NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Bulan di Neraka, Membangun Pondasi Iblis

Episode 2

Waktu di dasar Tebing Keputusasaan tidak diukur dengan terbitnya matahari atau munculnya rembulan. Di tempat yang terkutuk ini, waktu diukur dengan seberapa banyak kabut beracun yang berhasil dihirup oleh paru-paru yang sekarat, dan seberapa banyak darah yang tumpah ke tanah yang gersang. Bagi Gu Sheng, setiap detik terasa seperti keabadian yang diselimuti oleh rasa sakit dan lapar yang tak berujung.

Satu minggu telah berlalu sejak ia pertama kali bangkit dari kematiannya.

Gu Sheng duduk bersila di atas sebuah batu besar yang dikelilingi oleh tumpukan tulang belulang monster yang telah mengering. Kulitnya, yang semula pucat pasi, kini tampak memiliki kilauan hitam metalik yang samar di bawah cahaya kabut yang redup. Napasnya stabil, namun setiap kali ia mengembuskan napas, uap hitam tipis keluar dari hidungnya, tanda bahwa energi Qi Penelan Langit telah mulai menyatu dengan sistem pernapasannya.

Di hadapannya tergeletak bangkai Kelelawar Sayap Silet, monster tingkat tiga yang baru saja ia bunuh setelah pertarungan sengit selama dua jam. Dada Gu Sheng naik turun, memperlihatkan otot-ototnya yang kini lebih padat dan efisien.

"Telan," bisik Gu Sheng pelan.

Ia meletakkan telapak tangannya di atas bangkai monster itu. Seketika, pusaran hitam di dalam Dantian-nya bergejolak hebat. Rasanya seolah-olah ada seekor binatang buas yang kelaparan di dalam perutnya yang sedang meronta-ronta minta diberi makan. Aliran energi merah tua, esensi kehidupan sang kelelawar mulai mengalir keluar dari bangkai itu, masuk melalui pori-pori telapak tangan Gu Sheng.

Rasa sakit yang tajam menusuk jalur meridiannya. Energi dari monster liar tidaklah murni; itu adalah energi yang kacau, penuh dengan keganasan dan sisa-sisa keinginan terakhir si monster. Bagi kultivator biasa, menyerap energi mentah seperti ini adalah tindakan bunuh diri. Tubuh mereka akan meledak karena tidak mampu menahan benturan energi yang berbeda sifat.

Namun, Gu Sheng bukanlah kultivator biasa.

Dantian Penelan Langit-nya bertindak seperti tungku pemurnian yang kejam. Segala keganasan dan kotoran dalam energi itu langsung dilahap dan dihancurkan oleh lubang hitam kecil di perutnya, hanya menyisakan esensi paling murni yang kemudian ditempa ke dalam tulang dan dagingnya.

Krak! Krak!

Suara tulang-tulang Gu Sheng yang bergeser terdengar di kesunyian jurang. Ia bisa merasakan kepadatan tulangnya meningkat. Ini adalah inti dari tahap Body Tempering mengubah raga manusia yang fana menjadi wadah yang mampu menampung kekuatan luar biasa.

"Tingkat keempat Body Tempering... tercapai," gumam Gu Sheng saat ia membuka mata. Kilatan merah di matanya semakin tajam.

Dalam satu minggu, ia telah naik tiga tingkat. Jika berita ini sampai ke telinga para jenius di Kota Azure, mereka mungkin akan memuntahkan darah karena iri. Namun bagi Gu Sheng, ini masih terlalu lambat. Ia bisa merasakan bahwa setiap kali ia naik tingkat, jumlah energi yang dibutuhkan untuk tingkat berikutnya meningkat secara eksponensial.

"Kaisar Iblis," panggil Gu Sheng di dalam pikirannya. "Teknik ini... kenapa rasa laparnya tidak pernah hilang? Rasanya seolah-olah aku bisa memakan seluruh dunia ini dan tetap merasa kosong."

Suara tua yang serak itu tertawa di dalam jiwanya, sebuah tawa yang penuh dengan penghinaan terhadap hukum alam. “Tentu saja, bocah. Dantian-mu adalah representasi dari kehampaan abadi. Semakin kuat kau menjadi, semakin besar 'mulut' kehampaan itu. Jangan mengeluh tentang rasa lapar, karena rasa lapar itulah yang akan membuatmu tetap hidup saat seluruh dunia ingin kau mati. Sekarang, berhentilah membuang waktu. Di balik dinding batu di sebelah baratmu, ada sesuatu yang lebih menarik daripada sekadar monster rendahan.”

Gu Sheng berdiri, debu dan sisa-sisa kulit monster yang mengering jatuh dari jubah putihnya yang kini compang-camping. Ia berjalan menuju dinding batu yang ditunjuk oleh sang kaisar iblis.

Setelah berjalan sejauh beberapa mil menembus kabut pekat, ia menemukan sebuah celah sempit yang tersembunyi di balik semak berduri beracun. Dengan kekuatan fisiknya yang sekarang, Gu Sheng dengan mudah merobek semak-semak itu dengan tangan kosong, mengabaikan duri-duri yang mencoba menggores kulitnya yang sekeras kulit badak.

Di dalam celah itu, terdapat sebuah gua kecil yang memancarkan aura kuno yang sangat berat. Tekanan udara di dalam gua itu begitu kuat sehingga Gu Sheng merasa seolah-olah sedang memikul sebuah gunung kecil di pundaknya.

Di tengah gua, terduduk sesosok kerangka manusia yang telah memutih. Kerangka itu duduk bersila dengan sikap yang sangat tenang, seolah-olah ia tidak sedang menghadapi kematian saat menghembuskan napas terakhirnya. Di depan kerangka itu, tertancap sebuah pedang besar yang terlihat sangat tua.

Pedang itu tidak memiliki mata bilah yang tajam. Ia hanyalah sepotong besi hitam yang sangat tebal, lebar, dan berat, penuh dengan karat dan goresan-goresan dalam. Panjangnya hampir setinggi tubuh Gu Sheng sendiri.

“Penebas Dosa...” suara kaisar iblis terdengar sedikit emosional. “Pedang ini tidak memiliki ketajaman, karena ia tidak butuh memotong. Ia hanya butuh menghancurkan. Pemiliknya dulu adalah seorang pengikutku yang membantai sepuluh ribu dewa sebelum akhirnya jatuh di sini. Ambilah, bocah. Ini adalah pasangan yang cocok untuk Dantian Penelan Langit-mu.”

Gu Sheng melangkah maju, kakinya gemetar karena tekanan aura di dalam gua. Setiap langkah terasa sangat berat. Namun, matanya tidak beralih dari pedang hitam itu. Ia merasakan ada sebuah koneksi, sebuah panggilan dari besi tua itu yang seolah-olah haus akan darah yang sama dengannya.

Ia mengulurkan tangannya dan menggenggam gagang pedang yang kasar.

BUM!

Seketika, sebuah bayangan darah meledak di dalam pikiran Gu Sheng. Ia melihat ribuan medan perang, ia mendengar jeritan jutaan orang, dan ia melihat seorang pria raksasa yang mengayunkan pedang ini, membelah gunung dan lautan hanya dengan satu hantaman.

"Berat!"

Gu Sheng mengertakkan gigi. Pedang itu terasa seberat seribu kuintal. Otot-otot lengannya menegang hingga pembuluh darahnya menonjol keluar. Dantian Penelan Langit-nya berputar gila-gilaan, mencoba menyerap aura berat yang dipancarkan oleh pedang tersebut agar tubuhnya bisa beradaptasi.

"Hah... HAH!"

Dengan raungan keras, Gu Sheng menarik pedang itu keluar dari tanah. Tanah di bawah kakinya retak karena beban yang luar biasa. Saat pedang itu terangkat, debu dan karat yang menempel di permukaannya rontok, memperlihatkan tulisan kuno yang bersinar merah redup di sepanjang bilahnya: Penebas Dosa.

Pada saat yang sama, energi kuno dari pedang itu mengalir masuk ke dalam tubuh Gu Sheng, menghantam penghambat kultivasinya dengan kekuatan tsunami.

BOOM!

Sebuah gelombang kejut meledak dari tubuh Gu Sheng, menghempaskan kabut di dalam gua.

Tingkat kelima Body Tempering.

Hanya dengan memegang pedang itu, ia berhasil menembus tingkat lainnya. Gu Sheng terengah-engah, keringat bercampur darah menetes dari dahinya. Namun, ia merasa lebih kuat dari sebelumnya. Pedang besar itu kini terasa seperti bagian dari lengannya sendiri.

“Bagus, bocah. Kau punya kualifikasi,” puji kaisar iblis. “Sekarang, gunakan sisa waktu sebulanmu di sini untuk menguasai berat pedang ini. Jika kau tidak bisa mengayunkan 'Penebas Dosa' sebanyak sepuluh ribu kali sehari, jangan harap kau bisa keluar dari jurang ini hidup-hidup.”

Gu Sheng menatap pedang hitam di tangannya, lalu menatap ke arah kerangka di depannya. Ia membungkuk hormat kepada senior yang telah tiada itu.

"Terima kasih atas warisannya," ucap Gu Sheng rendah. "Aku berjanji, pedang ini akan meminum darah setiap orang yang berani menghalangi jalanku."

Tiga minggu berikutnya adalah neraka dalam neraka.

Gu Sheng tidak lagi hanya berburu monster untuk dimakan. Ia menghabiskan waktunya dengan berlatih di bawah air terjun beracun yang jatuh dari ketinggian ribuan meter. Setiap hari, ia mengayunkan Penebas Dosa hingga tangannya mati rasa dan kulit telapak tangannya mengelupas berulang kali.

Ia makan daging mentah dari monster yang ia bunuh, meminum darah mereka untuk memulihkan stamina, dan terus berlatih tanpa henti. Kebencian terhadap Mu Ruoxue dan Lin Tian menjadi bahan bakar utamanya. Setiap kali ia merasa tidak kuat lagi, ia akan membayangkan wajah mereka yang penuh kemenangan, dan seketika itu juga, kekuatan baru meledak di dalam dirinya.

Di minggu terakhir bulan itu, sebuah perubahan besar terjadi.

Gu Sheng tidak lagi terlihat seperti pemuda bangsawan yang halus. Tubuhnya kini dipenuhi dengan otot-otot yang keras dan terdefinisi dengan sempurna, tertutup oleh bekas luka pertempuran yang tak terhitung jumlahnya. Rambut hitamnya yang panjang dibiarkan tergerai liar. Matanya memancarkan aura kegelapan yang begitu kental sehingga monster tingkat rendah akan lari ketakutan hanya dengan melihat bayangannya.

Pada hari ketiga puluh, Gu Sheng berdiri di depan dinding tebing yang menjulang tinggi menuju dunia atas. Di punggungnya, terikat pedang besar Penebas Dosa yang dibungkus dengan kain compang-camping.

Ia mengepalkan tinjunya dan menghantam dinding tebing itu.

DUM!

Dinding batu yang sangat keras itu hancur berantakan, meninggalkan lubang sedalam setengah meter.

Tingkat puncak Body Tempering (Level 9).

Dalam satu bulan, ia telah menyelesaikan seluruh tahap Body Tempering, sebuah proses yang biasanya memakan waktu tiga hingga lima tahun bagi orang biasa. Meskipun kultivasinya saat ini masih dianggap rendah di dunia luar, kekuatan fisik murni Gu Sheng dan energi Penelan Langit-nya memungkinkannya untuk membantai praktisi di tahap Qi Refinement tingkat menengah dengan mudah.

"Sudah waktunya," bisik Gu Sheng.

Ia mulai memanjat. Jarinya menancap ke dalam batu keras seolah-olah itu adalah tanah liat. Gerakannya cepat dan efisien, seperti seekor laba-laba iblis yang sedang merayap keluar dari liang persembunyiannya.

Dunia di atas sana masih mengira Gu Sheng sudah mati. Kota Azure masih menganggapnya sebagai sejarah yang memalukan. Namun, mereka tidak tahu bahwa sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada kematian sedang mendaki menuju mereka.

"Mu Ruoxue, Lin Tian... Aku harap kalian belum melupakan namaku," ucap Gu Sheng di tengah angin kencang tebing. "Karena mulai hari ini, namaku akan menjadi mimpi buruk yang tidak akan pernah berakhir bagi kalian."

Dengan satu lompatan terakhir yang kuat, Gu Sheng mencapai bibir tebing. Cahaya bulan menyinari wajahnya yang dingin dan penuh tekad. Ia menatap ke arah cahaya lampu Kota Azure di kejauhan.

Pesta pembalasan dendam baru saja dimulai.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!