NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilas Balik yang Terluka

Elzia kini sedang berada di tempat orang jualan sate pinggir jalan setelah selesai membeli gadis itu kemudian berjalan menuju motornya sampai dimotor nya Elzia langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Tapi di tengah perjalanan gadis itu dihadang oleh beberapa preman mungkin sepuluh orang.

Kemudian Elzia berhenti dan menatap beberapa orang di depannya

" Woi bisa minggir gak sih ini aku lagi buru-buru ni " Ucap Elzia menatap para preman itu dengan pandangan kesal.

" Kau bisa pergi tapi serahin dulu semua barang-barang yang kau miliki" Salah satu preman itu menjawab

" Heh enak aja mau ambil barang orang kalo mau cari sendiri lah jangan Rampas punya orang " Ucap Elzia ketus

" Hajar saja gadis ini bos " Ucap salah satu preman itu

" Berani kok keroyokan " Ucap gadis itu menatap Remeh kearah para preman.

" Kau hanya sendiri gadis kecil sebaiknya kau menyerahkan barang yang ada padamu" Ucap preman itu, lalu berjalan ke arah Elzia

Elzia menepis tangan preman itu dengan kasar dan membuat preman itu menggeram marah

"Beraninya kau, SERANG GADIS SIALAN INI" ucap preman itu marah

Elzia langsung turun dari motornya dan menangkis setiap pukulan dari para preman yang mengarah padanya.

Bugh

Bugh

'Shit aku kewalahan, sial aku bisa kalah kalo mereka main keroyokan begini terus ' ucap Elzia dalam hati

" Menyerah lah gadis kecil dan serahkan semua barang yang kau miliki sebelum kami berubah pikiran " Ucap salah satu preman itu

" Cih tidak akan pernah "jawabnya di sela pertarungan

Elzia terus saja menangkis pergerakan preman tersebut, disaat Elzia lengah salah satu preman mengeluarkan benda tajam di balik jaketnya

Kemudian berlari kearah Elzia tapi tiba-tiba

Bugh

Aakkhhhh

Preman itu menjerit kala tangannya di tendang oleh seseorang. Preman itu menatap ke arah pemuda itu yang menatap dingin ke arahnya.

Elzia juga ikut menoleh karena ada orang lain yang membantu nya

'Dia membantu ku' ucapnya dalam hati

Set

Bugh... Bugh.. Bugh..

Akhhhh.. AAkkhhhhhh

"pergi sebelum aku berubah pikiran"ucap pemuda datar

Sekumpulan preman itu langsung berlari pergi meninggalkan pemuda itu dan Elzia. Kemudian Elzia berjalan menghampiri pemuda itu dan mengucapkan terima kasih.

" Makasih udah bantu gue" Ucap Elzia pada pemuda itu

" Hmm" Dehem pemuda itu

" Lo Arkana kan? "tanya Elzia lagi, sedangkan Arkana hanya mengangguk.

" Sekali lagi makasih ya udah bantuin gue, kalo gitu gue pamit dulu soalnya hari semakin larut" Ucap Elzia pamit sedangkan Arkana hanya mengangguk.

Elzia berjalan menuju motornya kemudian menghidupkan mesinnya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena jarak Rumahnya sangat jauh.

Setelah perginya Elzia, Arkana menuju arah motornya lalu mengendarai dengan kecepatan di atas rata-rata menuju ke tempat para sahabatnya.

_________________________________________

Elzia telah sampai di mansion kemudian Elzia masuk di Sofa terlihat ada Eliza yang sedang menonton TV entah itu film apa yang pasti sangat membosankan bagi Elzia.

" Dari mana? " Tanya Eliza datar seperti biasa

" Ck niat gak sih nanya saudara" Guman Elzia kesal

" Dari warung pak mamat beli sate " Ucap Elzia ketus kemudian menaiki tangga

Sedangkan Eliza hanya melirik sekilas kemudian lanjut nonton

Di sisi lain...

Terlihat seorang pemuda memasuki mansion dalam keadaan sempoyongan sepertinya baru sadar dari pingsan nya, ia memasuki mansion tersebut disana terlihat wanita paru baya tapi masih terlihat cantik dan anggun sedang mondar-mandir kesana kemari tanpa sengaja ia mengalihkan pandangannya dan melihat sosok pemuda yang telah membuat ia khawatir.

" Astaga nak kamu dari mana saja? "tanya wanita itu dengan khawatir, saat melihat wajah putranya penuh lebam ia semakin khawatir.

" Aku diculik mom"jawab pemuda itu kemudian berjalan menuju sofa dan membaringkan tubunya di sofa karena kelelahan belum lagi tubuhnya yang terasa sakit semua.

" Astaga kamu sampe lebam begini bentar mommy ambilin dulu kompres nya buat kompres luka kamu" Ucap wanita itu sambil berjalan menuju dapur

Setelah selesai mengompres anaknya wanita itu duduk sambil memperhatikan wajah tampan putranya yang sedang tidur

" Mom bener Jeno udah ketemu mom" Suara seseorang mengalihkan perhatian wanita itu

" Iya ni dia lagi tidur setelah mommy mengompres lukanya " Ucap wanita itu

" Syukur lah aku akan memberi tahu yang lain untuk tidak mencarinya lagi " Ucap pemuda itu bernama Alaska

Tut

" Pulang sekarang Jeno udah ketemu" Ucapnya lalu mematikan telepon nya dan menuju kamarnya

Setelah beberapa menit keluarga itu berkumpul di ruang tamu sambil melihat keadaan Jeno

" Kok lo bisa diculik sih jen " Tanya seorang pemuda yang bernama keno abang kedua

" Iya mana satu hari lagi eh btw terus gimana lo bisa lepas" Tanya Fandi anak ke empat dari lima bersaudara

Sedangkan yang lainnya hanya mengangguk menatap Jeno yang sedang memperbaiki luka nya

" Gue sebenarnya gak diculik tapi gue dikejar beberapa orang berbaju hitam dan gue dengar salah satu dari mereka mau bunuh gue " Ucap Jeno pada saudaranya

" Nah karena itu gue gak sengaja masuk hutan tapi wilayah yang tak boleh dimasuki siapapun tapi karena gue gak tau jalan lain gue terpaksa masuk hutan terlarang itu, pas ditengah hutan gue mendengar sesuatu yang mendekat dan tina-tiba ada yang mukulin gue sampai pingsan, nah gue dibawa tuh pokoknya gue gak tau itu apa yang pasti tempatnya menyeramkan banget bahkan tempat gue disekap berasa banget bau anyir darah. Terus gue di introgasi sama pria bertopeng hitam apa tujuan gue masuk wilayah mereka terus gue jawab gue gak sengaja masuk karena lari dari kejaran para baju hitam mungkin karena gue jawabnya ngegas dia pukul kepala gue sampe pingsan tapi di sisa kesadaran gue ada seseorang wanita menghampiri dan yang mengejutkan lagi itu orang yang bertopeng manggil wanita itu dengan sebutan Quen gitu, dan disitu gue dibebasin" Ucap Jeno panjang lebar

" Lo liat wajah perempuan itu gak? " Tanya Regar pada abangnya itu

Sedangkan Jeno hanya menggelengkan kepalanya

" Dia make topeng warna hitam pekat dan topi jadi gue gak tau " Ucap Jeno lagi

Sedangkan para saudaranya hanya diam memikirkan penjelasan dari Jeno

" Kurasa wanita itu cukup berbahaya jika diusik " Celetuk keno tiba-tiba semua saudaranya langsung menoleh kearahnya

" Darimana kau tau? " Tanya Fandi yang diangguki yang lainnya

" Wanita itu tidak sembarangan kalian pikir dengan logika untuk apa wanita itu membebaskan Jeno jika dia ingin membunuh nya " Ucap keno panjang lebar

Memang para saudara itu akan berbicara panjang lebar jika masalah serius

" Sudahlah jangan dipikirkan lagi yang penting Jeno tak apa-apa " Ucap wulan ibu dari lima saudara yang baru turun dari tangga

Semua yang berada di ruang tamu langsung menoleh kearah Amira yang berjalan menuju sofa

" Ya yang dikatakan mommy benar jadi tidak perlu dipikirkan lagi"ucap Alaska yang cukup diam sedari tadi

" Huft jika adik kembar kalian ada mungkin akan lebih seru lagi"ucap Amira tiba-tiba dan menatap lima saudara itu dengan pandangan sendu

" Mom kita janji akan terus mencari mereka tapi mungkin sekarang mereka sudah besar mom" Ucap keno pada mommy nya

" Iya mom, mommy jangan bersedih kita akan berusaha terus untuk mencari keberadaan si kembar jika saja dulu kita tidak lalai mungkin ini tidak akan terjadi " Ucap keno sendu

" Ya mungkin aku sekarang punya kakak perempuan" Ucap Regar pada yang lain memang Regar yang selalu ingin kakak perempuan tapi Tuhan berkata lain

" Sudahlah kita usahakan untuk tidak memikirkan kejadian itu, yang terpenting sekarang kita tetap terus mencari keberadaan mereka aku yakin pasti mereka masih hidup" Ucap Fandi pada yang lainnya

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!