Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 Aktivitas
Gina duduk di atas ranjang dengan tubuhnya masih polos tertutupi selimut, melihat bagaimana Reno yang saat ini memakai pakaiannya.
"Kamu akan kembali ke Jakarta?" tanya Gina.
"Mungkin aku akan kembali besok, aku tidak bisa berlama-lama di Jepang. Aku hanya ingin melepas rindu dengan kamu," jawab Reno.
"Baiklah, yang terpenting kamu sudah ada di sini, itu sudah jauh lebih baik," ucap Gina
"Aku harus pergi dan nanti aku akan mengabari kamu, jangan sampai aku terlihat oleh pimpinan kamu," ucap Reno membuat Gina menganggukkan kepala.
Setelah memakai semua pakaiannya, Reno kemudian langsung menghampiri Gina dengan mencium lembut kening Gina dan juga mengecup bibirnya.
"Love you," ucap Reno.
"Love you too," sahut Gina. Reno kemudian langsung keluar dari kamar Gina.
Gina menghela nafas.
"Kenapa tiba-tiba harus mempertanyakan Amanda? kenapa belakangan ini orang-orang yang sering sekali ingin membahas Amanda? Padahal dia hanya model biasa saja yang cocok untuk brand ini, selebihnya tidak ada hal apapun," Gina bertanya-tanya dengan kebingungan dan belum lagi memang terlalu banyak yang membahas tentang Amanda terlebih lagi Maudy juga pernah mengatakannya bodoh karena telah merekrut Amanda.
"Sudahlah, untuk apa juga aku harus memikirkan hal itu dan mungkin saja semua ini hanya kebutuhan," ucap Gina menghela nafas tanpa ingin ribet.
****
Amanda bersama dengan Egar akhirnya kembali ke hotel dengan mobil mereka yang sudah berhenti di parkiran.
Amanda melihat ke depan dan melihat bagaimana Reno yang berjalan begitu buru-buru memasuki mobilnya dan sementara Egar ternyata tidak melihat Reno karena sibuk bukan sabuk pengamannya.
"Apa dia sedang bertemu dengan Gina?" batin Amanda menduga-duga.
"Kamu masih ingin berada di dalam mobil?" tanya Egar membuat Amanda kaget karena di tegur oleh Egar
"Hah, kenapa?" tanya Amanda.
"Ayo turun kita sudah sampai? Bukankah Kita menginap di hotel yang sama," ucap Egar.
"Oh iya, aku bahkan tidak mengingat menginap di hotel mana dan mungkin itu yang membuatku tersesat," sahut Amanda menepuk jidatnya.
Kemudian langsung membuka sabuk pengamannya dan keduanya sama-sama turun dari mobil.
"Huhhhhh, tidak menyangka akhirnya pulang juga, aku pikir akan sampai tersesat di jalanan," ucap Amanda dengan menghela nafas.
Egar ternyata tidak menanggapi apapun yang dikatakan Amanda membuat Egar langsung berjalan terlebih dahulu memasuki hotel.
"Heh, tunggu?" panggil Amanda lagi dan lagi harus menge Egar.
"Heh tunggu dulu!" Amanda menghentikan Egar yang saat ini sudah berdiri di hadapan Egar dengan menghalangi jalannya.
"Ada apa lagi? Kamu akan terus mengikuti saya sampai memasuki kamar saya?" tanya Egar.
"Bukan begitu! Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada kamu, karena kamu sudah membantu saya," ucap Amanda.
"Hari ini terima kasih untuk semuanya, sudah menyelamatkan, mengajak makan dan juga mengantar pulang," ucap Amanda tampak begitu tulus.
"Kamu keberatan saya mengucapkan terima kasih?" tanya Amanda ternyata menunggu respon dari Egar.
"Sama-sama. Lain kali kamu hati-hati," ucap Egar.
"Pasti," sahut Amanda.
"Kalau begitu saya permisi dulu! Kamu masuklah ke kamar kamu dan istirahat, karena besok akan ada syuting berikutnya," ucap Egar yang membuat Amanda mengganggukan kepala.
Egar tidak mengatakan apapun lagi dan melanjutkan langkahnya dan sementara amandemen masih tetap berdiri diam di tempatnya.
"Ternyata semakin lama berbicara dengannya aura kebaikannya semakin terlihat," batin Amanda dengan menghela nafas.
Amanda juga melanjutkan langkahnya menuju kamarnya sampai saat ini sih dia sudah berada di dalam kamar dengan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
"Huhhhh......."
"Ternyata ada sesuatu hal yang menarik, pria itu ternyata berselingkuh dengan Gina sekretaris dari Egar. Tidak jauh-jauh hubungan mereka, ini benar-benar drama yang menarik," batin Amanda dengan menghela nafas.
******
Amanda kembali melakukan aktivitas yang seperti biasa yang saat ini sudah melakukan shooting kembali.
Proses syuting berjalan dengan lancar dengan Amanda yang mengikuti script yang diberikan kepadanya, penampilannya selalu cantik dan terlihat centil dengan dress mini yang dia gunakan yang sesuai dengan brand yang telah diiklankan.
Egar jika memantau proses syuting dan termasuk Gina yang sejak tadi senyum-senyum melihat dari layar monitor.
"Para kru memberi saran, ada adegan di pinggir pantai yang harus diambil," ucap Gina.
"Apa perubahan tempat lokasi syuting sudah dibicarakan dikontrak?" tanya Egar.
"Memang tidak ada di dalam kontrak, tetapi jika Amanda tidak keberatan untuk melakukannya, maka tidak ada salahnya dilaksanakan. Saya akan mencoba untuk membicarakan dengan Amanda," ucap Gina terdengar begitu gugup.
"Kita selesaikan dulu perasa syuting yang ada di kontrak, setelah ini adegan seperti apa yang akan dilanjutkan?" tanya Egar.
"Hmmmm, di pinggir kolam renang, saya meminta izin untuk pihak hotel untuk memakai fasilitas kolam renang, tempatnya cocok dan sudah disetujui oleh pihak hotel," jawab Gina.
"Baiklah, kita lanjutkan dulu proses syuting yang sudah tertera di dan setelah itu jika ada syuting tambahan kita bisa bicarakan dengan klien," ucap Egar.
"Baik. Pak," sahut Gina menganggukkan kepala, menuruti apapun yang dikatakan oleh pimpinannya.
"Cut...." suara itu kembali menghentikan proses pembuatan iklan yang akhirnya take yang dilakukan Amanda sudah berhasil.
"Pak, saya kesana dulu!" ucap Gina membuat Egar menganggukkan kepala dan Gina langsung menghampiri Amanda yang seperti biasa riasannya diperbaiki oleh asisten yang membantu untuk memberi riasan pada wajah Amanda.
"Amanda kamu keren sekali," ucap Gina tidak lupa memberi pujian kepada Amanda.
"Kamu selalu berlebihan memberi pujian kepadaku, aku hanya bekerja secara profesional dan tidak ada yang berlebihan dalam pekerjaan ku," ucap Amanda.
"Jika apa yang kamu lakukan sangat bagus, maka hanya pujian yang bisa aku berikan kepada," sahut Amanda.
"Terima kasih Gina," sahut Amanda menyahut dengan senyuman.
"Oh iya, kita setelah ini makan siang dan selesai itu kita kembali ke hotel untuk melaksanakan proses iklan berikutnya," ucap Gina.
"Oke, kita makan siang di mana?" tanya Amanda.
"Kamu mau di mana makan siangnya? Atau kita makan siang di hotel saja dan setahuku makan siang di hotel juga sangat enak," ucap Gina merekomendasikan tempat terbaik kepada Amanda.
"Baiklah, terserah kamu ingin mengajakku makan siang di manapun, menurutku jika kamu yang mengajakku makan siang dan makan makanan itu akan terasa sangat enak dan tidak pernah menyesal. Jadi Lebih baik makan siang bersama kamu dan sudah pasti perutku akan aman," ucap Amanda.
"Baiklah, aku senang jika tidak pernah mengecewakan kamu. Aku bicara sebentar dengan kru dan setelah itu kita langsung kembali ke hotel," ucap Gina membuat Amanda mengganggukan kepala dan Gina langsung pergi.
Bersambung.....