NovelToon NovelToon
The CEO'S Speed Limit

The CEO'S Speed Limit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Raelyn Elamora, mahasiswi cerdas yang keras kepala dan doyan balapan liar, mendadak lemas saat sang papa menjodohkannya demi melunasi utang. Calon suaminya adalah Alvarez Arran Danadiaksa CEO muda super dingin dan cekatan yang menguasai bisnis sekota. Raelyn bersumpah tidak akan tunduk pada si "balok es," sementara Alvarez punya seribu cara pintar untuk menjinakkan istri liarnya. Apakah si kepala batu bisa meluluhkan hati si raja es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden kamar utama yang mewah. Cahaya keemasan itu perlahan menerangi wajah Raelyn Elamora yang mulai menggeliat kecil dari tidurnya.

Hal pertama yang dirasakan oleh Raelyn adalah rasa hangat yang luar biasa nyaman menyelimuti tubuhnya. Namun, saat kesadarannya mulai terkumpul sepenuhnya, Raelyn mendadak merasakan ada sesuatu yang ganjil.

Dia merasakan sebuah lengan kekar berotot melingkar protektif di pinggangnya, mengunci tubuhnya dengan begitu erat. Dan yang lebih mengejutkan lagi, tangan kiri Raelyn sendiri ternyata sedang memeluk pinggang seseorang dengan sangat kencang, mencengkeram kaos hitam yang dikenakan orang tersebut.

Raelyn mendongak perlahan dengan jantung yang mulai berdegup kencang seperti dikejar polisi di sirkuit balap. Detik itu juga, matanya membelalak sempurna.

Di depannya, wajah tampan Alvarez Arran Danadiaksa terpahat dengan begitu dekat. Jarak hidung mereka bahkan hanya tersisa beberapa sentimeter saja. Napas hangat Alvarez yang teratur menerpa kening Raelyn.

Raelyn membeku. Otak cerdasnya langsung berputar memproses memori semalam. Badai, petir, guling pembatas yang dibuang ke lantai, dan bagaimana dia dengan pasrah menyerahkan dirinya ke dalam dekapan hangat sang suami hingga terlelap subuh tadi.

Gila, gila, gila! Ini gue meluk dia semalaman?! batin Raelyn menjerit histeris.

Meskipun panik setengah mati dan dilanda rasa salah tingkah yang luar biasa, mata Raelyn entah mengapa tidak bisa beralih dari wajah Alvarez. Dalam jarak sedekat ini, dia bisa melihat betapa sempurnanya wajah suaminya saat sedang tidur.

Garis rahangnya, bibir tipisnya yang melengkung samar, dan ketenangan yang memancar dari wajah dingin yang biasanya selalu terlihat mengintimidasi di koran-koran bisnis.

Sebenernya... kalau dilihat-lihat terus begini, dia ganteng banget sih, bisik hati kecil Raelyn, mengakui fakta yang selama ini dia sangkal habis-habisan.

Namun, lamunan manis Raelyn langsung buyar dalam sekejap ketika sebuah suara berat dan serak khas orang baru bangun tidur memecah keheningan kamar.

"Jangan dilihatin terus. Langsung cium aja," ucap Alvarez tiba-tiba.

Matanya bahkan masih terpejam rapat, namun sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat menyebalkan.

"E-eh?!"

Raelyn kaget setengah mati hingga matanya terbelalak sempurna. Jantungnya serasa mau copot. Dia menelan ludah dengan susah payah, menyadari bahwa pria ini sebenarnya sudah terbangun sejak tadi namun sengaja berpura-pura tidur hanya untuk menikmati pelukannya. Dan yang lebih parah, Alvarez tahu sejak tadi Raelyn sedang mengagumi ketampanannya!

Dengan gerakan refleks yang sangat cepat karena panik, Raelyn langsung melepaskan pelukannya dari pinggang Alvarez. Dia menyentak tubuhnya mundur hingga menjauh dari dekapan pria itu, membuat selimut sutra hitam di atas kasur berantakan.

"Apaan sih lo!" seru Raelyn dengan wajah yang mendadak berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus. Dia salah tingkah maksimal.

Raelyn buru-buru duduk di pinggiran kasur, membelakangi Alvarez sembari merapikan rambut panjangnya yang acak-acakan karena baru bangun tidur. Tangannya sedikit gemetar menahan malu yang sudah di ubun-ubun.

Alvarez akhirnya membuka kelopak matanya perlahan. Dia mendudukkan dirinya di atas kasur, menatap punggung Raelyn yang tampak menegang.

"Mau ke mana?" tanya Alvarez santai, sama sekali tidak merasa bersalah setelah membuat jantung istrinya senam jantung sepagi ini.

"Mandi!" jawab Raelyn ketus tanpa mau menoleh ke belakang.

Alvarez menggeser tubuhnya mendekati pinggiran kasur, bersiap untuk menurunkan kakinya ke lantai.

"Gendong gak?" tawar Alvarez, merujuk pada kebiasaan yang dia lakukan kemarin sejak kaki Raelyn terkena air panas.

"Gak perlu!" tolak Raelyn cepat, nadanya ketus dan penuh gengsi.

Sebenarnya, sejak kemarin pun Raelyn sudah bisa berjalan sendiri. Luka melepuh di kakinya tidak separah itu karena langsung diberi salep oleh Dokter Gunawan.

Namun, Alvarez saja yang dasarnya terlalu protektif dan tidak mau luka istrinya semakin parah, sehingga pria itu terus-menerus menggendongnya kemana-mana layaknya membawa barang pecah belah.

Raelyn langsung berdiri dengan hati-hati. Dengan sedikit menahan rasa perih yang tersisa di kaki kirinya, dia melangkah lebar menuju kamar mandi utama, mengabaikan tatapan mata Alvarez yang terus mengawasinya dari atas ranjang.

bersambung.....

1
Muchammad Shobris
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!