NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama

"Mama, Papa... Cari dong yang benar. Masa bisa nggak ada sih? Pasti kalian mau bohongin Frans lagi kan?" seru Frans dengan raut wajah kesalnya karena merasa dipermainkan.

"Astaga... Bohongin apa sih, Frans? Ini beneran nggak ada,"

Mama Anisa sampai memperlihatkan galery ponselnya kepada Frans. Bahkan nomor Ariska pun hilang. Riwayat pesannya kepada Ariska pun hilang. Jelas-jelas kemarin dia mengirimkan pesan dan gambar kepada Ariska. Bahkan dia belum menghapusnya. Dia jadi bingung sendiri dengan apa yang terjadi pada ponselnya. Begitu juga dengan ponsel milik Papa Bayu, tidak ada riwayat pesan atau foto dari Arka.

"Coba pulihkan, Pa. Kan Papa bisa tuh memulihkan pesan atau foto terhapus," ucap Frans mendesak Papanya agar memulihkan gambar yang ada di ponselnya.

"Sabar. Nggak sabaran banget sih jadi orang," sindir Papa Bayu dengan sinisnya. Sedangkan Mama Anisa masih mencoba mengotak-atik ponselnya sendiri.

Ting...

"Opa, ndak usah cari-cari gambar Arka yang tampan daripada ponselnya meledak."

"Oh alah... Ulah anakmu to ini," ucap Papa Bayu sambil memperlihatkan layar ponselnya.

"Jangan bercanda, Papa." seru Frans tak suka jika dibodohi oleh Papanya dengan drama palsu.

Saat Papa Bayu sedang mencoba mengembalikan pesan dan gambar yang hilang, dia mendapatkan sebuah peringatan. Itu adalah peringatan yang keluar dari sistem ponselnya dan terdapat pesan dari terduga pelaku. Dia adalah Arka dan Papa Bayu hanya tersenyum saja. Sedangkan Frans, dia tak percaya jika itu anaknya. Frans yakin bahwa Papa Frans sengaja ingin dia tak melihat wajah dari anaknya.

"Anakmu itu pintar meretas seperti kamu dan Papamu, Frans. Bahkan kemarin dia minta laptop lho karena ingin belajar lebih lagi. Terus kamu ingat yang perusahaanmu diretas dan diambil uangnya seratus ribu?" tanya Mama Anisa mencoba meyakinkan Frans.

"Emm... Apa hubungannya sih, Ma? Jangan buat Frans bertambah pusing," ucap Frans dengan raut wajah kesalnya.

"Dia yang meretas keamanan perusahaanmu dan mengambil uang seratus ribu," ucap Mama Anisa membuat Frans terkejut.

"Dia mengaku sendiri. Katanya uang seratus ribu itu buat jajan sempol sama temannya," ucap Papa Bayu menambahkan.

Frans terdiam mendengar penjelasan dari orangtuanya itu. Anaknya yang belum dia ketahui wajahnya itu mempunyai kecerdasan di atas rata-rata? Frans mengacak rambutnya frustasi. Belum bertemu saja sudah membuatnya kalang kabut seperti ini. Apalagi jika nanti bertemu, dia pasti akan membuatnya susah untuk mendekati Ariska. Sepertinya benar apa kata Carlo, dia harus membuat perusahaannya semakin jaya dan maju. Anaknya bukan sembarangan, pasti dia tak mau mempunyai Papa yang tidak punya uang.

"Dia belajar darimana, Pa? Ini beneran kan, Pa? Frans udah punya anak tapi dia tidak mau wajahnya diberitahu kepadaku," tanya Frans lagi meyakinkan bahwa informasi yang didapatkannya itu benar.

"Benar. Anakmu laki-laki, namanya Arka. Sekarang masih cadel dan tidak mau sekolah. Katanya sudah pintar dan dapat bekerja. Nanti kalau ketemu Papanya, dia nggak mau kerja lagi. Jadi Papanya harus kaya biar bisa membantu Mamanya," ucap Mama Anisa menceritakan tentang Arka.

"Ini semua gara-gara kamu, Frans. Udah ngebuat perempuan hamil, malah nggak tanggungjawab." lanjutnya menyalahkan sang anak.

"Ma, Frans itu mau tanggungjawab tapi dia malah kabur." ucap Frans tak terima.

"Ya takut lah. Mukamu itu nggak meyakinkan kalau mau tanggungjawab," ucap Mama Anisa membuat Frans menghela nafasnya kasar.

Frans mengelus dadanya sabar karena terus dipojokkan oleh Mamanya. Dia memilih duduk di dekat Papa Bayu yang sedang memeriksa ponselnya. Sepertinya Papa Bayu khawatir kalau ponselnya benar meledak seperti laptop milik Frans. Dia berusaha meningkatkan keamanan dan pelindung pada ponselnya. Namun tetap tidak bisa, ponselnya seakan sudah diatur sedemikian rupa oleh Arka.

"Ini ponsel pribadi aja bisa diatur seenak jidat sama anakmu itu, Frans. Apalagi kalau cuma urusan perusahaan, bangkrut udah jika kita macam-macam." ucap Papa Bayu mengingatkan Frans.

"Oh ya... Ganti rugi duit Mama dan Papa yang kemarin buat belanjakan Arka. Habis ratusan juta lho itu, apalagi laptopnya mahal." lanjutnya meminta ganti uang belanja yang dipakai.

"Itu cucumu, Pa. Jangan pelit-pelit," ucap Frans tak terima.

"Itu juga anakmu. Kamu belum pernah kasih nafkah sama dia ya. Jadi anggap saja itu nafkah anakmu tapi pinjam sama Papa," seru Papa Bayu yang rasanya ingin memukul anaknya itu.

"Enak saja. Aku setiap bulan kirim uang di rekening Ariska ya," seru Frans tak terima. Dia memang setiap bulannya mengirim uang di rekening Ariska yang biasa digunakan untuk mengirim gaji dari hotel. Namun sepertinya Ariska tidak tahu karena sudah tak menggunakan rekening itu dua hari setelah pergi.

Tapi kan dia nggak pernah pakai. Pokoknya 200 juta kamu pinjamnya ke Papa,

Dasar Opa pelit. Aku adukan Arka nanti,

Aduin aja sana. Dia akan lebih bela Opanya dibandingkan kamu,

***

Hari ini Arka memilih di toko saja sambil mengerjakan pekerjaannya sebagai admin pencetak resi. Orderan semakin bertambah banyak. Azura tampak senang membantu Arka menyusun resi. Apalagi Ariska selalu memberinya uang jajan karena sudah membantu di toko.

"Hei ompong, kalau gajian dali Mama tuh uangnya ditabung buat beli gigi palsu. Jangan buat jajan coklat dan sempol telus," ucap Arka pada Azura yang saat ini sedang sibuk menyusun kertas resi pesanan.

"Itu uang gajiannya siapa?" tanya Azura dengan polosnya.

"Gajinya kamu, ompong." seru Arka dengan raut wajah kesalnya.

"Nah... Itu tahu kalau gajiannya Azula. Kok lepot kali Alka ini suluh uang olang buat ditabung. Gigi Azula ini masih bisa tumbuh ya. Nanti kalau ndak tumbuh, Azula beli pupuk bial subul ini gusinya." ucap Azura dengan asal.

Astaga... Dia kila tanaman kali dipupuk kemudian tumbuh,

Arka menghela nafasnya pelan. Entah mengapa berdebat dengan Azura itu sangat menghibur walaupun dia jarang sekali menang. Dia tak bisa membayangkan kalau kelak sudah bertemu dengan Papa kandungnya. Kemudian dia tinggal bersama Frans dan Ariska di kota lain, pasti akan berpisah dengan Azura. Apalagi tidak mungkin Frans yang diminta pindah ke kota ini karena perusahaan dan hotelnya tidak ada di sini.

"Ompong, kalau Alka pelgi ninggalin kamu gimana?" tanya Arka tiba-tiba. Saat ini di toko sedang tidak ada orang dewasa. Nenek Yuli di rumah menyiapkan sarapan. Sedangkan Ariska, Nana, dan Lina sedang memeriksa stok barang di gudang belakang.

"Azula ikut kemana pun Alka pelgi. Kalau pelu, badan Azula dan Alka nanti kasih lem saja. Bial ndak bisa dipisahkan," ucap Azura sambil mengerucutkan bibirnya sebal karena pembicaraan yang menyedihkan.

Heh... Mana bisa begitu?

Halus bisa. Ndak mau tahu Azula,

1
susi mulhayatii
lanjut ka
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣sabar carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ajiibbb👍👍👍👍
ririen handayani
wah bagal jd musuh bebuyutan nih🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hancur suasana harunya
Daplun Kiwil
🤣🤣🤣🤣,,
tia
Tamba lagi thor updatenya
ririen handayani
😄😄😄😄👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pitnes itu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maksud tuh kata2
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa pula itu darah kuning
E F
tq thor🙏😍
lg ya thor byk2🤭😄💪
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!