Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab X—Keputusasaan
Wajah setiap anggota kelompok terlihat mengkhawatirkan, sorot mata mereka seakan melihat ketakutan yang begitu luar biasa. Kedua kepala dari kedua pria tersebut masih tergeletak diatas tanah beserta darah segar yang mencucur di leher yang sudah tak ada kepalanya.
Meliahat keadaan kelompok yang sudah kacau balau, Jay berdesis kesal “Sialan mental mereka sudah rusak.”
Jay melihat kearah Boss Goblin, dapat dilihat boss goblin tersebut masih tersenyum sambil menjilati kapaknya yang terkena darah dari kedua pria yang telah ia penggal. Dia terlihat gembira dan menikmati situasi ini.
“Dasar monster gilaa…” gumam Jayendra
Jay melihat setiap raut wajah anggota kelompok, sungguh keadaan ini tidak baik untuk mereka semua lalu Jay berkata “kalian jangan ada yang maju tetap di belakang. Aku akan melawannya sendiri dan jika aku terbunuh, kalian larilah sekuat tenanga untuk keluar dari dungeon ini. Tolong kali ini saja jangan sampai ada korban jiwa lagi!” Perintahnya
Jay langsung berjalan di hadapan sang boss goblin itu sendirian, sekarang posisinya tepat berada di depan si boss “oi sialan….ayo lawan aku bangsat…mungkin hanya aku yang bisa membuatmu puas bertarung. Jadi ayo kita mulai saling bunuh sekarang, lagi pula dari awal aku ingin mengakhiri hidupku.”
“Ahh…Kau berbeda dengan mereka ya. Kau punya nyali…” Ucap si boss dengan suara yang menggetarkan hati.
Jay terkaget dengan sendirinya, tak menyangka boss goblij dapat berbicara bahasa manusia. Tapi dia tak menunjukan rasa kagetnya, ia berusaha menutupi perasaan tersebut dan ia berkata kembali. “Tak usah banyak bacot bangsat…” Ujarnya sambil menyerang dengan kedua belatinya tanpa aba-aba.
Si boss goblin dapat menangkis serangan dari Jay, ia kembali menyeringai. Melihat reflek dari si boss, Jay mengambil jarak kebelakang beberapa langkah.
“Asha” panggilnya pelan.
“Saya bersamamu tuan” jawab Asha.
“Berapa level dari boss goblin ini.”
...----------------...
...[NOTIFIKASI SISTEM]...
...Si BOSS GOBLIN...
...Boss Lantai 1...
...Lvl 15...
...----------------...
“Sungguh tak wajar baru lantai satu sudah di beri boss level 15.” Gumamnya sambil tetap mengawasi si boss.
“Memang hal ini tak wajar tuan.”
“Hah maksudmu?!”
“Saya tidak bisa menjelaskan, tuan. Saya sendiri tak memiliki data dari si boss goblin tersebut.” Ungkapnya dengan nada yang tetap kaku.
“Hah? Hal ini bisa terjadi juga ya…”
“Tentu tuan, karena level anda masih terbilang rendah. Jadi pengetahuan saya masih terbilang kurang luas juga. Tapi tuan tenang saja jika seiring bertambahnya level tuan, pengetahuan saya juga akan bertambah luas dan kompeks.” Jelasnya
“Ah untuk saat ini simpan dulu ucapanmu, tapi apakah analisis dari levelnya benar segitu…”
“Tidak salah lagi tuan, si boss monster memeng berada di level 15.”
“Sungguh sialan, baiklah akan ku hadapi walaupun aku sampai mati sekalipun.” Gumamnya lagi.
Tanpa basa basi di berlari kearah si goblin dan ingin mengayunkan serangan, namun si goblin bereaksi oleh serangan tersebut. Boss goblin lagi lagi dapat menangkisnya. Si boss terlihat tanpa celah sama sekali.
Jay mengatupkan rahangnya, napasnya tersenggal. Setiap ayunan pedangnya selalu berhasil dibaca oleh sang boss goblin, seolah makhluk itu mampu melihat alur pikir dari serangannya. Denting logam dari keduanya kembali beradu, percikan api kecil berhamburan di antara kegelapan gua yang mencekam.
“Cih…lagi lagi dia menangkis seranganku,” geram Jay pelan.
Boss goblin itu kembali menyeringai lebar, memperlihatkan deretan gigi tajam yang menguning. Tubuhnya lebih besar dari goblin biasa, otot-ototnya menegang, dan matanya merah menyala seperti bara api. Tanpa peringatan, ia membalas dengan ayunan kapak besar yang nyaris membelah tubuh Jay.
Jay melompat mundur, namun ujung kapak boss goblin itu tetap menyambar dadanya. Darah segar mengalir, membuatnya meringis kesakitan.
“Kalau begini terus, aku yang akan mati duluan…” gumamnya.
Namun Jay tidak mundur. Ia menurunkan posisi tubuhnya, mencoba memperhatikan pola gerakan lawannya. Setiap serangan goblin selalu diiringi langkah kaki yang berat ke kiri sebelum mengayun. Napasnya mulai teratur kembali, matanya menyipit tajam.
“Jadi begitu… kau bukannya tanpa celah tapi….”
Goblin itu kembali menyerang, kali ini lebih cepat. Jay tidak langsung menangkis. Ia menunggu… satu detik… dua detik…
Saat goblin menginjak tanah dengan kaki kirinya, Jay bergerak.
Dengan langkah cepat, ia memutar tubuhnya ke samping, menghindari kapak yang menghantam tanah hingga retak. Debu beterbangan kemana mana. Dalam momen singkat itu, Jay melihat celah kecil di sisi perut goblin.
“Sekarang!”
Pedangnya melesat, menusuk sisi tubuh goblin. Makhluk itu meraung keras, suara parau menggema di antara lorong-lorong gua. Namun serangan itu belum cukup untuk menjatuhkannya.
Boss goblin terlihat mengamuk sejadi-jadinya “Sialan kau manusia rendahan…”
Ia mengayunkan tangannya dengan brutal, memukul Jay hingga terhempas beberapa meter. Tubuh Jay terguling di tanah, napasnya terhenti sejenak.
“Ugh… sial…” Ia mencoba bangkit dengan tubuhnya yang gemetar.
Darahnya menetes ke tanah, namun matanya tetap menyala penuh tekad. Ia menggenggam pedangnya lebih erat.
“Kalau aku berhenti sekarang… semuanya akan selesai dan bagaimana dengan mereka.” Ujarnya sambil melihat kearah kelompok yang saat ini melihatnya dengan rasa khawatir.
Goblin itu berlari ke arahnya, kapak diangkat begitu tinggi, siap mengakhiri hidup Jay.
Jay memejamkan mata sesaat, lalu menarik napas dalam-dalam. Dalam benaknya, ia mengingat masa lalunya tentang kedua orang tuanya, sahabat yang mengkhianatinya, kehidupan lamanya, dan alasan ia bertahan sejauh ini yang seharusnya ia mati saja tapi…
Matanya terbuka kembali. Sorot matanya sekarang kembali tenang.
Saat kapak itu turun, Jay melangkah maju, bukan mundur. Ia menyelip ke dalam jangkauan serangan, membuat kapak goblin meleset. Dalam jarak sedekat itu, goblin tidak sempat bereaksi.
Jay mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
Satu tebasan bersih melintasi leher goblin.
Waktu seolah berhenti.
Kemudian, kepala boss goblin itu terlepas, jatuh ke tanah dengan suara berat. Tubuh besarnya terhuyung sebelum akhirnya roboh, mengguncang tanah di sekitarnya.
Sunyi.
Jay berdiri terpaku, napasnya tersengal. Pedangnya masih berlumuran darah hitam, tangannya gemetar hebat.
“Ak…akhirnya…selesai.”
Ia terjatuh berlutut, kelelahan menyergap seluruh tubuhnya. Namun di wajahnya, terukir senyum tipis.
Ia berhasil menang.
...----------------...
...[NOTIFIKASI SISTEM]...
...Anda telah mengalahkan Boss Goblin lvl 15...
...Boss Lantai 1...
...----------------...
...----------------...
...[LEVEL UP]...
...Level meningkat...
...Level 8 → Level 10...
...Mendapatkan 10 point...
...----------------...
...----------------...
...[REWARD]...
...Anda telah Mendapatkan:...
...SKILL...
...Phantom Reaction (Rare)...
...Skill refleks berkecepatan tinggi yang membuat tubuh anda bergerak seperti bayangan, secara otomatis menghindari serangan dengan timing hampir sempurna. Anda menjadi sangat sulit disentuh, terutama dalam pertarungan jarak dekat....
...ITEM...
...Goblin King Blade (Rare)...
...Pedang yang mengandung kekuatan Boss Goblin, ditempa dari energi gelap yang tersisa setelah kekalahannya. Memberikan damage tinggi pada setiap serangan serta memiliki efek bleed yang menyebabkan luka berkelanjutan pada musuh....
...Goblin King Core (Epik)...
...Inti energi murni yang tersisa dari Boss Goblin setelah kematiannya. Core ini menyimpan kekuatan asli sang raja goblin dalam bentuk padat, memancarkan energi yang terasa berat dan berbahaya saat disentuh....
...Ancient Dungeon Key (Legendary)...
...Kunci kuno memancarkan energi misterius dan terasa terhubung dengan suatu tempat tersembunyi yang belum diketahui. Digunakan untuk membuka dungeon rahasia dengan tingkat bahaya tinggi serta menyimpan reward langka. And adapat menggunakannya dimanapun, kunci ini akan langsung menampilkan jalan untuk menuru tempat tersembunyi....
...----------------...
Luka Jayendra sembuh dengan semestinya karena dia telah naik level ke tingkat 10. Dia tersenyum lega karena reward yang telah ia dapat juga bukan sekedar reward biasa. “Gila…begitu banyak rewardnya, aku masukan ke tasku dulu deh sebelum mereka tahu.”
Setelah semua keadaan yang putus asa telah terlewati, semua anggota kelompok bersorak dan berlari menuju ke arah Jayendra.