NovelToon NovelToon
Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Florin datang ke London

Malam ini Florin telah berangkat ke London, niatnya hanya satu yaitu bertemu dengan Wilson. Di dalam pesawat, Florin terbayang wajah khawatir Wilson di saat saat terakhirnya di masa lalu, hanya pria itu yang masih peduli padanya dan berharap dia tak akan mati. Hanya Wilson yang menangis untuk kepergiannya, sementara yang lain malah pergi meninggalkannya dan berharap ia segera mati.

“ Wilson, saat bertemu nanti aku akan mengakui semua kesalahanku, aku akan menanyakan alasan dibalik sikapmu yang selalu pasrah saat aku menyakitimu. Aku ingin mengatakan kamu pria bodoh yang diam saja saat di tindas, padahal tubuhmu lebih besar dan kuat dariku tapi kenapa kamu sama sekali tidak membalas dan memukulku. Dan,,, aku ingin menanyakan kalimat terakhir yang keluar dari bibirmu sebelum aku menutup mata.” Florin teringat dengan kalimat terakir yang dikatakan Wilson kepadanya. Walaupun ia tak bisa mendengar, tapi samar ia melihat gerakan bibir Wilson seperti mengatakan "aku mencintaimu."

.

.

Di tempat lain, saat ini Wilson sedang menghadiri rapat bersama dengan rekan bisnis dari berbagai negara. Rapat ini sangat penting hingga tak bisa ia tinggalkan. Meskipun para pengusaha itu memiliki kekayaan yang cukup berlimpah, namun aura mereka tak bisa menandingi Wilson. Mereka takut kepada Wilson hanya dengan melihat tatapan matanya. Pria itu memiliki daya Tarik tersendiri di kalangan para pengusaha lainnya.

“ Ku dengar pertunangan putri Eldes dengan kekasihnya batal, dan dengan tegas putri Eldes memutuskan hubungan dengan kekasihnya yang dirumorkan sangat ia cintai itu. Semua orang terkejut mendengar berita itu, siapa yang tidak mengenal putri Eldes, ayahnya adalah pengusaha terkaya di Amerika. Andai aku bisa menjodohkan putraku dengannya aku akan menjadi orang paling beruntung di dunia ini. Aku akan menjalin relasi lebih luas karena bantuan dari tuan Daniel Eldes dan usahaku akan menandingi perusahaan Eldes.”

BRAKKK

Semua orang yang ada di ruangan rapat terkejut saat mendengar suara gebrakan meja yang di pukul hingga percakapan mereka terhenti.

“ Kalian datang kemari untuk membahas pekerjaan atau bergosip? Katakan padaku?.”

Suara berat dan di tekan kini menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di ruang rapat itu. Keadaan menjadi hening, tak ada siapapun yang berani membuka suara.

“ Jawab aku! Katakan apa tujuan kalian datang kemari? Untuk bergosip atau untuk pekerjaan?.” Tanya Wilson sekali lagi dengan sorot mata tajam.

“ Ma…maaf tuan Wilson, kami datang ke sini untuk membahas pekerjaan tak ada yang lain. Kami salah dan kami akan diam sekarang.” Jawab salah seorang diantara mereka.

“ Kalau begitu hentikan omong kosong kalian, satu hal lagi nona Florin Eldes tidak akan menjadi menantu siapapun diantara kalian. Ingat itu! Pertemuan ini cukup sampai di sini, jika ada kesempatan lain kita akan Kembali bertemu dan jika tidak maka ini adalah pertemuan bisnis terakhir kita. Apa anda mengerti tuan Vincent?.” Tatapan tajam mengarah pada pria berumur lima puluhan yang baru saja mengatakan akan menjodohkan putranya dengan Florin.

Vincent menelan ludah dengan susah payah, mendengar ucapan Wilson, sudah dipastikan pria itu tak akan menjalin kerja sama lagi dengannya. Perusahaan nya sedang di ujung tanduk, dan jika kerja sama ini batal maka perusahaannya akan bangkrut.

“ Tuan, maafkan saya. Saya mengaku salah karena berbicara tak pantas saat sedang rapat. Saya siap melakukan apa saja yang anda perintahkan asal anda tidak membatalkan kerja sama ini tuan.” Vincent bangkit dari kusrinya dan berlutut di hadapan Wilson.

Sementara itu Wilson menautkan jarinya sambil menatap lurus kedepan. “ Pertemuan ini cukup sampai di sini!.” Wilson pergi meninggalkan ruangan tersebut tanpa memperdulikan Vincent yang masih berlutut di sampingnya.

.

.

Setelah beberapa saat, kini Wilson tengah berada di ruang kerjanya. “ Antony, apa kamu sudah mencari tahu penyebab Florin membatalkan pertunangannya?.” Tanya Wilson pada pria yang kini sedang berdiri di hadapannya. Antony adalah asisten pribadinya yang begitu ia percaya.

“ Sudah tuan, beritanya telah sampai kepada saya. Mungkin ini akan membuat anda terkejut dan tak percaya.”

“ Katakan Antony! Aku sangat penasaran alasannya.”

“ Baiklah tuan. Nona Florin memutuskan pertunangan dengan Valir karena pria itu membeli cincin palsu di hari pertunangan mereka. Nona Florin sangat kecewa dan langsung memutuskan hubungan dengan pria itu.” Antony menjelaskan apa yang telah ia ketahui.

“ Hanya itu? Aku pikir itu hal biasa untuk Florin. Pasti ada masalah lain yang membuatnya memutuskan hubungan dengan pria itu. Aku tidak percaya semudah itu Florin memutuskan hubungannya dengan pria itu.” Wilson sangat mengenal Florin, hal seperti itu tak akan menjadi masalah besar untuknya. Wilson benar benar sangat penasaran sekarang.

“ Besok kita akan Kembali ke New York!.” Perintah Wilson.

Antony mengangguk lalu ia keluar dari ruangan Wilson.

Sementara itu, sambil menatap ke luar jendela, Wilson tersenyum kecil seakan baru saja mendapatkan kabar membahagiakan.

“ Berani beraninya pria itu membeli cincin palsu untuk kucing kecilku. Jika aku jadi dia, aku akan memberikan dunia dan seisinya untuk Florin. Bahkan jika aku tak punya apa apa aku pasti akan mengusahakannya. Andai Florin mencintaiku sedalam dia mencintai Valir, andai…”

.

.

Malam sudah berganti pagi, kini Florin telah tiba di London. Florin langsung memesan taksi dan menuju kota dimana tempat Wilson berada. Florin masih ingat dimana tempat tinggal Wilson. Ia tinggal di rumah bibinya di pinggir kota. Wilson adalah pria sederhana yang memiliki cita cita tinggi. Florin sangat mengenal Wilson, pria itu pekerja keras, di jam segini pasti dia tidak ada di rumah.

Florin telah sampai di tempat yang ia tuju, rumah minimalis dan sederhana yang tidak berubah sama sekali. Ini adalah kedua kalinya ia datang ke sini. Di masa lalu, ia datang ke tempat ini untuk memberikan pelajaran kepada Wilson karena telah berani menghina Valir di hadapan semua teman temannya. Mengingat kejadian itu membuat Florin semakin menyesal dan merasa bersalah.

Florin akhirnya memberanikan diri untuk membunyikan bel, dengan tekad kuat ia harus bertemu Wilson untuk menebus kesalahannya di kehidupan kedua ini. Tak beselang lama pintu rumah terbuka, ia melihat sosok bibi Lily, yang merupakan keluarga satu satunya Wilson yang ia kenal.

Bi Lily sangat terkejut dengan kedatangan Florin. Ia masih ingat bagaimana wanita itu mengamuk di hadapannya dan memperlakukan Wilson layaknya budak satu tahun yang lalu. Lily ragu untuk mempersilahkan Florin masuk hingga saat ini mereka masih berada di ambang pintu.

“ Bibi, ini saya Florin. Saya datang ke sini untuk bertemu Wilson.” Dengan lemah lembut dan senyum tipis Florin membuka suara.

“ Kali ini dia datang dengan senyuman ramah, sangat berbeda dengan tahun lalu. Dia datang dengan ekspresi marah dan langsung memaksa masuk, mencari tuan Wilson hingga rumah ini berantakan. Apa dia datang bukan untuk marah pada tuan Wilson? Haruskah aku membiarkannya masuk?.” gumam Lily dalam hati sambil menatap Florin dengan ekspresi mengintimidasi.

Florin yang merasa jika Bi Lily tidak percaya padanya hanya bisa menghela nafas dan menunduk, sebab dia masih ingat bagaimana sikapnya tahun lalu saat datang ke sini. Jadi wajar saja jika bi Lily tak percaya padanya.

“ Bibi, maafkan aku atas tindakan kurang ajar ku tahun lalu, aku tidak akan membuat masalah apapun aku janji. Dan aku datang ke sini untuk meminta maaf pada Wilson dan juga bibi. Aku akan mengganti semua kerusakan yang telah aku lakukan tahun lalu bi.” Sorot mata penyesalan terlihat dari manik Florin.

Lily tak punya pilihan selain mempercayai Florin, ia juga tak mungkin mengusir gadis itu. Karena ia tahu jika Wilson memiliki perasaan special kepadanya. Dulu Lily sempat bertanya mengapa Wilson tak melawan saat ia di tindas oleh Florin namun Wilson sama sekali tak menjawab pertanyaannya. Dari situ Lily paham apa yang sebenarnya terjadi.

“ Silahkan masuk nona Florin, saya sangat berterimakasih anda datang kemari. Tapi Wilson tak ada di sini. Dia sedang bekerja.” Lily mengarahkan Florin untuk duduk di ruang tamu.

“ Saya tahu bi jika Wilson sedang bekerja. Saya akan menunggunya sampai dia Kembali.” Senyum ramah Kembali Florin lontarkan ke arah bi Lily.

Lily tersenyum getir, sebenarnya Wilson memang sudah lama tidak mengunjungi rumah itu. Dan Lily hanyalah pelayan di rumah Wilson. Tapi Lily sangat dihormati oleh Wilson seperti ibunya sendiri.

“ Nona Florin, nikmatilah cemilannya. Saya pamit ke belakang dulu untuk menyiapkan sarapan.” Ucap Lily.

“ Bi, panggil saja Florin. Wilson adalah keponakan bibi, jadi saya juga keponakan bibi. Panggil saja Florin ya.”

Lily terdiam, “ ia sangat berbeda.” Gumamnya dalam hati.

.

.

“ Antony, berapa lama lagi pesawatnya akan berangkat?.” Tanya Wilson yang saat ini sedang mengenakan jaket kulitnya.

“ duapuluh menit lagi tuan.”

“ Kalau begitu kita berangkat sekarang ke bandara.” Perintah Wilson.

Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju bandara, mereka akan berangkat ke New York. Meskipun Wilson masih ada pekerjaan di kota kelahirannya ini, tapi ia membatalkan semuanya dan memilih untuk menemui Florin. Ia tahu, saat ini pasti Florin sedang sangat kacau seperti biasanya.

“ Tuan, ada telepon masuk untuk anda dari Bi Lily.” Antony menyerahkan ponselnya kepada Wilson.

“ Berikan ponselnya.”

“ Ada apa bi menelpon pagi pagi? Tak biasanya menghubungiku di jam segini.” Wilson tersenyum saat mengatakan itu. Wilson sudah menganggap bi Lily seperti ibunya sendiri, karena sedari kecil bi Lily lah yang merawatnya sementara ibu dan ayahnya hanya memikirkan pekerjaan mereka.

“ Apa? Dia di rumah bibi?. Saya akan ke sana sekarang bi.”

“ Ada apa tuan? Kenapa anda bersemangat sekali?.” Tanya antony.

“ Putar balik, kita akan ke rumah bi Lily!.”

1
partini
setelah selesai,hai florin berapa lama hati bisa berubah dasar PA
partini
ko nikah sama orang lain,,percuma balik dong
partini
dasar florin PA guooooblok,,
partini
good story
partini
semua ke NY
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!