Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.
Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.
Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Waktu sisa hari itu dihabiskan Budi dengan bekerja seperti biasa tanpa ada masalah.
Jam pulang kantor tiba dan Budi langsung bergegas pulang menuju kosannya.
Malam ini dia berniat untuk kembali memutar dadu nasibnya.
Setibanya di kamar kos Budi segera membersihkan badan dan duduk bersila di atas kasurnya.
Waktu di jam dinding kamarnya tepat menunjukkan pukul delapan malam.
Ting.
Layar hologram sistem Monopoli muncul menembus dimensi dan bersinar sangat terang di kamarnya.
Papan permainan yang canggih itu terlihat sangat mengundang.
Kotak dialog harian langsung muncul menyapa Budi di tengah layar.
Pengguna mendapatkan satu kali lemparan dadu gratis hari ini.
Silakan sentuh dadu virtual untuk melanjutkan langkah kekayaan anda.
Budi tersenyum lebar dan langsung menyentuh dua buah dadu putih yang melayang di udara itu.
"Sistem, berikan aku sesuatu yang jauh lebih besar malam ini."
Klak klak klak.
Budi mengguncang dadu itu dan melemparkannya ke atas papan virtual.
Kedua dadu itu berputar sangat kencang dan memantulkan cahaya biru di setiap putarannya.
Dadu pertama berhenti di angka tiga.
Dadu kedua berguling menabrak pinggiran papan dan ikut berhenti di angka tiga.
"Enam langkah maju dan aku dapat lemparan ganda lagi karena angkanya kembar."
Budi mengepalkan tangannya ke udara merayakan keberuntungannya yang sedang bagus.
Avatar chibi Budi di atas papan kembali melompat lincah menyusuri jalanan Monopoli.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.
Avatar itu berhenti di sebuah petak berwarna hijau tua yang bergambar secangkir kopi beruap.
Tulisan di bawah petak itu berbunyi Petak Properti Kedai Kopi Senja.
Sebuah kotak notifikasi emas berukuran sedang langsung terbuka di depan mata Budi.
Selamat, pengguna menginjak Petak Properti baru.
Sistem telah mengakuisisi lima persen kepemilikan saham dari Kedai Kopi Senja tanpa sepengetahuan pemilik asli.
Pengguna kini berhak menerima lima persen dari setiap keuntungan bersih yang didapatkan oleh kedai tersebut.
Budi membaca notifikasi itu dengan perasaan yang sangat puas.
"Kedai Kopi Senja."
"Itu kan kafe tempat anak anak muda kantoran sering nongkrong sepulang kerja."
"Kafe itu selalu ramai setiap malam, ini pasti akan jadi sumber pemasukan pasif yang sangat besar."
Budi segera mengecek detail properti barunya itu dari layar menu samping.
Sistem memberikan estimasi pendapatan pasif harian dari kedai kopi itu sekitar seratus lima puluh ribu rupiah pada hari biasa.
Jumlah itu jauh lebih besar dari keuntungan awal gerobak nasi goreng Pak Mamat dulu.
Ting.
Sebuah notifikasi baru muncul mengingatkan Budi pada hak lemparan ekstranya.
Pengguna masih memiliki satu kali kesempatan lemparan dadu ekstra.
Silakan kocok dadu virtual kembali.
Budi mengambil dadu itu tanpa ragu ragu dan langsung mengocoknya.
Klak klak klak.
Dadu dilempar dan mendarat menunjukkan angka lima dan empat.
"Sembilan langkah untuk penutupan hari ini."
Avatar chibi Budi kembali berjalan menyusuri papan permainan melewati berbagai macam rintangan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan.
Karakter kecil itu mendarat di sebuah petak berwarna biru laut yang tenang dengan gambar sebuah buku terbuka.
Tulisan di bawah petak tersebut adalah Kesempatan Pengetahuan.
Budi mengerutkan keningnya karena ini adalah pertama kalinya dia menginjak petak berwarna biru laut.
Kotak notifikasi biru yang elegan muncul memberikan penjelasan.
Selamat pengguna menginjak petak Kesempatan Pengetahuan.
Sistem memberikan satu Item Ajaib bernama Buku Panduan Hukum Bisnis Manipulatif.
Sebuah buku tebal bersampul kulit hitam dengan ukiran emas perlahan muncul dari dalam layar.
Buku itu melayang turun dan jatuh tepat di pangkuan Budi.
Bruk.
Buku itu terasa sangat berat dan nyata saat Budi menyentuh sampul kulitnya.
Budi membaca deskripsi singkat yang muncul di layar hologram.
Buku Panduan Hukum Bisnis Manipulatif.
Kategori Item Pengetahuan Permanen.
Deskripsi saat pengguna membaca buku ini, seluruh pengetahuan tentang celah hukum bisnis, manipulasi kontrak, dan strategi penipuan korporat akan langsung masuk ke dalam ingatan pengguna secara permanen.
Buku ini hanya bisa dibaca satu kali sebelum hancur menjadi debu.
Mata Budi berbinar sangat terang membaca deskripsi item ajaib tersebut.
Ini adalah senjata pamungkas yang paling dia butuhkan untuk menghancurkan rencana licik Pak Anton.
"Sistem, kau benar benar mempersiapkanku untuk menjadi raja di dunia nyata."
Budi langsung membuka halaman pertama dari buku kulit hitam tersebut.
Wusss.
Cahaya putih langsung memancar dari dalam halaman buku dan menembus lurus ke dahi Budi.
Budi memejamkan matanya saat ribuan informasi, pasal pasal hukum, dan strategi manipulasi masuk ke dalam otaknya.
Proses itu hanya berlangsung selama sepuluh detik yang terasa sangat magis.
Buku di pangkuan Budi seketika berubah menjadi abu putih yang terbang ditiup angin tak kasatmata.
Budi membuka matanya dengan senyuman yang sangat mematikan.
Kini otaknya telah terisi penuh dengan cara cara elegan untuk menjebloskan Pak Anton ke penjara tanpa mengotori tangannya sendiri.
Malam ini Budi merasa bahwa dia bukan lagi sekadar karyawan rendahan yang bisa ditindas.
Dia adalah pemain utama di papan kehidupan yang nyata.
Note Author: Kita adalah MC di hidup kita sendiri ges😊