NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TEKNIK PERNAFASAN

Malam itu, ruang keluarga dipenuhi suasana serius.

Rian menceritakan semua yang dialaminya di dungeon, termasuk harta karun yang ditemukan di dalam tubuh ular raksasa dan roh misterius yang berhasil ia peroleh.

Budi pun turut menceritakan pengalamannya selama berada di dungeon.

"...dan itulah bagaimana aku mendapatkan kristal roh ini."

Budi mengangkat kristal berwarna merah yang memancarkan cahaya samar.

Setelah itu, Rian mengeluarkan seluruh senjata yang diperolehnya.

Beberapa pedang dan pisau melayang perlahan di udara, memancarkan cahaya berbeda-beda.

Semua orang menatap kagum.

"Jadi, siapa yang akan memakai yang mana?" tanya Rian.

Tidak ada yang langsung menjawab.

Mereka saling berpandangan sejenak.

Akhirnya Rahma angkat bicara.

"Menurutku, karena kamu yang menemukan semuanya, kamu berhak memilih lebih dulu."

Yang lain mengangguk setuju.

Rian tersenyum tipis.

Sebenarnya ia memang sudah menentukan pilihannya sejak awal.

Tatapannya tertuju pada sebuah pisau berwarna merah gelap.

Di kehidupan sebelumnya, ia pernah mendengar tentang senjata itu.

Pisau Darah.

Luka yang dihasilkan senjata tersebut dapat meninggalkan racun khusus yang sulit disembuhkan.

Meskipun efeknya kecil, racun itu dapat terus menumpuk selama pertarungan berlangsung.

"Kalau begitu, aku memilih ini."

Rian menggenggam pisau merah tersebut.

Cahaya merah samar menyelimuti bilahnya sesaat sebelum meredup kembali.

---

Malam semakin larut.

Setelah pembagian senjata selesai, semua orang kembali berkumpul di kamar Rian.

Mereka terlihat heran ketika dipanggil kembali.

Rian menatap satu per satu wajah yang hadir.

"Aku minta maaf karena mengganggu waktu istirahat kalian."

"Tapi ada sesuatu yang sangat penting."

Suasana langsung menjadi serius.

Rian menarik napas panjang.

"Besok akan terjadi perubahan besar."

"Para zombie akan mengalami evolusi pertama."

Semua orang terdiam.

"Selain itu, virus yang menyebar di udara masih terus memengaruhi manusia."

"Sebagian besar orang tidak akan berubah menjadi zombie karena tubuh mereka memiliki daya tahan alami."

"Tetapi ada juga yang tidak cukup beruntung."

Mereka langsung teringat pada Nian.

Rian melanjutkan.

"Aku menemukan sebuah metode saat berada di dungeon."

"Metode ini dapat membantu mempercepat kebangkitan seseorang menjadi Evolver."

Mata semua orang langsung berbinar.

Menjadi lebih kuat berarti peluang bertahan hidup juga meningkat.

"Perhatikan baik-baik."

Rian duduk bersila.

"Pejamkan mata."

"Rasakan aliran energi di dalam tubuh kalian."

"Jangan terburu-buru."

"Ikuti arus yang kalian rasakan dan arahkan energi di tubuh menuju titik tersebut."

Semua orang mulai mengikuti instruksinya.

Malam itu mereka berlatih tanpa henti.

Tidak ada yang tidur.

---

Keesokan paginya.

DUARRR!!

Suara ledakan besar mengguncang seluruh kompleks perumahan.

Semua orang langsung membuka mata.

"Apa itu?!"

Budi berdiri terlebih dahulu.

Rian segera menghampiri jendela.

Di luar sana terlihat sebuah meteor berwarna merah kehitaman menghantam tanah tidak jauh dari rumah.

Di sekelilingnya terdapat kristal-kristal aneh yang memancarkan cahaya redup.

Tak lama kemudian...

Gerombolan zombie mulai berdatangan dari berbagai arah.

Mereka berkumpul mengelilingi meteor tersebut.

Budi menyipitkan mata.

"Haruskah kita mengambil kristalnya?"

"Jangan."

Jawaban Rian terdengar tegas.

"Untuk sekarang jangan mendekat."

Semua orang menoleh.

"Meteor itu berbahaya."

"Aku tidak tahu seluruh rahasianya, tapi mendekatinya sekarang terlalu berisiko."

Mereka akhirnya mengurungkan niat.

Namun beberapa saat kemudian...

DUARRR!!

Sebuah ledakan kedua terdengar lebih dekat.

Lalu semuanya menjadi gelap.

---

Ketika Rian membuka mata kembali, suara geraman memenuhi udara.

GRRRR...

GRRAAAHH...

Suaranya jauh lebih banyak dibanding sebelumnya.

"Ugh..."

Ridho bangkit perlahan.

"Kita pingsan?"

Ia berjalan menuju jendela.

Sesaat kemudian wajahnya berubah pucat.

"Mustahil..."

"Ada apa?" tanya Rahma.

Ridho menunjuk ke luar.

"Rumah kita dikepung zombie."

Semua orang segera melihat keluar.

Ratusan zombie memenuhi jalanan.

Beberapa di antaranya terlihat berbeda.

Di kepala mereka tertanam kristal abu-abu berukuran kecil.

Budi memperhatikan dengan saksama.

"Kristal itu..."

"Kurasa bisa digunakan sebagai mata uang."

Rian mengangguk.

"Benar."

"Itu disebut Kristal Jiwa ."

"Dan nilainya akan sangat tinggi di zona aman."

Budi langsung tersenyum.

"Kalau begitu, bukankah kita harus mengambilnya?"

Rian memandang ke luar jendela.

Tatapannya tajam.

"Ya."

"Sudah waktunya kita bergerak."

Ia membuka pintu kamar.

"Ayo ke rooftop."

"Kita habisi mereka dan kumpulkan semua kristalnya."

Semangat bertarung langsung memenuhi ruangan.

Evolusi pertama telah dimulai.

Dan dunia tidak akan pernah sama lagi.

 

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!