💸Sugar Mommy Online💸
Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.
Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.
Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~
***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Tidak Boleh Baper!
"Aku mau tanya sesuatu."
Lusi yang sedang berusaha mempertahankan posisi yoga mengangkat kepalanya sedikit. Keringat tipis menempel di dahinya. Sejujurnya ia mulai membenci beberapa gerakan yoga yang menurutnya tidak masuk akal. Orang normal mana yang bisa melipat tubuh seperti mi instan sebelum direbus?
Rayyan yang berdiri tidak jauh darinya biasanya akan langsung menjawab setiap pertanyaan. Namun kali ini tidak ada suara balasan.
Lusi mengerutkan kening. "Rayyan?"
Tetap tidak ada jawaban. "Ray?"
Masih diam.
Posisi yoga yang sedang ia lakukan membuat lehernya terasa pegal. Dengan susah payah ia memutar kepala untuk melihat ke arah pelatihnya. Saat itulah ia menyadari sesuatu yang aneh.
Rayyan sedang melamun.
Tatapan pria itu terlihat lurus ke depan, tidak melihat layar tablet di tangannya, tidak pula memperhatikan gerakan latihan yang sedang dilakukan muridnya. Entah apa yang sedang dipikirkannya sampai terlihat begitu tidak fokus.
Lusi langsung merasa kesal. Bukankah dia membayar mahal untuk pelatih pribadi?
Sistem: Juga karena dia target yang sesuai kriteria sistem~
"Heh, Rayyan! Aku lagi ngomong lho!"
Karena terlalu berusaha menoleh, keseimbangan tubuhnya yang memang sudah mati-matian di jaga akhirnya langsung buyar.
Perutnya yang besar membuat pusat gravitasinya berbeda dengan orang normal. Begitu posisi tubuhnya bergeser sedikit saja, matanya langsung membelalak.
"Astaga!" Tubuhnya miring ke samping.
Suara Lusi yang tidak pelan itu seketika menyadari Rayyan, begitu melihat nya akan terjatuh Rayyan refleks langsung melangkah kan kaki dengan cepat ke arahnya.
"Lusi!"
Pria itu bergerak cepat untuk menangkapnya. Namun yang terjadi tidak sesuai harapan, bukan seperti adegan Pangeran menangkap Cinderella ya terjatuh. Namun karena Rayyan terlalu terburu-buru, ujung sepatunya tersangkut pada matras yoga yang terlipat sedikit.
Satu detik kemudian... Brukh!
Suara benturan keras menggema di ruangan latihan privat. Lusi jatuh terlebih dahulu dengan bokong menghantam matras.
Namun penderitaannya belum selesai, sebuah tubuh besar jangkung dan padat jatuh tepat di atasnya.
"Ugh!"
"Ngh..."
Untuk sesaat dunia seolah berhenti. Rayyan membeku, begitu juga Lusi.
Jarak mereka terlalu dekat, sangat dekat.
Rayyan bahkan bisa melihat bulu mata Lusi yang sedikit basah oleh keringat. Wajah perempuan itu memang tidak bisa di katakan cantik dan mempesona, namun jika di lihat lebih teliti wajahnya yang berisi membuat di tambah dengan bibir kecil tipis, membuat penampilan nya cukup menggemaskan. Bagian-bagian fitur wajah nya tidak terlalu terlihat hanya karena kelebihan lemak, berat badannya juga masih jauh dari ideal. Namun mata nya selalu terlihat hidup.
Selalu bersinar seolah menyimpan vitalitas yang tidak pernah habis. Tanpa sadar Rayyan menatap lebih lama dari seharusnya.
Sementara Lusi yang awalnya juga terkejut mulai menyadari sesuatu. Tubuh pria ini masih menindihnya. Dan yang lebih menyebalkan, dia malah bengong!
"Heh!" Suara Lusi yang seperti bentakan langsung membuyarkan suasana.
"Kamu sengaja ya?!"
Rayyan berkedip. "Hah?"
"Kamu mau bikin aku lumpuh?!"
Lusi melotot. "Udah jatuh nimpa orang malah diam aja! Mau buka cabang jasa urut tulang patah ya?!"
Dengan mata yang langsung membolak, Rayyan segera sadar dia menimpa tubuh Lusi. Ia segera bangun dengan panik, tidak lupa juga membantu Lusi bangun.
"Aduh... Pantat ku" keluh Lusi.
Rayyan tertunduk, merasa malu, canggung dan perasaan bersalah menjadi satu. "Maaf" sudah lama dia tidak meminta maaf, bukan karena sombong atau angkuh tapi karena ia memang jarang atau hampir tidak pernah melakukan kesalahan. Sekarang, dia benar-benar merasa canggung dan ingin pergi.
Lusi memberikan lirikan tak bersahabat, menepuk-nepuk tubuhnya seolah ada debu lalu berjalan mengambil tas. Sudah pukul 7 lebih, sudah waktunya pulang, dia tidak memiliki mood lagi untuk berduaan meningkatkan rasa suka targetnya.
"Terimakasih latihannya hari ini" ucapnya seolah tidak ikhlas berbicara lalu pergi tanpa menoleh.
Rayyan menatap kepergian nya dengan serba-serbi, dia ingin mengejar namun merasa canggung. Dia menjatuhkan tubuhnya di kursi dan menutup matanya dengan tangan, seumur hidupnya, ini pertama kalinya dia merasakan perasaan seperti ini.
Awalnya dia memikirkan kenapa perasaan nya jadi terasa aneh saat melihat Lusi, seperti danau yang tiba-tiba di lempari batu sebesar Lusi. Membuat permukaan nya beriak dan air nya tak beraturan.
Dia menatap atap, seketika terngiang di otaknya mata coklat cerah yang bersinar seperti vitalitas yang tak akan pernah habis. Seketika dia mengusap wajahnya mencoba agar menyadarkan nya untuk sadar.
Rayyan pernah berkencan beberapa kali, namun dia tidak pernah jatuh cinta dan merasakan perasaan nya. Jadi saat mengalami situasi seperti itu, dia benar-benar seperti anak kecil yang di timpa musibah orang dewasa.
[ Tuan, anda tidak boleh marah atau sampai memendam dendam pada target ]
Peringat sistem saat Lusi sedang duduk di dalam taxi.
'Tidak kok' jawab Lusi singkat.
Sistem terdiam hingga tidak lagi bersuara, baiklah tuan rumah nya pasti tidak akan benar-benar marah atau dendam kepada target hanya karena masalah sepele. Meskipun begitu sistem benar-benar bingung, tuan nya ini selalu memasang tampang biasa saja atau nyaris menjaga jarak dari Rayyan dan bahkan memelototi nya dengan menakutkan. Namun kenapa tingkat rasa suka target malah naik? Sistem sedikit bingung, hah~ Inilah kenapa dia tidak mau berganti profesi dari sistem kultivasi menjadi sistem Sugar Mommy. Benar-benar tidak nyambung, dia lebih nyaman jadi sistem kultivator.
Lusi bersandar sambil memejamkan mata, dalam pikirannya dia masih memikirkan kejadian tadi. Saat pria itu menimpa dirinya, dia bisa merasakan wangi pria itu dan kencang nya otot tubuh pria itu. Sial, wajahnya memerah!
Tidak, tidak! Tidak boleh baper!
Sementara itu, Lin Chen baru saja kembali ke kamar asrama nya. Hari ini dia begitu sibuk dengan persiapan ujian, hingga tidak memiliki waktu untuk membuka handphone.
Dia pikir hari ini akan menjadi live terakhir nya karena setelah nya dia harus fokus belajar, atau dia bisa mengganti metode live saat belajar? Entahlah, namun begitu membuka aplikasi tiktok. Sesaat dia memeriksa pesan, matanya seketika membolak saat membaca pesan dari akun yang di balas nya semalam.
"Mau!!"
semangat terus ya~~~😋😋😋
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
semangat terus ya~~~/Hey//Hey//Hey/