Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻
Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.
Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Hanya bisa dilihat saja, Sekretaris ku.
Gerai outlet Tous Lesjours bakery dan restoran.
Arvinda Syakira bekerja di tempat ini sudah seminggu, otomatis dia mulai tahu seperti apa tingkah bawel atasannya satu ini yang sok seenaknya memerintahnya, Kenzo yang menyebalkan di tambah mulut pria itu yang tak ada remnya seperti ember bocor.
"Sekarang tolong belikan aku sushi seporsi dan satu coffe matcha ke restoran Shikuka, di blok B, dan jangan pakai lama, okey"
Vinda memutar malas bola matanya, sang atasan menyebalkan! bukankah di lantai bawah tempat ini, yang juga miliknya ada restorannya begitu besar, juga mewah, kenapa sih dia tak turun ke bawah saja, lalu makan siang di sana, ini malah Vinda yang harus repot melayani makan siangnya.
"Yak kenapa kamu masih di sini? Jika kamu masih diam bengong terus, aku jadikan kamu makan siang ku, mau?" Kenzo menyodorkan uang dua ratus ribu mengibaskan tangan nya. "Sana pergi cepetan, kalo kamu mau beli sesuatu, pake uang itu aja sekalian!"
"Baik pak, saya permisi!" Dengan bersungut Vinda langsung berbalik kesal, untung dia sudah cukup umur untuk tahu kalimat frontal sang bos yang menyebalkan ini, dengan memakai blazer putihnya, membawa ponsel dan uang yang diberikan Kenzo tadi, Vinda segera berjalan ke arah pintu keluar ruangan.
"Saya pergi dulu pak!"
"Ingat ya sausnya pedas dan jangan pakai saus seafood, kamu paham?"
"Iya saya paham pak?" Kenzo mendekap lengannya sepeninggal gadis itu, seharusnya dia senang mendapat Sekretaris sesuai kriterianya. berwajah cantik itu pasti, masih muda, tentu saja, Vinda memang berumur jauh di bawah Kenzo.
Seksi? Sudah pasti, jangan di tanya pinggang hingga pinggul sekretarisnya itu pointnya hampir seratus, lalu soal masih segel atau tidak, inilah yang Kenzo bingung, bagaimana dia bisa tahu jika di dekati sedikit saja Vinda sudah gugup dan langsung menjauh, sampai Kenzo sering kesal.
Vinda bakalan memasang berbagai tameng baja untuk menghindari bosnya jika Kenzo mulai mendekatinya, jadilah hingga seminggu bekerja padanya, Kenzo belum pernah colek-colek tubuh gadis itu sekalipun, kasihan sekali kamu Kenzo Eko Armanta.
"Aish kenapa membayangkan dia saja kamu 'berdiri' sejak tadi, argh sialan!?"
Kenzo mengumpat kesal, dia meremas barangnya gemas, bukannya tanpa alasan dia mengusir Arvinda dari sini untuk membeli makanan di luar, sebenarnya Kenzo tak tahan lagi sejak pagi gadis itu duduk manis di mejanya, mana tepat di depannya dalam satu ruangan, lalu dengan seenaknya mondar mandir ke meja bosnya membawa file lah, memberikan kopi, menyodorkan berkas dan Kenzo makin kesal saja karena sekretarisnya hanya bisa di lihat saja, tapi tak bisa di sentuh sedikitpun, dasar menyebalkan.
Padahal apa yang salah dengan Vinda, dia tak ada niat menggoda bosnya, baju kerjanya saja sopan dan tertutup, kemeja krem dengan lapisan furing dan rok hitam di bawah lutut yang sopan, tapi dasar otak mesum pria ini parah, sekretarisnya memakai pakaian sopan dan tertutup seperti itu, matanya tetap saja menatap gundukan Vinda yang menggiurkan.
Lalu membayangkan seperti apa bentuknya, melihat daerah leher dan tulang selangkanya, Kenzo meneguk liurnya, membayangkan bagaimana rasanya saat menghisap leher mulus itu, lalu ke bagian lain yang menggoda itu. Saat kaki jenjang Vinda itu mondar-mandir berjalan di ruangannya, dalam bayangan Kenzo, kaki gadis itu menjepitnya membuat dia mendesah nikmat, sialan mesum otakmu memang pak.
Kenzo tak tahan lagi! Dia menghubungi Kenan yang ada di ruangan lain.
"Halo, ya bang ada apa?"
"Kenan carikan aku barang baru nanti sore, mau aku pakai di apartemen, kamu paham?!"
"Eh iya bos saya carikan sekarang, ke club malamnya yudha kan?"
"Terserah, pokoknya yang cantik dan seger"
Klek....
"Ahh sial!" Pria itu meletakkan kasar gagang telepon, oh tidak! Menunggu sampai sore untuk melepaskan dahaganya begini, Kenzo bisa keburu mati.
Dengan bersungut sungut kesal Kenzo berdiri mengambil ponselnya, lalu berjalan ke arah toilet, sepertinya dia butuh sabun, harus mengeluarkan sendiri, jika tidak saat Vinda kembali nanti, dia bisa memperkosa gadis itu di ruangan ini.
Benar benar hari menyebalkan!!
*****
"Berkas yang ini saya masukkan dalam map merah, yang ini dalam map biru, jadi pak Kenzo takkan bingung dan mudah mencarinya" Suara penjelasan Vinda yang terdengar merdu dan Kenzo anehnya malah mendengar Vinda seperti mendesah, kupingnya memang aneh.
"Bagaimana pak? Apa ada perintah lagi"
Vinda heran, bosnya ini di ajak bicara sejak tadi, tapi malah bengong mirip orang kesambet setan, apa ada yang salah dengan pekerjaannya.
"Pak!" Kenzo masih bengong sambil menopang lengannya. "Pak, anda baik-baik saja kan?" Tegur Vinda sambil memukul pelan meja
"Ehh apa?! Besar kok, eh bukan, ah iya baguslah~" Kenzo gelagapan kaget, yang dia bayangkan tadi malah apa yang ada di balik kemeja gadis itu, dia sudah lebih dari setengah jam meladeni hasratnya tadi, tapi kenapa malah makin parah begini, Arvinda Syakira ini benar-benar menguji ketahanan nya.
Hanya melihatnya sedekat ini hasratnya berulah lagi, Kenzo rasanya senewen sendiri.
"Pak, apa jelas yang saya sampaikan tadi?"
Tanya gadis itu.
"Egh iya jelas besar, memang, kamu juga cantik~....eh bukan, anu iya jelas kok!"
"Hah~ apa??" Vinda kaget sekali, Kenzo langsung menutup bibirnya sebal, astaga dia kelepasan ngoceh, hingga Tanpa aba aba Kenzo langsung berdiri kesal berjalan ke arah toilet. Baguslah bibir lancangnya kambuh lagi dan sekretarisnya kini malah masih menatap bos nya dengan bingung.
*
*
"Besok kamu akan rapat dengan tuan Peter dari PT Hewon dari Korea, aku akan meminta sekretaris kamu menyiapkan semua file yang di butuhkan nanti di rapat itu bang"
"Heum~"
"Apa gadis yang ku pesan untukmu sudah datang?"
"Heum, ~"
Kenan jadi kesal, sudah susah menelpon tapi reaksi bosnya ini malah menyebalkan hanya -heum, heum saja sejak tadi.
"Yak kamu kenapa sih?? Jawab aku, jangan berdehem terus, nyebelin tauk!!"
"Ya dia sudah datang, kamu puas? Sudahlah aku tutup dulu~"
Klik.....
"Haish punya adik sepupu menyebalkan, mana juga bawel! kenapa sih dia malah memesan barang jelek begini? bikin aku tambah pusing!" Kenzo mengacak kesal rambutnya, tampangnya yang kesal dan jutek terlihat aneh, dan saat wanita itu keluar dari toilet hanya memakai selembar handuk lalu menghampiri Kenzo, pria itu langsung mundur. "Pak kamu kenapa sih? Apa aku kurang seksi?"
Rossiana melepas handuknya itu, membuang asal ke lantai dan tubuhnya yang hanya memakai dalaman sekarang terlihat jelas, siap diterkam.
"Ngh ini uang buatmu, maaf ya malam ini ternyata aku ada acara dengan ibuku, kamu pergi saja sekarang, maaf kita main lain kali saja ya" Kenzo panik dan membuka laci, menyodorkan uang dua juta, lalu dia buru-buru beranjak ke toilet.
Blamm....
Kenzo menatap miris cermin besar di depannya, memaki dalam hati sang adik sepupu yang tololnya setengah mati. Bukankah Kenan harusnya paham Kenzo takkan sudi memakai wanita yang pernah dia pakai, ataupun sudah pernah melahirkan, ini malah...,
"Uh sialan Kenan Hotman, loe lihat saja besok, dia sengaja membawa barang bekas untuk makan malam ku, cih sialan awas saja kamu setan gendut!" Ancam Kenzo berapi-api kesal pada adik sepupunya.