NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Status: tamat
Genre:Time Travel / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:41.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Pada kehidupan sebelumnya Ashilla dipaksa menikah dengan seorang pria yang dikabarkan kejam dan diduga sadis namun secara tegas Ashilla melawan keinginan ayahnya itu sehingga ia malah dibebankan hutang yang sangat besar karna sudah dibesarkan oleh keluarga Clinton namun tidak membalas budi.

Bertahun-tahun kemudian saat ia hendak membayar hutang tersebut, ibu tirinya datang dan memaksanya untuk menanggung kesalahan atas putrinya yang menabrak seseorang saat mengendarai mobil dengan ugal-ugalan.

Saat itulah kehidupannya hancur, untungnya waktu kembali berputar pada hari dimana semua tragedi tersebut belum terjadi dan kali ini Ashilla bertekad untuk menikahi pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 11 - Apa Kita akan Nonton Konser?

Bagaimanapun juga, dalam kehidupan ini, seluruh keluarga Clinton akan menjadi sasaran balas dendam Ashilla.

Di lantai bawah, Laura menceritakan kepada Miller apa yang terjadi di perjamuan.

Ekspresi Miller berganti-ganti antara senang dan murung.

“Jadi… keluarga Adam sudah hampir menentukan pilihan?” tanyanya.

Laura mengangguk mantap. “Dari sikap mereka, sepertinya begitu.”

Miller akhirnya berkata, “Kalau begitu, ini yang terbaik. Kita tak perlu terlalu repot lagi. Kamu hanya perlu sering mengingatkan Ashilla agar jangan sampai menyinggung keluarga Adam.”

Dalam benak Miller, alasan Ashilla tidak keberatan dengan perjodohan ini tentu karena wajah tampan Ken, dan bagi Miller, selama pernikahan ini bisa membawa keuntungan bagi keluarga, ia tak peduli dengan hal lain.

Laura mengangguk. “Aku mengerti.”

Miller lalu menambahkan dengan nada serius,

“Aku lihat Camila sering meremehkan Ashilla. Itu masih bisa ditoleransi sebelumnya, tapi sekarang situasinya berbeda. Kalau setelah Ashilla menikah dengan keluarga Adam dia masih bersikap seperti itu, itu akan mempermalukan mereka. Kalau sampai menyeret nama keluarga Clinton, aku tidak akan tinggal diam.”

Wajah Laura langsung menegang.

“Aku akan bicara dengan Camila.”

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar menyadari bahwa pernikahan ini bukan hanya akan mengangkat status keluarga Clinton, tetapi juga posisi Ashilla sendiri.

Ke depan, mau tak mau, ia dan anak-anaknya harus memperlakukan Ashilla dengan lebih hati-hati.

Memikirkan hal itu, senyum di wajah Laura perlahan memudar.

Miller menangkap perubahan ekspresinya, mendengus pelan dalam hati, lalu berkata,

“Aku juga tidak tahu dari mana Camila mendapat sifat pemarah itu. Mudah-mudahan bukan meniru kamu.”

Laura terdiam sejenak, lalu berkata pelan, “Anak-anak memang harus diajari sejak dini.”

Miller mengangguk. “Aku tidak berharap dia dekat dengan Ashilla, tapi setidaknya jangan sampai menimbulkan perselisihan.”

Laura sendiri merasa Camila memang terlalu impulsif. Jika terus seperti ini, gadis itu akan mudah tersandung di masa depan, baik dalam karier maupun pernikahan.

Terlebih lagi, jika Ashilla benar-benar menikah dengan Ken, akan ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan darinya.

Apalagi sejak awal Laura memang berniat menjodohkan Camila dengan pria kaya dan berstatus. Lingkaran sosial keluarga Clinton jelas tak sebanding dengan koneksi keluarga Adam.

Akhirnya, Laura mengambil keputusan. Ia tersenyum dan berkata, “Kau benar. Aku akan mendidik Camila dengan baik. Katanya dia mau ke konser dua hari lagi. Aku akan menyuruhnya mengajak Ashilla juga.”

“Bagus,” jawab Miller singkat.

Meski tak pernah benar-benar peduli pada Ashilla, kini gadis itu telah menjadi aset penting bagi keluarga.

Setelah berpikir sejenak, ia menambahkan,

“Dari ceritamu, Tuan Muda Ken tampaknya cukup memperhatikan Ashilla. Kalau begitu, biarkan mereka lebih sering bertemu. Camila dan Kaison juga bisa ikut, sekalian mengenalnya.”

***

Sementara Miller dan Laura sibuk menyusun rencana, keluarga Adam juga sedang membicarakan keluarga Clinton.

Namun Ken tidak berada di rumah. Ia sedang keluar bersama teman-temannya.

Selain Leo yang adalah sepupunya, ada dua orang lain: Jensen, teman masa kecil mereka, dan sepupunya jauh lainnya yaitu Fred.

Fred dibawa ke keluarga Adam sejak usia empat belas tahun, dan sejak itu mereka tumbuh bersama.

Meski Fred beberapa tahun lebih tua dan tak selalu bisa bermain bersama mereka, ia tak pernah dikecualikan dari pertemuan kelompok.

Malam ini, mereka berkumpul untuk “merayakan” masa lajang Ken yang akan segera berakhir.

Perjamuan tadi sebenarnya adalah ultimatum dari para tetua keluarga Adam: setelah acara itu, Ken harus menentukan siapa yang akan ia nikahi.

Karena itu, sejak awal teman-temannya mengira suasana hati Ken akan buruk dan sengaja mengajaknya keluar untuk bersantai.

Namun sekarang, Leo justru mulai meragukan asumsi itu.

“Kamu pilih siapa?” tanya Fred penasaran.

Leo melirik Ken yang nampak tak tertarik untuk menjawab, lalu Leo mewakilinya dan berkata, “Ashilla dari keluarga Clinton.”

Fred mengangkat alis.

“Siapa itu? Aku belum pernah dengar.”

Ken meneguk minumannya, tetap diam.

Leo pun menjelaskan secara singkat tentang latar belakang Ashilla.

Setelah mendengarnya, dahi Fred langsung berkerut. “Dengan identitas seperti itu… rasanya kurang cocok untukmu.”

Jensen tidak berkata apa-apa, tetapi wajahnya langsung tampak muram.

Leo hendak menimpali, tetapi Ken tiba-tiba meletakkan cangkir di tangannya dengan suara pelan namun tegas, lalu berdiri.

“Ayo pulang,” katanya singkat.

“Kita baru duduk sebentar,” protes Leo.

Namun Ken sudah meraih jaketnya dan membuat yang lain jadi tertegun.

Melihat Ken benar-benar melangkah pergi, Leo buru-buru mengejarnya. Namun Fred segera berseru, “Ken, aku punya tiket konser Moonlight Band di Beijing lusa. Mau ikut?”

Ken berhenti sejenak.

Hampir saja ia menolak, tetapi Fred cepat menambahkan, “Oh ya, aku punya banyak tiket. Kamu juga bisa mengajak Nona Ashilla itu.”

Kali ini, Ken terdiam. Seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.

"Bagaimana? Apa kita akan pergi nonton konser?," tanya Leo ingin memastikan keputusan dari Ken.

1
mbok e bocah
sangat menarik
Rina Arie
good
nur
suka kak ceritanya, lanjutkan
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
omg ini je ke? hahahaha aku harap yg lebih!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: menarik menurut ku ..cuma ringkas, sedikit konflik akan lebih dinantikan oleh aku.. atau sedikit plot romantik!!! hehehe, apa-apapun terbaik Thor!! plot cerita yang kemas
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
omg!!!! aku jadi terbayangkan wajah mereka!!!! tersenyum sendirian deh
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
ringkas, padat dan teratur...aku suka 🌻
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
ahhhh cerita ini best!!!! tenang mereka tetap tenang 🍬
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
luar biasa stabil!!!? 🍬
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
uisshhhhhh lagi bikin aku resah ni!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
aku mahu lihat senyuman itu🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
auuwwchhh!!!! ini sweet 🍬
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
ada ek ayah macam tu....
Rossy Annabelle
ooh bahagianha hatiku 🥳melihat penderitaan orang lain/Facepalm/
Rossy Annabelle
next,,klo bs Doble up deh 😁tiap hari /Chuckle/
Rossy Annabelle: oke lah,, ditunggu karya lainnya mungkin.semngt 💪😁
total 2 replies
Rossy Annabelle
ditunggu next-nya😁
Lynn_: Ok kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!