#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. bantuan datang
Li Yunru melihat kemenangan berpihak kepadanya, senyuman kemenangan terbit dibibirnya.
"Song Xinglan sekali bodoh tetap saja bodoh, dia pikir bisa menjatuhkan aku" gumamnya sambil memikirkan langkah selanjutnya.
"Meimei wanita itu licik sekali!." Geram song Xing Wei kakak kedua song Xinglan putra pertama paman dan bibinya, " kamu tenang sama ada gege disini." Ucapnya lembut.
"Benar, kamu masuh ada kita jangan takut." Sambung Son Xing Ming kakak ke empat nya.
"Aku tidak apa-apa, wei gege, Ming gege kalian jangan khawatir, dan terimakasih telah peduli padaku." Ucapnya lembut.
"Bodoh, kamu itu meimei kami tentu kami peduli,." Balas song Xingwei kembali dengen lembut.
Song Xinglan hanya tersenyum ia senang di dunia ini memiliki saudara yang menemaninya, song xinglan lama saja yang bodoh, hanya memikirkan li Yunru dari pada kakaknya.
Sekarang sekarang dia yang ada disini, yang akan membahagiakan keluarganya, karena dia tidak mau kehilangan lagi.
Li Yunru menghampiri Song Xinglan lebih dekat lagi,
"Mau apa kamu kesini." Ucap Song Xingfeng menghalangi jalan Li Yunru supaya di mendekati song Xinglan.
Li Yunru mengabaikan langsung membisikkan sesuatu di telinga Song Xinglan.
"Kamu pikir dengan ini bisa menjatuhkanku, kamu tetap saja bodoh song Xinglan seperti dulu." Bisik nya ditelinga song xinglan.
Song Xinglan tidak cemas, ia hanya tersenyum, "kamu tidak berpura-pura lagi, Li Yunru, kamu benar dulu aku memang bodoh bisa tertipu olehmu." Balasnya dengan tenang.
"Aku pikir aku hanya memiliki bukti itu saja, masih ada yang lainnya untuk membawamu ketahanan." Bisik Song Xinglan lagi, itu hanya ancaman sebenarnya dia tidak memiliki bukti lagi.
Sekarang tujuan hanya untuk membuat emosi Li Yunru melunjak, dengan begitu lebih mudah lagi menyerang musuh.
Tiba-tiba terdengar saudara bocah kecil kira-kira umurnya masih 4 tahun lah.
"Kepala desa aku melihat jiejie itu yang mendorong jiejie cantik itu." Ucap anak itu sambil menunjuk li Yunru lalu soong Xinglan, dia sekarang gadis kecil yang imut, tetapi sedikit kurus.
"Tuhan tidak meninggalkan ku." Gumam song Xinglan, lalu ia menghampiri adik itu.
"Adik kecil yang manis, apakah kamu yakin dia orangnya." Ucap Song Xinglan lembut.
"Benar kakak cantik, saat itu aku bersama gegeku kakak bisa bertanya padanya." Ucapnya lagi.
"Baiklah adik manis, kakak percaya pada mu" Ucapnya sambil tersenyum lalu mengusap kepala anak itu.
"Siapa namamu manis, nantik jiejie berikan hadiah untukmu." Ucapnya lagi bertanya nama anak gadis itu.
Song Xinglan melihat tubuh gadis ini sangat lemah, terlihat pucat ia bisa melihat anak kecil ini tidaklah sehat.
"Benarkah, namaku wei Jingjing, nama gegeku yang bersamaku saat itu Jingbei gege." Ucapnya senang.
"Nama yang bagus cantik seperti orangnya." Puji song Xinglan, membuat kedua pipi gadis itu memerah sambil menundukkan kepalanya karena malu.
Tiba-tiba seorang memanggil anak itu!
"Meime kenapa kamu disini, ayo pulang." Ucap orang yang baru datsng itu, ia menghampiri Wei Jingjing, yang datang adalah gege wei Jingjing Wei Jingbei baru berumur 6 tahun,
"Jingbei gege baguslah kamu datang, cepat katakan pada kepala desa memang jiejie jahat itu yang mendorong jiejie cantik." Ucapnya senang melihat gegenya datang.
Wei jingbei walau baru berumur 6 tahun, ia sudah mengerti tentang ini, kakak pertamanya pernah mengingatkannya jangan ikut campur urusan orang lain, karena hanya akan menimbulkan masalah untuk diri kita sendiri.
Sebelum ia menjawab pertanyaan adiknya raungan Li Yunru dan Ibunya terdengar mendekatinya, sepertinya ingin memakan mereka berdua.
"Anak kecil sakit-sakitan tau apa kamu hah!, akan aku beri kamu pelajaran supaya kamu bisa membicara lebih baik lagi." Ucapnya dengan marah.
Wei Jingjing sudah ketakutan ia memeluk Wei Jingbei, dengan tubuh gemetar.
Song Xinglan melihat ketakutan adik kecil itu, mengusap kepalanya ." Jangan takut, ada jiejie." Ucapnya sambil tersenyum, membuat wei Jingjing tenang.
Wei jingbei bengong melihat adik perempuannya patuh dan menerima ssong xinglan, karena selama ini dia tidak suka dengan siapapun dan tidak mau berteman juga.
Wei Jingjing saat melihat song xinglan hatinya tenang, timbul untuk membantunya, selama ini song Xinglan tidak pernah menyakitinya, justru dulu song xinglan lama pernah membantunya saat ia di ganggu oleh anak desa lainnya, dalam hatinya masih ingat itu.
Beda dengan orang lain yang selalu mengejeknya bahwa dia gadis sakit-sakitan.
Saat li Yunru mendekat ingin mencakar adik kecil itu, song xinglan lebih cepat mendorongnya.
"Jangan gila Li Yunru!." Ucap nya sambil mendorong kuat membaut li Yunru terjatuh.
"Gila! Aku memang gila itu semua gara-gara kamu song xinglan, aku iri melihat mu dimanja oleh ayah dan ibumu serta keluargamu lainnya, sangat baik padamu!" Ucapnya tanpa sadar Ucapan itu keluar dari mulutnya.
"Mengapa! Seharusnya itu aku yang berada disana bukan kamu?" Ucapnya lagi.
Sedangkan kakak laki-laki pertama Song xinglan sudah duluan menghalangi li qin ibu li yunru menghampiri song Xinglan dan anak kecil itu.
"Kepala desa semua bukti sudah ada, aku ingin keadilan bawa li Yunru dan ibunya ke hakim daerah." Ucap Song xinglan.
Warga lain juga mendukung, kepala desa menghampiri wei Jingbei untuk membuktikan apakah kata adik nya benar.
"Wei Jingbei kata adikmu, kamu melihat kejadian itu." Tanya kepala desa, Wei Jingbei tidak bisa lagi tutup mulut, ia juga harus membantu adiknya, ia tidak mau mengewakan adiknya, apalagi song xinglan juga baik pada adiknya, tidak masalah untuk membantu ini demi kebahagian adik perempuannya.
"Benar kepala desa, apa yang dikatakan jingjing benar." Ucapnya lagi.
Setelah mendengar nya baru kepala desa meminta para pemuda kuat untuk membawa li yunru dan li qin ke pengadilan.
Ayah , kakak laki-laki dan yang lain ikut ke kota daerah untuk melaporkan kejadian ini.
Kepala desa juga mengajak Wei Jingbei untuk jadi saksi, dengan adanya wei jingbei sebagai saksi mata sudah bisa menghukum li Yunru dan ibunya.
Li yunru hanya bisa berteriak-teriak minta di lepaskan, ia mencoba kabur tapi tidak bisa. karena pegangan dari pemuda itu sangatlah kuat.
sebelumnya pergi song xinglan pernah berpesan jangan membiarkan li yunru kabur dan jangan mudah percaya dengan tipu dayanya, ia juga mengingati ayah dan kakaknya, bahwa li yunru harus di hukum.
sedangkan wei Jingjing ia tinggal bersama song xinglan, menunggu gege kembali dari kota.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁