"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror manis
Malam hari
Di malam ini genap seminggu teror manis itu berlangsung.
Nayshi baru saja mengeringkan rambutnya setelah Ia membersihkan badan dari rasa lelah hari ni. Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Seperti biasa Ia sengaja memadamkan lampu utama, dan hanya menyalakan lampu tidur.
Tok.. tok..
Ketukan jendela terdengar, dan dijam yang selalu sama seperti sebelumnya.
Nayshi tersenyum tipis tanpa sadar, Ia bergegas menuju jendela dengan langkah kaki tanpa suara, Ia membuka tirai jendela perlahan berusaha menemukan siapa yang melakukan itu.
Beberapa meter dari Rumahnya ada sliuet Pria dengan pustur tinggi, gagah menggunakan Jaz membelakangi lampu jalan. Pria itu terlihat bicara dengan seseorang sebelum akhirnya melangkah masuk kedalam mobil berwarna hitam.
Jantung Nayshi berdebar kencang ' Mobil itu? Itu mobil yang waktu itu ikutin Gua. '
Mobil hitam itu bergerak tanpa suara bising, Nayshi terpaku dibalik jendela. Postur Pria itu seperti Ia mengenalinya, tapi Nayshi langsung menepis itu 'Bagaimana Gua bisa mengenali seseorang dari sliuet. '
Setelah Nayshi menguasai dirinya, Ia langsung mengambil kotak Navy dengan pita Marun, dan buket daisy yang cantik.
Selalu di atas buket ada surat kecil.
[ Selamat malam Nona Nayshi
Sudah seminggu Aku memberikan buket dan kotak Navy warna kesukaan Ku dan pita marun warna kesukaan Mu, semoga hal kecil ini bisa memberikan warna dalam lelah Mu saat ini.
Dan selalu Aku ingatkan jangan lupa diminum tehnya agar tidur Mu nyenyak. Terakhir, semangat untuk besok dan hari seterusnya.
To: Secret admirer ]
Nayshi menghirup Aster itu dan memeluknya. Tela-teki siapa secret admirer itu masih terus berputar di kepalanya.
Ia memandangi kotak serta Bunga daisy yang sengaja Ia pajang di meja Kamarnya. Siapapun Pria misterius itu, Nayshi mengakui satu hal: Perhatian kecil itu, mulai membuka sedikit demi sedikit untuk Nayshi jatuh cinta.
Keesokan harinya
Hari ini meeting evaluasi antara tim Zaydan Group di Zaydan tower.
Suasana ruang rapat kali ini terasa tegang, ini adalah meeting evaluasi kedua. Di ujung meja ada Pak Keenan duduk tegap mengamati layar proyektor.
Pak Arvin baru saja membuka sesi presentasi, lalu menyerahkan kepada tim internal. Irsyad melihat peluang spotlight, langsung berdiri untuk mendapatkan perhatian Keenan, dan agar Nayshi bisa kagum kepadanya.
" Terimakasih Pak Arvin dan Pak Irsyad atas kesempatannya. " ujar Irsyad dengan percaya diri sambil merapihkan Jaz-nya.
" Dari segi strategi marketing, kita punya konsep grand lounching berorientasi media sosial yang fantastis, bahkan sebelum resmi dibuka Kita akan dapat engagement yang tinggi. "
Irsyad mengeklik presentasi yang penuh dengan desain grafis warna mencolok.
Keenan melihat layar proyektor itu tanpa ekspresi, lalu tatapannya beralih pada Irsyad. " Saudara Irsyad. " potong Keenan dengan suara beratnya membuat ruangan berubah jadi hening dan lebih tegang.
" Saya tidak butuh engagement sosial media untuk saat ini, Saya hanya ingin tahu bagaimana kamu menyelaraskan konsep pemasaran dengan batas harian kapasitas pengunjung agar ekosistem zona A tidak rusak? "
Irsyad seketika menahan malu, matanya berkedip beberapa kali, " Ehh... itu. nanti kita akan mengukurnya berdasarkan tren pasar, Pak Keenan. "
" Trend pasar tidak mengukur daya dukung lingkungan. " sahut Keenan dengan wajah datar membuat Irsyad duduk kembali dengan rasa malu.
' hahaha malu bangett gua liatnya.' batin Nadia dengan ekspresi tahan tawa.
Keenan lalu melirik kearah Nayshi " Nyonya Nayshi, bagaimana hasil dampak teknis dan penyesuaian anggaran untuk zona A sejauh ini? "
Nayshi dengan tenang bangkit dari kursinya, dan membuka berkas yang sudah Ia siapkan. " Terimakasih Pak Keenan. Dari hasil observasi, dan evaluasi Kami, zona A telah berhasil direkayasa dengan pondasi pencakar terintegrasi. Kami memangkas biaya dekorasi, dan mengalihkan pada kekuatan struktur tanah. Hasilnya daya lingkungan aman tanpa membengkak total anggaran awal. "
Nayshi menampakkan data-data dengan lugas, sistematis, dan percaya diri.
" Analisis yang sangat persisi Nyonya Nayshi. " puji Keenan setelah Nayshi mengakhiri penjelasannya.
" Management Zaydan group menyetujui persetujuan anggaran tersebut. " Lanjutnya.
Meeting ini pun berjalan dengan baik hingga selesai. Peserta meeting lainnya mulai membereskan berkas untuk keluar ruangan, Irsyad justru buru-buru menghampiri Nayshi yang sedang merapihkan berkas dan memasukan laptop ke tasnya.
" Nay, Kamu keren banget tadi. " puji Irsyad dengan sok akrab menutupi rasa malunya tadi yang ditegur oleh Keenan.
Nadia yang mendengar itu beedesis pelan. Namun Nayshi belum sempet menjawab, ada langkah kaki yang mendekati mereka.
Pak Keenan berdiri tak jauh dari tempat Nayshi berada.
" Nyonya Nayshi. " panggil Keenan formal, " Tolong laporan penyesuaian anggaran tadi kirimkan ke email asisten Saya sebelum jam lima sore. Jangan lembur hingga larut, tim kamu butuh kondisi fisik prima untuk inpeksi lapangan lusa. "
" Baik, Pak Keenan. Saya akan kirimkan segera mungkin. " jawab Nayshi profesional.
Keenan mengaguk tipis, " Selamat bekerja kembali. "
Setelah mengucapkan hal itu, Keenan melangkahkan kaki keluar dari ruang meeting dengan jalan sangat berwibawa.
Irsyad mendengkus pelan, " Tegang banget ya hidupnya, mikirin kerjaan mulu. "
Nadia langsung menyeringai sengit, " Dari pada Lu bikin malu, ditanya teknis langsung mati kutu. "
Nayshi hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah kedua rekannya. Namun di dalam hati, Nayshi merenung. Perhatian Pak Keenan tentang jam kerja dan kondisi fisik. begitu tegas tapi ada kehangatan yang terselubung.
Seketika bayangan secret admirer yang rutin mengirimkan teh herbal dan sepotong surat jangan terlalu leleh. " terlintas cepat di pikirannya, dan Ia langsung menepisnya.
' Ga mungkin seorang CEO yang hanya fokus bekerja, bisa kasih hal semanis itu dan jokes yang kadang konyol. ' batin Nayshi kembali membentengi pikirannya sendiri.
Nadia memergoki rona merah di pipi Nayshi langsung menyenggol tangan Nayshi, " kenapa Lu Nay? senyum senyum sendiri kayak orang kesambet. " bisik Nadia setengah mengejek, matanya memicing penuh seledik. " Jangan bilang Lu lagi bayangin secret admirer yaa? "
Nayshi seketika tersadar dari lamunannya, " Eh? Mana ada! Gua cuman seneng aja anggaran disetujui Pak Keenan. " kilahnya cepat sambil menepuk-nepuk wajahnya yang merah.
Sementara itu, Irsyad yang tak jauh dari mereka justru bingung sekaligus aneh dengan ekspresi Nayahi. 'Nih cewe dipuji sama Gua malah datar, dan Gue malah dicuekin. Tapi giliran ngomongin anggaran sama Pak Keenan malah senyum-senyum sendiri. '
" Nay, Lu lagi kesambet setan dikantor ini? Kok malah senyum bahas anggaran? " tanya Irsyad polos dengan kening yang mengkerut.
Nadia langsung menepuk jidatnya, " Sudah lah ayuk kita balik ke Kantor, dibanding Gua makin malu ama sikap Lu Syad. "
Nayshi yang sudah bisa meredakan merah merona di wajahnya dan ekspresi datarnya yang sudah balik, " Dah balik kantor sekarang, sebelum kerjaan semakin bertambah banyak. "