NovelToon NovelToon
BEYOND THE DOOR OF DEATH

BEYOND THE DOOR OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Mata Batin
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: elrznta

Hyeana adalah seorang gadis biasa yang tiba-tiba terlempar ke dimensi lain lalu Hyeana mencoba untuk keluar dari sana, ia mencari jalan keluar namun yang dia lalui hanya dunia yang tidak ada ujungnya. lalu tanpa sengaja ia tersandung hingga terjatuh didepan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah, namun pintu itu otomatis terbuka lebar dengan disertai suara yang aneh. Hyeana ingin mencoba masuk ke sana karena ia berfikir siapa tau jalan untuk ia pulang berada dibalik pintu tersebut. Ketika ia hendak memasuki pintu tersebut, tiba-tiba muncul seorang pria dibelakangnya, lalu pria tersebut mengulurkan tangan-nya dan pria itu berkata, “Belum waktunya kamu berada di sini”.....Tak lama kemudian, Hyeana terbangun kembali di kamarnya dengan seorang pria berdiri di samping tempat tidurnya. Siapakah pria ini dan bagaimana kelanjutan dari kisah mereka? to be continue...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elrznta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NOT ALONE AGAIN

Sore itu jalan pulang terasa seperti biasa, Langit mulai memudar ke warna oranye redup, suara kendaraan sesekali lewat, dan angin hangat bergerak pelan di antara pepohonan pinggir jalan. Hyeana berjalan pulang sendirian, tangannya memegang tas dengan santai, tapi pikirannya masih sedikit kosong.

“Harvey tadi kayaknya ada di sekolah ya?” ucap Hyeana sembari mengerutkan alis kecil.

“Ah, tapi itu nggak mungkin.” Ia menggeleng pelan, mencoba menganggap itu hanya halusinasi lagi.

Namun....Tap. Langkahnya berhenti, udara di sekitarnya tiba-tiba terasa berubah, terasa lebih dingin dan bukan dingin cuaca. Tapi dingin yang “tidak seharusnya ada di sore hari”. Hyeana menoleh pelan ke sekeliling.

“…....?”

Jalanan masih sama, orang-orang masih lewat, suara motor masih terdengar. Tapi ada sesuatu yang salah, sangat kecil… tapi terasa. Di pergelangan tangan kirinya....panas itu muncul lagi.

“Hngh…arghhh....”

Hyeana langsung memegang lengannya.

“Kenapa lagi sih ini…hngghhh”

Panasnya kali ini lebih cepat, lebih tajam, seperti sesuatu baru saja “mencium” keberadaannya dari dekat, di detik itu juga lampu jalan di sampingnya berkedip sekali, sekali lagi, lalu mati. Suasana menjadi hening.

“eh?”

Hyeana langsung menegang. Di ujung gang kecil di depannya....kabut tipis muncul. Tidak besar, tidak mengancam pada awalnya, tapi terlalu tidak natural untuk sore hari. Kabut itu bergerak pelan, seperti “mencari”. Dan dari dalam kabut itu…suara pelan terdengar.

“…tanda itu ada dimana…”

“…tanda itu terasa didekat sini…”

Tubuh Hyeana langsung membeku.

“Makanan kami…”

Deg.

Hyeana mundur satu langkah.

“nggak mungkin…”

Kabut itu makin tebal dan perlahan sesosok bayangan hitam mulai keluar. Tidak setinggi roh yang dulu di sekolah. Sosok ini lebih kecil, ebih cepat, tapi matanya sama. Putih kosong. Mata mereka menatap langsung ke arah Hyeana.

“Milik… kami…”

Hyeana langsung berbalik dan berlari.

“APA SIH INI?!”

Langkahnya panik, napasnya mulai tidak teratur. Tapi setiap kali ia berlari....suara langkah lain mengikuti dari belakang.

Tap.

Tap.

Tap.

Cepat.

Terus mendekat.

“Hnghhh.....!”

Panas di tangannya makin sakit seolah tanda itu sedang “menarik perhatian mereka”. Dan benar saja dari sisi lain jalan, kabut lain muncul. Satu jadi dua....Dua jadi empat....Seperti mereka muncul dari setiap sudut yang bisa dilewati Hyeana.

“kenapa mereka jadi banyak?!”

Hyeana hampir menangis panik. Di tengah kekacauan itu.....

BRAK!

Salah satu roh muncul tepat di depannya, membuat Hyeana jatuh ke belakang.

“Akh!”

Tasnya terlepas. Roh itu menunduk pelan.

“akhirnya…setelah sekian lama.....”

Hyeana mundur dengan tangan gemetar.

“J-jangan deket-deket, pergi dari hadapanku” ucap Hyeana yang ketakutan dan sedikit menangis

Roh itu mengangkat tangannya dan tiba-tiba....

WHOOSH.

Angin dingin yang sangat kuat lewat dari samping jalan, kabut hitam muncul sepersekian detik, dalam satu tarikan napas.....

“Crack.”

Tubuh roh itu langsung hancur menjadi abu hitam, suasana kembali hening. Semua roh lain berhenti.

“…....?”

Hyeana membeku. Kabut hitam itu tidak menyerang dirinya, tidak menyentuhnya sedikitpun. Kabut itu hanya berdiri di antara dirinya dan semua makhluk itu seperti dinding peringatan. Dari ujung jalan yang gelap sosok itu muncul. 'Harvey' dengan langkahnya yang pelan, matanya dingin, tapi kali ini… bukan dingin yang jauh melainkan dingin yang 'datang tepat waktu'. Kabut di sekelilingnya bergerak pelan, tapi tidak liar seperti saat di sekolah. Lebih terkendali atau lebih seperti marah yang ditahan.

“Kau terlalu cepat keluar dari pengawasanku.” Suara Harvey rendah.

Hyeana masih duduk di tanah, napasnya tersengal.

“H-Harvey…”

Roh-roh di belakang mulai mundur sedikit, bukan karena jumlah, tapi karena “tekanan” yang baru saja datang. Harvey menoleh sedikit ke arah mereka dan hanya itu saja tiba-tiba udara langsung berubah menjadi lebih berat.

“hilang.”

Hanya satu kata dan kabut hitam langsung meledak.

Bukan ledakan besar seperti di sekolah tapi cukup untuk membuat semua roh di jalan itu hancur tanpa suara. Tidak ada jeritan dan tidak ada perlawanan.

Hanya.....kosong....suasana menjadi sunyi dalam beberapa detik, jalan itu kembali normal seolah tidak pernah ada apa pun. Hyeana masih gemetar ketakutan.

“Ka-kamu… tiba-tiba…”

Harvey berlutut sedikit di depan Hyeana. Matanya menatap tanda di tangan Hyeana yang masih berdenyut panas.

“ini semakin aktif.”

Hyeana menggigit bibir.

“Aku tadi cuma jalan pulang…”

Harvey tidak menjawab langsung, Ia mengangkat tangannya sedikit. Kabut tipis keluar, lalu perlahan menutupi pergelangan tangan Hyeana. Panasnya langsung mereda.

“Apakah masih terasa panas Hyeana??”

“...…” Hyeana tidak menjawab

Harvey berdiri lagi, tatapannya sedikit lebih tajam ke arah jalan kosong tadi.

“Mereka mulai bergerak tanpa menunggu malam.”

Ia menoleh sedikit ke Hyeana.

“Mulai sekarang, jangan pulang sendirian.”

Hyeana menatapnya.

“Apakah itu serius Harvey??”

Harvey tidak menjawab dengan kata 'ya'. Dia hanya berkata pelan.

“Ini bukan permintaan, Hyeana.”

Kabut di sekelilingnya bergerak sekali lagi. Dan untuk sesaat....bayangan Harvey seperti lebih gelap dari sebelumnya. Bukan karena marah, tapi karena sesuatu yang mulai berubah arah. Sesuatu yang mulai “tidak sabar”.

Hyeana terdiam beberapa detik. Angin sore bergerak pelan di antara jalan yang kembali sunyi. Tidak ada sisa roh, tidak ada kabut aneh, semuanya terlihat normal lagi. Terlalu normal sampai rasanya menakutkan. Namun jantung Hyeana belum benar-benar tenang.

“Aku capek…” bisiknya pelan.

Harvey menatapnya sebentar.

“Kau seharusnya takut.”

“Hah?”

Tatapan mata merah Harvey tetap tenang.

“Mereka tadi bukan pemburu utama.”

Deg.

Hyeana langsung menegang.

“Maksud kamu… masih ada yang lain?”

Harvey tidak langsung menjawab. Tatapannya perlahan mengarah ke ujung jalan yang gelap.

“Ada sesuatu yang mulai mencari keberadaanmu lebih cepat dari seharusnya.”

Kabut hitam tipis bergerak di sekitar kaki Harvey.

“Dan itu bukan roh biasa.”

Hyeana menggenggam tasnya erat.

“Semua ini terjadi gara-gara tanda ini kan…?”

Tangannya menyentuh pergelangan kiri perlahan. Untuk sesaat Harvey diam. Lalu.....

“Bukan.”

Hyeana langsung menoleh kaget.

“Mark itu hanya ‘penghubung’ untuk aku dan kamu.”

Suara Harvey terdengar jauh lebih rendah dibanding biasanya.

“Alasan mereka mengincarmu… adalah karena dirimu sendiri.”

Deg.

Kalimat itu membuat napas Hyeana tercekat.

“Aku…?”

Harvey melangkah mendekat satu langkah.

Tatapan matanya tidak dingin kali ini. Justru terlalu tenang sampai terasa berat.

“Kau masih belum mengingat apa pun.”

“H-Harvey…”

“Dan itu mungkin lebih baik untuk sekarang.”

Namun sebelum Hyeana sempat bertanya lagi....

Tap.

Tap.

Tap.

Suara langkah kaki terdengar dari ujung jalan. Harvey langsung menoleh cepat. Tatapannya berubah tajam dalam sekejap. Dari balik tikungan jalan… muncul Haras dan Olla.

“Kita nemuin aura Netherveil sampai sini.” ucap Haras sambil mengatur napas.

Lalu matanya langsung tertuju pada Harvey.

“jadi bener dia.”

Olla berhenti beberapa langkah di belakang Haras. Tidak seperti Hyeana yang terlihat lega, ekspresi Olla justru berubah jauh lebih serius saat melihat Harvey secara langsung. Untuk beberapa detik… Suasana langsung menegang. Kabut hitam di sekitar Harvey bergerak pelan. Haras menyipitkan mata.

“Lo bukan sekadar penjaga biasa kan?”

Hyeana langsung panik kecil.

“Eh tunggu...jangan mulai ribut dulu.”

Namun Harvey tidak melihat Hyeana. Tatapan merahnya hanya tertuju pada Haras. Lalu untuk pertama kalinya…Harvey membuka suara dengan nada yang jauh lebih dingin dari biasanya.

“Kalian terlalu dekat dengannya.”

Deg.

Udara di sekitar langsung terasa berat. Haras langsung menyadari tekanan itu dan mendecak pelan.

“Tuh kan.” gumamnya.

Olla tetap tenang, tapi matanya tidak lepas dari Harvey sedikitpun.

“Kami tidak datang untuk menjadi musuhmu.”

Kabut hitam bergerak lebih liar sedikit.

“Tapi kami juga tidak akan membiarkan Hyeana sendirian.”

Suasana berubah hening. Hyeana bisa merasakan sesuatu yang aneh. Bukan sekadar ketegangan biasa. Tapi seperti… dua sisi dunia berbeda sedang saling mengukur keberadaan satu sama lain dan dirinya tepat berada di tengahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!