21+
Harap bijak memilih bacaan yah!
Semua kamu yang mengaturnya Sheva sayang. Nasib lelaki itu apakah hidup atau mati atau cacat semua tergantung dari sikapmu. Cukup mudah, jadilah gadis baik dan turuti semua kemauanku.
- Arion Caramont Nostra
Catat ini dipikiran anda tuan Arion yang agung! Baik lima tahun lalu maupun hari ini perasaan yang tersisa tetap sama yaitu rasa benci yang besar hingga ketulang tulangku!
- Shevanya Bernand
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duajempol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arion Tuan Arogan
Hanya terdengar suara denting garpu dan pisau, Arion makan dengan sangat elegan hingga beberapa kali Sheva mencuri pandang. Sheva bingung seperti tidak mengenal Arion, terkadang pria itu bisa begitu arogan, terkadang bersikap manis, dia juga bisa membawa diri begitu elegan dan yang pasti Sheva sama sekali tidak boleh lengah. Entah permainan apa yang sudah Arion lakukan hingga akhirnya Sheva bisa bekerja untuk Arion, Sheva tau bahwa Nostra menguasai banyak perusahaan besar dan institusi pendidikan. Pasti bukan suatu kebetulan Sheva bisa langsung bekerja di Nostra jika bukan campur tangan lelaki di hadapannya ini.
" Thomson." Arion mengangkat sebelah tangannya memanggil sang kepala pelayan, dan Thomson dengan sigapnya langsung menuju sisi kanan Arion dan membungkukan badan.
Sheva mengerutkan alisnya, memangnya ini di kerajaan apa???
" Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Thomson masih dalam posisi membungkukan badannya.
" Siapkan mobilku, aku yang akan mengendarainya sendiri menuju kantor." Arion membersihkan mulutnya dengan serbet putih dan menatap Sheva.
" Baik Tuan." Dengan segera Thomson mundur diri untuk melaksanakan perintah Arion.
" Sudah selesai sarapanmu Shev?" Arion menangkupkan kedua tangannya dan menopang dagunya, dia tidak melepaskan pandangannya dari Sheva sedetikpun hingga gadis itu menjadi salah tingkah di tatap seperti itu.
" Su..sudah!" Sheva meneguk air untuk membasahi kerongkongannya dan segera membersihkan mulutnya dengan serbet dan semua itu tetap dalam pengawasan Arion hingga pria itu tersenyum tipis.
" Mari berangkat." Arion berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sheva, dan bukan Sheva namanya jika menyambut uluran tangan itu. Sheva menepis tangan Arion dan berdiri untuk melangkah tetapi Arion memaksa untuk menggandeng Sheva, pria itu mengaitkan jemarinya pada jari mungil Sheva, semakin Sheva berontak untuk melepas semakin erat Arion menggenggam tangan Sheva. Gadis itu hanya bisa menghembuskan nafas kasar dan membiarkan Arion berprilaku seenaknya, toh Sheva sendiri juga sudah menguatkan hati bahwa tidak akan ada perubahan apapun. Dia tetap akan membenci Arion.
Sheva menipiskan senyumnya sinis melihat deretan mobil Arion yang berjumlah lebih dari 5, dasar tukang pamer! Thomson berdiri di sisi pintu untuk menunggu Arion dan pria paruh baya itu menanyakan mobil yang mana yang hendak Arion gunakan. " Aku pakai itu saja!" Arion menunjuk lamborghini hitamnya, setelah menerima kunci dari Thomson dia segera membimbing Sheva untuk masuk kedalam mobil. " Masuklah!"
Dengan enggan wanita itu menuruti Arion, " Aku terpaksa karena hanya ini satu satunya kendaraan menuju kantor, dan tidak ada halte bus di kawasan ini!"
Sheva berkata sinis hingga Arion menahan senyumnya.
Arion mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata rata dan Sheva duduk menatap jendela, Sheva memilih untuk memalingkan wajahnya saja dari pada melihat Arion. Sheva kesal bahwa pada kenyataannya pria ini masih saja mempunyai sejuta pesona yang kuat, dia benci jika menjadi lemah dihadapan Arion. Cukup satu kali baginya merendahkan diri untuk pria ini yang dibalas dengan menginjak injak harga dirinya.
" Shev, ingat pesanku. Jika mulai besok dan setiap harinya kamu harus bersiap dari jam 6 pagi untuk menyiapkan kebutuhanku." Arion tersenyum dan membelai lembut kepala Sheva hingga gadis itu tersikap dan bersingut menjauh.
" Dengan penuh hormat tuan Arion tolong jangan pernah ada kontak fisik diantara kita, karena aku hanyalah sekretaris anda." Sheva mendengus marah dengan sikap Arion.
Arion menepikan mobilnya di bahu jalan, dia melepas seatbeltnya dan meraih pergelangan tangan Sheva,
" Aku bebas melakukan apapun Shev sesuai dengan keinginanku, bahkan jika aku ingin memilikimu seutuhnya sekalipun kau tak boleh menolaknya." Pandangan mata Arion tajam dan dalam hingga Sheva merasakan bulu kuduknya meremang, sejujurnya dia takut jika Arion melepas kontrol akan dirinya. Arion merasakan jika Sheva takut lalu dia menggengam jemari Sheva dan menciumnya tanpa melepas pandangannya.
" Jangan pernah menolak keinginanku Shev!"
Arion membetulkan posisinya, memakai seatbelt dan melajukan mobilnya kembali, Sheva hanya bisa menahan nafasnya saat Arion mencium jemarinya dan masih terasa bekasnya. Sheva merengut dan membuang pandangannya keluar jendela berharap mereka cepat sampai ke kantor, dia tidak bisa menahan gejolak hati dan pikirannya jika berdua dengan Arion lebih lama lagi.
Setibanya mereka di kantor, Sheva ikut turun bersama Arion di lobby utama hingga membuat pandangan tanya dari beberapa orang tetapi mereka tetap tidak akan bersuara atau membuat gosip jika masih ingin bekerja atau tidak mau berurusan dengan sejumlah bodyguard Arion. Mereka langsung masuk menuju ruangan Arion, dan pria itu duduk melapas jas nya, " Apa kegiatanku hari ini Shev??" Arion melihat ponselnya dan bertanya pada Sheva.
Sheva bingung, dia mengigit bibir bawahnya dan meraih tab diatas meja kerja Arion. Dia berusaha untuk membuka jadwal kerja Arion di dalam tab tetapi tidak berhasil, jelas saja Sheva tidak tau sebab kemarin dia hanya di kerjai Arion untuk urusan membuat kopi dan mengikat dasi saja. Arion tersenyum melihat kegugupan Sheva, " Kemarilah.." Arion mengulurkan tangannya, Sheva tidak akan menyambutnya sudah jelas, gadis itu hanya berdiri formal disebelah Arion dan membawa tab itu. " Lebih dekat Shev, bagaimana aku bisa mengajarkanmu untuk mengoperasikan ini. Kemari!" Arion berdiri dan menarik lengan Sheva, kini mereka berdampingan hingga bahu Sheva menyentuh lengan Arion, saat Sheva ingin memberi jarak tetapi Arion tidak mengijinkannya dan melingkarkan lengannya di pinggul Sheva.
" Tuan Arion tolong lepaskan tangan.."
" Buka folder paling ujung itu!" Arion memerintahkan tanpa menggubris Sheva, " Lalu pilih Schedule untuk melihat jadwal, tekan ini untuk mengubah dan memasukkan jadwal baru." Sheva melupakan rangkulan Arion dan segera melaksanakan ajaran Arion, " Bagaimana sudah paham?" Sheva menganggukkan kepalanya dan memberitahu Arion jadwal seharian ini.
Tiba tiba pintu ruangan Arion terbuka dan Sheva secara otomatis menjauh dari Arion, Ange kekasih Arion memasuki ruangan itu. " Sayaaaaaaanggg!!" Suara Ange terdengar manja dan merajuk, " Kamu kenapa pagi ini tidak mengirimkan aku bunga???" Angelica langsung mengalungkan lengannya pada leher Arion dengan mesra mengabaikan Sheva disana.
Astaga bunga!!!! Sheva seketika tersadar, dia hendak membuka suara untuk meminta maaf tetapi Arion mengangkat tangannya menghentikan Sheva.
" Aku pikir mulai hari ini aku sudah tidak perlu mengirimkan bunga lagi untukmu Ange." Arion menipiskan bibirnya dan membuat Angelica sedikit terperanjat.
" Kenapa sayang??"
" Sebagai gantinya kartu unlimited yang kemarin aku pinjamkan itu untukmu saja. Kamu bisa berbelanja sesuka hatimu."
" Aaah aku bahagia sekali! Terimakasih sayang, aah iya aku kemarin bertemu Olivia sepupumu di toko pakaian langgananku, dia selalu bersikap merendahkan aku jadi aku kemarin berbelanja dengan kartumu untuk membeli hampir seluruh isi toko pakaian agar dia tidak merendahkan aku." Angelica menggelayut manja pada lengan Arion menempelkan dadanya yang tidak tertutupi dengan baik dari balik pakaiannya.
Sheva yang menyaksikan itu semua membuat perutnya mual, Yah Tuhan aku perlu udara segar! Sheva ingin permisi keluar tetapi Arion lagi lagi menahannya.
" Siapa kamu???" Angelica akhirnya sadar ada orang lain diruangan itu selain dirinya dan Arion.
" Dia sekretarisku Ange, jika kamu terlalu senggang pergilah berbelanja. Aku sedikit sibuk hari ini." Arion melepaskan tangan Angelica dari lengannya.
" Sayang... kasihan dirimu terlalu keras bekerja," Ange mengelus pipi Arion mengabaikan keberadaan Sheva,
" Baiklah aku akan pergi dan mengajak beberapa temanku untuk berbelanja. Nanti malam datanglah ke mansionku jangan bohong seperti kemarin. Aku rindu kamu." Angelica menggerakkan jemarinya yang lentik pada dada Arion hingga Sheva mengerutkan alisnya.
" Baiklah bersenang senanglah Ange!" Arion meraih jemari Angelica dan mencium pipi wanita itu, setelah melambaikan tangan Angelica berlalu keluar dari ruangan kerja Arion.
Kini Arion menatap Sheva yang masih terpaku melihat pintu dengan mimik yang tidak nyaman, " Jangan cemburu Shev, aku juga bisa memutuskan dia dan berpacaran denganmu saat ini juga jika kamu mau." Arion tersenyum smirnk.
" Dalam mimpimu tuan Arion! Saya permisi!" Sheva berlalu keluar ruangan dan menutup pintu dengan agak keras hingga Arion terkekeh.