NovelToon NovelToon
Hasrat Sang Nona Janet

Hasrat Sang Nona Janet

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Action
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 KESEL

Pagi pun tiba dengan matahari yang indah suasana segar, kini janet masih tertidur di balik selimut, wajah polos dan ke cantik nya begitu indah terpang-pang jelas.

   Berlahan janet membuka mata lalu bangun terduduk ia sejenak terdiam melamun, janet menoleh ke samping jendela kaca matahari yang sangat bersinar membuat nya sedikit pusing. ia pun bangkit turun dari ranjang kasur melangkah jalan.

   janet sekarang melangkah jalan ke meja makan terlihat leon sedang menyiapkan makan di atas meja, janet heran kenapa leon memasak??

"....... "

    janet menarik kursi lalu duduk di depan meja yang sudah ada masakan makanan yang di buat leon. terlihat enak, ada ikan goreng, sosis, nasi putih dan air gelas untuk minum.

   leon meletakkan sop sayur di atas meja makan dan duduk di kursi.

   kini mereka berdua berhadapan duduk di kursi depan meja hanya saling menatap terdiam.

"hmm.. nih". leon memberikan piring kosong pada janet, janet pun mengmbil piring dari tangan leon lalu meletakkan piring nya di atas meja depan nya.

  leon hanya terdiam memperhatikan janet, ia menunggu giliran.

  janet mengambil nasi putih pakai sendok nasi meletakkan di piring kosong nya lalu mengmbil ikan goreng dan sosis

   leon tersenyum tipis melihat janet jauh lebih baik dari sebelumnya.

"kenapa hanya diam saja, ayo makan!! " perintah janet dengan nada tegas

"oh, iya". jawab singkat tersadar leon pun mengmbil nasi.

" hari ini aku akan kerja di kantor, kamu jadi sopir aku, ikutin saya kemana pun saya pergi, paham!! ". Minta janet tegas

" iya. nona janet ". jawab leon sambil makan.

Sampai lah di kantor, kini janet di ruang kantor sedang duduk depan komputer yang lagi menyala.

tok

tok

tok

seseorang mengetok pintu

Ceklik

seorang wanita karyawannya datang membawa berkas di tangan kanan nya, ia melangkah jalan menghampiri janet

janet begitu sibuk terus fokus dengan kerjaannya.

"maaf Bu bos, ini ada berkas yang harus bu bos tanda tanganin". Ucap nya menyerahkan berkas pada janet

janet pun mengmbil berkas di tangan karyawan nya, ia membuka lembaran dan membaca sebelum di tanda tangan.

" ini...!! ". janet menyerahkan berkas pada karyawan nya dengan wajah datar.

" kalau gitu saya permisi ". Ucapnya pamit melangkah jalan pergi.

janet hanya memperhatikan sambil berfikir, tidak lama dirinya menyender di kursi seperti orang yang lelah dan capek, janet masih kepikiran soal adik nya (Alicia) sampai sekarang belum ada kabar atau pentunjuk dari para polisi, ia sangat bingung dan khawatir takut terjadi sesuatu. Janet melamun dirinya teringat kembali masa kecil bersama Alicia penuh senyum kebahagiaan bersama ayahnya.

janet teringat Alicia suka bawel dan marah-marah Alicia suka mengeluh. janet hanya terdiam ocehan Alicia bagi janet sudah terbiasa dengan sikap dan berkataan Alicia.

"Alicia, sekarang apa kamu baik-baik saja?? ". Gumam janet dengan nada lembut dan khawatir

Jam sudah pkl 12 siang udah saatnya janet makan siang

janet bangkit melangkah jalan keluar dari ruang kerja, ia melihat sekeliling kantor mencari keberadaan leon, tapi tidak terlihat adanya leon

janet melangkah jalan mencari leon, ia berjalan lorong lobby.

"kemana itu orang, bukannya diam di kantor, malah hilang". Gumam janet dengan ekspresi kesel dan bete

" kamu lihat leon?? pria gagah badan tinggi dan besar berotot, liat engak!!?? ". Ucap janet dengan nada lantang namun tegas pada karyawan nya

" tidak bu bos". jawabnya gugup

janet pun lanjut melangkah jalan di lorong lobby, sampai di depan pintu lift menunggu pintu terbuka.

ting

tidak lama pintu lift terbuka, ia memasuki lift lalu menekan tombol bawah lantai.

lama menunggu lift Sampai bawah lantai

ting

pintu lift terbuka janet melangkah jalan keluar dari dalam lift. kini janet berada di parkiran mobil, ia melihat sekeliling mencari keberadaan leon.

"Astaga dia tuh kemana sih??, baru juga satu hari kerja udah hilang saja!! ". Gumam janet sangat kesel dengan leon dirinya tak kunjung kelihatan batang hidung nya.

janet melangkah jalan keluar gedung, jalan belok ke kanan ketempat restoran makan.

Leon memasuki gedung kantor nya janet melangkah jalan menghampiri seorang karyawan yang lagi berdiri sendiri

"maaf mba, nona janet sudah makan siang apa belum?? ". tanya leon dengan nada berat

" barusan keluar lagi cari makan di restoran sana!! ". Ucapnya sambil tunjuk keluar

" ok, terimakasih ".

" iya sama-sama".

leon pun berbalik badan melangkah jalan keluar gedung kantor mencari janet.

saat ini janet lagi duduk depan meja sendirian sambil main ponsel nya menunggu makanan nya datang.

Leon membuka pintu memasuki restoran, ia melihat sekeliling mencari keberadaan janet, ia pun melihat janet sendirian dekat jendela tidak jauh darinya. leon pun melangkah jalan menghampiri janet

"maaf nona janet". Ucap leon menuduk kepala

Janet hanya menghela nafas singkat dan melihat wajah leon di samping nya yang lagi berdiri tegak

" kamu tau, aturan kerjanya seperti apa?? saya sudah bilang ikutin saya kemana pun pergi, kemana kamu tadi??? ". Tanya janet dengan wajah marah dan kesel

" Maaf saya tadi pergi keluar cari angin ". Jawab leon dengan nada lembut

" cari angin, iya, kenapa tidak bicara dulu ke saya, jangan seenaknya kamu keluar keluyuran, saya tidak mau kayak gini, paham!! ". Ujar janet dengan nada tegas

" baik nona, saya tidak akan mengulangi lagi, ini yang terakhir ".

" duduk!! ". perintah janet tegas

leon pun mengikuti perintah janet, ia pun duduk di kursi depan meja berhadapan dengan janet. tidak lama makanan pun datang karyawan restoran meletakkan makanan di atas meja mereka.

janet mengmbil makanan

" kamu makan". perintah janet pada leon

leon menganggukkan kepala dan mulai mengmbil makan

mereka berdua pun makan bersama.

"Janet!! ". sahut seorang pria tampan di balik kaca mata hitam dan jas abu-abu seperti orang kantor.

" Dev?? ". jawab janet kaget melihat wajah nya

Dev melepaskan kaca mata hitam nya dan tersenyum pada mereka berdua

" wah... tidak menyangka kita bertemu lagi". Ucap Dev Sumingrah senang bahagia pada janet

leon hanya terdiam memperhatikan mereka berdua, perasaan leon mulai penasaran hubungan mereka, terlihat saling kenal, tapi ekpresi wajah janet kayak tidak nyaman.

Dev adalah mantan nya janet dia berasal dari keluarga Hasmurand, janet tidak mengetahui kalau Dev saudara nya Aska, adik kandung dari Aska, yang mencoba untuk mendapatkan janet secara obsesi nya. yang janet tahu Dev hanya seorang pengusaha memiliki perusahaan nya sendiri, berbeda dengan aska hanya mendapatkan dari ayahnya secara licik.

Dev pun tidak mengetahui keburukkan tentang Aska, yang ia tahu Aska hanya seorang pria yang setia pada Ana. Dev dan Aska kedua anak yang di perlakukan berbeda oleh ayahnya mereka yang tidak adil, Aska di perlakukan kejam, yang tidak di perdulikan dan di acuhin oleh ayahnya. sedangkan Dev di perlakukan baik perhatian dan kasih sayang.

kecemburuan dan kebencian Aska semakin dendam terhadap adiknya sendiri yaitu Dev, sedangkan Dev tidak peka atau menyadari perasaan kakaknya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!