PENGUMUMAN PENTING!
Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.
Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!
"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Pakta Keheningan dan Rahasia Sang Singa ( Bagian 1 )
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Duke Lyon segera memberi kode keras melalui tatapan matanya kepada para pelayan.
Ruangan yang tadinya penuh dengan aura magis yang kacau—campuran antara kecemasan nyata dan ocehan batin Rosalind yang absolut di—mendadak sibuk luar biasa.
Para pelayan serentak berdiri, menciptakan barisan barikade manusia yang rapi dan kokoh untuk menghormati proses "evakuasi" Rosalind.
Martha dan Nanchi, dengan koordinasi yang luar biasa cekatan hasil latihan bertahun-tahun di bawah tekanan Duke, menggotong Rosalind perlahan. Gadis itu dipindahkan ke atas tandu empuk berlapis sutra dengan sangat hati-hati, seolah-olah mereka sedang membawa artefak kaca kuno dari dinasti yang hilang, yang bisa meledak menjadi debu atau tiba-tiba berteriak "koplo" kapan saja jika tersenggol sedikit saja.
Begitu pintu Paviliun Utama tertutup rapat dengan dentuman halus yang bergema di langit-langit tinggi, dan rombongan Rosalind menghilang di balik lorong menuju Paviliun Musim Semi, Duke Lyon mengembuskan napas panjang yang terdengar sangat berat. Suaranya persis seperti ban truk tronton yang bocor di tengah jalan tol sepi di tengah malam—penuh keputusasaan dan tekanan udara yang dilepaskan sekaligus. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut kencang, berusaha menahan pening yang seolah ingin membelah tempurung kepalanya menjadi dua bagian simetris.
Kini, tugas berat yang jauh lebih mengerikan dari sekadar memimpin legiun ksatria di perbatasan utara menantinya. Ia harus segera memikirkan cara paling masuk akal, logis, dan tidak terdengar seperti orang yang baru saja menelan jamur beracun untuk menjelaskan kepada para Putri Kekaisaran mengapa mereka baru saja mendengar istilah asing seperti "Nana", "supir angkot", dan "kalkulator rusak" dalam sebuah transmisi siaran batin tadi.
Drama keluarga Wiraatmadja baru saja menyelesaikan satu babak gila yang menguras seluruh stok energi mental mereka. Namun, Duke Lyon tahu pasti, bahwa di dunia yang gila ini, babak berikutnya dipastikan akan jauh lebih berisik, lebih aneh, dan mungkin akan melibatkan lebih banyak camilan sistem yang hilang.
Dumelan Batin di Atas Tandu
Sementara itu, di atas tandu yang sedang bergoyang pelan tertiup angin sore yang membawa aroma melati, Rosalind sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda ketenangan batin. Meskipun matanya terpejam rapat dan tubuhnya tampak lemas tak berdaya bagaikan mayat hidup yang cantik atau pajangan etalase toko baju, batinnya justru sedang melakukan unjuk rasa besar-besaran, lengkap dengan spanduk protes imagine terhadap sistemnya.
[(Batin Rosalind):]
[“NANA! Balikin biskuit mentega Ayahku sekarang juga! Kamu itu peri sistem yang terhormat atau tikus kantoran yang hobi nyolong camilan bos di laci meja?! Kamu tahu nggak, gara-gara atraksi sirkus zig-zag mu tadi, reputasi ku sebagai Putri Suci yang rapuh dan elegan sekarang berada di ujung tanduk! Kalau sampai mereka pikir aku ini tidak lagi menderita penyakit paru-paru melainkan kerasukan roh lalat buah yang hiperaktif, aku bakal uninstall kamu dari semesta ini! Aku bakal ganti kamu sama Google Assistant atau sekalian Siri biar lebih berguna dan nggak hobi nyolong makanan orang! Plis deh, tingkat profesionalitas mu itu benar-benar di bawah standar UMKM, tahu nggak?! Malu-maluin kasta peri!”]
Nana, yang masih asyik melayang-layang dengan posisi kayang di depan wajah batin Rosalind, hanya mendengus meremehkan. Ia menggunakan sayap transparannya untuk mengipasi wajahnya sendiri sambil membersihkan sisa-sisa remahan Yupi dan biskuit mentega yang masih menempel di jemari mungilnya.
[Sistem Peri Nana (Dengan nada santai tanpa dosa):]
{“Aduh, Nona... jangan galak-galak begitu. Kerutan di batin Nona nanti tambah banyak, lho. Saya ini kan cuma mau merayakan kenaikan 'Poin Melon' kita yang drastis. Lagipula, biskuit itu rasanya enak banget kalau dicelup ke energi sistem. Nona sendiri yang bikin suasana jadi komedi tragis dengan teriak-teriak soal 'supir angkot'. Apa itu supir angkot? Apa itu sejenis monster tingkat S di dunia lama Nona yang hobinya nabrak lari logika? Tolong ya, jangan salahkan lalat kalau madunya memang terlalu manis!”}
Rosalind memijat dahi batinnya yang terasa berdenyut transparan. Ia merasa ingin meledakkan diri bersama tandu-tandunya sekalian.
[(Batin Rosalind):]
[“Tau ah, gelap! Mau supir angkot kek, supir odong-odong kek, yang jelas sekarang reputasi ku di depan Duke Singa itu sudah hancur lebur jadi remahan rengginang! Sekarang daripada kamu makin ngaco dan makin banyak nyolong biskuit, buka jendela Open Sistem sekarang! Aku mau Cek In Harian. Saldo poin melon ku sudah berapa? Aku butuh cara untuk mengobati tubuh kerupuk ini secepatnya. Bagaimana cara mengobati diriku yang lemah ini? Aku bosan jadi Putri Lemes yang tiap sebentar harus pura-pura pingsan biar dapet simpati dan puding sutra. Aku mau otot, Nana! Aku mau stamina yang bisa buat aku lari maraton sambil bawa emas batangan ganjal pintu itu!”]
[DING! MENU SISTEM DIBUKA]
Status Cek In: Hari ke-2 (Sukses!)
Hadiah Cek In: 100 Poin Melon + 1 Botol "Sirup Penambah Darah Rasa Stroberi Ajaib".
Saldo Total: 8.300 Poin Melon.
[Sistem Peri Nana:]
{“Nah, itu dia! Akhirnya Nona pakai otak juga. Untuk mengobati tubuh Nona yang menderita malnutrisi tingkat dewa dan Asrofi otot akibat terlalu lama rebana cantik ini, Nona bisa membeli 'Paket Restorasi Tubuh Mawar' di Mall Sistem seharga 5.000 poin. Itu paket lengkap, Nona! Akan memperbaiki saraf yang korslet, meningkatkan stamina hingga tingkat ksatria menengah, dan yang paling penting, membuat kulit Nona tidak lagi transparan kayak ubur-ubur mati di pinggir pantai. Tapi ingat, efek sampingnya akan terasa gatal-gatal luar biasa seperti digigit satu batalion semut api karena sel-sel Nona sedang direstorasi secara paksa. Nona mau beli sekarang atau mau nunggu sampai jadi keripik mawar?”}
[(Batin Rosalind):]
[“Beli! Langsung gas pol rem blong! Aku nggak peduli mau gatal atau mau berubah jadi kepompong sekalipun, yang penting aku bisa jalan sendiri tanpa harus digotong-gotong kayak tandu jenazah begini! Ayo, suntikkan sirup stroberinya sekarang!”]
Sementara Rosalind asyik bernegosiasi dan memaki-maki sistem di alam bawah sadarnya, para ksatria yang baik hati dan Nanchi yang menggotong tandu itu hanya bisa saling pandang dengan wajah pasrah.
Mereka mendengar setiap kata makian Rosalind kepada "Nana", keluhannya soal "tikus kantor", hingga ejekan "tubuh ubur-ubur" dengan sangat jelas—seolah Rosalind sedang berteriak tepat di lubang telinga mereka menggunakan pengeras suara. Mereka hanya bisa menghela napas, mencoba tetap fokus menjaga keseimbangan langkah meskipun batin mereka sendiri sudah lelah antara ingin tertawa dan ngeri secara bersamaan.