Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11 Pak Malik Kecewa
Pak Malik terdiam sesaat mantap wajah putrinya, yang memang memiliki ke miripan dengan seseorang. Pak Malik tidak menyangka putrinya harus menanggung ini semua.
Pak Malik yakin jika istrinya telah menyakiti Clarissa terlalu dalam, hingga putrinya berpikir jika ia bukan anak kandung ibunya.
"Bapak akan bicara sama ibumu, kamu jangan berpikir macam-macam ya, " pinta pak Malik, ia sangat menyayangi putrinya. Pak Malik tidak ingin putrinya mengalami hal seperti ini. Tapi istrinya begitu keras kepala.
Clarissa menatap pak Malik, banyak hal yang ingin ia tanyakan. "Tapi Pak, bapak kan tahu seperti apa sikap ibu padaku, bahkan untuk bicara dengan bapak saja ibu seperti tidak mengijinkan."
Pak Malik mengusap kepala putrinya, ia tahu betul sikap istrinya pada Clarissa putri satu-satunya, yang selalu membandingkan dan bahkan mengabaikan.
"Sa, bapak tahu, kamu terluka oleh perbuatan ibu. Bapak akan berusaha bicara agar ibumu berubah," ujar pak Malik hatinya tak tega melihat Clarissa yang bersedih.
"Kamu yang sabar ya, dan tetap ingat pesan bapak, jangan memberikan semua gajimu pada ibu, simpan sebagian untuk diri sendiri, suatu saat kamu akan membutuhkan uang tersebut," ujar Pak Malik lagi mengingatkan.
"Tapi pak, ibu marah juga karena Aku tidak bisa memberikan uang lebih dari empat juta," ujar Clarissa, kali ini ia mengadukan ibunya.
Pak Malik menggeleng, sungguh ia tak menyangka istrinya begitu kejam pada Clarissa di belakangnya, "Sudah, jangan di dengarkan, bapak juga masih mampu menafkahi keluarga bapak." ujar pak Malik tak habis fikir pada istrinya.
Clarissa akan kembali berkata, namun pak Malik mendahului, "Sudah jangan di pikirkan, bapak akan bicara sama ibumu, ibumu sudah keterlaluan... Dan ingat uang hasil kerjamu kamu tabung saja, ibumu tetap akan bersikap seperti ini meski kamu memberikan nyawamu sekalipun."
Clarissa bengong, untuk pertama kalinya ia melihat bapaknya yang marah, bahkan bapaknya pergi masuk untuk berbicara dengan ibunya.
"Kak, " Tiba-tiba Aditya muncul lalu duduk di kursi bekas bapaknya tadi.
"Bapak kenapa? kok kaya marah gitu? " ujar Aditya lagi.
"Sepertinya bapak mau bicara sama ibu," ujar Clarissa menghela nafas.
"Apa ibu bicara kasar lagi padamu , Kak? " tanya Aditya, karena ia sangat tahu, kakaknya ini adalah wanita kuat dan mandiri, jadi jika ibunya tidak bicara keterlaluan, kakaknya tidak akan sedih.
"Dit," ujar Clarissa lalu menatap adik laki-lakinya.
"Kamu pernah dengar tidak, apa alasan ibu tidak menyukaiku? " ujar Clarissa, karena semua orang di keluarga sangat tahu, ibunya selalu mengabaikan dirinya.
Aditya berpikir keras untuk mengingat. Tapi ia tidak mengingat alasannya,mungkin ibunya tidak pernah memberi tahu alasannya pada siapapun, Aditya pun menggeleng, "Tapi Kak, menurutku Ibu tidak menyukai kakak, jika kakak sudah rapi, mungkin karena kakak lebih cantik dari ibu. "
Aditya berkata dengan serius, padahal ucapannya ngawur. " Tapi Dit, tadi Ibu bilang jika Ibu itu sangat jijik melihat wajahku," ujar Clarissa menceritakan kejadian tadi siang.
"Tuh kan?! ibu pasti iri karena kamu sangat cantik, Kak. Sedangkan ibukan tidak secantik kamu, Kak," ujar Aditya dengan serius.
Clarissa sangat kesal pada adiknya, "Bisakah bicara serius?! " kesal Clarissa.
Aditya cengengesan, lalu kembali berkata dengan serius, "Atau jangan-jangan Kakak bukan anak kandung ibu. Mungkin saja bapak pulang kerja bawa bayi sehingga ibu tidak menyayangimu ,Kak."
Clarissa terdiam, meski sedikit sakit hatinya. Tapi mungkin ucapan Aditya ada benarnya juga, jika anak kandung 'kan tidak mungkin tidak di sayang fikir Clarissa.
...****************...
Di ruang yang berbeda, Pak Malik menatap bu Mulan dengan tatapan kecewa. Sedangkan bu Mulan duduk diam di atas ranjang.
"Bu, kenapa kamu setega itu pada Sasa? dia putri kita Bu," ujar pak Malik menahan diri untuk tidak memukul sang istri yang sudah keterlaluan.
"Sudah Ibu katakan, Ibu tidak menyukainya," ujar bu Mulan, berterus terang, sejak dulu bu Mulan tidak pernah menyukai Clarissa, ia tidak menutupi hal ini dari suaminya.
"Bu! Sasa tidak bersalah Bu, Sasa putri kita, Mungkin ibu memang tidak menyukai Sasa. Tapi bagai mana pun Sasa putri kita, Bapak tidak menyangka ibu akan memperlakukan Sasa sekejam ini," ujar pak Malik, setiap istrinya berbicara, selalu membuat pak Malik marah.
Keduanya saling terdiam, beberapa saat kemudian, pak Malik kembali berkata, "Jika Ibu masih memperlakukan Sasa dengan kasar, mungkin Bapak akan pergi," ujar Pak Malik.
Pak Malik sudah berusaha melakukan yang terbaik. Tapi bu Mulan masih keras kepala, seakan dengan sikapnya itu tidak melukainya.
Melihat Pak Malik tidur dengan memunggunginya, membuat hati bu Mulan kecewa, tidak biasa suaminya bersikap seperti ini. Hanya karena Clarissa, suaminya jadi mengabaikan dirinya, bahkan memarahinya.