NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Tiga kali

Hari Senin di awal bulan memaksa semua untuk bersemangat. Di sebuah toko bunga yang terselip di ruko-ruko fashion dan kuliner, semua pekerjanya terlihat begitu sibuk. Hari ini mereka mendapat pesanan bucket bunga mewah yang harganya lumayan menguras kantong dan tentunya tidak bisa disepelekan. Selain itu 100 bucket mini dan papan ucapan ikut menyertai. Belum lagi pesanan untuk pelanggan tetap yang harus di antar setiap Senin. entah amalan apa yang selalu dilakukan Rani sehingga mendapat pesanan yang begitu fantastis di toko bunga kecil miliknya.

Suara lonceng terdengar bersamaan dengan pintu toko bunga yang terbuka. Seorang gadis dengan balutan celana training abu-abu kemudian dipadukan kaos polos berwarna putih masuk dengan wajah sembab, efek begadang sebab semalam maraton film yang mendadak ditemui saat menjelang tidur. Laras, gadis itu langsung menyimpan tas ke dalam loker begitu sampai di toko bunga milik Rani, sahabat yang selalu memaafkan kebiasaan buruknya.

"Manusia ini kenapa baru datang? kami kerepotan dari tadi menyiapkan semua pesanan, kamu dengan santainya malah datang terlalu siang. Aishh menyebalkan!" Rani mengomel begitu melihat kedatangan Laras. Suaranya menggelegar ke segala penjuru. Beberapa pegawai hanya melirik sekilas, sudah biasa mendengar drama yang dilakukan bos mudanya itu.

"Hey hey aku berangkat sesuai jadwal buka toko ya," serga Laras membela diri. Gadis itu langsung membatu membuat buket bunga mini. Hanya melihat sekilas, dirinya sudah tau apa yang harus dilakukan.

"Kan sudah aku bilang di grup agar besok datang lebih awal karena kita memiliki banyak banget pesanan, kamu pasti enggak buka grup lagi." Tuduhan Rani tepat sasaran. Laras hanya melirik, gadis itu masih belum bertenaga untuk membalas kalimat Rani. "Gajimu aku kurangi 10%"

"Siappppppp."

Bukan tanpa sebab Rani memotong gaji Laras, gadis itu tidak ingin ada kecemburuan di antara karyawan. Walaupun bersahabat, Rani tetap memberikan hak sesuai sebagaimana mestinya. Ada kewajiban, ada hak. Tidak melakukan kewajiban, ada hak yang tidak dipenuhi pula.

Keadaan toko semakin panas menjelang siang, bukan karena AC ataupun kipas angin yang tidak menyala. Kerja keras mereka harus segera diselesaikan karena pemesan sudah mengirim telepon untuk segera diantarkan.

Rani sebisa mungkin untuk tenang, gadis itu selalu saja panik saat mendapat pesanan dalam jumlah besar. Efek samping toko yang tidak terlalu terkenal dan memiliki pesanan rata-rata. Sekali ada yang pesan banyak langsung excited.

"Udah pesen kargo?" Tanya Laras.

Rani mengangguk, "lima menit lagi sampai."

Dan benar saja, lima menit berikutnya sebuah mobil box berhenti tepat di depan toko bunga mereka.

"Ayo semua pesanannya dibawa, jangan ada yg tertinggal loh yaa... ." Rani memerintah anak buahnya untuk mengangkut semua pesanan. Sedangkan gadis itu segerah menghubungi pihak pemesan, menginfokan jika pesanan mereka akan segera diantar.

Rani juga memesan taksi online untuk dirinya dan teman kerja, merek juga ikut mengawal, memastikan pesanan sampai dengan selamat.

Di tempat berbeda, Aditya bersama beberapa teman dekatnya sedang berkumpul di sebuah ruang VIP. Salah satu fasilitas yang ada di bangunan itu.

"Cukup satu lagu abis itu loe bisa makan sepuasnya." suara bariton itu mengalihkan perhatian Tommy.

Asisten Aditya yang sejak tadi tengah sibuk dengan ponselnya. Di sana, dia sedang mengatur persiapan untuk nanti Aditya tampil. Saat ini, keduanya tengah menghadiri acara pembukaan sebuah restoran casual dengan gaya minimalis dengan sedikit nuansa romantis. Bisnis baru yang di rintis oleh kakak kelas Aditya saat masih SMP dulu. Dean, salah satu kakak kelas yang paling dengan dengan Aditya.

Awalnya, cowok itu menawarkan ruang VIP khusus untuk Aditya, anggap saja sebagai bayaran. Namun Aditya menolak keras. Baginya, makan bersama para fans jauh lebih nikmat, alasan sebenarnya karena hanya ingin mendengar sanjungan fans terhadap dirinya. Memang Sangat Aditya sekali!

"Masalah Royalty?" tanya Tommy, cowok itu tidak ingin artisnya tersangkut masalah karena menyanyikan lagu orang lain.

"Aman, udah gue urus... Eh gue tinggal ya, mau ngecek persiapan." Pemilik restoran itu pamit, Tommy dan Aditya mengangguk. Keduanya kembali fokus pada urusan masing-masing.

Aditya beranjak dari tempatnya, pergi ke toilet untuk memandang wajah gantengnya di cermin besar. Sebuah karya seni original, mahakarya Tuhan yang tiada tandingannya. Cowok itu menyemprot parfum dibeberapa titik tubuh, kemudian menghirup sendiri, memastikan tidak berlebihan atau wanginya akan membuat semua orang mual.

Setelah merasa dirinya cukup sempurna, Aditya jalan-jalan sejenak, penasaran dengan persiapan pembukaan restoran yang didirikan Dean. Beberapa pegawai lalu-lalang dan padangan Aditya berhenti pada sosok gadis berpakaian santai. Gadis yang akhir-akhir ini seperti peneror karena selalu muncul dalam pikirannya. Aditya tidak menyangka dunia sesempit ini. "Sudah tiga kali pertemuan, walaupun satunya disengaja. Fiks, ini pasti ada apa-apanya," batin Aditya.

Cowok itu terus mengamati Laras dari jauh, Laras sedang memindahkan buket dari mobil dan meletakkannya diatas meja yang sudah disiapkan untuk menyambut para calon pelanggan. Beberapa kali terlihat Laras tersenyum singkat, sangat tulus dalam penglihatan Aditya, tidak seperti saat bertemu dengannya. Beberapa kali juga berbincang dengan orang disekelilingnya.

Adegan itu, saat tiba-tiba Dean menyalami tangan Laras dan pemilik toko bunga. Walaupun hanya basa-basi, entah mengapa Aditya jadi sebal. Ego mengalahkan segalanya, termasuk harga diri. Aditya dengan tidak tahu malu langsung mendatangi mereka, menyapa dengan penuh drama.

"Wahh, ketemu lagi sama Laras dan Kak Rani." Aditya menatap keduanya bergantian. "Hayy... " Aditya menjulurkan tangan, bersalaman dengan Rani yang masih terkejut karena Aditya tahu namanya. Namun saat gantian pada Laras, tangan Aditya menggantung di udara sebab Laras sama sekali tidak peduli.

Gadis itu malah memberi peringatan. "Panggil aku Kak!" Laras mengerti keadaan dan langsung membangun tembok dari awal. Laras tidak bodoh, gadis itu tahu jika Aditya sedang penasaran dengannya.

"Ah iya, Kak Laras." Aditya menarik tangannya kemudian menggaruk kepala. Sedangkan dalam hati mulai memaki.

"Awas aja, tunggu akibatnya karena udah bikin gue malu!"

"Aduh adek gantenggg, kayaknya akrab banget sama Laras? Apa ada sesuatu yang aku enggak tau?" Rani menatap keduanya, gadis itu menyenggol bahu Laras. "Kalian backstreet ya?" walau tidak yakin, pertanyaan itu terucap begitu saja.

Dean ikut penasaran, pun memastikan sesuatu sebelum bertindak. Yeah, cowok itu memiliki ketertarikan singkat pada Laras di awal mereka ketemu. Namun agaknya gadis itu sudah menjadi incaran Aditya.

Laras berbisik, "enggak mungkin backstreet sama bocah playboy kaya dia, narsistik."

Sialnya, bisikan itu masih bisa didengar oleh Aditya. Dean yang turut mendengar langsung tersenyum remeh ke arah Aditya. well, tidak semua gadis menyukai Aditya ternyata.

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!