Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3 kekacauan
Di dalam sebuah ruangan yang cukup luas dan mewah di dalam sebuah bangunan yang di kenal banyak orang sebagai pabrik tekstil terbesar di kota ini.
Tuan Anthony nampak sedang berbincang serius dengan beberapa orang yang berpakaian rapi dan berwajah Jepang.
Dan benar,
Orang orang itu memang berasal dari Jepang, mereka sebenarnya adalah karyawan pabrik tekstil ini di Jepang sana dan sedang di tugaskan di sini untuk sementara waktu.
Karenanya, pihak perusahaan memberikan mereka fasilitas perumahan dan alat transportasi sementara.
Dan perusahaan tuan Anthony sudah sangat lama bekerjasama dalam hal penyediaan alat transportasi itu dengan perusahaan itu.
" jadi bagaimana tuan Hamaghuci, apakah anda setuju dengan harga yang saya tawarkan ?! " ucap tuan Anthony kepada presiden direktur Royal Textile.
Menyediakan persewaan mobil mewah miliknya untuk operasional orang orang asing yang merupakan pentolan pentolan pabrik pabrik besar seperti saat ini adalah hal yang biasa bagi tuan Anthony.
Tuan Anthony akan turun tangan sendiri jika ia rasa calon kostumernya adalah orang orang besar seperti saat ini.
Apalagi mereka sudah sangat lama terikat kerjasama.
" baiklah tuan Anthony, aku setuju....
aku rasa perusahaan anda memang memberikan harga yang jauh di bawah rata rata,
Tapi anda tetap memberikan pelayanan yang maksimal " jawab laki laki berkulit putih dengan postur tubuh yang tinggi menjulang itu.
Akhirnya kesepakatan kerja tercapai dan tanda tangan kontrak di lakukan.
Mereka saling berjabat tangan sambil tertawa renyah.
Orang orang asing itu nampak senang dan sangat antusias berbincang dengan tuan Anthony.
Dan tuan Anthony pun menanggapi dengan baik.
Tuan Anthony terlihat sedang berbincang ketika salah seorang pekerjanya datang mendekat.
Pria baya pamit dan sedikit melipir ke pojok ruangan.
Seseorang yang mendekat kepadanya itu kemudian berbisik di telinganya.
Tuan Anthony menoleh menatap Sidik yang baru saja berbisik di telinganya.
Wajah laki laki itu nampak pucat seketika.
" kau yakin Sidik ?! " ucapnya pelan penuh tekanan.
" maaf tuan,
Pihak kepolisian baru saja menghubungi.
Nona sedang berada di sana " jawab pria bernama Sidik itu dangan raut wajah penuh sesal.
Ia tahu betul siapa nona yang ia maksud, tentu itu adalah Ester.
Putri bungsu sang majikan yang memang terkenal liar dan seringkali membuat onar.
Beberapa bulan yang lalu Ester baru saja keluar dari rumah sakit setelah motor yang ia pakai kebut kebutan menabrak pembatas jalan dan merobohkan beberapa tiang tiang lampu penerang jalan.
Selain itu,
karena perbuatannya sang papa harus menggelontorkan banyak uang hanya agar dirinya tidak di tahan oleh pihak kepolisian karena telah menyebabkan kerusakan fasilitas umum akibat ulahnya.
Dan sekarang...
lagi ia sepertinya harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian karena nyatanya saat ini ia sedang berada dan di tahan di sana.
Tuan Anthony mengusap keningnya yang tiba tiba berkeringat.
Kepalanya pun tiba tiba terasa pusing.
" kali ini apa lagi yang dia lakukan Sidik...?! " tanyanya lagi dengan raut wajah pucat.
" menabrak pedagang kaki lima yang mangkal di pinggir jalan tuan "
" hah....?! Kok bisa ?! Apa dia mabuk ?! " tuan Anthony terpekik pelan dengan mata melotot menatap Sidik yang menjawab pertanyaannya.
" entahlah tuan....saya tidak tahu, pihak kepolisian belum menjelaskan apapun selain mengabarkan itu " jawab Sidik.
Tuan Anthony menelan ludahnya dengan sulit,
" kau sudah perintahkan Tyo kesana ?! Pasti sekarang dia sangat ketakutan " ucap tuan Anthony.
Walau jengkel, tapi bagaimanapun Ester adalah putri kecil kesayangannya.
Putri kecil yang dulu kehadirannya sempat tidak ia dan sang istri harapkan ketika ia masih berada di dalam kandungan,
Hal itu karena saat itu ia dan sang istri merasa sudah cukup dengan dua anak saja.
Mereka berdua melakukan segala cara agar Ester tak terlahir,
Tapi Tuhan justru berkehendak lain,
Ester tetap tumbuh baik dan sehat di rahim nyonya Hagia hingga akhirnya ia terlahir.
Dan karena alasan itu juga, tuan Anthony dan nyonya Hagia akhirnya begitu memanjakan Ester kecil.
Alasannya adalah tentu karena mereka merasa bersalah terhadap putri bungusnya itu,
Tapi hasilnya justru karena perlakuan mereka membuat Ester menjadi manja.
Di tambah lagi dengan limpahan kasih sayang dari kedua kakak kakaknya.
Ester kian menjadi jadi hingga ia dewasa.
" sudah tuan, Pak Tyo langsung berangkat ketika saya kabari tadi.
Jika tuan masih sibuk, biarkan saya yang akan menemui nona " jawab Sidik.
Tyo adalah pengacara pribadi tuan Anthony.
" ah tidak...
sebaiknya kau tetap di sini, aku akan menemui Ester "
" tapi tuan....
masih ada meeting beberapa jam lagi dengan pihak dishub "
" aku percayakan padamu Sidik, aku tidak mungkin membiarkan Ester sendirian di sana dan hanya bersama Tyo saja.
Istriku belum tahukan ?! "
" belum tuan "
" ya sudah...aku pergi dulu, sampaikan permohonan maafku kepada tuan Hamaghuci "
" baik tuan...hati hati di jalan "
" hemm..." jawab tuan Anthony sembari menepuk pelan pundak Sidik.
Ia yang tertekan tapi ia juga yang seolah memberi semangat untuk salah satu pekerjanya itu.
Sidik menatap kasihan kepada tuan Anthony yang terus melangkah menjauh itu.
Sejak putri bungsunya beranjak dewasa, majikannya itu terlihat semakin sibuk dan lelah.
Wajar saja,
Tuan Anthony memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di bidang tranportasi dan ia pegang sendiri,
Dan itu sudah cukup membuatnya kelelahan. Di tambah lagi dengan tingkah liar sang putri bungsu yang super liar dan mejengkelkan.
Tuan Anthony nampak duduk di jok belakang dengan Yoga yang nampak tenang menjalankan mobilnya.
" mau kemana kita sekarang tuan ?! " tanya Yoga sopan.
" kantor polisi " jawab tuan Anthony singkat dan sukses membuat Yoga sedikit kaget. Tapi ia tak berani bertanya selain...
" maaf tuan,
Saya tidak tahu jalan kesana "
" tak apa...biar aku yang tunjukkan jalannya nanti,
sekarang kau jalan lurus saja "
" baik tuan..."
Hening,
Suasana di dalam mobil terasa hening, Yoga tak berani bersuara apapun.
Sementara tuan Anthony nampak memijat kepalanya sejak tadi.
" di pertigaan depan belok kiri dan jalan terus Ga...
Kantor polisi ada di kanan jalan nanti " ucap tuan Anthony dengan nada lesu.
" ya tuan " jawan Yoga singkat
" maafkan aku Yoga....aku sudah membuatmu sibuk mengantarku di hari pertama kau mulai bekerja " ucap tuan Anthony penuh sesal.
" tidak tuan...tolong jangan berkata seperti itu, ini sudah menjadi kewajiban saya " jawab Yoga tak enak hati.
Tuan Anthony beralih menatap Yoga dari belakang,
" kau memang anak baik Yoga,
entah doa apa yang sudah selalu orang tuamu panjatkan kepada Tuhan untukmu..." ucap tuan Anthony lagi.
Entah kenapa,
Meski belum mengenal sosok pemuda di hadapannya itu lama,
Tapi hatinya sudah sangat yakin jika pemuda itu memanglah sosok pemuda baik baik.
Sosok yang akan sangat sulit ia temui di kota seperti ini.
Dan diam diam tuan Anthony berdoa di dalam hati untuk Yoga,
Semoga pemuda itu akan selalu baik hingga nanti meski ia telah terkontaminasi kehidupan kota metropolitan ini.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣