya.

"Gue tahu kalian lagi panas-panasnya, tapi Jevi baru kuliah belum ada setahun, dan Kean juga lagi sibuk-sibuknya ngurus bisnis, kerjaan, juga skripsinya." Puspa sendiri sangat gugup ketika mengatakannya.

"Kata eyang tunda dulu ya momongannya? paling tidak sampai Jeviza s1 atau Kean lulus tahun ini, bukan karena kita belum punya keturunan jadi kalian nggak boleh punya juga, tapi ini demi kebaikan kalian, boleh banget kalian mau lakukan itu kapanpun karena kalian memang udah sah, tapi kalau bisa pikir juga status kalian yang masih sebagai mahasiswa."

"Menikah bukan berati akhir dari masa belajar," tambah Arlo membuat keduanya tercekat.

Jeviza dan Kean saling melirik. Bahkan malam pertama saja sebenarnya belum mereka lakukan. Ini sudah ada pengaman di depan mata keduanya, dan nasehat dari orang-orang yang lebih tua dari mereka.

"Maksudnya? kak Kean disuruh pakai kon-"

Jeviza membekap mulutnya saat ingin menyebutkan benda kecil yang bermanfaat dan bisa menyelamatkan.

Puspa mengangguk, menatap Jeviza dengan wajah syoknya.

"Kak, gue sama kak Kean aja bel-"

"Oke, thanks, gue simpan, ini bermanfaat banget buat kita."

Jeviza menoleh pada Kean, wajahnya langsung tegang mendengar kalimat Kean yang lebih terdengar seperti alarm peringatan untuknya.

1
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
Septi Wulandari
weeeiiii mantaapppp
hareudang kak🤭😍🤭🤭🤭
Herman Lim
aduh panas dingin ku disini Thor mana suami lagi dia rmh 🤪🤪
Herman Lim
bagus kompor u berhasil buat jevi meleduk😭😭🤪🤪
Herman Lim
di naikin donk ke jevi nya 😭
Herman Lim
aku ke bar² banget sih ngomong nya
Riria Raffasya Alfharizqi: iya kan? kaya yang uda perna aja
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
yah..yah.. udah panas inii,,,
lanjut maljum😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!