hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penyergapan
berada didalam kamar mori dan Reval tengah bersantai di sore hari.
" ada apa sih diluar berisik banget " Reval mengeluh dengan suara langkah kaki
" mungkin warga sekitar nanti aku tegur supaya tidak berisik " mori menenangkan Reval
TOK! TOK! pintu rumahnya ada yang mengetuk dengan keras.
" iya iya tunggu " mori hendak membuka pintu setelah pintu terbuka mori terkejut melihat siapa yang datang
" kami dari pihak kepolisian ingin menangkap sauda Reval karena diduga terlibat kasus prostitusi "
Polisi itu memaksa masuk kedalam tapi dihalangi mori
" tunggu dulu pak polisi " mori mencoba menahan
" minggir " ucap salah satu anggota polisi
Reval yang sudah terluka tidak terlalu bisa melawan
" aku gak terlibat apapun ini kesalahan pahaman " Reval mencoba mengelak
" gak usah bohong, kami memiliki bukti percakapan yang ada di ponsel milikmu " ucap salah satu anggota polisi sambil menunjukan barang bukti
" sial ponsel kok ada di polisi " Reval terlihat kesal
Mori tidak banyak bicara melihat situasi yang tidak pernah dia alami.
" minggir minggir " Reval mencoba melarikan diri tetapi di luarnya rumahnya ada banyak anggota polisi yang lain
" SIAL! SIAL! SIAL! " Reval memukuli pintu rumahnya
" kalian berdua ikut kami ke kantor polisi untuk memberi keterangan "
Kemudian Reval ditangkan bersama dengan mori dibawa kedalam mobil polisi.
Keadaan sekitar rumah Reval ramai tidak hanya oleh polisi tapi juga warga sekitar yang penasaran dengan apa yang terjadi.
Dikantor polisi Reval sedang ditanya oleh anggota yang bertugas
" Reval, 19 tahun kelas 12 "
" aku gak bersalah aku cuman disuruh oleh guru itu " Reval mencoba menjelaskan
" kamu mendekati korban dan setelah kalian dekat kamu meminta korban menjual diri mereka kepada orang yang kamu kenal " ucap anggota polisi yang sedang mengintrogasi Reval
" semua ini salah guru itu dia yang awalnya menyuruhku menjual mantan pacarku "
" tetap saja kamu terlibat gak usah saling menyalahkan!, jadi ada berapa korban ? " polisi membentak Reval
" 7 orang pak "
" tapi di ponselmu ada 12 perempuan yang jadi korban "
" mereka tidak mencintaiku sepenuh hati dan melarikan diri "
" APA " polisi itu terkejut dengan jawaban percaya diri Reval
Disisi lain mori juga sedang di tanya tanya
" nama kamu siapa "
" mori " mori menjawab nadanya lemas
" masih sekolah? Umur? "
" kelas 11 umur 18 "
" ish masih muda, bukannya melakukan hal-hal baik malah punya hubungan yang enggak beres " polisi perempuan itu menggelengkan
" gimana awalnya kamu dekat dengan dia "
" itu- aku kenal Reval waktu awal masuk kelas 11 dan semuanya terjadi begitu saja kami semakin jadi dekat dan aku menjadi mencintainya" mori menjelaskan tanpa penyesalan
" cinta cinta kamu tuh masih kecil, kamu rela menjual diri kamu demi orang yang punya lebih dari satu pacar "
" dia baik tentu saja layak punya banyak pacar" ucap mori
" pikiran kamu udah rusak, saya mau tanya sebelum kamu berpacaran dengan Reval kamu memiliki pacar? "
" punya satu kami kenal dari kecil "
" terus kalian berpisah karena apa? Bertengkar " lanjut polisi menanya ke mori
" dia melihat ku berjalan bersama Reval kemudian meminta putus "
Polisi perempuan itu menepuk jidatnya
" kamu selingkuh dengan orang seperti itu? jadi apa kelebihan Reval sampa kamu rela berselingkuh "
" itu- dia sering memuji ku "
" itu saja? Kamu luluh hanya pujian sampai cinta buta " " mana nomor orang tua mu biar saya hubungi "
Ketika polisi perempuan itu meminta nomor orang tuanya mori sedikit khawatir dia tidak ingin ayahnya tau.
Sementara itu Inda bersama Keiza dan ayahnya menuju kantor polisi, Inda menjelaskan ke orang tuanya tentang apa yang terjadi.
Sampai Inda masuk dan melihat mori yang sedang berada di ruang tunggu
" mori " Inda berteriak menghampiri mori
" kenapa kamu disini " mori bingung dengan kehadiran Inda di kantor polisi kemudian mori paham kenapa semua ini terjadi
PLAK!! " jadi semua ini karena kamu Inda, kamu yang melaporkan ini " mori mencengkram baju Inda ekspresinya terlihat marah
" tenang mori "
" tenang tenang bagaimana aku bisa tenang semuanya hancur karena kamu "
karena semakin tidak terkendali Keiza dan ayah Inda bersama anggota polisi mencoba memisahkan mereka.
" kamu nggak apa-apa nda " Keiza menanyakan keadaan Inda
" tidak " Inda masih terlihat terkejut
Inda, Keiza dan ayahnya dimintai masuk kedalam ruangan oleh anggota polisi.
Tak lama ayahnya mori datang sendirian.
" mori apa yang terjadi "
" ayah "
" kenapa kamu ada di kantor polisi "
" ayah masalah itu- "
sebelum mori selesai bicara anggota polisi lain memotong pembicaraan mori dengan ayahnya
" ayah mu sudah datang? Silahkan masuk keruang yang disana "
ayahnya mori masuk pertama bersama polisi sementara mori masuk belakang berjalan perlahan takut dengan apa yang terjadi kedepannya.
Aidan dan melin sedang melayani pelanggan karena ini malam Minggu keadaan cafe cukup ramai oleh pasangan yang sedang bermesraan.
" akhirnya kita bisa beristirahat " ucap melin
" haaahh kak melin benar dari tadi pelanggan datang terus" Aidan menghela nafas panjang
" mumpung udah sepi kita tutup aja lagian udah jam segini "
" yaudah setelah pelanggan terakhir itu kita tutup "
" kakak beres-beres dapur dulu kamu lap meja aja "
melin berjalan kebelakang dapur, setelah pelanggan terakhir pulang Aidan membereskan kursi dan meja.
Setelah selesai Aidan berniat membantu melin.
" ada yang bisa aku bantu lagi kak? "
" gak usah bentar lagi selesai kok "
" masih banyak juga bahan bahan kita bikin makan yuk " ucap Aidan
" wah boleh tuh, udah lama juga gak coba makanan buatan kamu "
mereka berdua kembali membuat dapur berantakan setelah baru di bersihkan.
" biar kakak yang potong sayuran kamu siapkan bumbu halus "
" oke "
Melin menikmati momen itu momen dia berduaan dengan orang yang di cintai.
setelah makanan selesai mereka berdua makan di meja yang sama hanya berdua di dalam cafe yang sebagian lampunya sudah dimatikan.
" seperti biasa makanan buatan kamu memang yang terbaik " melin memuji masakan buatan Aidan
" kak melin juga ikut bantu yang bikin makanannya jadi tambah enak "
" ngomong-ngomong Aidan kamu masih belum punya pacar "
" belum ada apa memangnya?"
" soal adik dari Reza gimana "
" soal itu aku memang sudah dekat sama dia dari lama dan kebetulan aja kemarin aku nganterin kerumahnya "
" begitu? Terus kamu sudah memikirkan soal hubunganmu kedepannya "
" belum untuk sekarang aku gak ingin terlalu fokus tentang percintaan"
Membeku melin menatap aidan.
" kamu tahu kita sudah kenal dari lama, waktu kamu berpacaran aku juga ikut senang tapi kamu tahu aku juga cukup sedih dan ketika aku dengar kamu dan mori berpisah aku sedikit senang bahwa aku memiliki lagi harapan"
melin tak bisa berhenti lagi dia terus melanjutkan perkataannya " kamu mau jadi pa- "
Sebelum selesai mengucapkan perkataannya telponnya berdering.
" Halo dengan siapa ya "
melin menanyakan indentitas yang menelpon nya.
" iya betul saya melin "
" APA! ayahku sedang berada di rumah sakit"
" baik saya akan kesana sekarang "
Aidan tampak bingung kemudian bertanya kepada melin
" ada apa kak? "
" ayah katanya dia jatuh pingsan dan sekarang sedang berada dirumah sakit "
Melin dan Aidan bergegas menutup cafe dan berjalan menuju rumah sakit tempat dimana ayahnya berada.