Setelah Ethan berhasil membunuh semua pihak yang terlibat dalam kematian ibunya, kini ketenangan mulai ia rasakan. Namun, masalah baru datang dari pihak militer. Seorang pria misterius dengan kekuatan luar biasa telah muncul dan membunuh puluhan tentara Valoria secara brutal. Pria itu kebal terhadap peluru dan mampu melancarkan serangan energi dahsyat yang meledakkan siapa pun di sekitarnya.
Ternyata, pria tersebut bernama Miles, seorang prajurit elit dari Panthers Organization yang berasal dari Stronghold 11. Ia dikirim oleh Antonio, wakil pemimpin Panthers, untuk menyelidiki hilangnya Nathan dan kematian Yona—utusan sebelumnya yang tewas di tangan Ethan dan Remy. Miles menuntut militer Valoria menyerahkan tentara yang bertanggung jawab atas kegagalan misi tersebut. Jika tidak, ia akan mulai membantai warga sipil di ibu kota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Pelakunya?
Di Stronghold, di dalam organisasi Panthers, suasana di sebuah ruangan terasa sangat tegang. Di dalam ruangan itu, terdapat Anthony Phillips, wakil komandan tertinggi kedua organisasi Panthers di Stronghold 11. Antonio mengirim pasukannya untuk menyelamatkan Nathan karena Nathan menyimpan rahasia penting yang dibutuhkan organisasinya, dan empat penjaga lain yang merupakan rekan dari Miles.
Kening Anthony berkerut saat ia menatap keempat orang yang berdiri di hadapannya. "Apa yang membuat Miles begitu lama hanya untuk membawa satu orang saja? Dengan kemampuannya, seharusnya dia sudah kembali sekarang." kata Anthony dengan suara rendah.
Ia mulai merasa gelisah, karena faksi lain dalam organisasi sudah mulai curiga dengan ketidakhadiran Miles. Jika mereka mengetahui alasan sebenarnya, maka rencananya akan menjadi sulit untuk dijalankan.
Keempat penjaga lainnya juga tidak tahu harus berkata apa. Mereka tidak mengerti mengapa misi yang seharusnya cepat selesai malah memakan waktu lama. Mungkinkah ia menghadapi masalah? Mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya-tanya.
Tepat pada saat itu, pintu ruangan terbuka, dan seorang wanita masuk. Wanita itu tidak lain adalah Patricia. Wajahnya terlihat serius saat ia masuk.
Anthony mengerutkan kening saat melihat ekspresi wajahnya. Ia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Apakah terjadi sesuatu?"
Patricia menarik napas dalam-dalam sebelum mengangguk. "Wakil pemimpin tertinggi, ini masalah besar. Miles sudah mati."
Keheningan langsung menyelimuti ruangan setelah Patricia menyampaikan informasi tersebut.
"Apakah terjadi sesuatu?"
Patricia menarik napas dalam-dalam sebelum mengangguk. "Wakil pemimpin tertinggi, ini masalah besar. Miles sudah mati."
Keheningan menyelimuti ruangan setelah Patricia menyampaikan informasi tersebut.
Jelas bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang bisa mempercayai informasi yang baru saja mereka terima.
Satu-satunya orang yang bisa membunuhnya tentu adalah seseorang yang berada satu tingkat atau lebih di atasnya dalam hal kemampuan. Namun sejauh yang mereka ketahui, tidak ada orang dengan level seperti itu yang keluar dari Stronghold.
Antonio Phillips, dipenuhi amarah. Ia tidak bisa percaya bahwa seorang penjaga dari organisasi Panthers telah terbunuh.
"Apakah kau tahu siapa yang melakukannya? Atau apakah dia meminum pil racun itu?" tanya Antonio dengan suara dingin. Saat ini, ia benar-benar ingin menemukan orang di balik kejadian ini dan mencabik-cabiknya.
Patricia menggelengkan kepala. Lalu ia berkata, "Berdasarkan informasi yang aku terima dari tanda vitalnya, aku menemukan bahwa dia terlibat dalam sebuah pertarungan. Pertarungan itu tidak mudah sama sekali, karena dia dipukuli secara sepihak."
"Setelah itu, vitalitasnya terus menurun. Hingga akhirnya mencapai titik di mana sepertinya dia mengalami rasa sakit yang luar biasa. Lalu beberapa menit kemudian, nyawanya habis dan dia terbunuh."
Keheningan kembali menyelimuti ruangan. Tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
"Adapun siapa pelakunya, aku tidak yakin. Tapi, Miles sempat mengirimkan rekaman suara dari apa yang terjadi saat itu." lanjut Patricia.
Setelah mengatakan itu, ia segera memutar rekaman yang berisi percakapan antara Miles dan Ethan. Selain percakapan antara Miles dan Ethan, ada juga rekaman sebelumnya antara dia dan Samantha.
Itu adalah percakapan yang terjadi saat mereka pertama kali bertemu di luar Stronghold.
Karena Miles tidak sempat mengirim rekaman dengan baik, susunan audionya tidak teratur. Jadi, yang diputar terlebih dahulu adalah rekaman terbaru.
Meskipun rekaman percakapan antara Ethan dan Miles ada, itu tidak lengkap. Hanya bagian akhir yang terekam.
Pada bagian akhir itu, Miles memberikan gambaran tentang Stronghold tempat ia berasal. Dari situ, mereka bisa menyimpulkan bahwa orang yang membunuhnya jelas bukan berasal dari Stronghold mereka.
Namun ketika mereka mendengar percakapan antara Miles dan Samantha, mereka tidak bisa menahan perubahan dalam pemikiran mereka.
"Heh, sepertinya ada musuh yang mencoba mengarahkan kita ke tempat lain. Aku tidak menyangka bahwa merekalah yang akan mengambil tindakan terhadap kita." Antonio tertawa dingin. Amarah di matanya semakin meningkat.
Setelah mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri, Antonio akhirnya berhasil mengendalikan amarahnya. Setelah itu, ia melihat ke sekeliling tanpa berkata apa pun, sambil mulai memikirkan langkah apa yang harus diambil.
Sementara itu, para penjaga lain yang hadir bersama Patricia juga saling berpandangan. Beberapa dari mereka tidak bisa menahan diri untuk mulai berbicara.
"Sepertinya organisasi Butterfly tidak sebaik yang kita kira. Mereka benar-benar melancarkan serangan terhadap anggota kita tanpa kita sadari. Aku cukup yakin mereka tidak menyangka bahwa Miles sempat merekam percakapan mereka." pria berambut merah panjang itu berkata.
"Ini bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Kita harus segera melakukan serangan balasan untuk menunjukkan bahwa kita bukan pihak lemah yang bisa mereka ganggu sesuka hati." seorang wanita berkata. Sama seperti Antonio, amarah terlihat jelas di matanya.
Hubungan antara kelima orang yang berada dalam faksi yang sama ini cukup baik. Karena itu, kehilangan salah satu dari mereka bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng.
"Diam! Aku tidak ingin kalian membahas masalah ini dengan orang lain. Biarkan ini tetap menjadi rahasia kalangan atas organisasi. Karena ini masalah besar, jelas kita tidak bisa menyembunyikannya sepenuhnya, karena pihak lain pasti sudah mengetahuinya." kata Antonio.
Setelah menarik napas dalam-dalam, ia melanjutkan, "Meskipun ini akan menghambat rencanaku, tidak ada yang bisa kulakukan. Aku harus memberi tahu pemimpin tertinggi agar kita bisa menanggapi langkah organisasi Butterfly."
"Meskipun aku tidak bisa mengenali suara orang yang berbicara dengan Miles, tidak sulit bagi seseorang untuk mengubah suaranya. Hah, mereka pikir dengan mengubah suara menjadi suara pria bisa menipu kita? Lucu sekali." Antonio mendengus.
Organisasi Butterfly adalah satu-satunya organisasi di Stronghold yang seluruh anggotanya perempuan. Meskipun mereka wanita, mereka sebenarnya adalah organisasi terkuat kedua.
Para wanita dalam organisasi itu kuat dan tidak bisa diremehkan. Saat menghadapi wakil pemimpin tertinggi dari organisasi Butterfly, Antonio sendiri tidak yakin bisa memiliki keunggulan.
Selain mereka, masih ada organisasi lain di Stronghold. Semua organisasi ini menunggu kesempatan untuk bisa naik ke puncak.
Meskipun benar bahwa organisasi Panthers adalah organisasi terbesar di Stronghold, keunggulan mereka atas organisasi lain sebenarnya tidak terlalu besar.
Perbedaan kekuatan mereka dengan organisasi lain hampir tidak signifikan. Dan kehilangan seperti yang mereka alami sekarang sudah cukup untuk menutup celah keunggulan tersebut.
Untuk mengatasi hal ini, Antonio memutuskan untuk menemui pemimpin tertinggi terlebih dahulu, daripada menunggu dipanggil. Ia ingin memastikan bahwa ia bisa berbicara secara pribadi, demi menjaga rahasia tersebut.
"Kalian semua, bersiaplah. Kita mungkin harus bertarung kapan saja." kata Antonio sebelum bangkit dari kursi yang ia duduki. Setelah itu, ia berjalan keluar dari ruangan, menuju tempat tinggal pemimpin tertinggi.
CABOL