NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Body Guard

Dengan mengendarai mobilnya, Kalandra menuju ke rumah Naina setelah mendapatkan lokasi rumah gadis cantik itu.

Di perjalanan pun ia sempatkan menelfon Mama dan Papanya untuk berpamitan. Ia memang selalu begitu, tak pernah absen untuk sekedar memberi kabar atau berpamitan jika akan mendaki atau melakukan tugas dengan jarak yang jauh.

Setelah sampai di titik yang di tandai oleh Naina, Kalandra segera memarkirkan mobilnya di halaman parkir sebuah toko furnitur dan elektronik besar.

Toko itu adalah usaha milik kedua orang tua Naina. Sementara, rumah mereka berada tepat di samping toko.

Kalandra kemudian turun dari mobil dan berjalan menuju rumah besar yang gerbangnya tertutup rapat.

"Siang, Pak. Naina ada?" Tanya Kalandra saat seorang satpam menghampirinya.

"Temannya Mbak Nana ya, Mas?" Tanya Satpam yang di jawab anggukan oleh Kalandra.

Ada senyum tipis kala mendengar panggilan Naina di rumah, yang terdengar cukup manis.

"Silahkan, langsung masuk aja, Mas. Mbak Nana ada di dalam." Kata Satpam yang mempersilahkan dengan sopan.

"Terima kasih, Pak." Ucap Kalandra sembari berjalan masuk ke rumah Naina.

Ia kemudian memencet bell yang ada di pintu. Tak lama, pintu pun terbuka dan Naina muncul dari balik pintu.

"Assalamualaikum." Ucap Kalandra.

"Waalaikumsalam. Masuk, Bang." Naina mempersilahkan Kalandra untuk masuk dan duduk.

"Aku panggil Bunda sebentar ya, Bang. Kalau Ayah, lagi ada di Toko." Pamit Naina yang di jawab anggukan oleh Kalandra.

Sepeninggal Naina, Kalandra menyapu pandangan di sekitarnya. Terdapat banyak foto keluarga di sana.

Ternyata, Naina adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan merupakan satu - satunya anak perempuan.

Perhatian Kalandra pun kemudian teralihkan setelah mendengar suara langkah kaki. Ternyata, Naina datang bersama Bundanya.

Wanita itu tampak begitu anggun dan tenang. Sebelumnya, Kalandra memang pernah melihat sekilas kedua orang tua Naina saat menjemput Naina yang hilang tempo hari.

Ketika Naina dan Bundanya sudah dekat, Kalandra pun segera berdiri dan menyalami Bunda Naina.

"Assalamualaikum, Tante." Sapa Kalandra dengan sopan.

"Waalaikumsalam. Ayo silahkan duduk." Kata Bunda Naina dengan ramah.

"Saya Kalandra, Tante. Temannya Naina." Kalandra memperkenalkan diri.

"Ini yang nolong waktu Nana tersesat di Hutan tempo hari, kan? Nana pernah cerita." Tanya Bunda Naina.

"Iya, Tante." Jawab Kalandra.

"Terima kasih, ya, sudah nyelametin Nana. Maaf, karena waktu itu belum bisa berterima kasih secara khusus." Kata Bunda Naina.

"Sama - sama, Tante. Memang sudah tugas saya." Jawab Kalandra.

"Gini Tante, saya mau izin bawa Naina mendaki ke Gunung S. Tadi Naina bilang mau ikut mendaki." Kata Kalandra yang meminta izin.

"Kira - kira berapa hari ya, Nak? Nana ini memang suka sekali mendaki. Dulu sering ikut Paman bungsunya dan terbawa hobinya sampai sekarang." Cerita Bunda Naina.

"In Syaa Allah rencananya hanya dua hari, Tante. Mudah - mudahan lancar dan gak ada halangan di perjalanan." Jawab Kalandra.

"Yasudah, hati - hati, ya. Tante titip Nana." Kata Bunda Naina.

"Iya, In Syaa Allah, Tante." Jawab Kalandra yang kemudian berpamitan bersama Naina.

Bunda Naina pun tersenyum melihat Kalandra yang berjalan bersama Naina. Karena baru kali ini ada teman Naina yang sengaja datang ke rumah bukan hanya untuk menjemput, tetapi juga meminta izin untuk mengajak Naina pergi.

"Sini, biar aku bawa tasnya." Kata Kalandra yang mengambil alih tas Naina.

"Eh! Makasih, Bang." Ucap Naina yang tentu kaget dengan act of service Kalandra.

"Gak pamit sama Ayahmu?" Tanya Kalandra kemudian.

"Aku tadi udah pamit sih, Bang." Jawab Naina.

"Aku boleh ketemu Ayahmu? Gak enak rasanya kalau belum izin sama Ayahmu juga." Kata Kalandra.

"Yaudah, ayo." Ajak Naina yang kemudian membawa Kalandra menuju ke toko.

Kedatangan Naina dengan seorang pria tampan, tentu mencuri perhatian pegawai toko yang sedang bekerja. Beberapa dari mereka yang akrab dengan Naina, tampak tersenyum - senyum seolah memberikan kode pada gadis cantik itu.

"Ayaah..." Panggil Naina. Pria paruh baya yang sedang duduk di balik meja kasir itu pun langsung menoleh ke arah putrinya.

"Ada apa, Nak?" Tanya Ayah Naina.

"Nana berangkat, ya. Ini sama Bang Kalandra." Pamit Naina.

"Saya izin ajak Naina pergi ya, Om." Kata Kalandra sambil menyalami Ayah Naina. Berbeda dengan Bundanya, Ayah Naina tampak sedikit lebih kaku.

"Hati - hati, ya. Om titip Naina." Pesan Ayah Naina.

"Iya. In Syaa Allah, Om." Jawab Kalandra.

"Nana berangkat ya, Yah." Pamit Naina kemudian.

"Iya. Hati - hati, Na. Jaga diri baik - baik. Kalau ada apa - apa, cepat kabari." Pesan Ayah Naina dengan wajah sedikit khawatir.

"Iya, Yah." Jawab Naina.

"Kami berangkat dulu, Om. Assalamualaikum." Pamit Kalandra.

"Waalaikumsalam."

Sejujurnya, Kalandra merasa tegang dan gugup ketika bertemu dengan Ayah Naina. Terlebih, melihat wajah Ayah Naina yang terlihat kaku dan tak bersahabat. Namun, ternyata beliau tak sekaku itu.

"Abang bawa tenda, kan?" Tanya Naina.

"Bawa, kapasitas tiga orang." Jawab Kalandra. Sebelumnya mereka memang sudah membagi apa saja yang harus mereka bawa.

"Barang - barangmu, gak ada yang ketinggalan, kan?" Tanya Kalandra yang memastikan sebelum mereka berangkat.

"Tenang aja. Aman, Bang." Jawab Naina.

Mereka pun segera berangkat menuju ke Gunung yang akan mereka daki. Sepanjang perjalanan, keduanya pun mengobrol dengan asyik.

Seperti biasa, Naina yang lebih banyak berceloteh dan bercerita karena Kalandra adalah tipe orang yang cukup irit bicara, sementara Naina adalah sosok gadis yang ceria dan ekstrovert tentunya.

Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, mereka pun mampir di sebuah Masjid sebelum sebelum sampai di shelter.

"Kita sholat ashar dulu, ya." Ajak Kalandra yang di jawab anggukan oleh Naina.

Keduanya pun segera melaksanakan sholat Ashar dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke shelter pendakian Gunung S.

Sore itu, suasana di Shelter cukup ramai. Beberapa rombongan tampak sudah siap mendaki. Salah satu rombongan merupakan rombongan open trip yang terdiri dari lima puluh orang anggota.

"Wah rame banget nih, Bang." Kata Naina.

"Week end, Nai." Jawab Kalandra.

"Tasmu terlalu berat, gak? Beberapa botol airnya di pindah ke sini aja kalau terlalu berat." Kata Kalandra.

Naina pun memberikan tiga dari empat botol yang ia bawa pada Kalandra. Setelah beres, mereka pun segera registrasi dan memulai pendakian.

Naina juga menyempatkan berfoto di gerbang pertama saat mereka hendak mulai mendaki.

"Bang, ayo foto!" Ajak Naina. Kalandra pun mengangguk dan mengambil foto berdua dengan Naina.

"Udah pernah ke sini?" Tanya Kalandra.

"Udah pernah sekali dulu, tapi gak sempet muncak karena hujan." Jawab Naina.

"Mudah - mudahan cuaca bagus kali ini." Imbuh Naina kemudian.

"Abang sering kesini?" Tanya Naina.

"Udah beberapa kali. Tapi udah lama gak ke sini." Jawab Kalandra.

"Kenapa, Nai?" Tanya Kalandra saat melihat Naina tiba - tiba tersenyum dan mengangguk sopan.

"Itu, nyapa body guard Abang." Jawab Naina dengan santai sambil tersenyum.

1
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
Nuri 73749473729
nah tu na... mau dikenalin sama camer lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!