NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 Ragebait By Da Xie

Beberapa hari kemudian...

Brakk!!

"Maharani Agung!!" Dayang Ra dengan tergesa-gesa masuk kedalam kamar Da Xie. Dia terlihat panik dan resah seolah melihat langit sedang runtuh diluar.

"Humm??" Da Xie yang masih setengah sadar bangkit dari tidurnya. Ia mengucek matanya dengan santai dan bahkan masih sempatnya untuk melakukan peregangan tangan dikala Dayang Ra terlihat panik itu.

"Maharani Agung. Anda harus cepat-cepat bersiap. Huhu... Saya takut Maharani aguuungggg." Dayang Ra merengek sembari tubuhnya bergerak kesana kemari menyiapkan air mandi serta pakaian berganti Da Xie.

"Oh? Begitu?" Da Xie terlihat tidak peduli, ia bahkan sebenarnya masih setengah sadar untuk mencerna setiap ucapan Dayang Ra.

Da Xie tiba-tiba berbaring kembali dikasur-nya. Dayang Ra yang sudah siap untuk memandikan Da Xie menjadi heran melihat tingkah Maharani Agungnya.

"Maharani Agung. Kenapa anda malah berbaring lagiii. Ayo bersiapp." Dayang Ra menarik tangan Da Xie dan mencoba membuatnya bangkit kembali.

Da Xie merengek kesakitan akibat tarikan Dayang Ra, "Aku kan masih ngantuk. Lima menit lagi." Rintih Da Xie.

"Tapi Maharani Agung–" Ucapan Dayang Ra terpotong ketika terdengar suara hiruk pikuk diluar kamar.

Da Xie juga mendengar suara itu, tanpa sadar jiwa kepo nya membuatnya bangkit dari kasur dan melihat keluar.

"Ada apa ini?" Da Xie berucap sambil melongok keluar dari paviliun-nya. Disana, Da Xie bisa melihat sosok Dayang Ya yang sedang berbicara dengan Panglima yang kemarin Da Xie temui.

"Ah... Maaf kalau ini mengganggu Maharani Agung. Tetapi, Panglima Sun berkata kalau beliau ingin anda untuk–" Dayang Ya menghentikan ucapannya ketika Panglima Sun maju selangkah untuk berbicara secara langsung dengan Da Xie.

"Maharani Agung, saya tidak punya waktu untuk basa-basi, jadi maafkan saya kalau saya terlalu lancang. Tetapi, kami sangat membutuhkan anda untuk pergi ke paviliun utama dengan segera. Para pejabat juga sudah menunggu anda." Panglima Sun berbicara dengan nada tegas.

Da Xie menatap Panglima Sun beberapa saat, ia terlihat linglung dan tidak tahu harus berbuat apa. Maklumlah, Da Xie baru bangun tidur dan langsung disuguhi wajah ganas Panglima Sun yang menggo– Ehem, mengerikan.

Melihat Da Xie yang tidak bergerak sama sekali, Dayang Ya segera mengambil tindakan. Dayang Ya memegang lengan Da Xie dan menariknya masuk. "Kalau begitu, saya akan membantu anda bersiap-siap Maharani Agung."

Panglima Sun berbalik pergi setelah ucapan Dayang Ya itu. Setelah itu, Dayang Ra yang sedari tadi bersembunyi dibalik pintu akhirnya muncul keluar.

"Huft... Panglima itu menyeramkan yah. Tapi tampan sih..." Ucap Dayang Ra asal bunyi.

"Dayang Ra!! Lebih baik kita bantu Maharani Agung bersiap-siap saja!" Dayang Ya yang mendengar ucapan nyeleneh kakaknya itu segera memperingati nya dengan sorit mata tajam.

"Hehe... Baiklah Maharani Agung, mari kita bersiap."

"Hah? Oh, baiklah." Jawab Da Xie masih seperempat sadar.

...****************...

Setelah mandi dan wangi, Da Xie didampingi kedua Dayang kesayangannya pergi menuju paviliun utama. Dalam perjalanan, Da Xie yang sudah full sadar akhirnya berbicara.

"Jadi, kenapa kita pergi ke paviliun utama?"

"Sebenarnya ini adalah masalah yang cukup serius Maharani Agung. Dari apa yang saya dengar, perwakilan kekaisaran tetangga datang langsung ke kekaisaran Zhang kita ini karena mereka menemukan sebuah surat aneh yang menyatakan kalau kekaisaran Zhang kita telah menodai kehormatan kekaisaran tersebut." Jelas Dayang Ra panjang lebar.

"Saya tidak tahu apa masalah mereka. Tapi mana mungkin kekaisaran Zhang kita melakukan hal seperti itu. Pasti ada fitnah disini." Dayang Ya ikut menimpali.

Da Xie tiba-tiba teringat dengan surat yang ia tulis beberapa hari yang lalu. Ah, mungkinkah surat itu yang telah menyebabkan semuanya? Tapi itu bagus juga sih, dengan begini tujuan Da Xie bisa terpenuhi.

Selama Da Xie memikirkan hal tersebut, tahu-tahu dirinya sudah berada di paviliun utama tempat rapat akan diadakan. Kedua Dayang membungkuk memberi salam perpisahan. Da Xie kemudian masuk kedalam ruangan sendirian.

"Maharani Agung Zhang Da Xie memasuki ruangan!!!" Salah seorang menteri yang ada didalam berteriak. Seketika itu juga semua orang berdiri dari duduknya masing-masing.

Da Xie berjalan disepanjang karpet merah menuju singgasana-nya. Disepanjang jalan, Da Xie bisa melihat kalau ada meja rendah di kanan dan kirinya berisi orang-orang yang sepertinya adalah orang-orang terhormat disini.

Begitu dirinya sampai, Da Xie mendudukkan bokongnya senyaman mungkin. Salah satu menteri yang ada disana mulai berbicara. "Karena Maharani Agung sudah berada disini, Marilah kita mulai rapat ini. Jadi, perwakilan kekaisaran Han yaitu putri Han Li Ya dipersilahkan untuk berbicara."

Menteri itu menunjuk seorang wanita yang ada dimeja paling ujung. Dia adalah satu-satunya wanita lain selain Da Xie yang ada ditempat rapat ini.

"Aku tidak akan basa-basi. Aku hanya ingin mengetahui satu hal. Apa maksud kekaisaran Zhang mengirimkan surat ini!! Apakah kalian memang sengaja mengejek kekaisaran Han kami yang agung?!!" Wanita itu menunjukkan sebuah kertas sembari berteriak marah kearah Da Xie.

'Oh... Jadi surat itu beneran ampuh ya.' Batin Da Xie.

"Kekaisaran Han itu memang bodoh atau bagaimana sih? Bisa saja surat itu adalah kesalahan. Tapi, mereka malah menganggap serius masalah ini." Da Xie dengan sengaja memancing amarah wanita itu.

"A–Apa?!! Meskipun kami itu bla bla bla bla lalu bla bla bla tetapi bla bla bla!!" Wanita tersebut kemudian yapping banyak hal, Da Xie tak benar-benar paham apa yang dibicarakannya.

'Suaranya mirip burung cicit yah... Berisik.'

Ketika masih mendengarkan ocehan wanita itu, tiba-tiba saja Adipati Yan yang berada tak jauh dari Da Xie berbisik kepada Da Xie.

"Maharani Agung. Apa anda benar-benar serius mengatakan itu? Dia adalah Putri Han Li Ya. Wanita yang sudah mencapai ranah kultivasi ke-6 dan sangat menjunjung tinggi harga diri. Jika anda tak segera meminta maaf, maka Putri Han Li Ya bisa saja mengamuk dan mengirimkan satu pleton pasukan untuk menyerang kekaisaran Zhang kita. Kalau kekaisaran Zhang kita melawan pasukan Kekaisaran Han ditambah dengan Putri Han Li Ya yang kekuatannya tidak main-main, maka kita tak punya kesempatan menang."

"Oh, begitu kah?"

"Iya. Dulu ketika masa mudanya. Putri Han Li Ya bahkan pernah menguasai dua kekaisaran yang lumayan besar bersama pasukannya. Jadi, kita tak boleh meremehkan mereka."

"Baiklah sekarang aku paham."

Adipati Yan senang dengan respon Da Xie. Dia kemudian meninggikan suara setelah Han Li Ya berhenti berbicara.

"Ehem... Putri Han Li Ya, sepertinya ada kesalahpahaman. Tadi Maharani Agung belum sepenuhnya sadar karena beliau habis bangun tidur. Sekarang, beliau sudah sadar dan akan meluruskan kesalahpahaman ini."

Adipati Yan menunjuk Da Xie untuk berbicara. Tetapi kata-kata yang keluar dari mulut Da Xie malah membuatnya melongok tak percaya.

"Hei kau. Ternyata tidak hanya bodoh, kau juga sangat kekanak-kanakan! Tidak bisa menjaga martabat sebagai seorang putri dan malah berbicara panjang lebar seperti burung pipit. Benar-benar memukan. Apakah semua orang di kekaisaran Han itu seperti ini?"

"H–Hah?!! Baiklah!! Sudah cukup main-mainnya! Aku sudah muak dengan kalian kekaisaran Zhang yang beraninya berbicara seperti itu tentang kekaisaran Han kami yang agung!!! Lihat saja, aku pasti akan membalas penghinaan ini!! Jadi, jangan salahkan aku yang terlalu keras pada kalian!!"

Setelah mengucapkan kalimat itu, Putri Han Li Ya keluar dari ruangan sembari terus menatap tajam Da Xie. Ia bahkan memberikan gestur jari tengah kepada Da Xie.

Adipati Yan yang ada disebelah Da Xie memegangi kepalanya dengan pusing. Para menteri lain juga kebingungan dan bahkan ada yang sampai pingsan.

Tetapi, dikala semua kegaduhan itu, hanya da satu orang yang masih tetap santai saja. Tentu saja itu Da Xie. Bukannya memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya, Da Xie malah memikirkan hal yang tidak penting.

'Oh~ Aku baru tahu kalau dizaman ini mereka juga menggunakan jari tengah.' –Maharani Agung Zhang Da Xie.

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!