NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Ainun!" seru Laila yang terkejut saat melihat temannya di sana juga.

Dia jadi berpikir pasti yang bertengkar dengan Fajar itu adalah cucu dari Ainun. Laila jadi teringat jika beberapa hari yang lalu Fajar juga terlibat masalah di sekolah. Saat itu Malik yang datang, pria itu mengatakan jika bertemu dengan Ainun di sekolah Fajar. Yang bermasalah dengan Fajar juga cucu Ainun. Sekarang kenapa terulang kembali.

"Silakan masuk, Bu," ucap seorang guru menyadarkan lamunan wanita itu.

Laila pun duduk di samping cucunya, berhadapan dengan Ainun dan cucunya. Seorang guru menjelaskan jika Fajar dan Alif terlibat perkelahian di sebuah kantin. Laila dan Ainun sama-sama diam mendengarkan penjelasan guru tersebut.

Ainun untuk sementara mengesampingkan rasa penasarannya mengenai hubungan Laila dan Malik. Saat ini dia hanya ingin fokus masalah cucunya dulu. Padahal dulu dirinya dan Laila adalah teman baik. Bahkan menganggapnya seperti keluarga sendiri, tapi kenapa sekarang cucu mereka justru menjadi musuh.

"Saya hanya membela diri, Pak. Fajar yang mulai duluan," ucap Alif.

"Itu karena kamu sudah memanfaatkan opaku."

"Dia yang menawariku untuk membelikan barang-barang, aku juga tidak pernah meminta padanya."

"Tapi tidak seharusnya kamu menerimanya. Apalagi kamu membawa semua temanmu. Sudah berapa banyak uang yang dikeluarkan opa? Seharusnya uang itu ditabung untuk masa tuanya, tapi malah untuk dimanfaatkan oleh anak sepertimu."

"Opamu sendiri yang bodoh, kenapa mau dimanfaatkan oleh anak kecil sepertiku."

Laila yang tidak mengerti jalan ceritanya pun masih terdiam. Namun, secara garis besar dia mengerti. Mungkin yang dimaksud Fajar adalah Malik karena yang bisa melakukan itu cuma temannya. Malik memang sangat bodoh dalam urusan cinta, sampai-sampai harus melibatkan cucu dari Ainun, tapi Laila juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin dengan cara seperti itu Malik bisa mendekati Ainun lagi.

"Pak, mungkin ada kesalahpahaman diantara cucu-cucu kami, bisakah kami menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan saja," ujar Laila.

"Oma!" seru Fajar yang langsung mendapat pelototan dari omanya. Anak laki-laki itu pun terpaksa diam dengan menahan kekesalannya.

"Silakan, Bu, tapi karena Fajar dan Alif melakukan kesalahan di lingkungan sekolah, kami dari pihak sekolah tetap harus memberikan hukuman pada mereka agar ke depannya tidak ada lagi yang seperti ini. Apalagi kalau sampai dijadikan contoh teman-temannya yang lain, itu bukanlah hal yang baik."

"Silakan, kami sebagai keluarga akan menerima dan mendukungnya."

"Baiklah, Alif dan Fajar sama-sama harus membersihkan ruang guru, ruang perpustakaan dan menata buku dengan rapi, jangan sampai ada yang salah. Itu semua harus kalian kerjakan selama satu bulan. Kalian juga harus bekerja sama, jika tidak maka hukuman akan bertambah."

"Siap, Pak," jawab Alif dan Fajar secara bersamaan.

Setelah urusan mereka selesai, Ainun dan Laila pamit undur diri. Alif dan Fajar juga kembali ke ruang kelas karena memang pelajaran sekolah belum selesai. Sepertinya kedua anak itu perlu diberi pengertian agar tidak ada lagi pertengkaran.

Ainun jadi merasa canggung terhadap Laila. Keduanya berjalan beriringan menuju tempat parkir. Padahal kemarin semuanya terlihat baik-baik saja, tapi karena masalah cucu-cucu mereka, suasana jadi terasa tidak nyaman seperti ini.

"Ainun, mumpung kita di sini, makan siang bareng yuk!" ajak Laila.

Ainun mengangguk saja, dia meminta sopir untuk mengikuti mobil Laila karena memang temannya itu memintanya untuk ikut dengan mobilnya saja. Keduanya menuju sebuah restoran yang tidak jauh dari sekolah cucunya. Di sana pengunjungnya juga ramai, pasti makanannya juga enak.

"Maaf ya, kemarin cucuku memanfaatkan suamimu. Dia minta dibelikan banyak barang, tapi jangan khawatir aku akan menggantinya," ujar Ainun memulai pembicaraan.

"Hah! Memang kapan Mas Harun dimanfaatkan cucumu?"

"Harun? Bukankah suamimu Malik? Tadi cucumu bilang 'Opa Malik'."

Laila terdiam kemudian tertawa terbahak-bahak, membuat Ainun mengerutkan keningnya. Dia merasa tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan, tapi kenapa temannya ini malah tertawa.

"Kenapa kamu tertawa, Laila?"

Bukannya menghentikan tawanya, Laila tertawa semakin kencang dan itu membuat Ainun kesal karena dirinya merasa seperti diejek. Apa ada yang salah dari perkataannya? Bukankah memang benar Malik itu suaminya Laila, tadi Fajar sendiri yang mengatakan jika Malik adalah opanya. Bukankah berarti itu suaminya Laila?

Tunggu, bukankah bisa saja jika Laila dan Malik adalah besan, makanya Fajar memanggil Malik 'opa' dan Laila 'oma'. Ainun jadi meringis karena dia salah memikirkan hubungan di antara mereka.

"Maaf, aku tidak tahu kalau kamu itu besannya Malik. Aku pikir kamu dan Malik menikah."

"Apa? Besan!" seru Laila yang kemudian semakin tertawa terbahak-bahak dan itu semakin membuat Ainun kesal.

"Kamu ini ngetawain apa sih? Apa yang aku katakan benar 'kan? Kamu dan Malik itu besan, makanya kalian punya cucu."

"Ya ampun, Ainun! Lebih baik kamu diam saja deh, aku nggak tahan, perutku jadi keram."

"Kamu bikin aku jadi kesal saja, dari tadi ketawa mulu!" ujar Ainun dengan kesal.

Laila mencoba untuk meredakan tawanya. Dia menarik napas dalam-dalam dan membuangnya perlahan, mencoba untuk tidak tertawa lagi. Meskipun pada akhirnya wanita itu tetap saja cekikikan. Namun, saat melihat wajah kesal sahabatnya, Laila pun mencoba untuk menetralkan ekspresinya.

Laila pun mencoba menjelaskan tentang keluarganya. "Fajar itu cucuku sama Harun dan besanku bukan Malik. Bagaimana bisa kamu mempunyai pemikiran soal Malik adalah besanku?"

"Habisnya Fajar manggil Malik 'opa', siapa yang nggak kepikiran ke arah sana."

"Malik itu nggak punya cucu. Jangankan cucu anak saja tidak punya."

Ainun yang merasa penasaran pun bertanya, "Tidak punya, jadi Malik belum punya anak?"

"Lebih tepatnya tidak punya istri."

"Maksud kamu?"

"Sebenarnya dari kemarin aku ingin mengatakan ini padamu, tapi aku mencoba untuk menahannya. Aku tidak ingin ikut campur dengan urusanmu dan Malik, tapi sepertinya kamu juga berhak untuk tahu cerita ini. Malik sebenarnya tidak pernah menikah. Sejak kamu pergi, Malik terus mencari keberadaan kamu ke mana pun, bahkan sampai ke luar negeri. Dia bersumpah hanya kamu wanita yang akan menjadi istrinya. Jika kamu tidak ada, maka dia tidak akan pernah menikah."

"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi, lalu keluarganya? Mereka juga pasti tidak akan setuju begitu saja."

"Malik keluar dari rumahnya setelah kamu pergi."

"Apa!" Ainun kembali syok mendengar apa yang dikatakan Laila.

Ini semua di luar pemikirannya. Selama ini dia pikir Malik sudah bahagia bersama dengan orang yang dipilihkan oleh keluarganya. Pasti wanita itu berasal dari keluarga terpandang dan cantik. Meskipun dalam pandangan pertama tidak ada cinta, tapi lama-lama juga akan tumbuh perasaan. Namun, kenapa sekarang kenyataan sungguh menyakiti hatinya.

"Malik memutuskan hubungannya dengan seluruh keluarganya, bahkan dengan sang adik yang dulu sangat dekat dengannya. Bahkan sampai sekarang pun hubungan mereka tidak pernah membaik."

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!