Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mencari kelas lestari
setelah dari kantin Galang bersama Aga dan Top mulai menyelidiki dimana tepatnya kelas Lestari.
"eh lang ini nyari kelasnya kudu di periksa satu- satu? Memalukan ihh" keluh top
"ya terus mau gimana? Udahlah ayok bantuin aja"
Lalu mereka bertiga pun menyusuri koridor jurusan design busana. Ruangan demi ruangan mereka periksa. Kelas demi kelas pun mereka lihat. Tapi masih belum juga menemukan kelas dimana Lestari berada.
"lang, capek nih, udahan aja yuk. Kayaknya bukan jurusan ini deh dia"
"coba terakhir ini deh ya, abis itu kita balik deh aga"
Lalu mereka pun membuka pintu ruangan paling ujung itu. Saat pintu terbuka mereka mematung. Karena ternyata diruangan itu ada Lestari, Indah dan Puspa. Yang serang menaroh kain pada manekin
"psstt tari ini orang yang kamu bilang ngikutin kamu terus?" bisik puspa pada lestari. Dan di balas anggukan olehnya
"eheyy galang ya? kalian ngapain di jurusan design busana, di ruangan praktek pula. Kalian mau jahit baju?"
"ahahaha anu anu itu apaa deh anuu"
"anu apa?" tanya Indah
"anuu emmm anuu apaa dehh anuu nama kamu siapa ya? Hehe" tanya galang asal saja karena panik
"nama aku puspa, itu indah, kalau tari sudaj tau kan?" ucap puspa jail
"uuudd uddd uddahh hehe udahh tau hehe" jawab galang grogi
"lang jangan memalukan tiga macan serangkai deh" bisik top
"ya kamu bantuin makanya, aku kan kalau panik ga bisa berfikir normal" balas bisikan galang
"kapan otakmu normal sih lang" bisik aga setelahnya
"ssttt diem deh kalian kalau ga bantu" bisik galang, sembari tersenyum ke arah puspa
"oh ya, jadi kalian ngapain kemari?"
"anu ituu apaa toilet dimana ya? Kita kesasar hehe" tanya galang grogi
"oh toilet, nih di belakang sini" jawab puspa
"kalau gitu kami pamit ya, kalian lanjutin aja jahitnya ya" ujar galang lalu berbalik badan
sebelum ia pergi puspa menahannya
"kenapa ya puspa?"
"lewat sini aja, itu pintunya langsung terhubung sama area belakang kok, biar cepet"
"ahahaha gapapa nih?"
"iya gapapa, udah lewat sini aja"
"okey kami izin lewat sini ya hehe"
Lalu galang, aga dan top berjalan miring melewati lestari dan indah. Lestari hanya acuh saat galang melewatinya
Saat tiba di luar pintu, tiga serangkai galang, top dan aga. Pun segera lari menjauh sejauh mungkin
"salam mu nih lang, kenapa sih tadi grogi"
"iya maaf, lagian kaliam juga ga bantuin aku. Siapa sih yang grogi kalau ada di deket my sayang my lestari" ujar galang kegirangan saat menyebut nama lestari
"udah deh lang, dia kayaknya susah dikejar" ucap aga
"belum mencoba, tapi sudah mundur. Itu bukan lah sikap laki- laki sejati!! Laki- laki sejati tidak takut kalah!! Aarggg!!" ucap galang menggebu- gebu
"terserah kamu deh lang, yang penting kita dan ngingetin" ucap top
"iyah bener tuh, yuk kita lanjut ke kelas, bentar lagi udah masuk jam pelajaran selanjutnya" ucap top
lalu mereka bertiga pun bergegas ke kelas. Saat di perjalanan, galang di hadang oleh kakak kelas tahun kedua, namanya ratih.
ratih bilang ada hal yang ingin ia sampaikan terkait sekolah, yang diamanahkan guru padanya. Dan ini membutuhkan bantuan galang. Akhirnya galang dan ratih pun janjian bertemu selesai kelas di parkiran