NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Hari sudah beranjak petang ketika sebuah SUV hitam berhenti di pelataran Mansion Hasanuddin. Pintu mobil terbuka, menampilkan sosok Ameer yang melangkah keluar dengan langkah lebar penuh ketegangan.

Seusai panggilan darurat dari Kakek Hamzah dan pengusiran pelayan senior beberapa hari lalu, Ameer menunda misinya di Amerika dan menempuh penerbangan belasan jam demi pulang ke Indonesia. Wajahnya yang tegas diliputi amarah tertahan. Di dalam pikirannya, ia bersiap menghadapi Danin dan Chana. Namun, ia sama sekali tidak siap melihat apa yang terjadi pada adik sepupu yang sangat dilindunginya itu.

Ameer melangkah melewati pintu utama mansion tanpa menyapa siapa pun. Langkah nya yang berwibawa menggema di lorong menuju area kamar belakang.

Salah satu pelayan muda mendekat "Permisi tuan muda, Anda pulang ke apa tidak mengabari orang rumah?.

"Bukan urusanmu!" jawab Ameer dingin, ia terus melangkah meninggalkan pelayan muda itu sendirian di lorong...

Saat Ameer berbelok ke kamar kumuh Tania, pelayan itu langsung berlari untuk memberitahu nona mudanya... Filio .

Saat Ameer membuka pintu kamar sempit yang pengap itu, napas Ameer seketika tercekat di tenggorokan.

Di atas kasur tipis, Tania sedang duduk menyusun buku-buku kuliahnya dengan gerakan yang sangat pelan dan canggung.

Ameer mematung di ambang pintu. Tatapannya menatap sosok di hadapannya dengan rasa tak percaya yang menghantam dadanya begitu sesak.

Beberapa bulan lalu sebelum ia terbang ke Amerika, Tania yang ia kenal adalah gadis muda berwajah segar dengan pipi chubby yang menggemaskan, Bertubuh sedikit berisi... Dan memancarkan binar kehidupan dan keceriaan alami. Namun kini, sosok yang duduk di sana bagai bayangan kelam dari dirinya yang dulu.

Pipi chubby itu telah hilang berganti dengan tulang pipi yang menonjol tirus . Wajahnya pucat pasi, lingkaran hitam tebal membingkai matanya yang sayu dan sembap. Tubuhnya terlihat makin kurus, terbungkus pakaian longgar yang seolah tenggelam di badannya. Dan yang paling menyayat hati Ameer, punggung tangan kanan Tania terbalut kain kasa tebal yang membiru di pinggirannya.

"Ta... Tania?" suara Ameer bergetar hebat. Rahangnya mengeras rapat, menahan badai emosi yang mendadak bergejolak di dadanya.

Tania terkejut. Ia perlahan mendongak, dan begitu matanya menangkap sosok Ameer, binar kepasrahan di matanya mendadak berubah menjadi rasa panik. Tania bergegas berdiri, berusaha menyembunyikan tangan kanannya yang diperban ke balik punggungnya.

"Kak... Kak Ameer?" bisik Tania parau. "Kakak... sudah pulang?"

Ameer melangkah maju dengan cepat, mencengkeram lembut bahu Tania yang terasa jauh lebih kurus dari biasanya... Sangat terasa saat yang ia remas itu tulang terbungkus kulit. Bukan daging seperti dulu. Matanya menatap lekat-lekat wajah tirus itu dengan air mata yang menumpuk di pelipisnya.

"Apa yang terjadi padamu, Tania...kenapa tidak pernah mengatakan padaku ?!" desis Ameer dengan nada penuh penderitaan. "Mana pipi chubby-mu yang dulu? Kenapa kamu jadi sekurus ini?! Tanganmu kenapa?! Siapa yang melakukan ini padamu?!"

Tania menunduk dalam-dalam, menggetarkan bibirnya yang pucat. "Tidak apa-apa, Kak... Tania cuma... cuma cuman sedang menjalankan puasa Daud dan tangan Tania tidak sengaja terjepit pintu...."

"Jangan bohong padaku, Nia!" bentak Ameer tertahan, menyebut nama yang selama ini ia yakini sebagai nama panggilan sayang untuk adik sepupunya. "Kakek sudah menceritakan semuanya! Punggungmu disetrika, tanganmu diinjak! Jangan coba-coba menutupi kejahatan mereka denganku!"

Ameer tak sanggup lagi menahan amarah yang membakar dadanya. Naluri seorang agen rahasia dan perlindungan seorang kakak menyatu dalam aura membunuh yang sangat pekat. Ia membalikkan badan dan melangkah keluar kamar dengan aura kegelapan yang siap menghancurkan siapa saja.

"Kak Ameeeeeer! Jangan, Kak! Tania mohon!" jerit Tania terisak, berlari kecil menyusul langkah lebar Ameer meski tubuhnya masih lemas.

Di ruang tengah yang mewah, Filio sedang duduk santai di sofa sambil menikmati jus dan memainkan ponselnya, didampingi Chana yang sedang membaca majalah.

BRAKKK!

Ameer menggebrak meja kaca di depan Filio hingga retak seribu.

"Aaaakhhhh "

Suara dentuman keras itu membuat Filio terlonjak kaget dan memekik histeris, sementara majalah Chana terlepas dari tangannya.

"FILIO!" bentak Ameer dengan suara berat berdengung yang sanggup menggetarkan seisi ruangan. Matanya merah menyala menatap Filio bagai serigala yang siap menerkam. "Iblis apa yang merasukimu sampai kamu berani menyiksa Tania dengan setega itu ?! Kamu pikir rumah ini milik bapakmu saja, hah?!"

Filio pucat pasi. Tubuhnya gemetar melihat kemarahan Ameer yang belum pernah ia lihat sebelumnya. "Kak... Kak Ameer... aku... aku tidak....."

"Ameer! Jaga bahasamu! Dia adik sepupumu!" potong Chana berusaha membela anak kandungnya, meski suaranya sendiri ikut bergetar takut menghadapi dominasi Ameer.

"Tutup mulutmu, Tante Chana!" potong Ameer tajam tanpa menoleh, matanya tetap mengunci Filio. "Jika sampai besok pagi aku melihat luka baru di tubuh Tania, aku bersumpah demi almarhum Ayahku, aku sendiri yang akan memastikan kalian berdua keluar dari mansion ini tanpa membawa sepeser pun harta Hasanuddin!"

Filio mulai menangis ketakutan di belakang ibunya, menyadarkan semua orang betapa mengerikannya posisi Ameer sebagai pewaris utama. Namun, sebelum Ameer melangkah lebih jauh untuk memberi hukuman fisik pada Filio, sebuah pegangan lembut dan gemetar menyentuh lengan bajunya.

Tania berlutut di lantai samping Ameer. Tangannya yang membiru dan lebam memegang erat kain celana Ameer dengan sisa-sisa tenaganya. Air mata Tania berderai deras, membasahi marmer dingin.

"Kak Ameer... Tania mohon... Cukup, Kak... Jangan memarahi Filio..." tangis Tania pecah, suaranya menyayat hati siapa pun yang mendengarnya.

Ameer tertegun, menunduk menatap Tania yang bersimpuh di kakinya. "Tania? Apa yang kamu lakukan?! Berdiri! Kenapa kamu malah membela orang yang sudah menyiksamu?!"

"Tania mohon, Kak..." terisak-isak Tania, menatap Ameer dengan mata yang dipenuhi rasa takut dan kepasrahan yang teramat sangat. "Filio tidak salah... Tania yang salah karena tidak becus melayaninya... Tania yang kurang hati-hati..."

"Tania!" panggil Ameer tak percaya akan kebaikan adiknya yang sudah di luar nalar.

"Jangan hukum Filio, Kak..." bisik Tania dengan napas tersengal-sengal. "Kalau Kak Ameer marah dan menghukum Filio... Filio akan semakin membenci Tania... Nanti kalau Kak Ameer pergi lagi ke Amerika... siapa yang akan menemani Tania di sini jika semua orang makin membenci Tania? Tania tidak mau punya musuh, Kak... Tania cuma mau hidup tenang di rumah ini bersama Kakek..."

Mendengar kata-kata itu, pertahanan keras Ameer runtuh seketika. Jiwa lembut Taniza yang selalu mementingkan kedamaian, selalu mengalah, dan takut dibenci oleh orang lain memancar dengan begitu murni sekaligus menyedihkan. Tania rela menelan semua rasa sakit fisik demi tidak menimbulkan rasa dendam baru dari Filio.

Ameer berlutut di hadapan Tania. Ia merengkuh tubuh kurus gadis itu ke dalam dekapan hangatnya. Ameer memejamkan mata erat-erat, membiarkan air matanya sendiri menetes ke bahu Tania.

"Kenapa kamu begitu baik, Tania...? Kenapa kamu selalu mengalah seperti ini...?" bisik Ameer parau, hatinya hancur berkeping-keping.

Di balik pelukan Ameer, Filio yang masih gemetar ketakutan justru menatap Tania dari balik punggung ibunya dengan kilatan kebencian yang makin membara. Bagi Filio, kebaikan dan tangisan Tania hanyalah drama untuk mendapatkan simpati dari Ameer.

Di sudut ruangan, Chana menggertakkan giginya rapat-rapat. Kepulangan Ameer yang mendadak dan pembelaan Tania yang begitu kuat telah mengubah peta permainan di Mansion Hasanuddin. Namun di dalam otaknya yang licik, Chana mulai menyusun rencana lain yang jauh lebih halus dan mematikan untuk melenyapkan Tania tanpa harus berhadapan langsung dengan kemarahan Ameer.

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!