NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Cacing

Sebelum sempat mengenali pemilik suara itu, kesadaran Li Yunru tiba-tiba ditarik kembali. Kegelapan di sekelilingnya seketika lenyap, lalu kelopak matanya perlahan terbuka.

Ia tampak sedikit linglung. Pandangannya menyapu langit-langit ruangan sesaat sebelum menyadari beberapa pasang mata sedang menatapnya penuh kekhawatiran.

Lan Peijun menjadi orang pertama yang memecah keheningan. Ia mengembuskan napas panjang, seolah beban besar baru saja terangkat dari pundaknya.

"Adik perempuan, kamu akhirnya bangun! Kamu tiba-tiba pingsan dan tidak bangun selama berhari-hari. Kami semua sangat khawatir. Bahkan Ayah tidak bisa tidur nyenyak selama tiga hari terakhir," katanya.

Li Yunru mengerjapkan mata beberapa kali. Kepalanya masih sedikit berdenyut. Saat berusaha mengingat apa yang terjadi setelah ia pingsan, dahinya perlahan berkerut.

Rasanya, ia baru saja memimpikan sesuatu yang sangat penting. Namun semakin keras berusaha mengingatnya, ingatan itu justru semakin kabur. Yang tersisa hanyalah perasaan familier yang sulit dijelaskan.

Saat merasakan sentuhan lembut di dahinya, Li Yunru menoleh dan mendapati Bai Muzhi sedang mengusap sisa keringat dingin di kulitnya.

"Memangnya berapa lama aku pingsan?" tanyanya dengan suara sedikit serak.

"Tiga hari." Jawaban Bai Muzhi terdengar datar seperti biasa, tetapi sorot matanya menyimpan kekhawatiran.

"Tiga hari ..." Li Yunru bergumam. Matanya mendadak membelalak. Ia langsung menoleh ke arah Bai Muzhi. "Tunggu—Apaaa?!! Tiga hari?!!" pekiknya.

Karena terlalu terkejut, ia spontan bangkit dan duduk tegak di atas tempat tidur. Namun kepalanya seketika berputar hebat. Pandangannya mengabur hingga tubuhnya terhuyung.

Untungnya, Bai Muzhi sudah mengantisipasinya. Ia segera menopang bahu Li Yunru dan membantunya berbaring kembali.

"Kamu baru saja bangun. Jangan banyak bergerak," kata Bai Muzhi.

Li Yunru segera memegangi perutnya. Keningnya berkerut, sesekali terdengar erangan pelan seolah sedang menahan sakit.

Melihat itu, Lan Homian sebagai ayah yang baru menemukan putrinya tentu saja panik. Selama tiga hari terakhir, ia hampir tidak pernah meninggalkan kamar demi menjaga Li Yunru yang tak sadarkan diri. Hanya Hong Maxing yang pergi sejak hari pertama karena ada urusan yang tidak bisa ditunda.

Kini melihat Li Yunru mengerang setelah bangun, jantungnya langsung berdebar panik. "Putriku, apakah ada yang salah?"

Lan Homian langsung mencubit lengan Lan Peijun dengan keras. "Peijun! Bagaimana kamu memeriksa adikmu? Bukankah kamu bilang dia baik-baik saja dan hanya tidur?"

"Aduh!" Lan Peijun hampir melompat dari tempatnya. "Ayah! Aku tidak mungkin salah memeriksa! Aku bersumpah!"

Ruu yang ikut berbaring di samping Li Yunru tiba-tiba menegakkan telinganya. Ia seperti menebak sesuatu. "Tuan, apakah kamu lapar?"

Li Yunru langsung menoleh ke arah kelinci gemuk itu. "Kamu memang yang paling pengertian." Ia memeluk perutnya sambil meringis. "Perutku menggeram karena ingin makan sup ikan. Tiga hari tidak makan, siapa yang tidak kelaparan?"

"...."

Lan Peijun dan Lan Homian sama-sama terdiam tak percaya. Keduanya tanpa sadar menoleh ke arah Bai Muzhi. Namun ekspresi Raja Naga Putih itu tetap tenang seperti biasa.

Li Yunru tidak memedulikan ayah dan kakak laki-lakinya. Ia justru menatap Bai Muzhi dengan tatapan menuduh. "Mengapa tidak memberiku makan selama tiga hari? Bukankah kamu ini pasanganku?"

Bai Muzhi mengerutkan kening. Setelah berpikir sejenak, ia menjawab dengan jujur. "Raja ini tidak mungkin menjejalkan makanan ke tenggorokanmu, kan?"

"...."

Li Yunru terdiam. Tampaknya alasan itu memang masuk akal. Orang yang pingsan bahkan sulit menelan air, apalagi makanan. Jika Bai Muzhi ceroboh dan makanan justru menyumbat jalan napasnya, bukankah ia benar-benar akan mati?

Membayangkan dirinya tersedak lalu langsung pergi ke dunia bawah untuk meminum sup Mengpo membuatnya bergidik.

"... Setidaknya beri aku pil anti lapar. Bukankah kalian punya pil spiritual semacam itu?" Suaranya mulai terdengar tidak yakin.

Ruu langsung menghancurkan seluruh harapan kecilnya. "Tuan, ini dunia manusia setengah binatang yang bercampur dengan manusia biasa, bukan zaman kultivator yang bisa naik ke Alam Dewa. Jangan berkhayal terlalu jauh."

"Tidak ada?" Gadis itu masih tampak tidak percaya.

Lan Peijun yang memahami pengobatan spiritual segera menggeleng. "Dunia ini memang memiliki pil penyembuh, tetapi tidak ada pil yang bisa membuat seseorang kenyang. Kemampuan para alkemis sekarang belum sampai sejauh itu."

Li Yunru langsung kecewa. Namun rasa laparnya jauh lebih penting saat ini. Setelah memastikan tubuhnya baik-baik saja, ia perlahan turun dari tempat tidur.

Ternyata analisis Lan Peijun memang benar. Selain sempat pusing sesaat setelah bangun, kondisi Li Yunru baik-baik saja. Bahkan wajahnya kembali kemerahan hanya karena memikirkan makanan.

Li Yunru akhirnya menerima kenyataan bahwa Lan Peijun memang kakak laki-lakinya. Saat menatap Lan Homian, ia masih sedikit canggung. Namun setidaknya kini ia tahu satu hal. Ia masih memiliki ayah kandung yang benar-benar peduli padanya.

"Adik perempuan, apakah kamu benar-benar baik-baik saja? Biarkan orang dapur yang memasak. Kamu istirahat saja," kata Lan Peijun.

"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Li Yunru menggeleng. "Terlalu lama berbaring membuat tubuhku tidak nyaman."

Ia meregangkan tubuh, memutar bahu dan pergelangan tangan, lalu melakukan beberapa gerakan pemanasan yang biasa dilakukannya sebelum berolahraga.

Melihat itu, Lan Homian hampir menghentikan putrinya karena takut terjadi sesuatu. "Leluhurku ... Putriku, berhenti dulu! Bukankah tubuhmu belum pulih? Bagaimana kalau tangan atau kakimu terkilir?"

Li Yunru tertawa kecil. "Jangan khawatir, Ayah. Aku tahu apa yang kulakukan."

Beberapa menit kemudian tubuhnya memang terasa jauh lebih nyaman. Setelah selesai melakukan peregangan, ia memutuskan pergi mencari ikan. Sebelum itu, ia mengganjal perutnya dengan beberapa kue persik dari dapur istana.

Namun saat melewati kolam koi di halaman belakang, langkahnya tiba-tiba terhenti. Tatapannya tertuju pada ikan-ikan bercorak cerah yang berenang santai di dalam air. Sebuah ide liar pun muncul di kepalanya.

"Haruskah kita membuat sup ikan koi saja?"

Ruu menjadi yang pertama tidak setuju. "Koi adalah simbol keberuntungan. Bagaimana bisa dimakan? Itu tabu."

Li Yunru mengangkat sebelah alis. "Bukankah itu lebih bagus? Tidak perlu repot memelihara mereka demi keberuntungan. Makan saja, keberuntungannya langsung menempel di tubuh kita."

Ruu langsung menatapnya seolah melihat orang gila. "Konyol! Mana ada cara seperti itu? Kalau benar, ikan koi sudah menjadi hewan paling langka sejak zaman purbakala, bahkan lebih langka daripada suku duyung yang bisa mengubah air mata menjadi mutiara!"

Li Yunru yang memiliki pengetahuan modern langsung mengoreksi. "Gendut, tidak ada ikan koi di zaman purbakala." Ia berhenti sejenak. "Mungkin saat itu manusia masih berupa kera."

"...."

Ruu menatapnya serius. Apakah kamu menganggap dirimu keturunan kera?

Untungnya Bai Muzhi segera menjelaskan masalah yang sebenarnya. "Rasa ikan koi tidak terlalu enak dan memiliki banyak duri."

"Oh ...."

Li Yunru hanya mengetahui soal ikan koi dari internet saat masih hidup di zaman modern. Namun ia tidak menyangka rasanya ternyata memang tidak enak.

Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju sungai di dekat istana. Tak lama kemudian, mereka tiba di tepi sungai. Beberapa ikan gemuk berenang di dekat permukaan, tetapi segera menjauh saat melihat manusia datang.

"Seharusnya ada cacing di sekitar sini. Kita butuh cacing untuk memancing ikan," kata Li Yunru seraya melihat sekeliling.

Lan Peijun akhirnya tidak tahan lagi. "Xiaoyun, apa kita benar-benar harus menggali cacing untuk menangkap ikan?"

Li Yunru memutar bola matanya. "Tentu saja. Tanah lembap adalah tempat favorit cacing. Balik saja tanahnya, pasti ada yang menggeliat. Bukankah burung merak juga makan cacing?"

Lan Peijun menyentuh dahinya dengan pasrah. Ia langsung membantah. "Burung merak biasa mungkin memakannya, tapi manusia setengah binatang tidak! Raja ini—eh, maksudku, saudaramu ini tidak makan cacing! Xiaoyun, apa kamu punya kesan buruk terhadap suku merak?"

Bagaimana jika suatu hari adik perempuannya benar-benar menggali semangkuk cacing lalu mengolahnya menjadi cacing goreng? Membayangkannya saja sudah membuat kulit kepalanya mati rasa.

"Tidak, bukan begitu maksudku."

Li Yunru hanya mengatakan fakta tentang burung merak biasa. Sayangnya, ia lupa bahwa manusia setengah binatang berbeda dengan binatang sungguhan.

Lan Homian hanya tersenyum melihat interaksi kedua anaknya. Hatinya terasa hangat. Meski baru saling mengenal, hubungan kakak-adik itu tampaknya berkembang dengan sangat baik.

Suasana di tepi sungai tampak harmonis dan damai. Namun kedamaian itu tidak bertahan lama. Tiba-tiba, dari arah hutan terdengar teriakan minta tolong yang serak dan terputus-putus.

"Se-seseorang! Si-siapa pun di sana—tolong ... tolong aku!"

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: wahhh, gak sabar menunggu mereka bertemu🙀
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: kenapa gak bikin lanjutan cerita anaknya Li Chang Su sama Mu Xianzhai kak?? 🤭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi sekarang kan dia udah kakek kakek kak/Scream/, masa aku suka sama kakek kakek 😭😭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!