NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 Kaget

Arash di kamarnya terlihat begitu frustasi dengan memijat kepalanya, 1 jam yang lalu dia baru saja kembali setelah meninggalkan istrinya di jalan.

Emosinya mungkin sudah tersalurkan tetapi wajahnya tampak gelisah, beberapa kali Arash melihat arloji di tangannya.

"Apa yang dilakukan wanita itu?"

"Kenapa dia tidak kunjung kembali?" ucap Arash dengan mengusap wajahnya dengan kesal.

Ternyata Arash memikirkan Shafiya yang dia tinggalkan di jalan yang saat ini tidak kunjung kembali.

Mata Arash tidak lepas terus memperhatikan jam yang berada di pergelangan tangannya itu.

"Wanita ini benar-benar!" umpat Arash menghela nafas dan berdiri dari tempat duduknya keluar dengan cepat dari kamarnya.

"Kamu mau ke mana Arash?" tanya Amelia berada di ruang tamu bersama dengan Tami.

"Aku mau keluar sebentar. Shafiya tidak kembali sampai saat ini," jawab Arash.

"Sudah pasti Shafiya hanya mencari simpatik kamu saja, Shafiya hanya ingin mencuri-curi perhatian kamu, ingin menguji kamu dan terus menantang kamu, jangan lengah dengan apa yang dia lakukan," ucap Tami mencoba mempengaruhi pikiran Arash.

"Wanita itu seharusnya tahu diri dan tidak manja seperti itu, sungguh sangat memuakkan," umpat Amelia.

Arash sepertinya mendengarkan saran Tami dan Amelia sampai-sampai niat Arash ingin menyusul Shafiya tidak jadi.

"Silahkan Nona...." Arash, Tami dan Amelia melihat suara asisten rumah tangga yang terdengar itu.

"Nenek...." Arash menelan Salivanya ketika melihat wanita sekitar berusia 70 tahunan menatapnya.

Orang yang berada di ruang tamu itu semakin kaget ketika melihat seorang wanita muncul dari balik wanita tersebut. Tak lain adalah Shafiya.

Tubuhnya menggigil dengan pakaian basah kuyup, lantai tanpa kotor dengan injakan telapak kaki yang kotor. Wanita berhijab itu tak lain adalah Shafiya.

"Ke- kenapa Nenek bisa datang bersamanya?" tanya Tami.

Wanita dengan wajah tampak tegas itu melangkahkan kakinya mendekati Arash.

"Nek...." ucap Arash.

Plakkk.

Wanita yang dipanggil nenek itu melayangkan tangan ke pipi Arash, Arash sungguh kaget dengan wajahnya sampai miring ke samping dengan pipi tampak itu tampak cap tangan memerah.

Tami dan Amelia juga sama-sama kaget dengan apa yang terjadi di depan mata mereka.

"Kamu benar-benar pria pengecut!" umpat Nenek dengan suara menekan sembari menunjuk Arash.

"Tante kenapa sampai menampar Arash?" tanya Amelia.

"Saya bisa melakukan hal yang lebih kepada laki-laki pengecut ini," jawab Nenek.

"Kalian semua yang ada di rumah ini benar-benar keterlaluan. Bisa-bisa kalian melakukan tindak memalukan kepada gadis yang sudah menjadi menantu di rumah ini!" tegas Nenek.

"Maksud Nenek apa?" tanya Tami.

"Saya bertemu dengan Shafiya di jalan, jika Saya tidak bertemu dengannya maka akan terjadi hal buruk kepadanya dan orang tuanya akan menyalahkan keluarga ini. Di mana otak kamu Arash, meninggalkan istri kamu di jalan!" tegas Nenek.

Secara tidak langsung sudah menjelaskan bahwa wanita tua itu mengetahui semua ceritanya. Arash sekarang sudah kembali menegakkan wajahnya dan tatapan matanya bungkus pada Shafiya yang terlihat lemas.

"Nenek benar-benar sangat kecewa dengan sikap kamu. Kamu menikahi seorang wanita dan bukannya bertanggung jawab malah membuatnya menderita. Jika sampai hal ini terjadi lagi, maka kamu akan berurusan selanjutnya dengan Nenek!" tegas Nenek memberi peringatan kepada Arash.

"Bawa Shafiya ke kamarnya dan bantu dia untuk mengobati luka dan berganti pakaian!" titah Nenek pada pelayan wanita yang sejak tadi berada di sana.

Pelayan wanita itu menganggukkan kepala dan kemudian langsung pergi.

Shafiya tidak berbicara sama sekali, Shafiya dibantu oleh pelayan wanita itu menaiki anak tangga. Mata Arash melihat kepergian istrinya itu.

"Kamu seperti anak kecil Arash, tidak punya nilai kemanusiaan, dibutakan dengan dendam dan lebih parah lagi kamu melakukan semua itu pada orang yang tidak berkaitan!" tegas Nenek tidak henti-hentinya memberi peringatan Arash.

Shafiya menaiki anak tangga masih mendengar perkataan wanita tua berkacamata yang tampak tegas itu.

***

Shafiya sudah merasa jauh lebih baik setelah mandi. Shafiya berada di dalam kamar duduk di pinggir ranjang tampak mengeringkan rambutnya menggunakan handuk putih.

Flashback.

Baru saja beberapa menit kepergian suaminya, tiba-tiba saja mobil hitam berhenti di pinggir jalan membuat Shafiya mengerutkan dahi. Shafiya kaget ketika pintu mobil itu terbuka begitu cepat dan terlihat keluar 4 pria yang tidak dia kenal.

"Siapa kalian?" tanya Shafiya tampak panik dengan perlahan memundurkan langkahnya.

4 Pria itu saling memberi kode dari tatapan mata mereka dan kemudian menghampiri Shafiya dengan cepat menarik tangan Shafiya.

"Lepaskan aku!"

"Tolong!"

"Tolong!"

Shafiya berteriak meminta tolong saat dirinya dipaksa masuk ke dalam mobil, entahlah siapa 4 orang itu dengan tubuh besar yang sangat menakutkan.

Nasib sial memang menghampiri Shafiya dengan segala hal yang dia alami yang benar-benar buruk.

Tin-tin-tin-tin-tin.

Di tengah Shafiya meminta tolong dan mempertahankan dirinya suara klakson mobil terdengar begitu keras dengan cahaya mobil tersebut menerpa wajah tempat pria itu Shafiya.

4 pria itu ketakutan membuat mereka melepaskan tangan Shafiya dan kemudian langsung dengan cepat memasuki mobil sehingga mobil itu meninggalkan tempat itu dengan kelajuan sangat tinggi.

Suara nafas naik turun Shafiya terdengar merasa lega karena masih diberikan keselamatan. Shafiya melihat ke arah mobil tersebut dan keluar seorang pria bersama dengan wanita tua tak lain adalah nenek membuat Shafiya mengerutkan dahi saat kedua orang tersebut melangkah menghampiri Shafiya.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya wanita tersebut.

"Tidak, saya tidak apa-apa. Terima kasih sudah menolong saya," ucap Shafiya dengan suara bergetar masih tampak ketakutan.

"Tunggu dulu, bukankah kamu adalah Shafiya?" tanya wanita itu ternyata mengenali dirinya membuat Shafiya mengerutkan dahi.

"Kamu istri Arash bukan?" tanya Nenek.

Shafiya semakin kebingungan dengan wanita tua itu mengenali suaminya.

"Apa yang terjadi kepada kamu dan mengapa kamu bisa berada di tempat gelap seperti ini dengan kondisi kamu yang seperti ini?" tanya Nenek perhatikan dari atas sampai bawah bagaimana wanita cantik itu tampak kucel, dengan mata memerah dan wajah tampak ketakutan.

"Ayo ikut saya!" wanita tua itu memegang tangan Shafiya membawanya masuk ke dalam mobil yang dibukakan oleh sopir.

Wanita setelah itu bisa merasakan tubuh bergetar Shafiya.

Mobil yang dikendarai oleh sopir melaju dengan kecepatan santai.

"Jadi Nenek adalah Nenek Mas Arash. Ibunya almarhum Mas Arash," ucap Shafiya dengan gugup saat duduk di sebelah wanita tersebut dengan keduanya duduk di kursi belakang.

"Benar saya adalah neneknya," jawab Nenek.

"Apa itu artinya Nenek juga adalah Nenek Mas Zidan?" tanya Shafiya memastikan.

"Kamu benar. Wira ayah Zidan, Ibu Arash adalah dua anak-anak saya dan sementara Amelia merupakan sepupu mereka yang tinggal bersama saya sejak kecil," jawab Nenek.

"Tante Amelia hanya sepupu, lalu bagaimana dengan Chantika?" tanya Shafiya.

"Kamu mengetahui tentang Chantika?" tanya Nenek.

Shafiya menganggukkan kepala.

"Chantika merupakan putri dari Amelia dan Chantika dengan Arash memiliki hubungan spesial karena mereka saling mengenal sejak kecil," jelas Nenek.

"Saya memang tidak datang di hari pernikahan kamu dengan Zidan, Saya juga tidak ada dalam acara pertukaran pengantin, tetapi saya mengetahui karena pelayan yang berada di rumah mengatakan kepada saya bahwa ada wanita yang datang ke rumah itu sebagai tamu,"

"Saya meminta foto wanita yang dia maksud dan mengirim foto kamu, Zidan pernah memperlihatkan foto kamu kepada saya sebagai calon istrinya, saya kebingungan dengan apa yang terjadi dan akhirnya bertanya kepada Wira. Wira menjelaskan kepada saya bagaimana terjadinya pernikahan seperti ini dan kamu menjadi istri Arash," ucap Nenek.

Shafiya cukup kebingungan karena merasa sangat rumit tentang silsilah keluarga dari suaminya. Tetapi pada akhirnya dia mengetahui mengapa Amelia merupakan ibu Chantika bisa tinggal di kediaman Arash, karena Amelia merupakan tantenya dan hubungan Arash dengan Chantika hubungan persepupuan yang saling menyukai.

Bersambung.....

1
Rahmawati Amma
seruh saya suka 😍
Rahmawati Amma
thor itu saya sudah traktir kopi 1× nonton iklan 10× biar authornya semangat oke ✊ 👍🙏
Dew666
💝💝💝💝
Dew666
🥰🥰🥰🥰
Oma Gavin
gimana ceritanya arash sudah naik ke dek kapal
Dew666
👄👄👄👄
Dew666
🍭🍭🍭🍭
mama
nohhh mbulet lgi kan🤣,yg satu blm kelar yg satu lgi nonggol🤭..cerita ny panjang tp mbulet
Oma Gavin
dan bila kamu percaya thoriq berarti kamu sama bodohnya dgn aku arash
vitrienoor99
zidan patah hati dah, apakah syafiya akan kembali ke Arash
Emi Sudiarni
agak kcewa klw💪 aras benaran cerai spaja safiya
Oma Gavin
sudahlah arash percuma berharap sama shafiya yg kepala batu egois ngga usah nyesel ceraikan saja hbis perkara semoga kamu secepatnya dpt pengganti yg lebih baik dari shafiya yg mau nurut dan bisa diajak hidup berkeluarga saling mengisi bukanya yg sedikit" berubah pikiran kena hasutan tantrum membosankan shafiya
vitrienoor99
Arash masa kamu udah mundur aja sebelum berperang, usaha donk
Dew666
💟💟💟💟
Oma Gavin
Alhamdulillah arash akhirnya setuju untuk berpisah dan menceraikan shafiya perempuan bodoh goblok terlalu mudah dibodohi dan dimanipulasi ngga perlu dipertahankan, semoga arash bisa secepatnya mendapatkan pengganti yg lebih baik dan mencintai arash dgn tulus tidak plin plan dan bodoh
vitrienoor99
makanya shafiya jangan terburu buru ngambil keputusan disaat sedang marah, nyesel kan jadinya
Oma Gavin: biarkan kak aku justru senang arash bercerai sama shafiya yg bodoh
total 1 replies
Dew666
☀️☀️☀️☀️
Oma Gavin
makanya jgn goblok dan oon shafiya perempuan bodoh sedunia udah cerai saja arash percuma kamu mengejar dan minta maaf sama manusia baru seperti shafiya ceraikan dan pergi jauh jgn mau lagi berhubungan dgn kanaya dan shafiya beserta kroni semua iblis
vitrienoor99: makanya shafiya kamu jangan gegabah ngambil keputusan, tar nyesel lagi setelah terungkap kebenaran nya
total 1 replies
Pipit Fitriani
bagus banget
vitrienoor99
heran dah mah Arash masa belum bisa membuktikan juga kalau Kanaya hamil bukan sama Arash, sewa detektif kek Arash, masa kamu juga ga punya asisten untuk menyelidiki kasus kamu itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!