NovelToon NovelToon
LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

No plagiat 🚫

" Di bawah naungan gerbang kuno Lembah Sunyi, He Xueyi berdiri tegak. Jemarinya yang dingin mencengkeram gagang lentera emas yang berpijar redup.
Angin malam menerpa jubah merahnya, namun ia tak bergeming. Baginya, raungan arwah penuh dendam di depannya hanyalah musik pengantar tidur.

Dengan tatapan setajam sembilu, ia bergumam pelan, 'Dendammu adalah bebanku. Masuklah ke dalam lentera, atau hancur menjadi debu tanpa jejak.'"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benang Merah yang Terputus

Lantai di Ruang Interogasi Jiwa tidak terbuat dari kayu atau batu, melainkan genangan air hitam yang tenang namun mampu merekam setiap getaran emosi. Kaisar Yan dirantai di tengah ruangan dengan belenggu Yin yang menyerap setiap tetes tenaga dalam yang tersisa di ruhnya. Di depannya, He Xueyi duduk di sebuah kursi giok putih yang melayang rendah, sementara Bian Zhi berdiri di belakangnya seperti patung maut yang siap menghunus pedang.

"Segel Langit," He Xueyi memulai dengan nada bicara yang sangat datar, namun matanya yang tajam menatap langsung ke dalam pupil sang Kaisar yang bergetar. "Secara logika, benda itu adalah mitos yang diciptakan oleh para Dewa di Dunia Atas untuk menenangkan roh-roh gelisah seperti dirimu. Bagaimana mungkin seorang Kaisar fana sepertimu bisa menemukannya di perbendaharaan rahasia?"

Kaisar Yan meringis, rantai di tangannya berdenting nyaring. "Itu bukan mitos! Ayahandaku menemukannya di reruntuhan Kuil Bulan yang Runtuh. Dia menyembunyikannya di bawah altar pemujaan leluhur, di dalam sebuah kotak yang hanya bisa dibuka dengan darah dari keturunan langsung keluarga kerajaan!"

Bian Zhi mendengus sinis, langkah kakinya membuat riak kecil di atas lantai air hitam. "Darah? Kau sudah mati, Yan. Ruh tidak memiliki darah. Informasi ini tidak berguna kecuali kau ingin kami menggali makam anak-cucumu."

"Justru itu!" Kaisar Yan mendongak, matanya berkilat penuh muslihat. "Satu-satunya putriku yang masih hidup, Putri Ling'er, melarikan diri ke Biara Awan Tersembunyi sebelum ibukota jatuh. Dia membawa kunci giok yang diperlukan. Jika kalian membantuku melindunginya dari kejaran para pemberontak, aku akan memberikan lokasi tepatnya!"

He Xueyi menyipitkan mata. Logika detektifnya mulai bekerja menyusun kepingan teka-teki ini. "Jadi, ini bukan sekadar penyerahan informasi. Ini adalah sebuah kontrak perlindungan. Kau ingin penjaga Paviliun Lentera Abadi menjadi pengawal pribadimu?"

"Hanya untuk putriku!" Kaisar Yan memohon, wibawanya kini benar-benar runtuh berganti keputusasaan seorang ayah—atau mungkin penguasa yang takut garis keturunannya musnah.

He Xueyi berdiri, jubah hitamnya menyapu air tanpa membuatnya basah. "Bian Zhi, periksa ingatan intinya. Gunakan Cermin Pembalik Sukma. Aku tidak ingin kita pergi ke Biara Awan Tersembunyi hanya untuk menemukan jebakan dari Sekte Pemberontak."

Bian Zhi melangkah maju, meletakkan telapak tangannya yang dingin di dahi sang Kaisar. Seketika, ruangan itu dipenuhi oleh kilasan memori yang beterbangan seperti pecahan kaca. Terlihat gambaran seorang gadis muda dengan pakaian pelayan yang melarikan diri di tengah hujan badai, mendekap sebuah kotak kecil yang dibungkus kain sutra kuning. Di belakangnya, puluhan pendekar dengan jubah merah gelap terus mengejar tanpa ampun.

"Sekte Matahari Merah," Bian Zhi berbisik, suaranya mengandung kebencian yang mendalam. "Mereka adalah sekte aliran hitam yang terkenal dengan teknik pengisapan jiwa. Jika mereka mendapatkan Segel Langit itu, mereka tidak hanya akan menguasai dunia fana, tapi juga bisa menyerang gerbang Lembah Sunyi."

He Xueyi menatap bayangan Putri Ling'er yang terjatuh di lumpur dalam memori tersebut. Sesuatu di dalam ingatannya sendiri—ingatan dari ratusan tahun lalu saat ia masih manusia—seolah berdenyut perih. Ia teringat betapa rasanya dikejar dan dikhianati tanpa ada tempat untuk bersembunyi.

"Logika situasinya sangat jelas," He Xueyi berbalik membelakangi sang Kaisar. "Jika Sekte Matahari Merah mendapatkan segel itu, keseimbangan antara dunia roh dan manusia akan hancur. Paviliun ini tidak akan lagi menjadi tempat peristirahatan, melainkan medan perang. Kita tidak punya pilihan selain campur tangan."

"Tuan, apakah Anda yakin?" Bian Zhi bertanya dengan nada khawatir. "Keluar dari lembah untuk urusan politik manusia sangat berisiko bagi kestabilan Lentera Abadi Anda."

"Kestabilan lenteraku tergantung pada kedamaian ruh di sekitarnya, Bian Zhi. Jika sekte itu menggunakan Segel Langit untuk membangkitkan tentara mayat hidup, maka lenteraku akan meledak karena kelebihan beban energi negatif," He Xueyi menjelaskan dengan analisis yang dingin.

Ia kemudian menoleh kembali ke arah Kaisar Yan. "Aku akan menyelamatkan putrimu. Tapi sebagai bayarannya, jiwamu tidak akan masuk ke lenteraku untuk dimurnikan. Kau akan menjadi 'penunggu gerbang' di luar paviliun, merasakan dinginnya angin Lembah Sunyi selama seratus tahun tanpa boleh masuk ke dalam. Itu adalah harga untuk kejujuran yang terlambat ini."

Kaisar Yan tertunduk lesu, namun ia mengangguk pasrah. Menjadi penunggu gerbang jauh lebih baik daripada jiwanya dimusnahkan sepenuhnya oleh pedang Bian Zhi.

"Xiao Bo!" seru He Xueyi.

Arwah kecil itu muncul dengan terburu-buru, membawa jubah perjalanan berwarna kelabu yang bisa menyamarkan aura kematian mereka. "Siap, Tuan Besar! Kuda-kuda bayangan sudah diberi makan esensi embun malam!"

"Bagus. Kita berangkat saat bulan mencapai puncaknya," ucap He Xueyi sambil menatap lenteranya yang kini apinya mulai bergoyang seolah bersemangat. "Bian Zhi, siapkan racun penawar sukma. Kita akan menghadapi pendekar yang tidak takut mati, dan biasanya orang seperti itu hanya bisa dilawan dengan logika yang lebih gila."

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam tiga abad, He Xueyi meninggalkan keamanan paviliunnya bukan untuk menjemput nyawa, melainkan untuk melindunginya. Perjalanan menuju Biara Awan Tersembunyi dimulai, dan bayangan maut dari Lembah Sunyi pun mulai merayap keluar menuju dunia persilatan yang penuh dengan darah dan intrik.

1
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, sudah disuguhi pemandangan kayak gini awal-awal 😭
Diah nation: eh itu baru awalan lho tapi nanti pas tengah tengah bab bakal ada kejutan 😂😂baca aja dulu seru kok hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!