NovelToon NovelToon
Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Mafia
Popularitas:31.4k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.

Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.

"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Pria Lemah

Dominic berada di parkiran bandara saat sebuah tembakan melesat ke arahnya.

Dor!

Beruntung instingnya cukup kuat hingga dengan cepat dia menghindar. Namun hal tersebut berhasil memicu kemarahannya hingga tatapannya menajam ke arah seorang pria yang berlari setelah tembakannya meleset dan tak mengenainya.

"Dapatkan dia!" Para pengawal berlari mengejar orang tersebut.

Suara itu cukup membuat keributan sekitar bandara, aksi kejar- kejaran membuat orang-orang ketakutan, belum lagi suara tembakan sebelumnya membuat suasana semakin menegangkan.

Dominic sendiri melanjutkan niatnya memasuki mobil untuk segera pulang setelah Bobby membuka pintu untuknya.

Duduk dengan tenang menyandarkan punggungnya dan memejamkan mata membiarkan suara deru halus mobil terdengar.

"Tuan, pelakunya sudah tertangkap, mereka membawanya ke gudang," kata Bobby setelah menerima panggilan dari anak buahnya.

Mata Dominic masih memejam, namun bibirnya menyeringai. "Dilihat dari caranya dia amatir. Mungkin dia hanya memiliki dendam pada anda," kata Bobby lagi.

"Kita akan tahu saat melihatnya. Terkadang semua tak sesederhana itu," ucapnya masih dengan mata terpejam. Tentu saja setiap orang yang mencoba membunuhnya adalah orang yang memiliki dendam padanya, meski mungkin dari klan musuh. Dan apapun motifnya harus di selidiki dengan tuntas.

Bobby mengangguk dan meminta supir mempercepat laju agar mereka segera tiba.

Tiba di gudang, Dominic melihat pria yang tadi menembaknya bersimpuh dengan tangan yang terikat di belakang punggungnya.

"Katakan, siapa yang menyuruhmu membunuhku?" Dominic bertanya dengan tenang dan menyetarakan tubuhnya dengan pria itu. Wajahnya nampak angkuh dan menatap Dominic tanpa rasa takut.

"Aku tidak bekerja untuk siapapun." kilahnya.

Dominic mengangguk. "Sayang sekali kalau begitu. Apa aku menyiakan waktuku?"

"Cuih, pria kejam sepertimu pantas mati!" umpat pria itu.

"Menarik, jangan bunuh dia dulu Biar dia berkenalan dengan tahanan lain." Dia juga harus tahu apa motif pria itu membunuhnya. Dominic hendak berdiri, namun saat ini tangan pria itu lepas dari ikatan dan mengeluarkan sebilah pisau lalu menebasnya hingga mengenai perut Dominic.

Sreett!

Darah mengalir dari bagian perutnya yang terkena tebasan pisau, saking tajamnya pisau tersebut.

"Brengsek!" Pria itu mengumpat saat anak buah Dominic kembali membekuknya dan membawanya ke dalam sel untuk di tahan.

"Tuan, anda baik- baik saja?" Bobby menatap penuh kekhawatiran di matanya.

Dominic melemparkan jasnya yang robek terkena sabetan pisau membuat Bobby segera menutupi tubuh tuannya dengan jas lain. "Maaf Tuan, ini jas pengawal. Milik anda ada di dalam mobil."

Dominic berdehem tak peduli lalu melanjutkan langkahnya keluar dari gudang.

"Pulang." Dominic menekan lukanya menghalangi laju darah yang terus mengalir.

...

"Tuan dokter segera datang," kata Bobby saat Dominic keluar dari mobil.

"Aku bisa sendiri." Dominic berucap acuh dan memasuki rumah. Melangkah ke arah dapur masih dengan menekan perutnya untuk mencari kotak obat, namun saat ini dia melihat Ella yang terkejut saat melihatnya hingga camilan di tangannya berjatuhan.

Sial!

Kenapa harus bertemu sekarang.

Dia mengumpat, namun saat menyadari Ella tak mengenalinya bahkan mengira dia seorang pengawal, Dominic lebih tenang. Setidaknya Ella tidak tahu kalau dia adalah Mr D.

Saat Ella membantunya melingkarkan kain kasa di pinggangnya Dominic merasa sesuatu dalam dirinya menegang. Entah kenapa, namun saat posisi sedekat ini dan dia merasakan nafas Ella menerpa kulitnya yang terbuka dia merasa jantungnya berdekat tak normal.

"Tuan!" Suasana tegang berhenti saat Ella menjauh, namun saat ini wajah Ella berubah panik ketika dia hendak menjawab panggilan Bobby.

"Ak—"

Mata Ella terbelalak, lalu meletakkan tangan di mulutnya, "Jangan berisik!"

Dominic tertegun dan menatap Ella yang mencondongkan tubuhnya demi menutup mulutnya, saat ini dia melihat mata bulat Ella berkedip di balik kacamata tebal yang membingkai matanya.

"Mereka sudah pulang, ayo sembunyi." Ella menariknya ke arah ruang makanan yang sengaja dia sediakan demi menemani Ella menulis untuknya. Hal gila yang harusnya tak perlu dia lakukan. Namun entah kenapa saat tahu Ella menyukai camilan, dia merasa hanya perlu menyediakannya untuk Ella agar gadis itu membuat novel dengan semangat, dan tentu saja akan berpengaruh pada kualitas yang akan membuatnya semakin bergairah jika karyanya bagus.

"Kenapa bersembunyi?" Dominic melihat tangan Ella yang menekan dadanya, dan jangan lupakan tubuh mereka yang merapat dan lagi- lagi membuat jantungnya berdetak tak normal.

"Kau tidak tahu, Tuan kalian tidak suka melihatku. Jangan berisik, biar mereka masuk dulu. Baru kita bisa keluar."

Dominic menyeringai matanya menunduk menatap Ella yang mengintip dari pintu yang terbuka.

Kenapa melihat wajah gelisah Ella terasa menyenangkan. Dan dari mana Ella menyimpulkan kalau dia tidak suka melihatnya. Apa karena dia melarangnya keluar saat ada dia di rumah atau jangan sampai berpapasan?

Padahal Dominic melakukan itu hanya agar Ella tak tahu siapa dirinya, dan wajahnya. Tentu saja kalau sampai Ella tahu bahwa pemimpin Klan Stralerr adalah pria yang 'tidak mampu'. Dia tak bisa kehilangan muka di hadapannya. Dan jika itu terjadi dia harus menghabisi Ella, sebab bagaimanapun rahasia terbesarnya di tangan Ella. Dominic tak bisa membunuh gadis itu sebelum dia benar-benar sembuh dari ketidak mampuannya dan memberi keturunan untuk Kakeknya.

"Bagaimana kalau dia tetap tahu?" Melihat ketakutan Ella, Dominic justru semakin ingin menggoda dan melihat reaksinya.

"Maka aku bisa mati," ucapnya semakin gelisah.

Dominic menaikan alisnya, ternyata Ella tahu diri juga. "Lalu, kau pikir aku tidak akan memberitahunya?"

Dominic menatap Ella yang mendongak dengan wajah cemberut. "Benar, kau anak buahnya."

Dominic masih menaikan alisnya. Hingga Ella mundur dari tubuhnya. Gadis itu menyadari posisi intim mereka, namun seperti Ella yang ceroboh gadis itu kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh andai dia tak segera meraih pinggangnya dan menariknya kembali mendekat.

"Akh!" Gadis itu menjerit kecil karena terkejut, namun Dominic menyeringai menatap dengan penuh godaan.

"Kenapa berisik? Bukankah kita sedang bersembunyi?"

Ella berdehem pelan lalu melepaskan diri dari lingkaran tangan di pinggangnya. Kepalanya kembali melongok ke arah pintu untuk melihat situasi.

"Sepertinya sudah tidak ada orang," katanya dengan keluar dari pintu. "Hei pergilah dan istirahat. Lukamu itu harusnya di periksa ke dokter." Ella menatapnya kasihan.

"Bekerja sebagai pengawal memang beresiko, tapi kau juga harus menjaga kesehatanmu." Ella menepuk pundaknya lalu pergi meninggalkan Dominic yang tertegun.

Matanya menatap kepergian Ella yang masih mengendap lalu berbelok untuk menaiki tangga.

Satu hal yang dia sadari, hal yang tak dia kira.

Pandangan Dominic jatuh pada dirinya. Sesaat tadi saat dia menarik tubuh Ella merapat, dia merasakan inti tubuhnya menegang dibalik celana yang masih terpasang sempurna. Tekanan itu terasa kuat hingga dia merasa untuk sesaat dia bukan pria lemah.

....

1
Saadah Rangkuti
yaaahhh ...baru beberapa bab kok sudah mau tamat? tp nggak papa ya kan,,muncul judul baru 😁😁😁
Secret Admire
Kakak terimakasih banyak hadiahnya... Masya Allah Alhamdulillah sudah saya terima... Jazakillah Khairan katsiran 🤲 berkah sehat... selalu lancar terus rejekinya.. dilancarkan juga segala urusannya... Aamin 🤲
nenah adja: alhamdulillah semoga bermanfaat kak😍
total 1 replies
Saadah Rangkuti
aku cuma bisa mengikuti karyamu di sini thor,,,maklum hp ku cuma sebatas..🤏🏽🤏🏽🤏🏽🙏🏼🙏🏼🙏🏼🤣🤣🤣
Saadah Rangkuti: 🥰🥰🥰🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
total 2 replies
Secret Admire
semoga Dom segera menemukan Ella🥹
Secret Admire
Masya Allah kak.. ini beneran?🤭
nenah adja: yuk dm aku kak
total 1 replies
Indah Lestari
q selalu hadir kak....💪
Secret Admire
yang aku tau Kakeknya Dominic.. namanya Ferdinand Straller kalau ga salah 🤭
Secret Admire
emang pernah diceritain ayahnya Dominic kak? maaf aku lupa🤭
nenah adja: lah iya kah aku salah ketik maksudku kakeknya🤧
total 1 replies
Nna Nna 💖
apalah daya ku, mau ikutan kuis tp pelupa.
ya sdh cukup mendukung dgn membaca saja
nenah adja: ayo kk ikut😅
total 1 replies
aku
yaelah el,kan pit dh blg mau nyawa dom, haihh lemot pula kau el 😃
nenah adja: yuk ikuti kuisnya kk, kali aja kamu menang😍
total 1 replies
Inay 123
aku takut Ella kenapa napa
Agus Tina
Mungkinkah itu Ela?
+52
bukan dia.. dia udah pergi, jauh ketempat yang ga bisa dijangkau olehmu
Secret Admire
astaghfirullah Ella😭 semoga Dominic bisa menemukanmu😭
Agus Tina
Kenapa banyak cerita pasangan mafia itu lemah dan naif..
Saadah Rangkuti
kau sudah masuk ke lubang buaya setelah keluar dari kandang singa 😞😞
Saadah Rangkuti
waahh..jackpot banget ini buat Piter
Mia Camelia
domi pasti ngamuk nih klo ella kabur di bantuiin piter🤔
+52
lagiiiii 🦖
wina
up yang lebih banyak /Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!