NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Menghancurkan Setengah Inti Emas

​Tantangan Lin Chen membelah udara seperti guntur di siang bolong. Seratus ribu murid luar yang memadati alun-alun menahan napas serentak. Berani menantang Gu Tianying secara langsung? Itu bukan lagi keberanian, melainkan kegilaan yang absolut!

​Di atas pilar tertinggi, Gu Tianying perlahan berdiri. Jubah putihnya berkibar anggun tanpa tertiup angin, didorong oleh Qi murni yang meluap dari dalam tubuhnya. Matanya yang berwarna perak menatap Lin Chen dengan kebekuan yang meremehkan semua makhluk hidup.

​"Banyak orang jenius yang lahir setiap tahunnya, dan kebanyakan dari mereka mati muda karena tidak tahu cara menundukkan kepala," suara Gu Tianying bergema dengan ritme yang aneh, seolah beresonansi dengan detak jantung para pendengarnya.

​Ia melangkah maju, dan bukannya jatuh, tubuhnya melayang turun dari ketinggian sepuluh meter seperti sehelai bulu, mendarat di atas arena tanpa menghasilkan suara sedikit pun.

​"Kau memiliki kecepatan yang unik, Lin Chen. Tapi di hadapan kekuatan mutlak, trik rendahan seperti itu tidak ada gunanya."

​Gu Tianying mencabut pedang ramping berwarna perak dari pinggangnya. Fluktuasi Qi meledak dari tubuhnya seperti gunung berapi yang meletus. Itu bukan sekadar puncak Bintang 9 Pengumpulan Qi, melainkan ada sedikit kualitas padat yang mengisyaratkan pembentukan Inti Emas (Golden Core)! Tekanan spiritual itu begitu berat hingga para murid di barisan terdepan tribun terpaksa mundur sambil menutupi dada mereka yang sesak.

​"Setengah Langkah Inti Emas!" seru seorang Tetua di tribun VIP. "Anak ini benar-benar jenius langka. Dia hanya butuh satu dorongan kecil untuk benar-benar membentuk Inti Emas!"

​Di atas arena, Lin Chen tetap berdiri santai. Badai Qi dari Gu Tianying bahkan tidak mampu mengibaskan rambutnya.

​"Hati-hati, bocah. Qi-nya sudah mulai memadat. Kepadatan energinya lima kali lipat dari kultivator Bintang 9 biasa," peringat Mo Xuan.

​Hanya lima kali lipat? Meridian Nagaku sepuluh kali lebih padat dari kultivator biasa, batin Lin Chen dingin.

​"Atas permintaan seorang Tetua dari Puncak Inti, aku harus memastikan bahwa meridianmu hancur hari ini," Gu Tianying mengangkat pedangnya, ujungnya mengarah tepat ke Dantian Lin Chen. "Sebagai rasa hormat pada bakatmu, aku akan menggunakan jurus terkuatku."

​Seni Pedang Bintang Jatuh: Tebasan Perak Penghancur Jiwa!

​Gu Tianying melesat. Kecepatannya sangat mengerikan. Pedangnya berubah menjadi seberkas cahaya perak yang menyilaukan, menebas menembus ruang, mengunci setiap aura dan pergerakan Lin Chen. Ini adalah serangan mematikan yang tidak memberi ruang untuk menghindar. Jika Lin Chen mundur, pedang itu akan mengejarnya hingga ujung dunia.

​Namun, Lin Chen tidak berniat mundur.

​Di Dantiannya, pusaran Taiji Emas berputar dengan kecepatan cahaya. Sebelas titik akupunktur di kakinya meledak secara serentak.

​[Langkah Bayangan Iblis Sembilan Pembunuhan: Langkah Pertama - Bayangan Kematian!]

​WUSSH!

​Tepat sebelum cahaya perak itu membelah tubuhnya, Lin Chen menghilang. Pedang Gu Tianying hanya menebas bayangan ilusi yang tertinggal, membelah lantai arena batu giok itu menjadi dua dengan parit sedalam lima meter.

​"Apa?!" Mata Gu Tianying membelalak. Ia kehilangan kunci auranya!

​"Kau bilang kekuatanku adalah trik rendahan?"

​Suara Lin Chen tiba-tiba terdengar bukan dari belakang atau depan, melainkan tepat dari atas kepalanya.

​Gu Tianying mendongak dengan panik. Di udara, Lin Chen sedang menukik turun dengan kecepatan meteor. Tangan kanannya dilapisi oleh petir biru dan Qi Emas yang sangat menyilaukan.

​Tapak Guntur Pecah: Hantaman Guntur Pembelah Langit!

​Gu Tianying tidak punya waktu untuk menarik pedangnya. Ia hanya bisa menyilangkan tangan kirinya ke atas, melepaskan seluruh pelindung Qi Setengah Inti Emas miliknya.

​BOOOOOOM!

​Sebuah ledakan dahsyat mengguncang seluruh Puncak Awan. Gelombang kejut menyapu ke segala arah, melemparkan puluhan murid yang berdiri terlalu dekat dengan arena.

​Lantai batu giok di bawah kaki Gu Tianying hancur berkeping-keping membentuk kawah raksasa.

​"ARGHHH!"

​Gu Tianying menjerit kesakitan. Pelindung Qi kebanggaannya pecah seperti cangkang telur. Tulang lengan kirinya retak parah akibat menahan pukulan Lin Chen yang beratnya nyaris setara dengan jatuhnya sebuah bukit kecil. Tubuhnya terpelanting mundur belasan meter, darah segar menetes dari sudut mulutnya.

​Sorak-sorai alun-alun terhenti total. Kesunyian absolut kembali merajai. Sang Raja Tanpa Mahkota... baru saja dibuat berdarah hanya dalam satu pertukaran serangan?!

​Lin Chen mendarat dengan ringan di tepi kawah. "Setengah langkah menuju Inti Emas, tapi refleksmu sama lambatnya dengan kura-kura tua. Liu Meng'er menyuruhmu untuk menghancurkanku? Sepertinya dia melebih-lebihkan nilaimu."

​Mendengar nama Liu Meng'er disebut, dan merasakan rasa sakit yang merobek lengannya, kewarasan Gu Tianying terputus. Arogansi yang ia pelihara selama tiga tahun dihancurkan di depan seratus ribu orang oleh seorang anak berusia lima belas tahun!

​"KAU MENCARI MATI! KAU BENAR-BENAR MENCARI MATI!"

​Wajah Gu Tianying berkerut buas. Ia merogoh ke dalam jubahnya dan mengeluarkan sebuah pil berwarna emas tua yang memancarkan aroma obat yang sangat pekat. Tanpa ragu, ia menelannya.

​"Itu... Pil Esensi Pembakar Darah!" teriak Tetua Penegak Hukum dengan wajah pucat. "Gu Tianying, hentikan! Menelan pil itu akan membakar umurmu demi kekuatan sesaat! Di arena ini dilarang menggunakan pil terlarang!"

​Tetua itu berniat melompat untuk menghentikan pertarungan, namun Gu Tianying sudah terlanjur menelannya.

​Dalam sekejap, aura perak di tubuh Gu Tianying berubah menjadi merah darah bercampur emas. Tekanan spiritualnya melonjak tak terkendali, menembus batas Pengumpulan Qi dan akhirnya menginjak Ranah yang benar-benar baru.

​Ranah Inti Emas (Tahap Awal Sementara)!

​Angin puting beliung merah darah terbentuk di sekelilingnya. Langit di atas alun-alun seketika berubah mendung. Tekanan Ranah Inti Emas membuat ribuan murid luar langsung jatuh berlutut, tak sanggup menahan beban gravitasi spiritual tersebut.

​"Hahahaha! Lin Chen! Hari ini, bahkan dewa tidak bisa menyelamatkanmu!" Gu Tianying tertawa gila, matanya sepenuhnya berwarna merah darah. "Aku akan mencincangmu menjadi seribu keping!"

​Ia melesat ke depan. Kecepatannya kini setara, bahkan sedikit melampaui Langkah Pertama milik Lin Chen. Pedangnya memancarkan cahaya darah sepanjang sepuluh meter, menebas lurus untuk membelah Lin Chen beserta seluruh arena.

​Para Tetua memalingkan wajah, yakin bahwa Lin Chen akan mati tanpa sisa di bawah tebasan Inti Emas.

​Namun, di tengah badai darah itu, Lin Chen tersenyum. Senyuman predator yang sangat, sangat lapar.

​"Membakar darah untuk membentuk Inti Emas palsu? Makanan gratis tidak pernah seburuk ini, tapi ini akan cukup!"

​Alih-alih menghindar dengan Langkah Bayangan Iblis, Lin Chen mengambil kuda-kuda kokoh. Ia mengaktifkan Seni Pemakan Surga Sembilan Naga hingga ke batas absolutnya. Pusaran lubang hitam bermanifestasi bukan hanya di telapak tangannya, melainkan menutupi seluruh tubuhnya dalam bentuk siluet rahang naga emas raksasa.

​Telan Mutlak!

​Gu Tianying yang sedang dilanda amarah tidak menyadari anomali itu. Pedang darahnya menebas tepat ke arah dada Lin Chen.

​BZZZZT!

​Bukannya suara daging terbelah, yang terdengar adalah suara mendesis yang mengerikan. Saat pedang darah Gu Tianying menyentuh pusaran naga emas Lin Chen, energi Inti Emasnya tidak meledak, melainkan tersedot dengan ganas!

​"A-Apa yang terjadi?!" Gu Tianying memucat. Ia mencoba menarik pedangnya, namun daya hisap itu terlalu mengerikan. Lin Chen mengangkat tangannya, mencengkeram langsung bilah pedang perak berlapis energi darah tersebut dengan tangan kosong.

​"Energi Inti Emas yang kau banggakan ini... rasanya sangat hambar," bisik Lin Chen dengan mata berkilat emas.

​KRAK!

​Lin Chen meremukkan pedang senjata spiritual tingkat menengah itu dengan satu remasan. Sebelum Gu Tianying bisa melepaskan gagangnya dan mundur, tangan kiri Lin Chen melesat maju menembus pertahanan Qi-nya dan mencengkeram leher pemuda berambut perak itu.

​"Seni iblis apa ini! Lepaskan aku!" Gu Tianying meronta panik, mencoba melepaskan pukulan ke arah Lin Chen, namun ia menyadari bahwa seluruh Qi murni di Dantiannya terkuras habis, mengalir deras ke dalam telapak tangan Lin Chen layaknya sungai yang bermuara ke lautan.

​Energi Inti Emas palsu yang didapat dari membakar darah itu diserap habis oleh Meridian Naga Lin Chen, dimurnikan, dan dibakar menjadi bahan bakar kultivasi.

​Bum!

Di dalam Dantian Lin Chen, terdengar suara letupan yang kuat.

​Ranah Pengumpulan Qi Bintang 8!

​Hanya butuh sepuluh detik bagi Lin Chen untuk menyedot Gu Tianying hingga kering. Pemuda yang sebelumnya memancarkan teror Inti Emas itu kini tubuhnya kurus kering bak mayat hidup, rambut peraknya rontok, dan matanya kehilangan cahaya.

​Lin Chen menatap wajah penuh keputusasaan Gu Tianying.

​"Kau membuat kesepakatan dengan orang yang salah," ucap Lin Chen tanpa emosi.

​Lin Chen melepaskan cengkeramannya di leher Gu Tianying, namun secara bersamaan, telapak tangannya menepuk ringan Dantian pemuda itu.

​BAM!

​Suara sesuatu yang pecah terdengar jelas. Dantian Gu Tianying, beserta benih Inti Emas yang selama tiga tahun ia bangun dengan susah payah, hancur berkeping-keping menjadi debu.

​Gu Tianying memuntahkan darah hitam pekat, lalu jatuh berdebum ke lantai arena. Peringkat 1 Pelataran Luar, sang Raja Tanpa Mahkota, kini resmi menjadi manusia cacat permanen, lebih rendah dari rakyat jelata biasa.

​Badai spiritual mereda. Sinar matahari kembali menyinari alun-alun, mengekspos pemandangan yang membuat jiwa setiap penonton terguncang.

​Gu Tianying yang tak berdaya di lantai, dan Lin Chen yang berdiri tegak tanpa sehelai benang pun dari pakaiannya yang robek. Aura Bintang 8 Pengumpulan Qi milik Lin Chen menekan seluruh pelataran luar, menyatakan dominasi absolut.

​Tetua Penegak Hukum berdiri dengan kaki gemetar. Ia tidak tahu harus berkata apa. Gu Tianying melanggar aturan dengan menggunakan pil terlarang untuk membunuh, sehingga tindakan Lin Chen yang membalas dan menghancurkannya sepenuhnya dibenarkan oleh hukum sekte. Namun, kehilangan seorang jenius sekaliber Gu Tianying akan membuat petinggi sekte murka.

​Lin Chen menendang tubuh Gu Tianying dari atas arena, membiarkannya berguling jatuh ke tanah seperti tumpukan sampah.

​Ia perlahan berjalan menuju pilar batu giok tertinggi yang berada di tengah. Dengan satu lompatan ringan, ia mendarat dan duduk di atas takhta peringkat pertama tersebut.

​Matanya menyapu seluruh alun-alun, melewati puluhan ribu murid yang kini menundukkan kepala mereka ketakutan, lalu menatap lurus ke arah tribun VIP tempat Tetua Feng berada.

​"Ujian Peringkat Luar sudah selesai," suara Lin Chen bergema jernih dan berwibawa. "Mulai hari ini, aku adalah Murid Dalam. Apakah ada yang keberatan?"

​Kesunyian adalah satu-satunya jawaban. Tidak ada satu pun murid atau Tetua yang berani mengangkat suara. Di dunia kultivasi, kekuatan adalah kebenaran mutlak. Dan hari ini, Lin Chen adalah kebenaran itu.

​Dari puncak pilar, Lin Chen menoleh ke arah puncak gunung tertinggi di kejauhan, tempat salju abadi menyelimuti daratan—Puncak Teratai Es. Senyum iblis kembali terukir di wajahnya.

​Aku datang, Liu Meng'er. Bersiaplah untuk menari di telapak tanganku.

1
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪1
yos helmi
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪
Fiktor
mantap alur cerita nya ngak bertele2👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄😄🙏🙏🙏👍👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!