NovelToon NovelToon
CINTA HABIS DI MANTAN

CINTA HABIS DI MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: AssaZahara

Catalea Yoora merupakan salah satu dari pewaris perusahaan Rotasi Company. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan, bakery, dan kuliner yang sudah membuka cabang lebih dari lima provinsi. Beberapa menit menjelang akad nikahnya Alea menghilang. Gosip yang beredar Alea pergi karena ia tidak mencintai calon suaminya karena perjodohan keluarga. Kecurigaan itu beralasan, karena tamu yang dimaksud ternyata mantan Alea, Zahran Adrian Adiguna. Mantan kekasih yang pernah menjalin hubungan dengan Alea. Namun hubungan itu berakhir karena hubungan keluarga. Akhir-akhir ini hubungan kedua keluarga itu membaik. Tapi kejadian hilang nya Alea berkaitan Erat dengan Zahran. Beberapa orang menduga Alea di culik oleh Zahran karena dendam. Namun sebagian orang merasa alasan hilangnya Alea sangat sederhana ia masih cinta dengan mantan kekasih nya. Motif yang hanya bisa di ketahui publik ketika Alea di temukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AssaZahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI AMBANG KRISIS

Ruang rapat utama di lantai dua puluh empat Gedung Agung Rotasi Company biasanya dipenuhi oleh aroma kopi arabika premium dan pembicaraan optimis mengenai angka pertumbuhan kuartalan. Namun siang ini, atmosfer di ruangan berdinding kaca patri itu terasa mencekam. Sinar matahari yang terik di luar seolah tak mampu menembus dinginnya ketegangan yang menyelimuti belasan jajaran direksi, komisaris, dan pemegang saham utama yang duduk mengitari meja konferensi oval dari kayu jati.

Di ujung meja, kursi kebesaran Baskoro Yoora tampak kosong, menciptakan lubang otoritas yang kentara. Arkaen Yoora berdiri di sisi kursi tersebut, wajahnya mengeras dengan setelan jas formal yang sedikit kusut. Sementara di sisi kanannya, Benny Priyatno, sang Kepala Keuangan, sibuk menatap layar laptopnya yang menampilkan grafik pergerakan saham berkode ROTA yang terus menukik tajam ke zona merah.

Brak!

"Bagaimana mungkin dalam waktu tiga jam kita kehilangan hampir delapan persen nilai kapitalisasi pasar?!" suara salah satu komisaris senior, seorang pria berambut abu-abu dengan pengaruh besar, menggelegar memecah keheningan.

"Sentimen pasar bergoyang hebat! Seluruh media finansial nasional saat ini tidak membahas tentang peluncuran menu baru kita, melainkan tentang hilangnya Catalea!"

Benny Priyatno membetulkan letak kacamatanya, mengusap keringat dingin yang terbit di dahinya sebelum membalikkan layar proyektor besar di dinding.

"Situasinya jauh lebih rumit dari sekadar gosip keluarga, Pak," ujar Benny dengan suara yang diusahakan tetap tenang, meski ia tahu angka-angka di depannya adalah mimpi buruk bagi setiap CFO.

"Pukul 09.00 tadi, tepat saat rumor pembatalan pernikahan merebak, volume penjualan saham ROTA oleh investor ritel melonjak drastis. Yang memperparah keadaan adalah rilis berita dari pihak Pratama Logistics tiga puluh menit yang lalu."

Arkaen menoleh tajam ke arah Benny. "Apa yang dilakukan keluarga Pratama?"

"Hendra Pratama baru saja mengeluarkan pernyataan resmi kepada pers," Benny menghela napas berat.

"Mereka menyatakan bahwa seluruh rencana nota kesepahaman—MoU terkait integrasi rantai pasok dan distribusi eksklusif antara Pratama Logistics dan Rotasi Company di tiga provinsi baru... ditangguhkan tanpa batas waktu yang ditentukan. Alasan mereka? Ketidakpastian tata kelola dan stabilitas internal di pucuk pimpinan Rotasi."

Ruangan langsung gaduh oleh gumaman panik para pemegang saham. Pembatalan integrasi logistik dengan Pratama Logistics adalah pukulan telak. Selama ini, kenaikan target pendapatan (GMV) Rotasi Company dalam proyeksi tahun depan sangat bergantung pada efisiensi biaya distribusi yang dijanjikan oleh aliansi pernikahan tersebut.

"Ini bencana," bisik komisaris lainnya.

"Para investor asing di bursa akan mengira kita sedang mengalami perpecahan internal. Jika saham kita menyentuh batas auto rejection bawah hari ini, reputasi lima provinsi yang kita kuasai akan runtuh dalam sekejap!"

Arkaen melangkah maju, meletakkan kedua telapak tangannya di atas meja, berusaha mengambil alih kendali ruangan dengan aura kepemimpinan yang ia tiru dari ayahnya.

"Harap semuanya tenang! Ayah saya saat ini sedang dalam penanganan medis terbaik di rumah sakit. Kondisinya stabil. Masalah operasional perusahaan sepenuhnya berada di bawah kendali saya sebagai Direktur Operasional."

"Operasional mungkin berjalan, Arkaen," potong sang komisaris senior dengan nada meremehkan.

"Tapi wajah dari divisi publik, inovasi produk, dan negosiasi investor selama ini adalah Catalea. Pasar memercayai insting Alea. Ketika dia menghilang di hari pernikahannya—terlebih dengan rumor keterlibatan keluarga Adiguna—pasar melihatnya sebagai risiko politik bisnis yang tinggi!"

"Catalea telah melakukan tindakan indisipliner yang merugikan perusahaan!" bentak Arkaen, tidak mampu lagi menahan kejengkelannya yang mendalam terhadap adiknya.

"Dia memprioritaskan perasaan pribadinya di atas kepentingan ribuan karyawan dan pemegang saham. Pihak berwajib sedang memburu Zahran Adrian Adiguna atas tuduhan penculikan. Begitu Alea ditemukan, saya sendiri yang akan memastikan posisinya di jajaran direksi ditinjau ulang."

Benny Priyatno melirik Arkaen dari sudut matanya. Di dalam otaknya yang kalkulatif, Benny melihat ini sebagai peluang ganda. Di satu sisi, ia harus menyelamatkan keuangan perusahaan demi mengamankan bonus dan investasi pribadinya. Di sisi lain, kekosongan posisi Alea dan ketidakberdayaan Baskoro adalah momen terbaik bagi Arkaen yang mudah disetir olehnya untuk naik takhta menjadi direktur utama yang absolut.

"Tuan-tuan dan Nyonya sekalian," Benny menengahi dengan senyum profesionalnya yang menenangkan.

"Menghujat situasi tidak akan menaikkan harga saham kita kembali ke zona hijau sebelum penutupan bursa sore nanti. Kita membutuhkan counter-narrative yang kuat untuk memenangkan kembali kepercayaan pasar. Pemenuhan target kerja kita (SLA) ke gerai-gerai daerah harus tetap dipublikasikan seolah tidak terjadi apa-apa." Lanjut Benny

"Apa rencanamu, Benny?" tanya salah seorang direktur pemasaran.

"Pertama, kita keluarkan rilis pers bahwa Nona Catalea Yoora bukan menghilang karena masalah pribadi, melainkan sedang dalam kondisi rehat medis mendadak akibat kelelahan mempersiapkan ekspansi provinsi keenam," cetus Benny dengan lancar, menciptakan kebohongan korporat yang rapi.

"Kedua, kita umumkan bahwa Arkaen Yoora akan mengambil alih seluruh fungsi eksekutif untuk sementara waktu guna menjamin bahwa operasional harian tidak terganggu sedikit pun."

Arkaen mengangguk setuju, dadanya membusung mendengar usulan Benny yang menempatkan dirinya di puncak pimpinan.

"Saya setuju. Kita harus menunjukkan pada bursa bahwa Rotasi Company tidak bergantung pada satu orang saja, bahkan jika orang itu adalah Catalea." Ujar Arkean

Namun, sebelum Benny sempat mengetuk palu persetujuan, pintu ruang rapat terbuka tanpa ketukan. Seorang staf sekretariat berlari masuk dengan wajah memucat, memegang sebuah gawai yang menampilkan siaran langsung televisi berita bisnis.

"Maaf mengganggu, Bapak-bapak..." suara staf itu bergetar hebat. "Ini... Adiguna Group baru saja mengadakan konferensi pers mendadak."

Benny segera mengalihkan saluran proyektor ke siaran televisi tersebut. Di layar besar, terlihat juru bicara keluarga Adiguna berdiri di podium, dikelilingi oleh puluhan mikrofon wartawan.

"Kami dari pihak Adiguna Group dengan tegas membantah tuduhan keji dan tidak berdasar yang menyatakan bahwa saudara Zahran Adrian Adiguna telah melakukan penculikan terhadap Nona Catalea Yoora," ucap juru bicara itu dengan lantang.

"Saudara Zahran saat ini sedang melakukan perjalanan bisnis pribadi yang legal. Kami memperingatkan pihak Rotasi Company dan Pratama Logistics untuk tidak mencemari nama baik keluarga kami demi menutupi kegagalan internal pernikahan mereka. Jika tuduhan ini berlanjut, kami siap mengambil langkah hukum dan meninjau ulang seluruh kerja sama komersial di sektor properti hotel kami yang menggunakan produk Rotasi."

Mendengar pernyataan perang terbuka dari Adiguna Group, ruangan rapat itu seketika dilempar kembali ke dalam badai kepanikan yang lebih dahsyat. Grafik saham ROTA di sudut layar langsung terjun bebas lagi, mendekati titik terendah dalam dua tahun terakhir.

Arkaen mencengkeram tepi meja hingga kuku-kukunya memutih. Aliansi logistik hancur, pasar modal panik, dan kini musuh bebuyutan mereka melempar bensin ke dalam api. Rotasi Company, sang imperium kuliner yang perkasa, kini benar-benar berada di ambang kehancuran finansial terbesar yang digerakkan oleh hilangnya satu orang wanita.

1
Ana Dww
elu nekattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!