NovelToon NovelToon
PEMURNIAN MUTLAK

PEMURNIAN MUTLAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Action
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Takindomaru

Lin Fan, seorang pemuda dari Clan Lin yang hampir punah, dilahirkan dengan meridian tertutup—cacat bawaan yang membuatnya dijuluki "Sampah Klan" selama 16 tahun. Dihina oleh tunangannya, dicampakkan oleh kerabat, dan dipaksa bekerja sebagai pelayan, Lin Fan hidup dalam bayang-bayang rasa malu.
Namun, nasib berubah ketika ia secara tidak sengaja menemukan sebuah Manik Giok Hitam berdarah di reruntuhan kuno keluarganya. Manik itu tidak memberinya kekuatan instan, melainkan kemampuan terlarang: "Pemurnian Mutlak". Ia bisa mengubah limbah qi menjadi esensi murni, menyempurnakan pil sampah menjadi obat dewa, dan melihat kelemahan setiap teknik musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Takindomaru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Jejak Si Pengkhianat

Angin malam di Hutan Terlarang berhembus dingin, membawa serta aroma pinus dan tanah basah. Lin Fan berdiri di atas dahan pohon raksasa, memegang gulungan kertas bertinta darah itu erat-erat. Matanya menyipit, menganalisis setiap detail.

"Teman yang tidak dikenal," gumamnya. "Clan Zhao sudah mengirim pasukan pencari ke hutan ini. Dan 'M'... Elder Mo... juga sedang memburuku."

Pesan itu ambigu. Apakah ini jebakan untuk membuatnya panik dan melakukan kesalahan? Atau peringatan tulus dari seseorang yang memiliki kepentingan sama dengannya?

Lin Fan memutuskan untuk tidak membuang waktu menebak-nebak. Dia harus bergerak. Jika Clan Zhao benar-benar ada di sini, mereka akan menggunakan anjing pelacak atau beast pencium bau. Tinggal di satu tempat terlalu lama adalah bunuh diri.

Ia melipat pesan itu dan memasukkannya ke dalam saku dekat dada, lalu melompat turun dari pohon. Dengan Level 7 barunya, gerakannya jauh lebih ringan dan cepat. Ia tidak lagi merasa terbebani oleh kelelahan ekstrem seperti sebelumnya. Qi-nya mengalir lancar, memperkuat otot dan indranya.

Tujuan berikutnya: Mencari sumber air bersih dan tempat berlindung yang lebih aman.

Saat ia menyusuri dasar lembah, telinganya yang tajam menangkap suara gemerisik di semak-semak sebelah kiri. Bukan angin. Bukan hewan kecil. Itu adalah langkah kaki manusia yang mencoba untuk senyap, tapi gagal karena ketidakbiasaannya dengan medan hutan.

Lin Fan berhenti. Ia mengalirkan Qi ke kakinya, menekan suaranya hingga nol, dan menyelinap ke balik batu besar. Ia mengintip.

Di sana, sekitar dua puluh meter jauhnya, seorang pria muda sedang berjongkok, memeriksa jejak di tanah. Pria itu mengenakan jubah hijau tua yang sudah kotor dan robek di beberapa bagian. Wajahnya pucat, matanya waspada, dan di pinggangnya terselip sebuah pedang pendek yang tampak biasa saja.

Yang membuat Lin Fan terkejut bukanlah penampilan pria itu, melainkan aura yang dipancarkannya. Aura itu lemah, tidak stabil, seolah-olah pemiliknya baru saja pulih dari cedera parah atau keracunan.

Pria itu mengangkat sepotong kain kecil dari tanah—kain hitam lusuh yang mirip dengan yang dikenakan Lin Fan saat kabur dari kota.

"Jejaknya mengarah ke utara," bisik pria itu pada dirinya sendiri. Suaranya parau. "Dia terluka. Aku bisa mencium bau darahnya. Tapi... kenapa baunya bercampur dengan energi es yang aneh?"

Lin Fan membeku. Dia menciumku?

Pria itu tiba-tiba menoleh tajam ke arah persembunyian Lin Fan. "Keluar! Aku tahu kau di sana!"

Lin Fan menyadari bahwa sembunyi tidak lagi berguna. Dengan tenang, ia melangkah keluar dari balik batu, tangannya siap di gagang pisau, meskipun ia tahu pisau itu mungkin tidak cukup melawan kultivator lain.

"Siapa kau?" tanya Lin Fan, suaranya datar.

Pria itu tertegun sejenak melihat Lin Fan muncul. Matanya melebar saat mengenali wajah Lin Fan. "Kau... pelayan Clan Lin? Lin Fan?"

Lin Fan mengerutkan kening. "Kau mengenalku?"

"Aku pernah melihatmu di pasar kota. Kau selalu membeli bahan herbal murah," jawab pria itu, tetap waspada, tangannya tidak lepas dari pedangnya. "Namaku Bai Yun. Aku adalah... mantan anggota Guild Pedagang."

"Mantan?" tanya Lin Fan curiga. "Mengapa kau mengejarku?"

Bai Yun menghela napas berat, lalu duduk di atas batu, terlihat kelelahan. "Aku tidak mengejarmu untuk menangkapmu, Lin Fan. Aku mengejarmu karena aku butuh bantuanmu. Dan karena aku tahu kau bukan pembunuh Zhao Feng."

Lin Fan tersenyum sinis. "Semua orang di kota berpikir akulah pembunuhnya. Bahkan Clan Zhao punya bukti."

"Bukti palsu," potong Bai Yun tajam. "Aku bekerja sebagai auditor untuk Tuan Guo. Aku melihat buku ledger asli. Transaksi dengan inisial 'M' itu nyata, tapi pembayarannya tidak pernah selesai. Dan catatan yang ditemukan di meja Tuan Guo... tintanya masih basah saat ditemukan. Itu berarti catatan itu diletakkan baru-baru ini, bukan disimpan lama. Seseorang menjebak Tuan Guo, dan sekaligus menjebakmu."

Lin Fan mendengarkan dengan seksama. Analisis Bai Yun masuk akal. "Jadi, siapa 'M' menurutmu?"

Bai Yun menatap Lin Fan dalam-dalam. "Aku tidak tahu identitas aslinya. Tapi aku tahu pola pembayarannya. Uang itu berasal dari rekening rahasia yang terhubung dengan Elder Mo dari Clan Lin."

Jantung Lin Fan berdebar kencang. Dugaannya benar. Elder Mo adalah dalangnya.

"Mengapa Elder Mo melakukan ini?" tanya Lin Fan.

"Dia ingin memicu perang antara Clan Zhao dan Guild Pedagang," jelas Bai Yun. "Dengan kedua kekuatan besar itu saling menghancurkan, Clan Lin—yang selama ini tertekan secara ekonomi dan politik—bisa bangkit kembali dan mengambil alih kendali Kota Qingyun. Dan kau, Lin Fan, adalah korban yang sempurna. Pelayan tak bernama yang mudah disalahkan, sekaligus alat untuk memancing kemarahan Zhao Feng agar bertindak ceroboh."

Lin Fan mengepalkan tinjunya. Kemarahan mendidih di dadanya. Dia telah digunakan seperti pion catur. Kehidupannya hancur, rumahnya hilang, semua karena ambisi seorang pria tua yang licik.

"Lalu, mengapa kau memberitahuku ini?" tanya Lin Fan. "Apa maumu?"

Bai Yun menunjuk luka di perutnya yang tertutup kain berdarah. "Aku ketahuan menyelidiki rekening rahasia Elder Mo seminggu yang lalu. Anak buah Elder Mo mencoba membunuhku. Aku berhasil kabur ke hutan ini, tapi aku terluka parah dan diracun. Racunnya aneh... itu menghambat aliran Qi-ku. Aku butuh ahli alkimia atau seseorang dengan kemampuan pemurnian unik untuk menyembuhkanku."

Bai Yun menatap Lin Fan dengan harapan. "Aku mendengar rumor tentang pelayan Clan Lin yang tiba-tiba menghilang dan dikaitkan dengan insiden api/es. Aku curiga kau memiliki kemampuan khusus. Tolong bantu aku. Sebagai gantinya, aku akan memberimu informasi tentang jaringan mata-mata Elder Mo di kota, dan cara untuk membuktikan ketidakbersalahan Tuan Guo—yang mungkin bisa membuat Guild Pedagang berutang budi padamu."

Lin Fan mempertimbangkan tawaran itu. Bai Yun terluka dan lemah. Membunuhnya akan mudah. Tapi membunuhnya tidak akan memberinya informasi. Dan jika Bai Yun berkata jujur, dia adalah sekutu potensial melawan Elder Mo.

Selain itu, Lin Fan penasaran. Kemampuan pemurnian Manik Giok adalah rahasianya. Bagaimana Bai Yun bisa menebaknya?

"Apa yang membuatmu berpikir aku bisa menyembuhkan racunmu?" tanya Lin Fan dingin.

Bai Yun tersenyum lemah. "Karena saat kau berdiri di sana tadi, aku tidak merasakan aura racun atau penyakit darimu, padahal kau baru saja bertarung atau lari jauh. Tubuhmu... terlalu bersih. Terlalu murni. Hanya seseorang dengan metode pemurnian tingkat tinggi yang bisa mencapai itu."

Lin Fan terdiam. Bai Yun lebih cerdas daripada kelihatannya.

Akhirnya, Lin Fan mengangguk perlahan. "Baik. Aku akan membantu mu. Tapi ingat, jika kau berbohong, atau jika kau mencoba mengkhianatiku, aku tidak akan ragu untuk membunuhmu."

Bai Yun menghela napas lega. "Terima kasih, Lin Fan. Kau menyelamatkan nyawaku."

Lin Fan mendekat, memeriksa luka Bai Yun. Ia mengeluarkan beberapa herbal dari tasnya—akar penawar racun umum yang ia curi dari gudang obat. Tapi ia tahu herbal ini tidak akan cukup untuk racun tingkat tinggi milik Elder Mo.

"Aku butuh memurnikan racun ini secara langsung dari dalam tubuhmu," kata Lin Fan. "Prosesnya akan sakit. Dan aku perlu kau percaya padaku sepenuhnya. Jika kau bergerak, jarumku bisa menusuk jantungmu."

Bai Yun mengangguk, menutup matanya. "Lakukan."

Lin Fan menempatkan tangannya di punggung Bai Yun. Ia mengalirkan Qi-nya, bukan untuk menyerang, tapi untuk memasuki meridian Bai Yun. Di dalam, ia menemukan aliran Qi hitam pekat yang menyumbat jalur energi Bai Yun. Racun Elder Mo.

Lin Fan mengaktifkan Manik Giok. Cahaya putih samar bersinar dari telapak tangannya. Ia menarik energi hitam itu keluar, memurnikannya melalui Manik Giok, dan membuangnya ke udara sebagai uap abu-abu.

Proses itu memakan waktu satu jam. Keringat bercucuran dari dahi Lin Fan, tapi akhirnya, aliran Qi Bai Yun menjadi lancar kembali. Warna wajah Bai Yun membaik, napasnya menjadi stabil.

Bai Yun membuka matanya, merasa kekuatan kembali ke tubuhnya. Dia terkejut. "Ini... luar biasa. Kau benar-benar bisa memurnikan racun tingkat tinggi sendirian?"

"Itu rahasia dagang," jawab Lin Fan singkat, menarik tangannya. "Sekarang, tepati janjimu. Berikan aku informasinya."

Bai Yun duduk tegak, wajahnya serius. "Elder Mo memiliki tiga agen utama di Kota Qingyun. Satu di Penjaga Kota, satu di Guild Pedagang (pengkhianat), dan satu... di dalam Clan Zhao sendiri."

Lin Fan terbelalak. "Di Clan Zhao?"

"Ya. Seorang penasihat muda bernama Zhao Wei. Dia iri pada Zhao Feng. Dialah yang memberikan informasi tentang pergerakan Zhao Feng kepada Elder Mo, memungkinkan penyergapan itu terjadi. Zhao Wei sekarang sedang berusaha mengambil alih posisi pewaris Clan Zhao dengan menyalahkan Tuan Guo."

Lin Fan tersenyum dingin. Informasi ini sangat berharga. Jika dia bisa membocorkan kebenaran ini ke publik, atau setidaknya ke faksi loyalis Zhao Feng di dalam clan, kekacauan internal di Clan Zhao akan meledak. Elder Mo akan kehilangan bidak pentingnya.

"Bagaimana cara menghubungi faksi loyalis Zhao Feng?" tanya Lin Fan.

Bai Yun menggeleng. "Itu sulit. Mereka sedang diawasi ketat oleh Zhao Wei. Tapi... ada satu cara. Besok malam, akan ada pertemuan rahasia para pedagang independen di Pasar Gelap Bawah Tanah di bawah reruntuhan kuil dewa lama di sisi timur kota. Beberapa anggota faksi loyalis akan hadir. Jika kau bisa menyusup ke sana dan menyampaikan bukti pengkhianatan Zhao Wei, mereka akan bertindak."

"Pasar Gelap Bawah Tanah..." gumam Lin Fan. Tempat itu berbahaya, penuh dengan kriminal dan pemburu hadiah. Tapi itu satu-satunya kesempatan untuk membalikkan keadaan.

"Aku akan pergi," kata Lin Fan. "Tapi aku tidak bisa masuk ke kota sendirian. Penjagaan terlalu ketat."

Bai Yun tersenyum. "Jangan khawatir. Aku tahu jalan rahasia masuk ke Pasar Gelap. Sebuah terowongan lama dari era sebelum kota dibangun. Pintu masuknya ada di dalam gua ini, di belakang air terjun kecil di ujung utara lembah."

Lin Fan menatap Bai Yun. "Kau sepertinya sudah menyiapkan semuanya."

"Aku sudah berencana untuk melawan Elder Mo sejak lama," kata Bai Yun. "Aku hanya butuh partner yang punya kemampuan dan motivasi. Dan kau, Lin Fan, punya keduanya."

Lin Fan mengangguk. Aliansi sementara telah terbentuk. Dua orang buangan, melawan konglomerasi kekuasaan di Kota Qingyun.

"Malam ini kita istirahat," kata Lin Fan. "Besok pagi, kita bergerak ke pintu masuk terowongan."

Bai Yun mengangguk, lalu berbaring untuk tidur.

Lin Fan tetap terjaga, berjaga-jaga. Matanya menatap api unggun kecil yang ia nyalakan. Pikirannya berputar cepat. Rencana ini berisiko tinggi. Jika tertangkap, dia mati. Tapi jika berhasil, dia tidak hanya akan membersihkan namanya, tapi juga menghancurkan Elder Mo dari dalam.

Dan yang paling penting, dia akan mendapatkan kembali kebebasannya.

Di kejauhan, suara serigala menggonggong.

1
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
✅️
Daryus Effendi
masih lai bosan baca nya jarna mulai bab ini mulai bertele tele.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!