NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 11

Beberapa saat kemudian ponsel Layla berdering, telfon masuk dan ia buru-buru mengangkatnya.

"Ia Hallo, siapa ini?" Layla menjawab telefon.

"Kami dari pinjaman praktis menawarkan bunga pinjaman rendah kepada anda...." kata wanita di sebrang telefon. Belum sempat merampungkan promosinya Layla buru-buru memotong dan mengomeli wanita itu.

"Hei! Dengar ya! Aku ini sudah banyak hutang dan aku harus menggadaikan diriku untuk melunasinya! Kamu bukannya meringankan beban ku tapi malah menyuruhku hutang lagi?! Manusia macam apa kau?!" Layla marah lalu menutup telfon.

Ponselnya pun berdering kembali sampai beberapa kali dan isinya pun sama yaitu iklan pinjol, seakan semesta tau situasi masalah Layla saat ini, namun ia menolak semua tawaran itu dengan judes. Dering ponsel kembali bunyi lalu Layla mengangkat telfon itu, ia memasang sikap yang galak agar sang penelfon berhenti menggangunya,

"Heh! Sudah ku bilang aku tidak butuh pinjol! Jangan hubungi aku lagi!" Layla meninggikan suaranya.

"Hallo Layla" jawab orang itu.

Ternyata orang yang menelfon Layla adalah Zhao Lee, ia menelepon untuk memastikan keadaan Layla. Setelah Layla tau yang menelfon itu Zhao Lee, ia buru-buru menutup telfon tanpa sepatah kata pun.

Setelah memastikan Layla baik-baik saja, Zhao Lee kembali sibuk bekerja memimpin perusahaan.

Notifikasi chat masuk ke ponsel Layla, isinya kabar bahwa teman lama Layla masuk rumah sakit akibat kecelakaan kerja. Layla buru-buru bersiap pergi ke rumah sakit menjenguk teman lamanya itu.

Layla tak mendengar pengumuman resmi rumah sakit, melainkan percakapan yang mencurigakan di lorong rumah sakit.

Keluarga pasien berkata pelan di ponsel dengan seseorang yang misterius,

''Kami mau membayar berapa pun asal kami bisa segera mendapat jantung yang sehat untuk anak kami,"

Layla yang tertarik dengan percakapan itu kemudian mendekat dengan langkah pasti lalu menanyakan kejelasannya.

Layla bertanya pelan...

"Maaf permisi. Pak Bu. Apa benar kalian membutuhkan jantung yang sehat untuk anak kalian?"

Mimik wajah kedua orang itu panik seakan takut kejahatannya terbongkar.

"Tidak usah takut, saya akan bantu.

Kalau memang kalian benar-benar membutuhkan donor... saya bersedia. Tapi saya punya satu syarat. Saya membutuhkan uang dalam jumlah besar," ucap Layla.

Kedua orang itu langsung bingung tapi ada perasaan lega karena ada harapan yang muncul secara tiba-tiba.

"Apa kamu yakin?" tanya salah satu dari mereka.

''Saya yakin,'' ucap Layla mantap.

"Baiklah saya akan telfon orang yang bisa mengurus ini," ucap bapak itu.

Tak diduga di sana ada dokter Ian, teman Zhao Lee. Ian tau Layla adalah istri Zhao Lee. Zhao Lee sendirilah yang memberi tau Ian tentang hubungannya dengan Layla sebagai rahasia antar sahabat dekat.

Ian tak sengaja mendengar transaksi ilegal jual beli organ di tempat ia bekerja, dia panik lalu menelpon Zhao Lee untuk segera datang menjemput Layla.

"Hallo, Zhao Lee . Cepat datang ke rumah sakit aku melihat Layla disini. Aku mendengar dia tertarik untuk menjual jantungnya pada pasien yang ada di rumah sakit ini. Jika ini terjadi tamatlah sudah semuanya, orang yang berhubungan dengan semua ini semua termasuk aku bisa kena kasus hukum. Aku akan mengulur waktu sampai kamu datang," kata dokter Ian.

Tangan Zhao Lee gemetar saat mendengar kabar tersebut, ia langsung merescedule semua jadwal meeting hari itu.

Zhao Lee lari menuju mobil lalu memacu mobil itu dengan cepat, ia tak ingin melewatkan kesempatan yang di berikan.

Setelah sampai di rumah sakit, Zhao terkejut bahwa benar Layla ada di sana. Dengan langkah yang tenang dan cepat Zhao Lee menegur Layla cukup keras.

"Layla! Apa yang kau lakukan disini?!"

Layla menjawab dengan santai..

"Aku hanya punya sedikit urusan di sini."

Mimik wajah Zhao Lee merah padam...

"Pulang!!" ucap Zhao Lee tegas.

Kemudian Ia memanggul Layla dengan paksa dan membawanya pulang. Sesampainya di rumah terjadilah pertengkaran diantara mereka.

Raut wajah marah Zhao Lee tergambar jelas, ia juga meninggikan suaranya.

"Dasar wanita gila! Mau apa kamu ada disana?! Mau apa kamu dengan wali pasien itu?! Kau mau jual jantung mu?! Otak mu di mana?!"

Layla sepontan menjawab..

"Itu bukan urusan kamu! Yang penting kan hutangku lunas! Dan aku tidak perlu lagi jadi pelacur mu!"

Layla juga tak ingin kalah. Ia mengeluarkan rasa amarahnya yang sebenarnya ia tujukan ke dirinya sendiri karena ketidakberdayaannya.

"Lalu bagaimana dengan keluargamu?! Apa kau tidak peduli dengan mereka?!" sahut Zhao Lee.

"Justru karena aku peduli dengan mereka! Aku mau lakukan apapun untuk mereka. Aku enggak mau mereka punya ibu seorang PSK Mereka akan malu punya anggota keluarga seperti aku" ucap Layla.

Mendengar hal itu membuat emosi Zhao semakin memuncak. Dia menarik tangan Layla lalu mengurungnya di kamar.

"Zhao Lee!! Buka pintunya!" teriak Layla sambil menggedor-gedor pintu kamar.

Tak menggubris Layla, Zhao Lee pergi begitu saja. Kemudian Zhao Lee memanggil bibi Tari untuk terus mengawasi Layla.

"Bibi Tari, awasi Nyonya Layla jangan biarkan dia bertindak yang macam-macam" kata Zhao Lee tegas.

"Baik, tuan...." Jawab bibi Tari.

Waktu pun berlalu menjadi malam. Layla masih terkurung di kamar itu.

Ia juga tak mau makan atau minum sedikitpun setelah pertengkaran itu berakhir.

Sikapnya yang keras kepala untuk menolak makan, membuat bibi Tari khawatir. Ia takut di salahkan jika ada sesuatu yang terjadi kepada Nyonya Layla.

Akhirnya bibi Tari menelfon Tuan Zhao Lee untuk menanyakan apa yang harus di lakukannya, mengingat ini sudah larut malam.

"Hallo Tuan, selamat malam, maaf mengganggu waktu anda. Nyonya sejak siang tidak menyentuh makananya,Tuan. Saya harus bagaimana?" bibi Tari bingung.

Zhao Lee menjawab santai.

"Biarkan saja dia, nanti kalau lapar dia akan makan sendiri. Aku akan segera sampai rumah."

"Baik, Tuan" ucap bibi Tari.

Sesampainya di rumah, Zhao Lee langsung menuju kamar tempat dimana Layla di kurung.

Ia berhenti di depan pintu beberapa saat.

Zhao Lee melirik makanan yang masih utuh tergeletak di depan pintu. Ia menghela nafas lalu membuka pintu dan masuk kamar untuk menemui istri kontraknya itu.

Posisi Layla saat itu sedang berdiri melihat keluar jendela, lampu kamar sengaja di matikan.

Layla memandangi bulan dan bintang yang terlihat bersinar dan bebas di atas sana. Cahaya bulan yang masuk ke kamar membuat suasana malam yang dingin semakin terasa.

Layla berdiri membisu di bawah cahaya rembulan yang menyelinap melalui jendela. Sinar keperakan itu membuat wajahnya tampak semakin lembut, namun kesedihan di matanya justru terlihat semakin jelas.

Zhao Lee terpana melihat kecantikan Layla, apalagi di tambah ia mengenakan gaun malam yang tipis. Siluet tubuh indahnya terlihat jelas di mata Zhao Lee.

Untuk sesaat, kemarahan Zhao Lee memudar. Yang tersisa hanyalah rasa takut kehilangan wanita yang selama bertahun-tahun memenuhi pikirannya.

Walaupun sang kekasih telah melakukan kesalahan yang membuatnya takut, ia tetap ingin menjaga cahaya permatanya tidak pudar.

Tak ada yang tahu apakah perasaan yang dipendam Zhao Lee selama bertahun-tahun akan berakhir sebagai cinta... atau justru berubah menjadi penyesalan.

Layla pun seolah tak ingin menyerah begitu saja memberikan hatinya kepada sang Tuan.

Zhao Lee terdiam sejenak..

"Kamu tidak lapar?" tanya Zhao Lee.

Dan Layla hanya diam tanpa menggubris keberadaan Zhao Lee.

Zhao Lee mencubit batang hidungnya.

"Ahh ternyata kamu sedang mencoba untuk mati kelaparan rupanya,'' ucap Zhao Lee.

Layla melirik ke arah Zhao Lee, namun masih enggan menatap wajah brengsek itu dan dengan ketus Layla bertanya..

"Mau apa anda di kamar saya?"

Zhao Lee menanggapinya dengan santai sambil tersenyum tipis, lalu ia berbaring di tempat tidur Layla.

''Menurut mu apa ,Layla?" ucap Zhao Lee.

Layla melirik ke arah Zhao Lee dengan dingin...

"Kembalilah ke tempat tidur anda Tuan,"

Keheningan kembali memenuhi ruangan. Perang dingin di antara mereka pun dimulai lagi.

''Ohh kamu sedang mencoba mengusir ku? Tidak kah kau lupa asal usul mu Layla?"

Layla diam...

"Hangatkan kasur ini bersamaku, Layla. Ini bukan tawaran tapi perintah," ucap Zhao Lee tegas.

Dengan tegas Layla menolak perintah itu..

"Saya menolak. Silahkan saja anda tidur di sana saya akan tidur di lantai,'' ucap Layla.

Zhao Lee menghela nafas panjang...

"Apa kau berpikir aku sedang berbaik hati? Jangan memancing kemarahanku lebih jauh, Layla. Aku tak mau menghukum mu lebih dari ini," ucap Zhao Lee tenang.

Layla keras kepala...

"Jawaban ku tetap tidak. Tidur satu kasur bersama orang seperti mu membuatku...," ucap Layla.

Belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Zhao Lee sudah menegur Layla dengan keras.

"Layla!!," ucap Zhao Lee.

Sekejap Layla terdiam, aura dingin Zhao Lee mendominasi. Membuat Layla serasa tak berkutik.

"Sial"

Lagi-lagi satu kalimat itu yang bisa Layla ucapkan di depan Zhao Lee dengan lirih.

Karena tekanan yang terlalu kuat dari Zhao Lee, terpaksa Layla menuruti apa yang di inginkan Tuannya. Ia berjalan perlahan menghampiri pinggiran kasur dan duduk sejenak membelakangi Zhao Lee.

Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Layla. Hanya keheningan yang membisu.

"Berbaringlah di dekat ku, Layla. Aku tak meminta lebih malam ini," Zhao Lee.

Ia kembali tenang.

Lalu Layla mengikuti instruksi yang di berikan Zhao Lee kepadanya.

Layla berbaring membelakangi Zhao Lee, Ia masih tidak mau melihat laki-laki yang ia benci di belakangnya.

Tanpa di duga Zhao Lee memeluk lembut Layla dari belakang dan berbisik halus namun dingin.

"Jangan pernah mencoba membuang hidupmu lagi, Layla. Sebelum orang lain mengambilmu, aku akan lebih dulu menghentikanmu." ucap Zhao Lee.

Dada Zhao Lee terasa sesak saat teringat kejadian di rumah sakit tadi siang, ia tak bisa membayangkan jika Layla benar-benar menjual jantungnya.

Ia mengigit bibir bawahnya.

Hatinya berkata..

"Hari ini aku hampir kehilangan mu, jika Ian tak menelfonku tepat waktu..."

Zhao Lee mengeryitkan kening dan mempererat pelukannya. Layla tak merespon apa-apa.

Wanita keras kepala ini selalu berhasil membuat Zhao Lee meninggalkan pekerjaan pentingnya hanya demi mengejar Layla.

Zhao Lee menatap punggung Layla yang membelakanginya lalu berkata dalam hati,

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambilmu dariku, bahkan jika orang itu adalah dirimu sendiri."

Zhao Lee memejamkan mata sambil tetap mendekap erat Layla, seolah takut wanita itu akan menghilang begitu saja jika ia melepaskan pelukannya.

Sementara itu, Layla tetap membuka matanya menatap keluar jendela yang besar.

Tubuhnya memang berada dalam pelukan Zhao Lee, tetapi hatinya telah membangun tembok yang jauh lebih tinggi daripada dinding kamar itu.

Malam berlalu tanpa sepatah kata lagi. Mereka berbagi satu ranjang, tetapi tidak pernah benar-benar saling memiliki.

****************

Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baru sembuh udah di suruh nikah. enggak beres ini si paman nya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dih
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
makin parahlah obsesi nya. enggak heran
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kamu ini perempuan loh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
siapa itu?
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
Lenny Utami: lebih takut ke Zhao Lee seh ini /Sweat/
total 1 replies
james
akal-akalan cindo
james: awokawok
total 2 replies
james
untung saja dikasih
james
akit sih/Sweat/
RahmaYesi
Yok Monggo Layla, bawa aja Zhao Lee ke neraka sekalian
Lenny Utami: ya jangan dong ntar GK ada vilainnya 🤣
total 1 replies
RahmaYesi
waduhhhh 🫣
RahmaYesi
Benar banget, Zhao Lee curang
RahmaYesi
Loh loh loh....
Lenny Utami: ngapa mak
total 1 replies
Lenny Utami
Layla kamu yakin baik² saja?
Lenny Utami
Layla dah move on🤧
رزقي سانتوسو
berpikir positif: mungkin lagi sakit🙃
Lenny Utami: ayolahh traveling lahh 🤣🤣
total 1 replies
arsyila putri
waw, fantastis nilainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!