NovelToon NovelToon
MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Selama tiga tahun menjadi menantu yang numpang hidup, Arya Permana dianggap tak lebih dari sampah. Ia dihina oleh ibu mertuanya, dipandang rendah oleh saingan bisnis istrinya, dan menjadi bahan tertawaan seisi kota Metropolitan. Arya diam dan menanggung semua penghinaan itu demi melindungi wanita yang dicintainya.
​Namun, kesabarannya memiliki batas. Ketika keluarganya didorong ke ambang kehancuran, setetes darah Arya tanpa sengaja jatuh ke atas cincin usang warisan mendiang ibunya.
​Ding! [Sistem Naga Leluhur Berhasil Diaktifkan!]
​Dalam semalam, takdirnya berbalik 180 derajat. Tabir masa lalunya terbongkar; Arya ternyata bukan anak yatim piatu miskin, melainkan pewaris tunggal dari keluarga konglomerat paling berkuasa di dunia yang sedang disembunyikan.
​Berbekal kartu hitam dengan saldo triliunan dolar, keterampilan medis tingkat dewa yang bisa menghidupkan orang mati, dan teknik kultivasi kuno pembelah langit, Arya mulai menunjukkan taring aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Konsolidasi Kekuatan dan Utusan Sombong dari Ibukota

​Sinar matahari pagi menembus dinding kaca lantai seratus Menara Naga, menyinari ruangan yang kini menjadi pusat kendali mutlak atas seluruh pergerakan ekonomi dan dunia bawah tanah Nusantara City.

​Di balik meja kayu mahoni raksasa, Arya Permana duduk dengan tenang. Tangannya memegang sebuah cangkir porselen putih berisi teh spiritual yang diseduh dari daun berusia ratusan tahun—koleksi pribadi Keluarga Permana yang baru saja diterbangkan langsung dari markas rahasia mereka di Eropa.

​Thomas masuk ke dalam ruangan, langkahnya teratur dan tanpa suara. Ia menaruh setumpuk map dokumen di atas meja dengan penuh hormat.

​"Tuan Muda, operasi pembersihan semalam berjalan sempurna," lapor Thomas, wajah tuanya memancarkan kebanggaan. "Pasukan Bayangan telah melenyapkan setiap jejak di Klub Lotus. Pagi ini, bursa saham Nusantara City terguncang. Perusahaan dari Keluarga Lim, Surya, dan Atmaja secara resmi mengumumkan kebangkrutan karena hilangnya para direktur utama mereka secara 'misterius'."

​Arya menyesap tehnya perlahan. "Berapa lama waktu yang dibutuhkan Dragon Corp untuk mengakuisisi seluruh sisa aset mereka?"

​"Tim akuisisi kita telah bergerak sejak pukul empat pagi. Dengan likuiditas yang kita miliki, dalam waktu kurang dari empat puluh delapan jam, sembilan puluh persen infrastruktur bisnis Nusantara City akan berada di bawah panji Dragon Corp. Monopoli absolut telah tercapai, Tuan Muda."

​"Bagus. Tindakan efisien adalah dasar dari stabilitas," ucap Arya rasional. Matanya melirik ke arah amplop cokelat tipis di ujung meja. "Bagaimana dengan dokumen itu?"

​"Sudah diantarkan langsung ke meja Nyonya Riana Kusuma pukul tujuh pagi tadi. Tim legal kita telah memastikan proses perceraian sah di mata hukum tanpa membutuhkan kehadirannya di pengadilan. Keluarga Kusuma juga tidak berani mengajukan keberatan apa pun."

​Di tempat lain, di dalam ruang kerjanya yang sunyi, Riana sedang menangis tersedu-sedu sambil memeluk dokumen perceraian yang telah dibubuhi tanda tangan Arya yang tegas. Nama Arya Permana kini telah sepenuhnya dihapus dari kartu keluarganya, dan bersamaan dengan itu, hilang pula satu-satunya pelindung dewa yang pernah berdiam di rumahnya. Namun bagi Arya, babak kehidupannya bersama Riana hanyalah sebutir debu di masa lalu yang tak perlu disesali.

​Arya meletakkan cangkir tehnya. "Nusantara City sudah terlalu kecil untuk langkah kita selanjutnya. Kematian Ketua Asosiasi Naga Hitam dan lenyapnya Tiga Keluarga Besar pasti akan menciptakan riak di kolam yang lebih besar. Kita butuh informasi intelijen dari Ibukota."

​Seolah menjawab perkataan Arya, komunikator di pergelangan tangan Thomas tiba-tiba berkedip merah. Thomas menyentuh perangkat itu, mendengarkan laporan dari lantai dasar, dan seketika ekspresinya berubah menjadi sangat dingin.

​"Tuan Muda, ada gangguan di lobi utama. Seorang pria memaksa masuk dan telah melukai belasan penjaga elit kita. Dia menuntut untuk bertemu dengan 'pemilik baru' Dragon Corp."

​Mata Arya menyipit tipis. "Mampu melukai penjaga elit kita berarti dia bukan manusia biasa. Menarik. Biarkan dia naik. Aku ingin melihat anjing dari keluarga mana yang berani menggonggong di depan pintuku."

​Tiga menit kemudian, pintu ganda ruang direktur utama terbuka dengan kasar.

​Seorang pemuda berusia pertengahan dua puluhan melangkah masuk dengan gaya arogan yang meluap-luap. Ia mengenakan setelan jas putih yang dipadukan dengan kemeja sutra terbuka di bagian dada, memperlihatkan kalung giok hijau yang memancarkan fluktuasi Qi tipis. Di belakangnya, dua pengawal berwajah garang dengan aura Petarung Tahap Puncak mengikutinya layaknya bayangan mematikan.

​Pemuda itu adalah Leo Tjandra, sepupu dari pewaris Keluarga Tjandra—salah satu dari Empat Raksasa di Ibukota negara.

​Leo menyapu pandangannya ke seluruh ruangan dengan tatapan meremehkan, sebelum akhirnya berhenti pada sosok Arya yang duduk diam di balik meja.

​"Jadi, kau yang bernama Arya? Gembel dari Keluarga Kusuma yang tiba-tiba mendapat durian runtuh dan mengambil alih Dragon Corp?" Leo tertawa mengejek, berjalan mendekati meja tanpa diundang lalu duduk di kursi tamu sambil menyilangkan kaki. "Aku harus mengakui, caramu membunuh cecak-cecak lokal seperti Lim dan Surya lumayan brutal. Tapi di mata Ibukota, kau hanya preman kampung yang kebetulan menemukan senjata bagus."

​Thomas melangkah maju, aura membunuhnya mulai bocor. "Jaga ucapanmu, anak muda. Kau sedang berhadapan dengan Tuan Muda Keluarga—"

​Arya mengangkat satu jarinya, mengisyaratkan Thomas untuk diam. Ia menatap Leo dengan pandangan menganalisis, seolah menatap spesimen laboratorium. "Katakan tujuanmu secara langsung. Waktuku terlalu berharga untuk mendengar celotehan tidak berdasar."

​Leo mendengus kesal melihat ketenangan Arya. Ia mengeluarkan sebuah undangan berwarna hitam pekat dengan cap lilin emas berbentuk harimau, lalu melemparkannya ke atas meja Arya.

​"Dengar baik-baik, Arya. Kehancuran Tiga Keluarga Besar telah merusak keseimbangan aliran dana ke Ibukota. Kakak sepupuku, Tuan Muda Bastian Tjandra, sangat tidak senang dengan kekacauan ini," ucap Leo dengan nada memerintah. "Keluarga Tjandra berbaik hati menawarkan 'payung perlindungan' untuk Dragon Corp dari kemarahan keluarga besar lainnya. Syaratnya sederhana: serahkan tujuh puluh persen saham Dragon Corp cabang Nusantara City kepada kami, dan bersujudlah di hadapan Tuan Muda Bastian."

​Leo menyeringai lebar. "Undangan itu adalah untuk Pertemuan Bela Diri Puncak Awan yang akan diadakan tiga hari lagi di Gunung Lawu, perbatasan Ibukota. Kakakku menunggumu di sana untuk menandatangani kontrak penyerahan aset."

​Arya menatap undangan hitam itu tanpa menyentuhnya. Sebuah senyum tipis, dingin, dan menakutkan muncul di sudut bibirnya.

​Tujuh puluh persen saham Dragon Corp? Meminta pewaris absolut Keluarga Permana untuk bersujud? Arogansi Keluarga Tjandra ini bukan lagi sekadar kebodohan, melainkan sebuah komedi absurd.

​"Jika aku menolak?" tanya Arya santai.

​"Menolak?" Leo tertawa terbahak-bahak seolah mendengar lelucon paling lucu abad ini. Ia tiba-tiba berdiri, memancarkan aura Qi dari tubuhnya. Udara di ruangan itu menjadi berat. "Kau pikir membunuh Fang Wu dari Naga Hitam membuatmu tak tertandingi? Keluarga Tjandra didukung oleh sekte kultivasi kuno dari pegunungan! Jika kau menolak, aku sendiri yang akan mematahkan kedua kakimu hari ini, dan menyeretmu ke Ibukota seperti anjing!"

​Selesai berbicara, Leo mengulurkan tangannya, mencoba mencengkeram kerah jas Arya dengan kecepatan yang hanya bisa dicapai oleh seorang praktisi bela diri.

​Namun, sebelum jari Leo berjarak sepuluh sentimeter dari Arya...

​Brak!

​Arya bahkan tidak mengangkat tangannya. Ia hanya mendengus dingin dan melepaskan seperseribu tekanan dari Ranah Pembentuk Fondasi Qi-nya yang difokuskan langsung ke tubuh Leo.

​Udara di atas Leo seolah berubah menjadi balok baja seberat sepuluh ton.

​"Arghhhh!"

​Leo menjerit histeris. Tulang lututnya hancur seketika saat tubuhnya dipaksa berlutut dengan kecepatan brutal menghantam lantai marmer. Lantai di bawahnya retak berantakan. Tekanan Qi itu membuat organ dalamnya serasa diremas, memaksanya memuntahkan seteguk darah segar.

​Dua pengawal Petarung Puncak di belakang Leo terkejut setengah mati. Mereka langsung mencabut pedang pendek dari balik jas mereka dan menerjang Arya.

​"Beraninya kau melukai Tuan Muda Leo! Mati!"

​Arya masih duduk bersandar di kursinya. Matanya berkilat sedingin es. "Lalat yang berisik."

​Ia menjentikkan jarinya ke udara kosong. Dua bilah energi Qi berbentuk bulan sabit seukuran telapak tangan melesat menembus batas suara.

​Crat! Crat!

​Tanpa ada perlawanan yang berarti, kedua pengawal elit Ibukota itu membeku di udara. Detik berikutnya, kepala mereka terpisah dari lehernya dan jatuh menggelinding ke lantai, menyemburkan air mancur darah yang mewarnai karpet persia di ruangan itu menjadi merah pekat.

​Leo menatap mayat kedua pengawal terbaik keluarganya dengan mata melotot, tubuhnya bergetar hebat tak terkendali. Rasa sakit di lututnya yang hancur kalah oleh teror mental yang menghantam kewarasannya. Ia baru menyadari bahwa ia baru saja menendang pelat baja yang dilapisi paku beracun.

​"K-Kau... kau monster... Keluarga Tjandra tidak akan pernah melepaskanmu!" rintih Leo, suaranya kini melengking ketakutan.

​Arya memungut undangan hitam di atas mejanya, membolak-baliknya sebentar, lalu menatap Leo yang merangkak menyedihkan di lantai.

​"Kembalilah ke majikanmu di Ibukota. Beri tahu Bastian Tjandra," suara Arya menggema dengan otoritas absolut seorang kaisar kegelapan. "Aku menerima undangannya. Tiga hari lagi, di Puncak Awan, aku akan datang untuk mengambil nyawanya, dan meratakan Keluarga Tjandra hingga tak bersisa."

​Arya melirik Thomas. "Potong sebelah telinganya sebagai suvenir untuk Ibukota, lalu lemparkan dia keluar."

1
T28J
hadiir 👍
Aisyah Suyuti
menarik
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!