NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Rahasia Gadis Pedang Identitas yang Mengejutkan

Matahari mulai condong ke barat, memancarkan cahaya keemasan yang menembus celah-celah dedaunan hutan. Ren dan Xue Ying berjalan beriringan, tangan mereka saling menggenggam erat. Bahu membahu melewati jalan setapak yang licin dan berbatu.

Setelah kemenangan mudah melawan kelompok perampok tadi, suasana hati mereka sangat ringan. Namun, di dalam hati Ren, ada satu tanda tanya besar yang terus mengganggu.

Selama ini ia hanya tahu bahwa Xue Ying dikejar karena membawa Pedang Suci dan Batu Roh Biru. Tapi siapa dia sebenarnya? Kenapa orang-orang sekejam itu rela membunuh demi mendapatkan barang yang dibawanya? Dan kenapa teknik pedangnya begitu halus dan anggun, seolah telah dilatih sejak bayi oleh guru-guru terbaik?

"Xue Ying..." Ren memecah keheningan.

"Ya?" Gadis itu menoleh dengan senyum manis.

"Ada yang ingin aku tanyakan. Boleh kan?"

"Tentu saja. Tanya apa saja. Kita sudah janji tidak ada rahasia kan?" jawab Xue Ying santai.

Ren menarik napas panjang, memberanikan diri.

"Kau... kau sebenarnya siapa? Bukan bermaksud mencampuri urusanmu, tapi aku ingin tahu. Aku ingin tahu siapa orang yang sedang aku lindungi ini. Siapa Xue Ying yang ada di hatiku ini?"

Langkah Xue Ying terhenti mendadak. Senyum di wajahnya perlahan memudar. Ia menunduk, memainkan ujung jubahnya dengan jari-jarinya yang gemetar.

Hening yang panjang menyelimuti mereka. Burung-burung pun seolah berhenti berkicau.

Ren langsung merasa bersalah. "Ah! Maaf! Kalau kau tidak mau cerita tidak apa-apa! Aku tidak memaksamu! Aku cuma..."

"Tidak, Ren." Xue Ying mengangkat wajahnya. Matanya terlihat sendu namun tetap tegar. "Sudah waktunya kau tahu. Kau berhak tahu. Karena kau bukan orang sembarangan bagiku."

Xue Ying menarik Ren ke tepi sungai kecil yang airnya jernih dan tenang. Mereka duduk di atas batu besar yang datar.

"Kau pernah mendengar tentang Klan Pedang Pembelah Langit?" tanya Xue Ying pelan.

Ren mengerutkan kening, lalu matanya membelalak lebar. "Klan Pedang Pembelah Langit?! Klan besar yang berada di wilayah timur benua itu?! Katanya mereka adalah keluarga pendekar pedang terhebat! Bahkan Klan Naga Api tempatku dulu pun harus menunduk hormat jika bertemu dengan utusan mereka!"

Ren ternganga menatap Xue Ying. "Jangan bilang... kau..."

Xue Ying mengangguk perlahan. "Aku Xue Ying... putri tunggal dari Kepala Klan Pedang Pembelah Langit. Aku adalah pewaris sah klan itu."

BRUK!

Jantung Ren seakan jatuh ke perut. Ia terpaku menatap wajah gadis di hadapannya.

Putri Klan Besar?! Nona muda dari keluarga terpandang yang setara dengan kerajaan?!

Dan dia... dia menghabiskan waktu berbulan-bulan tidur di gua, makan daging kering, berjalan kaki jauh, dan berteman dengan seorang sampah yang dibuang dari klan kecil?!

"Kau... kau seorang Nona Besar?!" Ren tergagap, tiba-tiba merasa sangat rendah diri. "Tapi... kenapa kau bisa ada di sini? Kenapa kau berpakaian seperti ini? Kenapa kau lari?"

Wajah Xue Ying berubah muram. Bayangan kesedihan dan kemarahan melintas di matanya.

"Dulu... klan kami sangat harmonis. Ayahku adalah pendekar pedang yang paling bijaksana dan kuat. Tapi setahun yang lalu..."

Suara Xue Ying bergetar menahan tangis.

"...paman kandungku sendiri, Uncle Feng, menghianati kami. Dia ingin merebut tahta kepala klan. Dia bekerja sama dengan sekte iblis hitam untuk meracuni ayahku dan membunuh para tetua yang setia."

"Dan... dan Batu Roh Biru serta Pedang Suci 'Pembelah Langit' ini adalah simbol kekuasaan klan. Selama benda ini ada padaku, paman itu tidak bisa menjadi pemimpin yang sah. Jadi dia mengirim pembunuh ke mana-mana untuk memburuku dan mengambil benda ini, serta menghabisiku agar tidak ada yang menuntut hak lagi."

Air mata jatuh membasahi pipi Xue Ying.

"Aku melarikan diri. Aku meninggalkan kemewahan, aku memotong rambutku, aku menyamar menjadi pengembara biasa. Aku takut... aku sangat takut, Ren. Semua orang yang kupercaya berbalik menjadi serigala. Aku tidak tahu harus lari ke mana lagi sampai aku bertemu denganmu di hutan itu."

Gadis itu memeluk lututnya, menangis tersedu-sedu. Melepaskan semua beban yang dipendamnya sendirian selama ini.

Ren tidak berkata apa-apa. Ia hanya menggeser duduknya, lalu dengan lembut menarik tubuh Xue Ying ke dalam pelukannya. Ia membiarkan gadis itu menangis sepuasnya di bahunya.

Dada Ren terasa panas. Bukan karena malu, tapi karena api kemarahan dan rasa sayang yang membara.

Jadi selama ini gadis secantik dan sebaik ini menanggung beban seberat itu sendirian? Dia putri klan besar, tapi hidupnya lebih menyedihkan daripada dirinya yang dibuang?

"Dasal bodoh..." bisik Ren pelan.

"Eh?" Xue Ying mendongak, mata nya bengkak. "Kau marah?"

"Marah sekali," Ren mengangguk, lalu menatap mata gadis itu dalam-dalam. "Aku marah karena kau menyimpan semua rasa sakit ini sendirian. Aku marah karena paman jahat dan orang-orang itu berani menyakiti putri kecilku."

Ren memegang kedua bahu Xue Ying, menatapnya serius.

"Dengar aku baik-baik, Xue Ying. Kau bilang kau Putri Klan Pedang Pembelah Langit? Bagus. Itu berarti kau adalah orang paling mulia yang pernah kukenal."

"Tapi..." Ren menunjuk dadanya sendiri. "Di sini, di dalam hati ini, tidak ada perbedaan antara Nona Besar dan anak buangan. Bagi aku, kau hanyalah Xue Ying. Wanita yang aku cintai. Wanita yang berani bertarung sampai darah menetes demi bertahan hidup."

"Ren..."

"Dan soal pamanmu yang pengkhianat itu," mata Ren menyala dingin. "Biarkan dia bersenang-senang dulu sekarang. Suatu hari nanti, aku berjanji. Aku akan mengantarmu pulang. Kita berdua akan kembali ke klanmu."

Ren mengepalkan tangannya, aura kekuatannya sedikit terpancar.

"Aku akan menggunakan kekuatan yang leluhur berikan padaku. Aku akan membantu merebut kembali apa yang menjadi hakmu. Aku akan menghukum semua pengkhianat itu. Aku akan membuat ayahmu bangga, dan aku akan membuktikan bahwa meski aku datang dari jalan yang paling rendah, aku mampu melindungi harta yang paling berharga di dunia ini!"

Pernyataan Ren begitu tegas, begitu megah, seolah sumpah yang diucapkan di hadapan langit dan bumi.

Xue Ying terpana menatap kekasihnya. Di mata Ren, ia tidak melihat rasa takut akan statusnya, tidak melihat rasa iri, yang ada hanyalah tekad baja dan cinta yang tulus.

"Ren... kau benar-benar... tidak memandang rendah diriku karena masalah ini?" tanya Xue Ying pelan.

"Merendahkan? Aku justru bangga! Bangga sekali!" Ren tersenyum lebar, menampilkan lesung pipinya. "Kau tahu? Kini aku punya alasan lebih besar untuk menjadi kuat. Aku tidak hanya ingin membalas dendam pada klanku sendiri, aku juga ingin menjadi pendamping yang pantas berdiri di sampingmu!"

Xue Ying tertawa sambil menangis. Ia merasa beban berat di pundaknya hilang seketika. Ia merasa tidak sendirian lagi.

"Terima kasih, Ren. Terima kasih sudah menerimaku apa adanya," bisik Xue Ying, lalu ia mendekatkan wajahnya, menempelkan dahinya ke dahi Ren.

"Aku mencintaimu, Ren. Bukan karena kau kuat atau lemah. Tapi karena kau adalah kau."

"Aku juga mencintaimu, Xue Ying. Putriku."

Mereka terdiam dalam kehangatan itu. Sungai mengalir tenang di samping mereka, seolah ikut menjaga rahasia indah ini.

Di dalam alam bawah sadarnya, Naga Emas berkomentar dengan nada terharu.

Hahaha... hebat bocah! Klan Pedang Pembelah Langit? Itu keluarga besar! Tapi cucuku tidak kalah! Ingat Ren, cinta ini adalah kekuatan terbesarmu. Lindungi dia, dan suatu hari nanti, kau tidak hanya akan menjadi Raja di atas para pendekar, tapi juga akan memiliki permaisuri yang setara denganmu.

"Tentu, Leluhur. Aku tidak akan mengecewakan," jawab Ren dalam hati.

Mereka pun berdiri, membersihkan pakaian. Kali ini, tatapan mereka lebih yakin dari sebelumnya. Mereka tahu siapa diri mereka, dan mereka tahu ke mana arah tujuan mereka.

"Yuk, lanjut jalan! Perutku sudah lapar lagi!" rengek Ren pura-pura lucu.

"Dasar tukang makan! Ayo, aku punya sisa roti kering!"

Tawa mereka menggema di sepanjang sungai, menghapus kesedihan masa lalu, dan melangkah tegap menuju masa depan yang penuh tantangan namun indah.

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!