Khoirunnisa Fajriansyah Seorang anak remaja yg sangat disayangi keluarganya.hingga tiba saat orang tuanya memilih berpisah dikarenakan orang ketiga,dan sang ayah lebih memilih selingkuhannya daripada dirinya dan ibunya.Bertahun tahun tinggal dengan keluarga yg lengkap membuat dirinya merasa begitu asing saat kata cerai terlontar dari ayahnya yg dia banggakan selama ini.Hidup nya yg dulu bahagia dengan semua kasih sayang orang tua dan teman terdekat kini semuanya menghilang.Ibunya pun berubah setelah mengenal duda kaya dan menikah.Ibunya lebih memilih merawat anak dari duda tersebut ketimbang dirinya anak kandung sendiri.temannya pun menjauhinya karna dianggap sial.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya tentang perjalanan gadis tak berdosa itu,mampukah dia bahagia????
Bantu like dan Koment ya biar makin semangat ,Makasih❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Yang Menghancurkan
Hari minggu adalah hari yang membahagiakan bagi Nisa dan Clara,karna hari itu mereka puas bersama sama dari pagi hingga malam.
Nisa berencana menganjak adik nya itu jalan jalan ke Mall ber dua,Selama Nisa berada di kota itu baru kali ini Nisa menganjak adiknya untuk jalan2 ke Mall,karna keuangan mereka yang tak mengizinkan,biasanya Nisa hanya menganjak adiknya ke taman,dan pasar rabo.
Clara sangat bersemangat bahkan dia meminta mandi sendiri tidak mau dibantu oleh kakaknya Nisa.
Walaupun Clara baru berumur 2 tahun lebih,tapi Clara dipaksa keadaan harus menerima semua kekurangan mereka.
Clara tau kakaknya berjuang untuk dirinya,makanya Clara tak banyak menuntut membeli barang seperti anak2 yang lain,dengan mudah meminta kepada orang tua mereka lantas di berikan.
Di kompek itu hanya Nisa yang tergolong rakyat miskin karna tetanggànya rata2 mempunyai mobil dan rumah megah.tapi Nisa tak berkecil hati dengan sabar Nisa menasehati adiknya,memberi pengertian dengan kondisi mereka.
Walaupun Clara juga sering di ejek oleh anak2 lain karna tak mempunyai Ibu dan Ayah.namanya anak kecil pasti menangis saat dirinya. direndahkan.
Kadang Nisa juga ikut menangis dan tak jarang saat kesabarannya habis,Nisa mendatangi rumah orang tua anak itu untuk meminta agar mereka mengajari anaknya tak sembarangan bicara.
" Udah selesai mandinya ?? " Tanya Nisa ketika pintu kamar mandi dibuka Clara dari dalam.
" Dah kak,pintel kan Cala mandi cendili " Jawab Clara dengan mengeratkan handuk berby nya di dada.
" Wahhh,,,,bersih ngak nih ??? Goda Nisa.
" Belcih dong,Cala gitu loh " Jawab Clara sewot.
" Ya udah yuk,kakak bantuin ganti baju nya " Ajak Nisa ke kamar mereka.
Kamar Nisa dan Clara dipenuhi barang2 Clara dari kecil hingga besar.
Saat Om Beni dan Niko mengunjungi mereka,selalu saja membeli banyak mainan dan baju baru untuk Clara alhasil kamar itu di penuhi mainan Clara.
" Nah sekarang sudah cantik,gimana kalo Clara bantuin kak Nisa beresin mainan Clara yang berhamburan itu ??? " Rayu Nisa.
" Hmmmm Api Cala lelah kak " Gumam Nisa pelan.
" Yaahhh,ngak jadi dong ke Mall nya kalo Cala lelah " Kata Nisa lesu.
" Hah ndak lelah agi kak,ayo cala bantu belecin !" Kata Clara semangat saat mendengar kata Mall.
" Yeeeyyyy,makasih yaa.Kita kerja sama ya Clara beresin mainan,kakak masak di dapur buat Clara sarapan,mau kan ?? " Rayu Nisa dengan wajah sendu.
" Ote kak " Jawab Clara semangat menghambur memeluk dan mencium wajah Nisa.
Nisa tersenyum puas,dan meninggalkan Clara yang dengan semangat memungut mainannya satu persatu.
Nisa kembali ke belakang untuk melanjutkan acara memasaknya.
Hingga jam 8 lewat ,mereka ber 2 baru sarapan bersama.
Setelah sarapan Clara dengan semangat menagih janji kakaknya.
Dan mereka pun pergi ke Mall dengan menaiki angkot.
Setelah sampai Clara sangat senang dan berloncat kegirangan melihat Mall besar itu dengan banyak mainan dan lampu kerlap kerlip.
" Ngak usah lari2 ya Dek ! " Peringat Nisa.
" Sip " Jawab Clara mengangkat tangannya seperti hormat.
Mereka berjalan beriringan menjelajahi Mall itu.
Hingga tiba di kedai es cream,Clara menarik baju Nisa.
" Kenapa Dek ?" Tanya Nisa
" Kak,boyeh beli es tlim ndak ? Tanya Clara dengan tatapan penuh harap.
" Boleh " Jawab Nisa tersenyum.
" Holeeeeee " Clara pun berlari ke arah kedai es cream itu dan tak sengaja menabrak seorang gadis seumuran Nisa.
Bruukkkk
Clara pun terjatuh dan menangis.
" Kalo mau lari jangan disini,lapangan bola sana !!! " Gertak Gadis itu.
Nisa melihat adiknya dimarahi pun sedikit berlari menghampiri adiknya yang sudah menangis.
" Kenapa Clara ??? Tanya Nisa panik.
" Oh ini ibunya,kalo punya anak itu di jaga mbak,jangan jelalatan sana sini " Bentak Gadis itu kepada Nisa.
" Eh mba,namanya juga anak kecil ya wajarlah lari2an " Kata Nisa mencoba tenang.
Clara memeluk kaki Nisa erat.
" Ada apa sayang ?? " Kata seorang wanita paruh baya menghampiri gadis itu.
Nisa yang sedang menenangkan Clara pun menoleh saat mendengar suara yang seperti dikenalinya.
Deg....jantung Nisa berdegup kencang saat tau wanita itu adalah ibunya sendiri yang sedang mengelus rambut panjang gadis itu.
" Ibu " Gumam Nisa terkejut.
" Nisa " Kata Sonia tak percaya.
Gadis itu ikut terkejut dan bingung melihat 2 wanita beda usia itu seperti saling mengenal.
Sonia melihat ke arah Clara yang masih memeluk Nisa erat,tatapannya sulit di mengerti.
" Mama kenal sama perempuan ini ?? " Tanya Gadis itu kepada Sonia.
Sonia jadi kelabakan sendiri apalagi saat suami baru nya datang menghampiri mereka.
" Dia.....
" Kamu kenal anak ini sayang ??? Tanya Pria paru baya itu.
Nisa hanya diam dan memeluk Clara erat menunggu jawaban dari ibu kandungnya.
" Aku ngak kenal mas,ayo kita pergi " Kata Sonya menatap sebentar Nisa dan langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
Jeddeeeeerrrrrr....
Nisa diam membatu saat ibunya tak mengganggap nya anak dan parahnya berpura pura tak mengenalinya.
" Dasar gadis miskin " Hujat Gadis itu mengibaskan rambut panjangnya.
Pria paru baya itu menatap Nisa tajam,Nisa hanya menunduk menahan air matanya.
Keluarga itu pun menjauh dari Nisa dan Clara.
Clara yang masih menangis pun mulai tenang.
" Udah sayang,mereka udah pergi jangan nangis lagi ya " Kata Nisa membujuk Clara.
Banyak pasang mata menatap mereka iba.
" Maafin Cala kak,Cala nakal lali lali adi " Kata Clara menyesal.
" Udah sayang,ngak papa ada kakak yang lindungin kamu " Jawab Nisa seraya memeluk adiknya.
Nisa melihat nanar ibunya dari kejauhan,saat akan keluar dari pintu Mall ibunya menoleh kebelakang dengan tatapan sendu.
Nisa bangkit dan menggendong Clara menuju kedai Es cream itu lagi.
Saat mereka sampai dirumah Nisa berdiam diri memandangi adiknya yang tertidur pulas dengan memeluk boneka beruang kecil yang sempat di beli Nisa tadi saat di Mall.
Nisa mengingat kejadian tadi saat dia bertemu dengan ibunya.seperti kaset rusak semua memori itu terus berputar putar di kepalanya.
bagaimana ibunya perhatian dengan anak tiri nya,sedangkan anak kandungnya sendri di hina oleh orang lain hanya diam dan meninggalkannya dengan banyak luka menganga di hati.
Penampilan ibunya yang glamor sangat berbeda dengan ibunya yang dulu senang menggunakan baju daster biasa,atau setelan yang tak mencolok.
Nisa menangis dalam diam dipojokan kamar dan menatap adik angkatnya yang tertidur damai,sangat miris dirinya benar2 dibuang oleh orang tua kandungnya sendri.
Karna lelah menangis,akhirnya Nisa tertidur disamping adiknya hingga menjelang sore.
Dilain tempat,disebuah rumah megah wanita paruh baya itu menangis di kamar mandi.
sungguh pertemuan itu menyakiti hati terdalamnya.
" Maafin ibu Nisa,ibu ngak pantes jadi ibu kamu Nak " Gumam Sonya menangis tersedu sedu.
Hingga suara ketukan pintu membuat Sonya dengan cepat mencuci wajahnya yang sembab.
" Kamu kenapa ? Tanya Suaminya bernama Dimas Angkasa.
" Ngak papa mas,tiba2 aku mules " Bohong Sonya.
" Owh,ya sudah nanti minum obat " Jawab Dimas Cuek.
Sonya berjalan menjauh dan keluar dari kamar mewah nya.
" Kamu pasti nyembunyiin sesuatu dari ku Sonya " Gumam Dimas mengepalkan tangannya.