Amora adalah seorang mahasiswi yang terpaksa menikahi pria pilihan orang tuanya
ini karya kedua aku, semoga suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella_imupp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu dengan kekasih Nathan
"Es krim? Mauu" ucap Amora semangat
"yaudah kalau gitu kakak beli dulu, kamu di sini saja, jangan kemana-mana, oh iya mau rasa apa?" ucap Nathan
"siap, kak Nathan. Rasa vanila aja deh" ucap Amora
"baiklah jika begitu kakak pergi dulu, ingat jangan kemana-mana" ucap Nathan lalu berjalan pergi
"Okeyy" ucap Amora
Setelah beberapa menit akhirnya Nathan kembali dan membawa dua es krim
"es krim datang" ucap Nathan
Nathan memberikan es krim ke Amora
"Yey, maacii kak Nathan" ucap Amora lalu memakan es krim nya
"sama-sama" ucap Nathan lalu duduk di samping Amora
Mereka berdua memakan es krim nya setelah beberapa menit akhirnya mereka melanjutkan jalan-jalan di samping taman bunga itu
"Amora, lihat sini" ucap Nathan
"kenapa? Wah makasihh.." ucap Amora lalu menerima bunga
Ternyata Nathan memberikan bunga untuk Amora
"mau foto?" ucap Nathan
"Boleh" ucap Amora
"Oke, pose yang cantik" ucap Nathan
Amora berpose di depan kamera
"Nah, satu lagi" ucap Nathan
"Oke" ucap Nathan
"coba lihat" ucap Amora lalu berjalan mendekati Nathan
Nathan memberikan kamera
"Wah.. Bagus banget hasil foto nya, kayak nya kakak berbakat dalam fotografer deh" ucap Amora sambil melihat hasil foto nya
"kakak memang suka foto-foto gitu, kalau kamu dalam apa? Fotografer juga kah?" ucap Nathan
"kalau aku sih, lebih suka di fotoin daripada memotret seseorang. kayak.. Model gitu lah" ucap Amora tanpa melihat Nathan karena masih fokus ke kamera
"oh.. gitu, btw mau ke cafe dulu atau mau langsung pulang?" ucap Nathan
"Terserah" ucap Amora lalu menyimpan kamera di tas nya
"apakah tidak ada jawaban selain terserah?" ucap Nathan
"Tidak" ucap Amora singkat
"Amora.." ucap Nathan menatap Amora
"Kenapa.." ucap Amora balik natap Nathan
"jadi mau ke cafe atau langsung pulang?" ucap Nathan
"Tidak tahu" ucap Amora
"Huft.. Baiklah kita ke cafe" ucap Nathan
"ayokk" ucap Amora
"ya elah giliran udah di tentukan saja ada jawaban kamu Amora" ucap Nathan
"emang kapan aku tidak jawab? Bukan kah aku menjawab nya tadi" ucap Amora tanpa dosa
"memang kau menjawab, tapi tidak pasti Amora" ucap Nathan
"Yang penting jawab kan?" ucap Amora
Nathan dan Amora masuk ke dalam mobil setelah itu Nathan mengendarai mobil nya menuju cafe sedangkan Amora bermain ponselnya
"Mora, apakah kau tidak menyesal mengatakan kau tidak menyukai ku?" ucap Nathan
"Entahlah, tapi untuk saat ini ruang di hatiku belum tertulis nama seseorang" ucap Amora masih fokus ke ponsel nya
"Amora, apakah kau tidak takut nanti jika kekasih ku mendatangi mu? dan dia memarahi mu karena perjodohan kita" ucap Nathan sambil mengendarai mobil nya
"jika dia datang, aku akan mengatakan bahwa perjodohan kita itu hanya bisnis keluarga, dan kami tidak saling mencintai" ucap amora
"cih.. Kau pikir kekasih ku itu anak kecil yang mudah percaya omongan seseorang yang tidak di kenal" ucap Nathan sambil mengendarai mobil
"Entah lah.. Aku pusing dengan itu, tapi sebisa mungkin aku akan menjelaskan pada kekasih kakak agar kekasih kakak tidak cemburu" ucap Amora lalu menatap Nathan
"kenapa kakak tanya begitu? Apakah kekasih kakak yang bilang sendiri?" ucap Amora
"tidak ada, kakak hanya mengetes apakah kau akan panik atau tidak" ucap Nathan
"Oh.. Btw nama kekasih kakak siapa?" ucap Amora
"namanya.." ucap Nathan menggantung kalimat
Amora menunggu Nathan memberikan tahu
"Rahasia" ucap Nathan
"Yak!! Kakak aku menunggu kakak menjawab, kakak malah jawab rahasia" ucap Amora mengomel tapi di mata Nathan itu lucu
Nathan hanya tertawa melihat Amora yang marah-marah
"ish.. Serius, kak. Siapa nama kekasih kakak?" ucap Amora
"Baiklah.. namanya itu Kaluna" ucap Nathan
"Ohh Kaluna" ucap Amora
"btw kakak udah pacaran berapa lama?" tanya Amora pada Nathan
"Seminggu lagi pas 1 tahun kami pacaran" ucap Nathan
"Wah.. Lama juga ya" ucap Amora
"Oh iya, kamu pernah berpacaran dengan seseorang atau tidak?" tanya Nathan
"Tidak, Daddy melarang ku untuk berpacaran dengan seseorang" ucap Amora
"Kenapa? bukan kah kau sudah kuliah?" Tanya Nathan
"Daddy bilang jika aku berpacaran akan membuat peringkat dan nilai ku menurun" ucap Amora
"Lah, kan nilai bisa menurun jika ada lawan, lagian bukankah nilai menurun itu wajar ya" ucap Nathan
"Menurut semua orang itu wajar tapi menurut Daddy itu tidak wajar, aku juga heran dengan sikap nya itu" ucap Amora sambil mengomel
"Mungkin Daddy hanya ingin yang terbaik untuk mu" ucap Nathan
"Terbaik untukku atau untuk nama nya di depan semua orang?" ucap Amora
"Sabar.." ucap Nathan
akhirnya mereka sampai di cafe
Mereka berdua masuk ke cafe dan memilih bangku yang kosong
"Duduk di sana saja mau gak?" ucap Nathan
"Terserah" ucap Amora
akhirnya Nathan dan Amora ingin duduk di bangku itu tapi tiba-tiba pelayan berbicara
"Tuan dan nona ingin bangku untuk pasangan? kami sedang ada promo beli satu makanan dapat voucher untuk mencoba satu kali permainan di sini loh" ucap pelayan itu sambil menjelaskan banyak tentang promo itu
Nathan dan Amora hanya saling tatap
"di mana bangku itu?" ucap Nathan
Amora hanya diam tapi sebenarnya rada-rada aneh dengan Nathan, apalagi Nathan sudah mempunyai kekasih
"Baiklah mari saya antar" ucap pelayan itu lalu berjalan duluan
Nathan dan Amora hanya mengikuti pelayan itu
"nah ini ruangannya" ucap pelayan itu
Nathan dan Amora duduk di bangku itu
"Oh iya tuan dan nona ingin pesan makanan atau minuman apa?" ucap pelayan itu
"kamu mau pesan apa, Mora?" tanya Nathan ke Amora
"Aku cake strawberry minumnya jus jeruk deh" ucap Amora
"Baiklah, saya pesan cake strawberry dan jus jeruk masing masing 2" ucap Nathan dingin
"Baik tunggu sebentar ya tuan, nona" ucap pelayan itu lalu berjalan pergi
setelah beberapa menit akhirnya pesanan mereka sampai saat mereka sedang makan tidak sengaja Nathan melihat seseorang yang tidak asing bagi nya ternyata itu..
"bentar.. Bukan kah itu, Kaluna. dan siapa seseorang yang sedang duduk bersamanya" ucap Nathan
"mana??" ucap Amora
"meja nomor 4" ucap Nathan
Amora melihat meja tersebut
"Sebentar aku ke sana dulu" ucap Nathan
"kak, Mora ikut." ucap Amora
"Yaudah ayok" ucap Nathan
Amora berjalan di samping Nathan mendekati meja nomor 4
Nathan berdehem
"Eh.. sia- eh sayang kok kamu di sini?" ucap seseorang yang bernama Kaluna
"Itu tidak penting, siapa pria yang duduk bersama mu?" ucap Nathan
"Dia.. Dia.. kakak sepupu ku" ucap Kaluna sedikit gugup
"Oh" ucap Nathan singkat
"kenalin gue, Revan kakak sepupu Kaluna" ucap pria yang duduk bersama Kaluna
"Gue Nathan" ucap Nathan singkat